APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang

Pernikahan Janda Kembang

Ayu, seorang janda menawan, dituduh memakai ilmu hitam karena empat mantan suaminya tewas mendadak secara misterius. Di tengah gosip miring yang beredar, Ruben, seorang miliarder muda yang tampan, tetap bertekad untuk menikahinya. Meski ditentang keras oleh sang ibu dan menghadapi penolakan sengit dari keluarganya, Ruben tidak gentar. Ia siap mempertaruhkan nyawanya demi cinta tulusnya kepada sang janda kembang.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah Hendry meninggal, Ayu tinggal di rumah Hendry. Rumah yang sengaja dibeli Hendry untuk ditinggalinya bersama Ayu setelah menikah. Aroma cat rumah masih terasa, perabotan juga masih baru dan mengkilat.

Ayu duduk di tepi tempat tidur, memeluk pigura foto Hendry. Ayu menitikkan air mata sedih. Matanya sembap. Entah sudah berapa kali ia menangis. Hari-harinya kini diisi dengan kesedihan dan sedu sedan.

“Ya Allah, kenapa begitu cepat Engkau panggil suamiku,” ucap Ayu.

Tiba-tiba Ela masuk dan langsung marah.

“Harusnya kamu itu nggak usah punya suami! Mestinya kamu sadar, semua yang jadi suami kamu pasti mati menyedihkan!” seru Ela.

“Ela … aku juga nggak mau suamiku meninggal dunia,” ujar Ayu.

“Udah! Jangan banyak alasan kamu! Mana mungkin seorang penjahat mau ngaku! Mending sekarang kamu cepat angkat kaki dari rumah ini! Karena ini rumah Mas Hendry, bukan rumah kamu!” Ela langsung menarik Ayu kasar.

Dalam kondisi terkejut, Ayu berusaha bertahan. “Tapi aku masih sah jadi istrinya Mas Hendry. Ela, tolong jangan kayak gini,” pinta Ayu memelas.

Ela naik pitam. “Oh, kamu nggak mau pergi? Pasti kamu mau ngarepin harta warisan Mas Hendry, kan?”

Ayu menangis. Kata-kata yang baru diucapkan Ela begitu menyakitkan baginya. Lagi-lagi dia harus menerima tuduhan demi tuduhan.

“Enggak, Ela! Aku cuma ingin menghormati almarhum suamiku. Tolong izinkan aku tinggal di sini. Aku sedang berduka atas kepergian Mas Hendry.”

Ela malah mendorong Ayu tanpa ampun. “Simpan air mata buaya kamu! Ayo cepat pergi!”

Ela menyeret Ayu keluar dengan sangat kasar.

“Ela, aku mohon, aku ingin tinggal sebentar aja di sini buat Mas Hendry.”

Ela tidak peduli dan terus menyeret Ayu keluar meskipun Ayu berusaha bertahan. Tepat saat itu Vano datang untuk melihat kondisi Ayu. Pemuda itu langsung kaget melihat sang kakak diperlakukan kasar oleh Ela. Vano dengan geram melepas tangan Ela yang menyeret Ayu. “Ada apa ini? Kenapa Kak Ayu diperlakukan seperti ini?” seru Vano.

“Ini u internal keluarga kami! Jangan ikut campur! Kami udah nggak menghendaki perempuan perenggut nyawa suami seperti dia! Dia udah korbanin suaminya sendiri cuma biar awet muda dan cantik!” balas Ela sengit. “Jadi cepat pergi, Ayu!” Ela kembali mendorong Ayu kasar.

“Kamu jangan percaya ucapan orang-orang soal Kak Ayu pake tumbal. Itu cuma fitnah keji!” ucap Vano emosi.

Aku nggak rela Ayu dapat warisan harta Kak Hendry. Ayu, sampai kapan pun aku nggak akan maafin kamu karena udah ambil nyawa kakakku, batin Ela penuh dendam kesumat.

Ela mendorong Ayu ke tubuh Vano. “Aku nggak mau denger apa pun lagi! Cepat bawa Ayu pergi!”

Ela mendorong Ayu dan Arya keluar pintu. JEBRET! Ela membanting pintu.

Ayu terus saja menangis. Sementara Vano berusaha menghiburnya.

“Sabar, Kak. Ayo kita pulang sekarang,” ajak Vano.

“Iya, Vano. Makasih karena kamu selalu belain Kakak,” kata Ayu.

“Itu udah kewajiban aku, Kak.”

Kemudian Ayu pergi bersama Vano. Sebelum pergi, Ayu memperhatikan rumah Hendry. Teringat saat Hendry pertama kali mengajaknya melihat rumah itu. Betapa bahagia mereka menyambut pernikahan yang akan dilangsungkan. Sama seperti suami sebelumnya, Ayu pun sempat ragu dan memperingatkan Hendry perkara kutukan yang santer dituduhkan orang-orang padanya. Namun Hendry tidak peduli. Bagi Hendry, ia lebih baik mati daripada tidak sama sekali mencoba mempersunting Ayu, wanita cantik yang telah membuatnya tergila-gila.

Kini Hendry pun telah tiada sama seperti kedua suami Ayu yang lain.

***

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN

Saat duduk di taman bersama Vano, Ayu melamun sedih.

“Sampai kapan kak Ayu akan terus meratapi kesedihan begini?

Ayu menghela napas. Terlihat banyak menyimpan beban dan luka batin. “Aku takut ketemu orang-orang, Vano. Aku juga selalu teringat suami-suami aku yang udah meninggal. Apa mungkin memang aku perempuan pembawa sial?”

“Astaghfirullah. Istighfar, Kak. Allah nggak suka sama orang yang berputus asa.” Vano berusaha menghibur Ayu, saudara satu-satunya itu.

Vano lalu membacakan surah Al-ankabut ayat 2-3. “Adakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan saja setelah mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami ( Allah) telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Al-Ankabut: 2 – 3).

Ayu menangis tapi kemudian tersenyum, merasa lebih tenang hatinya.

“Lebih baik sekarang Kak Ayu cari kegiatan aja biar nggak larut dalam kesedihan. Kak Ayu harus semangat, harus move on!” ujar Vano sambil memberikan secarik kertas kepada Ayu. “Ini ada lowongan kerja yang sengaja aku cariin buat Kak Ayu.”

Ayu menerima kertas tersebut. “Makasih ya Vano,” ucap Ayu sambil bersyukur mempunyai seorang adik yang baik seperti Vano.

“Sama-sama, Kak. Ya udah aku pergi dulu.” Vano lalu pergi meninggalkan Ayu. Dari jauh teman sekolah Vano di SMA yang bernama Safa melihat Vano dan Ayu.

“Itu kan Vano ... perempuan yang di dekat Vano itu siapa?” Safa tampak semakin penasaran lalu datang mendekati Vano.

“Vano, apa kabar?” sapa Safa ketika sudah berdiri di depan Vano.

Vano memperhatikan Safa sekilas lalu tersenyum. “Safa? Kamu Safa kan? Anak IPS?” Vano memastikan.

Safa tersenyum malu-malu lalu mengangguk. “Iya, aku Safa. Ternyata kamu masih ingat sama aku.”

“Ingat dong. Kan dulu kamu pernah pingsan waktu ada pesantren kilat di sekolah, tepat di depan aku lagi pingsannya,” ujar Vano.

Sontak wajah Safa langsung memerah. Malu-malu lalu ia beranikan diri bertanya. “Mbak yang duduk di sana itu siapa? Kayaknya kamu dekat banget sama dia. Apa dia pacar kamu?”

Vano tersenyum lalu menggeleng. Safa langsung melting lihat senyuman manis Vano.

“Maaf ya aku udah lancang nanya-nanya kamu. Habis, aku penasaran,” kata Safa.

“Nggak apa-apa, kok,” sahut Vano. “Oh ya, itu Kak Safa, kakak kandungku.”

Safa langsung senyum semringah. “Oh, kakak kamu. Syukurlah.”

“Hah?” Vano jadi bingung.

Safa gugup. “Eh, aku pergi dulu ya. Udah ditungguin sama Mama. Tadi cuma mampir beli minuman.”

“Oke.” Vano tersenyum sekali lagi ke Safa yang langsung ngacir pergi. Gadis itu sampai tersandung dan hampir jatuh saking gugupnya. Sementara Vano tertawa melihat tingkah lucu Safa.

***

Di sebuah komplek perumahan Ayu yang sedang menawarkan produk-produk peralatan dapur kepada para ibu-ibu.

“Yang ini anti karat, dijamin nggak nyesel beli yang ini! Harganya mahalan dikit, tapi awet.” Ayu bercuap-cuap mempromosikan produk-produk dagangannya.

“Oh gitu, ya? Boleh kredit nggak bayarnya?” celetuk salah satu ibu-ibu.

“Oh, boleh… asal syarat-syaratnya udah lengkap,” kata Ayu.

Muncul Ela. Ia terkejut melihat Ayu.

“Ayu?” pekik Ela kesal.

Ayu menatap Ela dan tersenyum ramah.

“Ela? Tiga bulan lebih nggak ketemu apa kabar?”

“Nggak usah basa-basi! Mending kamu segera angkat kaki dari sini!”

Ayu terkejut. Ibu-ibu juga terkejut.

“Ibu-ibu semuanya, saya kasih tahu, ya! Jangan pernah bergaul dengan perempuan ini! Dia ini perempuan perenggut nyawa suami!” kata Ela berapi-api.

Semua orang terkejut.

“Buktinya dia nikah sama kakak aku terus kakak aku langsung mati! Suami-suami sebelumnya juga mati semua setelah nikah sama dia!” Ela terus mempengaruhi ibu-ibu komplek.

“Ih, serem amat, ya?” celetuk seorang ibu.

“Aku juga pernah denger cerita tentang dia. Katanya emang suaminya dijadiin tumbal biar cantik dan awet muda,” sahut ibu yang lain.

“Makanya jangan biarin dia ada di sini atau nanti suami ibu tergoda sama dia, atau anak lelaki ibu-ibu yang tergoda! Dia kayak gini pura-pura jualan cuma modus. Aslinya mau cari mangsa baru!” kata Ela.

Ayu bangkit dengan kesal. Sudah lama ia bersabar dan menahan semua amarah atas perlakuan Ela. “Ela, kamu jangan fitnah aku! Demi Allah aku sama sekali nggak pernah mencari tumbal atau bikin pesugihan seperti yang kamu tuduhkan!”

“Jangan dengerin omongan dia! Ayo kita usir dia biar jauh-jauh dari tempat kita!” Ela terus memprovokasi warga.

Ela mendorong-dorong Ayu agar pergi. Ibu-ibu juga ikut mendorong Ayu agar pergi. Ayu menangis sedih.

“Ya Allah, apa yang kalian lakukan! Jangan! Saya mohon jangan!” Ayu memelas mengharap rasa iba dari Ela dan para warga. Namun semua orang sudah kalap dan termakan rayuan setan.

Ibu-ibu melempari Ayu dengan panci, wajan, dan barang-barang lain-lain yang tadi dibawa Ayu untuk dijual. Ayu menangis sambil memunguti barang-barang dagangannya sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Mau Dimadu
9.7
"Aku menolak dipoligami!" tegas diriku. Tidak ada istri yang sudi berbagi cinta, begitu pula denganku. Keadaan terasa kian menyiksa karena calon maduku ternyata perempuan dari masa lalu yang pernah mengisi hati suamiku. Naya, ingatlah ini: sampai embusan napas terakhirku, aku bersumpah takkan membiarkanmu merebut suamiku. Aku akan berjuang mempertahankan pernikahan ini dan memastikan kau tidak akan pernah bisa memilikinya kembali.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Kehidupan Thania Moran, gadis kaya yang polos dan periang, berubah drastis setelah mengenal Zachary Devon. Zach merupakan pebisnis muda sukses di Amerika yang berwatak dingin dan kerap meremehkan perempuan. Walau sempat saling membenci, Thania justru terpikat pada pria berbahaya tersebut. Konflik meruncing saat orang tua Thania menjodohkannya dengan cinta pertamanya. Namun, ketulusan Thania perlahan meluluhkan hati Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy sombong.
Sampul Novel I LOVE U HOT PAPA
8.1
Edelweiss Hana tidak mampu lagi mengelak dari pesona memikat milik ayah angkatnya sendiri, Reigan Finley Alfarez. Walau telah berusaha keras meredam perasaan yang tumbuh di dadanya, ketertarikan Hana justru semakin berkobar hebat. Pada akhirnya, ia memilih berhenti menyembunyikan hasrat terlarang tersebut. Akankah Reigan menyambut cinta membara dari Hana, atau justru memilih menepisnya demi menjaga batas hubungan mereka?
Sampul Novel MyEnemy MyHusband
8.2
Permusuhan sengit antara Anna dan Rasya yang bermula sejak SMA ternyata belum berakhir. Takdir justru mempertemukan mereka kembali di perguruan tinggi. Situasi semakin rumit ketika kedua orang tua mereka tiba-tiba memutuskan untuk menjodohkan keduanya. Kini, dua rival abadi yang saling membenci ini dipaksa menghadapi kenyataan pahit. Mereka harus berbagi hidup dalam ikatan pernikahan dan belajar menerima musuh terbesar sebagai pasangan.
Sampul Novel Putriku Bukan Anak Pembawa Sial
8.5
Rani harus berjuang sendirian demi membesarkan Luna, putrinya yang menderita gangguan pendengaran. Kondisi fisik Luna merupakan akibat dari percobaan aborsi yang dipicu oleh depresi Rani akibat kekejaman suaminya, Niko. Setelah Niko pergi dan menghilang tanpa jejak, Rani kini harus memikul beban ganda sebagai ibu sekaligus ayah. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, ia bertekad bekerja keras demi memberikan masa depan yang layak bagi Luna agar tidak menderita seperti dirinya.
Sampul Novel You're My End
9.3
Dua tahun menjalin hubungan, Dara harus menelan pil pahit saat Bryan lebih memilih Tasya, sahabat yang selalu diutamakannya. Pengkhianatan ini meninggalkan luka mendalam, memaksa Dara berjuang keras untuk melupakan sang mantan. Di tengah keputusasaannya untuk bangkit, hadirlah Zyan dalam hidupnya. Akankah kehadiran Zyan mampu memulihkan hatinya yang hancur, ataukah kepedihan masa lalu itu terlalu sulit disembuhkan oleh cinta yang baru?