APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERNIKAHAN DIATAS KERTAS

PERNIKAHAN DIATAS KERTAS

Jarvis, pengusaha kaya, menjodohkan putranya, Nathan, dengan Nindy yang sederhana. Pernikahan dipercepat demi ayah Nindy, Slamet, yang kemudian wafat. Namun, Nathan diam-diam menikahi Jovanka, kekasihnya. Setahun berlalu, Jarvis meninggal. Atas desakan ibunya, Nathan menceraikan Nindy, terlebih Jovanka sedang hamil. Segalanya berubah saat pengacara mengungkap wasiat Jarvis; seluruh aset justru diwariskan kepada Nindy. Akankah Nathan menyesali keputusannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

BAB 1

HARI PERNIKAHAN

"Saya terima nikah dan kawinnya Anindya Larasati Utami binti Slamet Baskoro dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang tunai seratus juta rupiah dibayar tunai."

"Bagaimana saksi? Sah?"

"Sah!"

"Alhamdulillahirobbil 'alamin."

Sang penghulu memimpin doa.

Usai penghulu membacakan doa, Pak Slamet menghembuskan napas terakhir. Tunai sudah tanggung jawabnya. Kini, dia bisa pergi dengan tenang.

"Bapak!" teriak Nindy.

"Pak, jangan tinggalkan Nindy, Pak! Bapak!" teriak Nindy histeris. Rukmini, Ibu Nindy pun tak kuasa menahan air matanya.

"Nindy, kamu yang sabar! Bapak kamu sudah tenang!" ujar Jarvis, Papa Nathan, suami Nindy.

"Nindy sekarang sudah tidak punya siapa-siapa, Om!" ujar Nindy sembari menangis.

"Tenang saja! Sekarang kan, kamu sudah punya kami! Nathan, kamu tenangkan istri kamu! Biar Papa urus administrasinya!" ujarnya.

"Papa disini saja, biar aku yang urus administrasi! Papa kan gak boleh kecapekan!" sahut Nathan.

"Baiklah!"

Nathan segera melangkah meninggalkan ruangan mertuanya. Dia tak mau berlama-lama disana, apalagi duduk berdua dengan wanita yang baru saja dinikahinya.

*************

Jarvis Dharmawangsa adalah seorang pengusaha kaya raya. Dia memiliki seorang anak laki-laki bernama Nathan Ivander Dharmawangsa. Istrinya bernama Adelia.

Slamet Baskoro adalah ayah Nindy. Dia dan Papa Nathan bersahabat. Sebenarnya, perkenalan mereka awalnya tanpa sengaja.

Saat itu, Jarvis kemalaman pulang dari kantor. Tiba-tiba, dia mengalami insiden ban pecah. Dengan terpaksa, Jarvis meminggirkan kendaraannya.

Saat dia tengah memeriksa roda mobilnya, tiba-tiba datang dua orang pemuda yang membawa senjata tajam hendak merampoknya. Beruntung, saat itu Pak Slamet sedang melewati jalan itu dan menolong Jarvis.

Meski harus mengalami memar di wajahnya, Pak Slamet berhasil mengalahkan dua orang berandalan itu. Jarvis merasa sangat berhutang budi kepada Pak Slamet. Sejak saat itu, mereka bersahabat.

Saat itu, Pak Slamet sedang pulang berjualan. Dia adalah penjual nasi goreng keliling. Untuk membalas jasanya, Jarvis membuatkan sebuah kedai nasi goreng sederhana di depan rumah Pak slamet.

Kedai sederhana karena memang itu keinginan Pak Slamet. Dia tidak mau dianggap memanfaatkan kebaikan orang lain. Lagi pula, kedai sederhana itu adalah impiannya sejak lama. Sudah lama, dia berencana membuka kedai nasi goreng di depan rumah mereka agar dia tak lagi capek berkeliling dan tidak perlu meninggalkan putri semata wayangnya. Meski sederhana, beliau merasa sangat bersyukur.

Sejak saat itu, ketika ada waktu senggang, Jarvis sering mengunjungi kedai tersebut. Kesederhanaan Pak Slamet benar-benar membuatnya terpesona dan betah berlama-lama berdiskusi di sana.

Di kedai tersebut, Jarvis sering bertemu Nindy. Dia setiap hari membantu ayahnya berjualan disela-sela tugas kuliahnya. Kesederhanaan Nindy pun juga membuatnya terpesona dan dia berencana akan menjodohkan putranya dengan Nindy.

Akhir-akhir ini, kondisi kesehatan Pak Slamet terus menurun. Dia mengkhawatirkan putrinya. Bagaimana dengan putrinya jika dia sewaktu-waktu dipanggil Tuhan?

Hari itu adalah hari kelulusan Nindy. Dia lulus dengan nilai terbaik. Jarvis datang mengunjungi Pak Slamet dan menawarkan pekerjaan untuk Nindy di perusahaannya. Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba

Pak Slamet pingsan. Jarvis bersama Nindy segera membawa Pak Slamet ke rumah sakit. Ternyata, radang paru-paru yang dideritanya sudah cukup parah.

Satu harapan terakhir Pak Slamet, dia ingin menjadi wali di pernikahan putrinya. Akhirnya, rencana pernikahan itu dipercepat. Hari ini pernikahan tersebut digelar secara sederhana di kamar rumah sakit. Nindy, gadis sederhana berusia 22 tahun dinikahkan dengan Nathan, CEO muda yang kini berusia dua puluh tujuh tahun.

***********

Selama acara pemakaman, Nindy tak berhenti menangis. Para tetangga yang datang melayat, memandang heran atas kedatangan keluarga Jarvis.

Usai pemakaman, rencananya Nindy segera diboyong ke rumah besar Jarvis.

"Nindy, sekarang kan kamu tinggal sendiri. Sebaiknya, kamu ikut kami sekarang. Lagi pula, kamu dan Nathan kan sudah sah menjadi suami istri,"ujar Jarvis.

"Maaf, Om, kalau boleh, Nindy mau disini dulu sampai selesai acara tujuh harian bapak," sahut Nindy.

"Baiklah, biar Nathan yang menemani kamu disini."

"Pa, masak Nathan disuruh tinggal di gubuk sih? Gak mau!" protes Nathan.

"Iya, Pa. Lagian, Nathan mana bisa tidur di tempat seperti ini?" sahut Adel, istri Jarvis yang tampak jijik melihat kondisi rumah Nindy.

"Tidak perlu, Om. Saya bisa ditemani Bu Asih," sahut Nindy.

"Baiklah, jika itu mau kamu. Nanti, Nathan yang akan jemput kamu usai acara tujuh harian. Ini terimalah, untuk biasa selamatan! Jangan ditolak!" ujar Jarvis.

"Terimakasih, Om!"

"Mulai sekarang, jangan panggil Om. Panggil Papa! Sekarang, kamu sudah menjadi menantu Papa!"

"Iya, Pa!" sahut Nindy sembari menunduk.

***************

Tepat usai tujuh harian Pak Slamet, Nathan datang menjemput Nindy.

"Masuk dulu, Mas!" ujar Nindy sopan. Dia mencoba meraih tangan Nathan dan menciumnya, namun ditepis oleh Nathan.

"Mau ngapain kamu? Gak usah aneh-aneh. Aku nikahi kamu itu karena dipaksa Papa. Udah, cepetan beberesnya," sentak Nathan.

Nindy tersentak kaget mendapati respon Nathan. Segera, dia membereskan barangnya yang tak banyak. Setelah memastikan rumahnya terkunci, dia segera menyusul Nathan ke mobil.

Sepanjang perjalanan, tak ada perbincangan sama sekali. Mereka sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, kini mereka memasuki pelataran sebuah rumah mewah.

Setelah memarkirkan kendaraannya, Nathan segera masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Nindy. Nindy yang ditinggalkan pun merasa kebingungan.

"Non Nindy, ya?" sapa seorang wanita paruh baya.

"Iya, Bu!" sahutnya sopan.

*Ayo masuk, Non! Bapak sudah menunggu di dalam!" ujar wanita tersebut.

"Iya, Bu!"

Wanita tersebut terkekeh melihat tingkah kikuk Nindy.

"Panggil saya Bik Siti saja! Saya asisten rumah tangga disini! Mari, saya bawakan barangnya!"

"Gak usah, Bik! Cuma sedikit, kok!" tolaknya.

Sementara di dalam rumah, Nathan langsung duduk di ruang tengah.

"Mana Nindy?" tanya Papanya.

"Tuh, di depan," sahut Nathan cuek.

"Kenapa kamu tinggal? Ajak dia masuk!"

"Dia sudah besar, Pa. Bisa jalan sendiri."

"Nathan!" bentak Papanya.

Dengan malas, Nathan bangkit dan menjemput Nindy.

"Lelet sekali sih, jalannya!" ujar Nathan, lalu menarik tangan Nindy kasar. Dengan terseok, Nindy mengikuti langkah panjang Nathan.

"Nih, pesenan Papa," ujar Nathan.

Nindy berdiri sambil menunduk. Adel mencebik menatap penampilan menantunya itu.

"Nindy, duduklah!" ujar Jarvis.

Dengan ragu, Nindy duduk tak jauh dari Nathan.

"Nathan, Nindy, sekarang kalian sudah menikah! Jadi, Papa harap, kalian mau saling mengenal. Nathan, tolong jaga Nindy. Perlakukan dia dengan baik!" ujar Jarvis.

"Iya, Pa!" sahut Nathan ogah-ogahan.

"Nathan, yang serius kamu. Kalau sampai kamu menyakiti Nindy, Papa tak segan-segan mencoret nama kamu dari daftar ahli waris," bentak Jarvis.

"Iya, Pa. Nathan paham."

"Ya sudah, ajak dia ke kamar. Biarkan dia Istirahat," ujar Jarvis.

"Pa, boleh Nathan mengajukan permintaan?"

"Apa itu?" tanya Jarvis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam
8.4
Sejak kecelakaan fatal merenggut ibunya saat ia berumur delapan tahun, Fallen harus memikul kebencian sang ayah. Sebagai hukuman, ayahnya tega memaksa Fallen menikahi CEO dingin dan kejam, sembari mengutuknya agar hidup menderita sebagai pembunuh. Di tengah pernikahan tanpa cinta dan luka masa lalu, sebuah rahasia besar di balik tragedi masa kecilnya mulai terungkap, membawa kenyataan yang sangat pahit.
Sampul Novel Gelora Hasrat sang Presdir
8.7
Menjelang hari bahagianya, Laura merayakan pesta lajang bersama adik dan sahabat-sahabatnya. Namun, malam yang tak terkendali akibat alkohol membuatnya terbangun di kamar hotel asing di samping pria tak dikenal. Panik, Laura segera pulang, tanpa menyadari bahwa sang ayah telah mengetahui skandal tersebut. Akibatnya, pernikahan impiannya dibatalkan seketika dan ia diusir dari rumah. Bagaimana Laura menjalani lembaran baru hidupnya yang kini hancur tanpa arah?
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah seorang arsitek hancur setelah kecelakaan merenggut ingatan suaminya, taipan Adrian Wijaya. Di bawah kendali Helena yang licik, Adrian berubah kejam: membunuh adik sang istri, melumpuhkannya, hingga merebut pita suaranya untuk Helena. Pengkhianatan ini menyulut dendam membara. Setelah memalsukan kematian, sang istri siap bangkit menghancurkan kerajaan Adrian dan membalas semua kekejamannya.
Sampul Novel Jangan Pernah Menyentuh Anakku
9.5
Demi masa depan sang putra, Aurora Elenna terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Kaelan Dirgantara. CEO dingin itu dahulu telah menghancurkan hidupnya, tanpa tahu bahwa Ravi adalah anak kandungnya sendiri. Kini, Aurora yang cerdas kembali memakai identitas baru untuk melawan ancaman Selina Pramudya. Di tengah intrik perebutan harta dan rahasia besar, ia dilema antara membalas dendam atau jujur saat Kaelan mulai mencurigai jati diri asli istri kontraknya.
Sampul Novel JENUH
8.0
Rumah tangga Lisa dan Toni bergelimang harta dan jauh dari pertikaian. Namun, kesempurnaan hidup bersama suaminya yang tampan serta royal itu justru membuat Lisa didera rasa bosan yang luar biasa. Di tengah kehampaan tersebut, muncul sosok pria lajang yang memikat hatinya hingga menyeret Lisa ke dalam jurang perselingkuhan. Apakah aksi serong ini akan menghancurkan pernikahannya, atau malah menjadi jawaban atas kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel LOVE
8.1
LOVE
Pandangan pertama dengannya langsung mencuri hatiku. Saat kami bertemu lagi, sorot mata indahnya kian menegaskan perasaan cinta yang begitu mendalam ini. Sayangnya, meski aku terlahir di tengah keluarga kaya yang terhormat, sebuah hambatan besar membuatku ragu. Lumpuh fisik membuatku kehilangan nyali untuk mendekati gadis berparas manis itu. Sanggupkah pria dengan keterbatasan fisik sepertiku ini meraih cinta tulus yang sangat berharga darinya?