APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Pernah Sakit, Juga Melupakanmu

Khawatir dengan kondisi Ricky Mandos yang kritis akibat kecelakaan balap liar, Amanda Hilman rela mendonorkan 1000 cc darahnya di rumah sakit. Meski diminta pulang oleh saudara-saudaranya untuk beristirahat, rasa cemas membuat Amanda memutuskan kembali. Namun, langkahnya terhenti saat melihat perawat membuang seluruh kantong darah donornya ke tempat sampah. Kejutan pahit itu kian lengkap ketika terdengar suara tawa mengejek dari kamar sebelah yang merayakan keberhasilan mereka menipu Amanda kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Terdengar suara ibu Amanda yang girang di telinga, "Bagus sekali, Amanda. Kalau begitu, kita akan pergi mengurus dokumennya. Setelah itu, tidak boleh menyesal lagi."

Dia menggenggam ponselnya erat, ujung jarinya sedikit gemetar, tapi dia tetap menjawab dengan mantap, "Aku tidak akan menyesal."

Ibu Amanda hendak menutup telepon, tapi seolah teringat sesuatu, lalu bertanya dengan hati-hati, "Oh iya, bagaimana dengan pacarmu itu? Bukankah kamu mengejarnya lama sekali dan sangat menyukainya?"

Kata pacar seperti duri tajam yang menusuk hatinya.

Di benak Amanda, seketika terlintas suara tawa yang menyakitkan di ruang rumah sakit, Ricky yang bersandar santai di ranjang sambil bermain ponsel, tawa mengejek dari orang-orang di sekitarnya dan teringat betapa kejamnya dia yang demi Luna, rela menghabiskan waktu tiga tahun hanya untuk membalas dendam.

Jantungnya terasa mengerut, seolah ada tangan tak terlihat yang menggenggamnya dengan kuat, membuatnya tidak bisa bernapas karena sakit.

"Sudah tidak suka lagi. Aku tidak akan suka dia lagi untuk selamanya." Dia mendengar suaranya sendiri, serak namun tenang.

Setelah menutup telepon, Amanda berdiri di pinggir jalan, membiarkan angin dingin mengacak rambutnya. Dia mendongak menatap langit yang kelabu, menghela napas dalam-dalam, lalu berbalik dan melangkah ke arah yang dia sebut rumah.

Begitu membuka pintu, aroma yang familier langsung menyambutnya.

Amanda berdiri di ambang pintu, memandangi tatanan ruang tamu yang begitu dikenalnya dan hatinya terasa linglung.

Ini rumah Ricky, rumah yang kuncinya dia berikan setelah menerima pernyataan cinta Amanda.

Hari itu, Ricky bersandar di pintu dan berkata dengan santai, "Ayo tinggal bersama."

Waktu itu, dia malu-malu tapi sangat bahagia dan berpikir itu awal kisah cinta mereka.

Dia bahkan diam-diam membayangkan, suatu hari nanti mereka akan menikah, punya anak, dan menjalani hidup bersama di rumah ini.

Namun sekarang, semua itu hanya terasa seperti sebuah lelucon.

Tinggal bersama? Itu semua agar dia bisa lebih mudah membalas dendam.

Amanda tidak tahu seberapa dalam cinta Ricky pada Luna, sampai dia rela menghabiskan tiga tahun bersamanya dan tinggal serumah, bahkan … tidur dengannya berkali-kali.

Semua itu hanya agar Amanda percaya kalau dia benar-benar mencintainya.

Selama tiga hari berikutnya, Amanda tidak sekalipun mengunjungi Ricky di rumah sakit.

Dia mengurung diri di rumah, mulai merapikan semua barang yang berkaitan dengan Ricky.

Dia mengambil buku hariannya yang ditulis saat dia diam-diam menyukai Ricky, sebuah buku tebal, setiap halamannya penuh dengan isi hatinya.

"Hari ini aku bertemu dia lagi di perpustakaan. Dia memakai kemeja putih, sangat tampan."

"Hari ini dia bicara denganku, walaupun hanya minta tolong ambil barang dengan sopan, tapi aku tetap senang seharian."

"Dia setuju bersama denganku. Apakah aku sedang mimpi?"

Amanda membalik halaman demi halaman, air mata jatuh tanpa suara.

Dia melempar buku harian itu ke dalam kantong sampah, seolah perlahan-lahan melepaskan perasaannya pada Ricky.

Lalu, semua hadiah yang pernah dia berikan pada Ricky.

Sebuah kalung, sebuah jam tangan, sebuah jaket … semuanya penuh dengan kebahagiaan dan harapan yang pernah dia miliki.

Terakhir, foto-foto Ricky yang dia ambil diam-diam.

Di atas panggung saat berpidato, sedang main basket, bersandar di lorong sambil mengobrol, setiap foto pernah membuat hatinya berdebar.

Dia melempar semua itu ke tempat sampah, seolah sedang mengucapkan selamat tinggal pada dirinya yang dulu.

Sore hari ketiga, Amanda akhirnya selesai membereskan barang terakhir.

Dia berdiri di tengah ruang tamu, memandangi rumah yang kini kosong dan merasa lega seperti baru terbebas.

Saat itulah, Ricky mendorong pintu dan masuk ke dalam.

Pandangan matanya menyapu ruangan yang tampak lebih kosong dan keningnya berkerut, "Kamu buang apa?"

Amanda mengangkat kepala dan menatapnya dengan tenang, "Tidak, hanya barang-barang yang tidak penting."

Ricky melangkah mendekat, nada suaranya terdengar sedikit tidak senang, "Aku terluka parah, kenapa kamu tidak datang menjengukku sama sekali?"

Amanda tersenyum tipis, nadanya dingin, "Bukannya kamu sudah keluar rumah sakit? Kalau luka parah, bisa secepat itu pulang?"

Ricky terdiam sejenak, lalu buru-buru menjelaskan, "Aku dengar kamu mendonorkan banyak darah untukku, aku khawatir, jadi pulang melihatmu."

Setelah selesai bicara, matanya tertuju pada lengan Amanda, nadanya terdengar lembut, "Sakit tidak?"

Amanda menarik tangan dan menjawab dengan datar, "Tidak."

Ricky menyadari sikap dinginnya, wajahnya makin tegang, "Sebenarnya ada apa? Aku baru dirawat sebentar, tapi kamu sudah berubah?"

Amanda tersenyum datar, "Apa yang berubah?"

Ricky tidak menjawab, tapi mereka berdua tahu betul.

Dulu, Amanda menatapnya dengan penuh cinta. Meski Ricky hanya flu ringan, dia akan sangat panik dan sangat ingin terus berada di sampingnya.

Namun sekarang, Ricky dirawat tiga hari, dia bahkan tidak meneleponnya sekalipun.

Ricky menatap wajahnya sejenak, seperti mencoba membaca pikirannya.

Lalu tiba-tiba dia bicara, suaranya pelan dan lembut, "Apakah kamu kelelahan belakangan ini? Mereka mengadakan pesta penyambutan untukku. Pergi bersamaku, ya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Kehidupan seorang wanita hancur ketika ibunya kritis akibat diserang anjing milik Helena. Bara, tunangannya yang kaya raya, justru membela hewan tersebut dan pamit pergi ke luar negeri demi pekerjaan. Namun, kebenaran pahit terungkap setelah sang ibu meninggal. Bara berbohong; ia tidak ke Singapura, melainkan berlibur mewah dengan Helena di Maladewa. Di makam ibunya, wanita ini sadar bahwa cinta sang miliarder palsu belaka. Pengkhianatan keji ini pun mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Istri Yang Diabaikan
9.5
Saat hamil tua, Lili mengalami kemalangan akibat kelalaian suaminya, Azzam. Ia terjatuh tanpa ada yang menolong hingga harus kehilangan sang buah hati. Walau Azzam sangat menyesali perbuatannya dan bertekad untuk berubah sewaktu Lili dalam kondisi kritis, situasi justru kian memburuk. Desakan tiada henti dari sang ibu mertua membuat Lili akhirnya memilih kabur dari rumah. Kini, Azzam harus berjuang melacak istrinya demi memperbaiki ikatan pernikahan mereka yang telah retak.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Di balik ketampanan dan kesempurnaan fisiknya, Bara, seorang pria berusia awal tiga puluhan, menyembunyikan rahasia besar tentang disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya. Namun, sebuah perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang sebelumnya tidak berdaya berhasil mengejutkan Zoya. Akankah Bara mampu memulihkan aset masa depannya tersebut demi meraih kebahagiaan sejati? Simak perjuangan Bara melewati rintangan dan konflik asmara yang manis ini.
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis
9.3
Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota dengan penerbangan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Rasa penasaran membuatku bertanya-tanya tentang keistimewaan yang tersembunyi di balik tirai mewah pesawat tersebut. Sambil tersenyum penuh arti, ia pun membocorkan rahasianya. Mulai dari mahasiswa lugu, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan, semua pengalaman romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Sampul Novel Rinai Hujan di Pagi Hari
8.9
Kania terpaksa merelakan kekasihnya, Sammy, untuk menikahi sang kakak, Melani Lim, setelah kecelakaan tragis merenggut tangan kiri Melani. Demi melupakan kepedihan tersebut, Kania akhirnya menerima lamaran Daniel, seorang pria yang usianya jauh lebih tua. Di tengah pernikahan baru yang hambar tanpa rasa cinta ini, mampukah Daniel merebut hati Kania? Ataukah bayang-bayang masa lalu bersama Sammy akan terus membayangi kehidupan rumah tangga mereka selamanya?
Sampul Novel Satu Laki-Laki Empat Istri
9.5
Kehidupan pernikahan Rendra tidaklah sederhana. Kresna, Tessa, Kanti, dan Wanda dituntut memiliki keikhlasan luar biasa untuk bersanding sebagai para istri yang berbagi satu suami. Di balik keharmonisan yang tampak di luar, benarkah tidak ada kecemburuan yang membara di antara mereka? Ketenangan rumah tangga ini sebenarnya menyimpan rahasia besar yang belum terungkap. Sebuah drama romansa dewasa yang mengupas tuntas pengabdian, cinta, dan misteri hati.