APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjanjian Rahim

Perjanjian Rahim

Demi uang, Calista sepakat menyewakan rahimnya pada Darian. Ide nekat ini dirancang Mireya, sahabat Calista yang juga pacar Darian, karena enggan hamil. Awalnya Calista mengira transaksi ini murni profesional. Namun, benih cinta justru tumbuh antara Calista dan Darian seiring kehamilannya. Keadaan memburuk ketika sifat buruk Mireya mulai terbongkar, mengubah kesepakatan bisnis ini menjadi pusaran konflik batin yang berbahaya bagi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kalimat itu terus berputar di kepala Calista sepanjang malam. Pesan singkat dari nomor tak dikenal yang menyiratkan ancaman tanpa nama. "Kau pikir anak itu akan jadi milikmu? Lihat saja nanti."

Matanya tak bisa terpejam. Bayangan sosok yang mengirim pesan itu seperti bayang-bayang gelap yang menghantui setiap sudut pikirannya. Siapa? Mireya? Atau... seseorang yang lebih berbahaya?

Pagi itu, Calista memutuskan untuk mencari jawaban. Ia tahu ia tak bisa hanya diam dan berharap semua ini akan selesai dengan aman. Ada sesuatu yang salah. Ia bisa merasakannya sampai ke tulang-tulangnya.

Di sebuah kafe kecil yang sering ia kunjungi saat butuh waktu sendiri, Calista menghubungi temannya, Raka, seorang hacker amatir yang pernah membantunya melacak pesan-pesan mencurigakan di masa lalu. Mereka duduk berhadap-hadapan, dan dengan hati-hati Calista menunjukkan pesan itu.

Raka mengangguk pelan. "Nomor ini memang palsu, tapi aku bisa coba lacak lokasi pengirimnya. Jangan khawatir, aku akan cari tahu siapa yang main-main sama kamu."

Calista mengangguk. Ada kelegaan kecil karena setidaknya ia tidak menghadapi ini sendirian.

Namun, di saat yang sama, teleponnya bergetar lagi. Sebuah pesan baru masuk, kali ini dengan isi yang lebih tajam:

"Jangan coba-coba mencampuri urusan kami. Kau sudah memilih jalanmu sendiri."

Calista menutup ponselnya dengan napas tertahan. Seolah-olah ancaman itu sudah terlalu dekat, dan bahaya benar-benar mengintainya.

Hari-hari berikutnya menjadi semakin berat. Mireya mulai berubah-dari sahabat yang dulu hangat menjadi sosok yang dingin, bahkan kasar saat berbicara.

"Apa kamu nggak ngerti posisimu, Cal? Ini bukan hanya tentang kamu atau aku. Ini soal keluarga Darian, soal masa depan kami," kata Mireya dengan nada yang menusuk.

Calista yang dulu percaya, kini mulai ragu. Apakah Mireya benar-benar memikirkan masa depan Darian? Atau ada sesuatu yang lebih gelap yang tersembunyi di balik sikapnya?

Suatu malam, saat mereka bertiga bertemu di rumah Darian untuk membicarakan perkembangan kehamilan, konflik memuncak.

"Kalau kamu nggak bisa jaga diri, jangan harap aku yang akan selamatkan kamu," Mireya menatap Calista dengan tatapan penuh amarah yang tak biasa.

Calista membalas, suaranya bergetar, "Aku ini bukan alatmu, Mireya. Aku manusia, bukan boneka yang bisa kamu mainkan sesukamu."

Darian yang duduk di antara mereka berusaha menenangkan, tapi ketegangan sudah terlanjur memuncak. "Cukup, kalian berdua. Ini bukan saatnya bertengkar."

Namun Mireya tak mau mundur. "Aku hanya ingin kalian sadar, ini perjanjian bisnis. Jangan sampai Cal lupa posisinya."

Kalimat itu menusuk dada Calista seperti belati tajam.

Malam itu, Calista tak bisa tidur. Bayangan wajah Darian dan Mireya berputar di pikirannya. Ada cinta yang tak terucapkan antara dirinya dan Darian, ada kebencian yang perlahan tumbuh dari Mireya.

Lalu sebuah keputusan mengerikan datang menghampirinya.

Ia harus menghadapi kebenaran: kehamilan ini bukan sekadar transaksi. Ada sesuatu yang jauh lebih besar dan berbahaya sedang terjadi. Dan ia terjebak di tengahnya.

Sementara itu, di sisi lain kota, Mireya duduk di ruang kerjanya yang mewah. Ia membuka laptopnya dan menatap layar dengan tatapan dingin.

Sebuah pesan masuk dari seseorang dengan nama samar: "Calista mulai curiga. Apa kita lanjutkan rencananya?"

Mireya tersenyum kecil, lalu mengetik balasan singkat: "Lanjutkan. Semua harus berjalan sesuai rencana."

Di rumah Calista, hari-hari berlalu dengan tekanan yang kian berat. Darian mulai lebih sering datang, tapi bukan hanya membawa perhatian. Ada sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang membuat Calista merasa bingung sekaligus tertarik.

"Kenapa kamu terus datang?" tanya Calista suatu sore, saat Darian membantunya berdiri setelah pusing hebat.

"Aku nggak bisa biarkan kamu sendirian," jawab Darian dengan suara rendah.

"Aku ini bukan pacarmu, Darian. Ingat itu."

Darian tersenyum pahit. "Mungkin aku nggak pernah menganggapmu seperti itu. Tapi entah kenapa, aku merasa kamu penting."

Kalimat itu membuat hati Calista bergetar.

Suatu hari, Calista menemukan sesuatu di ponsel Mireya secara tidak sengaja. Sebuah pesan yang tidak sengaja terbuka di layar, berisi percakapan antara Mireya dan seseorang yang membahas strategi menyudutkan Calista.

Calista membaca dengan napas tertahan: "Pastikan dia tetap di bawah kendali. Jangan sampai dia tahu terlalu banyak."

Denyut jantung Calista meningkat. Semua rasa percaya yang ia bangun selama ini hancur berantakan.

Ketika Calista mencoba menghadapi Mireya dengan bukti itu, sahabatnya hanya tersenyum dingin.

"Kamu pikir aku akan membiarkan kamu ambil alih hidupku? Darian dan aku sudah punya rencana lama. Kamu hanya pion."

Air mata Calista jatuh tanpa suara. Pengkhianatan ini terlalu berat untuk diterima.

Darian, yang selama ini terlihat peduli, mulai berubah. Ia menjadi lebih dingin, lebih tertutup. Calista tahu ada sesuatu yang ia sembunyikan.

Suatu malam, Darian mengundang Calista ke apartemennya.

"Kita perlu bicara," katanya serius.

Di sana, Darian mengungkap sesuatu yang tak pernah Calista duga.

"Rencana ini lebih rumit daripada yang kamu pikirkan. Mireya dan aku... kami harus melindungi bisnis keluarga. Anak ini... bukan hanya soal warisan. Ada sesuatu yang lebih besar."

Calista menatapnya bingung. "Apa maksudmu?"

Darian menghela napas panjang. "Ini bukan hanya soal uang atau anak. Ada tekanan dari luar-musuh bisnis keluarga kami. Mireya dan aku terpaksa melakukan ini demi bertahan."

Calista merasa dunianya runtuh. Semua yang selama ini ia tahu hanyalah permukaan.

Di tengah badai kebohongan dan pengkhianatan, Calista hanya punya satu pilihan: melawan atau menyerah.

Dan hatinya memilih melawan.

Ia mulai mencari cara untuk mengungkap kebenaran, melawan permainan yang telah menjebaknya. Meski itu berarti harus melawan sahabatnya sendiri, melawan pria yang mulai ia cintai, dan melawan masa depan yang telah dirancang untuknya.

"Kamu pikir kamu bisa melawan? Tunggu saja saat semua rahasia terbuka."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Datang Di Saat Kumenemukan Penggantinya
7.9
Selama enam tahun pernikahan, sang suami bersikap dingin dan mengabaikan putrinya sendiri dengan alasan gangguan emosi. Namun, kepulangan mantan kekasihnya mengungkap kebenaran yang menyakitkan. Sebuah foto di ponsel menunjukkan sang suami tersenyum bahagia bersama wanita masa lalunya dan seorang anak lain. Menyadari posisi mereka yang terabaikan, sang istri dan putrinya sepakat memberikan tiga kesempatan terakhir bagi sang suami untuk berubah sebelum mereka benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Ikatan Hati
8.9
Kehancuran melanda keluarga Bimantara setelah sesosok bayi misterius ditinggalkan di depan pintu rumah mereka. Sebuah surat yang menyertai bayi tersebut menuduh Adrian Bimantara sebagai ayah kandungnya. Kabar mengejutkan ini langsung memicu kekacauan besar di dalam keluarga. Kini, Adrian terpaksa menghadapi tuduhan berat itu sambil berusaha mengungkap siapa orang tua asli sang bayi, di tengah ancaman kehancuran hidupnya.
Sampul Novel Kala Senja Berakhir
9.1
Sebuah surat perpisahan yang urung dikirimkan tersimpan di saku kemeja Rendy. Lembaran kertas kumal tersebut menyimpan ungkapan perasaan terdalamnya untuk Reika Abigaillis, perempuan yang selalu mewarnai kehidupannya. Meski menyadari waktu kebersamaannya telah habis, Rendy tetap berharap agar Reika kelak meraih kebahagiaan sejati bersama sosok-sosok yang tulus mengasihinya. Akankah takdir membawa akhir yang indah bagi jalinan asmara penuh haru ini? Simak kisah cinta mereka yang begitu menguras emosi.
Sampul Novel Menikah Kilat: Suamiku Ternyata Seorang Miliarder
7.8
Pernikahan kilat Scarlett dengan Dixon awalnya dikira hanya sebatas kontrak formal. Namun, ia terkejut saat suaminya meminta hubungan pernikahan yang sungguhan. Meski berusaha menjaga jarak, Scarlett tak kuasa menahan pesona Dixon. Kejutan besar terungkap saat pria biasa itu ternyata seorang miliarder. Di tengah situasi tersebut, Scarlett juga harus bersusah payah menyembunyikan identitasnya sebagai murid desainer ternama. Kini, hidupnya dipenuhi kejutan manis.
Sampul Novel Penungguan Berakhir Pahit
7.9
Setengah bulan menjelang hari pernikahan yang telah dipersiapkan selama dua tahun, Cecil Wijaya harus menghadapi kenyataan pahit. Bryan Jayadi kembali berniat menunda pernikahan mereka demi Yovita Baskara, adik tirinya yang sedang sakit. Yovita meminta Bryan meninggalkan segalanya untuk menemaninya melihat laut di Malde. Enggan menunggu lebih lama lagi, Cecil mengambil keputusan drastis. Jika Bryan enggan berkomitmen, Cecil siap mengganti posisi mempelai pria tersebut dengan orang lain.
Sampul Novel Terima Kasih Cinta
8.3
Trauma perceraian membuat Nayra menutup rapat hatinya untuk cinta baru. Namun, keyakinan itu goyah saat ia bertemu Devan, seorang miliarder dingin yang perlahan mendekatinya. Di saat Nayra mencoba bangkit, mantan suaminya justru datang kembali dan memohon untuk rujuk. Nayra kini berada di persimpangan jalan, harus memilih antara memaafkan masa lalu yang menyakitkan atau melangkah maju menyambut masa depan bersama Devan.