APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia

Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia

Pernikahan lima tahun Hosana dan Jack diuji saat Jack meminta pindah ke luar negeri bersama Luna untuk ketiga kalinya. Jack mengaku bahwa Luna, tetangga sebelah mereka, telah menemaninya selama sembilan tahun. Tanpa air mata, Hosana justru membantu membelikan tiket pesawat untuk Luna. Mengira istrinya pasrah, Jack pergi bersama Luna. Namun di bandara, setelah mengantar mereka, Hosana memilih menaiki pesawat berbeda untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Hosana sudah bisa menebak apa yang ingin dilakukan kedua orang ini.

Dia mengernyit, tetapi tetap tenang tanpa marah.

Dengan suara datar, dia berkata, "Kamar di sebelah kamar utama lebih besar, suruh dia tinggal di sana saja."

Lagipula, semua barang-barangnya sudah dia kirimkan.

Tempat ini sudah tidak lagi menjadi rumahnya.

Jack tidak menyangka Hosana akan begitu mudah mengalah. Baru saja dia merasa ada yang aneh, Luna menarik lengan bajunya sambil tersenyum manis.

"Suamiku, ayo bawa aku naik ke atas."

Setelah mengantar Luna ke kamar, Jack kembali ke kamar utama.

Separuh ruangan itu tampak kosong.

Semua barang milik Hosana sudah tidak ada.

Jack mengernyit, merasa aneh dan bertanya,

"Ke mana barang-barangmu?"

Hosana duduk di tepi ranjang, malas menatapnya.

"Aku sudah minta kurir mengirimnya keluar negeri. Jadi, aku nggak perlu repot beli pakaian baru nanti."

Tatapan Jack tertuju pada kotak perhiasan di atas meja.

Di dalamnya adalah hadiah-hadiah yang dia berikan pada Hosana selama bertahun-tahun.

"Kenapa kamu nggak sekalian kirim hadiah yang kuberikan padamu?"

Hosana menggaruk kepalanya.

Dia lupa membuangnya ke tempat sampah.

"Oh lupa, aku kirim besok."

Jack mengernyitkan dahi, lalu berkata dengan nada dingin,

"Jangan sampai minta aku menggantinya lagi nanti. Aku nggak punya waktu dan uang untuk dihabiskan untuk hal-hal seperti itu."

Hosana mengatupkan bibirnya, tidak berkata apa-apa.

Saat makan malam selesai, Jack mengeluarkan dua kunci mobil.

Dia terlebih dulu menyerahkan kunci mobil Mercedes kepada Hosana.

"Aku sudah beli mobil ini sebulan yang lalu. Setelah sampai di sana nanti, mobil ini untukmu."

Hosana menerima kunci itu tanpa menunjukkan sedikitpun rasa senang.

"Suamiku, di mana untukku?"

Luna memanyunkan bibirnya sambil merajuk.

Jack mengeluarkan kunci mobil McLaren dari saku, lalu mengusap wajah Luna dengan gemas.

"Aku nggak akan melupakan punyamu, aku tahu kamu suka model mobil sport ini."

Luna menerima kunci itu, lalu melirik Hosana dengan senyuman penuh kemenangan.

Seketika, wajah Hosana memuram.

Dirinya diberi mobil Mercedes seharga satu miliar.

Sementara itu, Luna mendapat mobil McLaren senilai empat miliar.

Jelas sekali, Jack sudah merencanakan semua ini sejak sebulan yang lalu.

"Mercedes juga bagus, kenapa kamu terlihat nggak senang? Sebenarnya aku cukup suka mobil Mercedes."

Luna tersenyum, berpura-pura menunjukkan ekspresi irinya.

"McLaren ini terlalu mencolok, aku lebih suka yang sederhana."

Hosana mengernyit, lalu menyerahkan kunci mobil Mercedes itu kepada Luna tanpa ragu.

"Kalau kamu suka, pakai saja," ujar Hosana.

Lagipula, semua yang seharusnya dia dapatkan sudah tertulis dalam surat perceraian.

Melihat Hosana dengan murah hati menyerahkan mobil itu, Jack merasa puas.

Dulu, jika terjadi hal seperti ini, Hosana pasti akan marah, membanting barang dan memakinya karena tidak setia.

Namun sekarang, Hosana terlihat begitu tenang.

Sepertinya, dia benar-benar sudah menyerah.

Ini adalah sikap yang selama ini diharapkan Jack darinya.

Tiga hari kemudian, Hosana menerima telepon.

"Bu Hosana, hadiah ulang tahun yang kamu pesan tiga bulan lalu sudah selesai dibuat, kapan kamu mau mengambilnya?"

Hosana mengernyit, itu adalah hadiah jam tangan mewah yang dia pesan khusus untuk ulang tahun Jack dua hari lagi.

Dulu, dia bahkan rela membayar lebih agar pekerja bisa menyelesaikannya lebih cepat.

Namun sekarang, hadiah itu sudah tidak ada gunanya.

"Sumbangkan saja!"

"Apa?" terdengar suara di ujung telepon yang bingung.

"Aku sudah mau cerai, tolong bantu aku sumbangkan saja, terima kasih."

Nada suara Hosana tetap tenang.

Petugas toko terdiam beberapa detik sebelum buru-buru meminta maaf.

Hosana menutup telepon, lalu memesan taksi ke rumah sakit.

Di poliklinik kandungan, dokter yang berjaga adalah Yanti, sahabatnya.

Yanti melirik ke belakang Hosana dan tidak melihat Jack.

"Biasanya kalau kamu ke rumah sakit, Jack selalu meninggalkan pekerjaannya untuk menemanimu. Tapi dua tahun terakhir, dia malah nggak pernah datang lagi, Ada apa?"

Hosana duduk, tersenyum getir dan dengan ragu menyentuh perutnya.

Dia bertanya, "Yanti, tolong aturkan jadwal operasi aborsi untukku."

"Kamu gila?"

Yanti membelalakkan matanya, mengira Hosana hanya sedang kesal.

"Kamu sudah mencoba program hamil selama tiga tahun. Sekarang akhirnya berhasil, janinmu juga sehat, kenapa malah mau menggugurkannya?"

Hosana menatap sahabatnya dengan serius, tidak berniat menyembunyikan apapun.

"Aku sudah mau cerai, pernikahan ini membuatku terlalu tertekan."

Ujar Hosana dengan suaranya yang terdengar bergetar.

Yanti sepertinya sudah bisa menebak apa yang terjadi. Dia dengan cepat menyiapkan dokumen untuk operasi dan menemani Hosana masuk ke ruangan operasi.

Dua jam kemudian, Hosana pulang ke rumah.

Di ruang tamu, Jack terlihat bahagia sambil dengan lembut mengusap perut Luna.

"Luna, kamu benar-benar pembawa keberuntungan bagiku."

"Hosana mencoba program hamil selama tiga tahun dan nggak berhasil. Tapi baru sebulan denganmu, aku sudah akan menjadi seorang ayah."

Wajah Luna penuh kebanggan, dia berkata dengan nada manja,

"Sepertinya bukan salah cangkulnya, tapi tanahnya."

Langkah Hosana terhenti sejenak saat mendengar itu. Wajahnya memucat, tetapi dia tetap berjalan menaiki tangga dengan tenang.

Tidak lama, Jack menyusul ke kamar. Dia melirik Hosana, sama sekali tidak menyadari betapa pucat wajahnya. Lalu berkata dengan nada dingin,

"Luna sudah hamil, kamu nggak perlu merasa terbebani dengan usaha hamil lagi."

"Aku juga sudah berjanji padanya. Anak ini akan mendapat semua kasih sayang dariku dan aku nggak akan pelit dalam menghabiskan uang untuknya."

Setelah berhenti sejenak, pandangannya tertuju ke perut Hosana.

"Salahkan dirimu sendiri karena rahimmu yang nggak berguna."

Hosana duduk di tepi ranjang, menatap pria di depannya dengan dingin. Bibirnya yang pucat perlahan terbuka,

"Kalau aku dan Luna hamil di waktu yang sama, apakah kamu akan lebih sayang anaknya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian sangat terpukul saat Radit mengusirnya dengan kejam dan melempar koper bajunya. Sikap sang suami berubah drastis dan menyakitkan, terlebih dengan kehadiran wanita lain yang memandangnya penuh kebencian. Di tengah kondisi hamil delapan bulan, Dian harus menerima kenyataan pahit dicampakkan. Ia sempat memohon belas kasih demi bayi di kandungannya, tetapi Radit tetap tega mengusir sang istri tanpa peduli nasib calon anaknya.
Sampul Novel CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta
9.5
Pengkhianatan masa lalu mengubah William Ferdinand menjadi bos mafia berhati dingin yang menutup diri dari cinta. Namun, kehadiran kembali Shirley Smith, istri sah yang dinikahinya secara hukum saja, mulai meruntuhkan dinding pertahanannya. Kini, William berubah menjadi sosok yang sangat posesif dan protektif, melarang Shirley mendekati pria lain. Di sisi lain, Shirley yang tidak menyadari status pernikahan mereka merasa sangat kebingungan menghadapi perubahan sikap suaminya yang mendominasi.
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar
8.1
Kesucianku direnggut oleh calon kakak ipar menjelang pernikahan. Tragisnya, aku malah dituduh menggoda dirinya hingga diusir keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjajakan diri pada pria kaya. Bertahun-tahun kemudian, pria brengsek yang menghancurkan hidupku itu mendadak kembali menjadi pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama satu bulan penuh. Rencana jahat apa lagi yang sedang ia persiapkan untukku?
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Rogelio bertekad menyiksa Marian di malam pernikahan mereka demi membalas kematian kakaknya. Walau pernikahan dingin itu tanpa keintiman, sebuah peristiwa tak terduga membuat Marian hamil. Di balik siksaan verbalnya, Rogelio rupanya selalu melindungi keselamatan dan aset sang istri dari luar. Ketika Marian mencoba melarikan diri bersama janin di kandungannya, Rogelio justru menahan dan memeluknya erat, enggan membiarkan calon ibu dari anaknya itu pergi.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.