APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia

Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia

Pernikahan lima tahun Hosana dan Jack diuji saat Jack meminta pindah ke luar negeri bersama Luna untuk ketiga kalinya. Jack mengaku bahwa Luna, tetangga sebelah mereka, telah menemaninya selama sembilan tahun. Tanpa air mata, Hosana justru membantu membelikan tiket pesawat untuk Luna. Mengira istrinya pasrah, Jack pergi bersama Luna. Namun di bandara, setelah mengantar mereka, Hosana memilih menaiki pesawat berbeda untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tahun kelima pernikahan dengan Jack, untuk ketiga kalinya Jack mengusulkan agar mereka pindah keluar negeri bersama Luna.

Hosana meletakkan hidangan yang baru saja dia masak, lalu menanyakan alasannya.

Jack langsung terus terang,

"Aku nggak mau menyembunyikannya lagi darimu, sebenarnya Luna tinggal di rumah sebelah."

"Dia sudah menemaniku selama sembilan tahun, aku berutang banyak padanya. Aku harus membawanya pindah keluar negeri kali ini dan tinggal di sana."

Hosana tidak menangis atau marah. Sebaliknya, dengan tenang dia membelikan tiket pesawat untuk Luna.

Jack mengira Hosana akhirnya mengerti dan menerima kenyataan.

Di hari keberangkatan, setelah mengantar mereka naik pesawat, Hosana berbalik dan langsung naik pesawat lain untuk pulang ke rumah orang tuanya.

"Nyonya, kamu yakin mau membatalkan tiket penerbangan keluar negeri bersama Pak Jack?"

Terdengar suara ragu sekretaris dari balik telepon.

Hosana berdiri di balkon, melirik pohon kering di bawah dan mengambil keputusan,

"Iya, batalkan saja. Bantu aku pesankan satu tiket pulang ke rumah orang tuaku di hari yang sama dan juga satu lagi tiket ke luar negeri untuk Luna."

"Tujuh hari lagi, aku sendiri yang akan mengantar mereka ke bandara, lalu aku akan terbang ke rumah orang tuaku."

Sekretaris di balik telepon terdiam sejenak.

Luna adalah orang ketiga dalam pernikahan ini, apa yang sebenarnya direncanakan Nyonya Hosana?

Meski bingung, sekretaris tetap mengiyakan,

"Baik, Nyonya."

Hosana pun menutup teleponnya.

Di ruang tamu, Jack yang melihatnya masuk langsung berdiri dengan raut wajah tidak sabar.

"Bagaimana? Sudah dipikirkan? Luna masih menunggu jawabanku."

Sepuluh menit sebelumnya, Hosana baru saja selesai memasak.

Begitu pulang, Jack langsung mengungkapkan semuanya.

"Aku nggak mau menyembunyikannya lagi darimu, sebenarnya Luna tinggal di rumah sebelah."

"Dia telah menemaniku selama sembilan tahun, aku berutang banyak padanya. Kali ini, aku harus membawanya pindah keluar negeri dan tinggal di sana."

Hosana yang sedang menata hidangan di meja makan tertegun. Senyuman di bibirnya langsung membeku.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya Jack mengusulkan untuk membawa Luna pindah keluar negeri.

Saat pertama kali mengusulkannya, Hosana kehilangan kendali. Dia menghancurkan seluruh ruang tamu dan memakinya karena tega membuat permintaan semacam itu.

Pada usulan kedua, Hosana menampar Jack dan pergi dari rumah selama tujuh hari.

Namun, selama tujuh hari itu, Jack bahkan tidak meneleponnya sekali pun.

Kali ini, Hosana memutuskan untuk merelakan semuanya.

"Aku sudah menyuruh sekretaris untuk pesan tiket untuk dia, kalian bisa pergi bersama."

"Akhirnya kamu bisa menerima juga?"

Wajah Jack yang tadinya tegang langsung mengendur. Bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis.

Hosana menunduk, mengambil sebutir nasi dan merasakan kepahitan yang tak tertahankan di hatinya.

"Bukannya kamu bilang nggak tenang meninggalkannya hidup sendirian di sini?"

"Dia begitu polos, sangat mudah tertipu."

Setelah semuanya diungkapkan, Jack pun berhenti berpura-pura lagi.

Saat membicarakan Luna, senyuman tak sadar muncul di wajahnya.

"Sebenarnya Luna lebih cocok menjadi seorang istri daripada kamu."

"Kamu hanya beruntung bertemu denganku lebih dulu. Setelah kita pindah keluar negeri, belajarlah darinya bagaimana caranya membahagiakan seorang pria."

Usai bicara, kebetulan ponsel Jack berdering, dia pun mengambil ponselnya dan mengangkatnya di teras.

Hosana memandang punggung Jack dengan tatapan redup dan menundukkan kepalanya.

Dulu, dia selalu merasa bahwa bertemu dengan Jack adalah keberuntungan terbesar dalam hidupnya.

Saat kelas satu SMA, demi mendapatkan hatinya, Jack menulis 99 surat cinta untuknya.

Saat hubungan mereka diketahui oleh pihak sekolah, Jack membawa orang tuanya untuk pergi ke rumah Hosana.

Jack berlutut di depan orang tua Hosana, menangis dan memohon agar mereka merestui hubungan mereka.

Ketika hasil ujian akhir SMA diumumkan, nilai Hosana gagal.

Sementara itu, Jack yang mendapatkan nilai sangat baik, memilih diam-diam menolak kesempatan masuk universitas ternama demi menemani Hosana di kampus biasa.

Hosana pun tidak pernah mengecewakan Jack.

Saat Jack pindah ke kota lain untuk memulai usaha, Hosana dengan nekat menikah dengannya meskipun Jack tidak punya rumah, mobil dan tabungan. Dia mencurahkan seluruh dukungannya untuk membantu Jack membangun karir.

Tiga tahun berturut-turut usaha Jack mengalami kegagalan dan Hosana tetap setia mendampinginya. Mereka pindah dari apartemen kecil ke ruang bawah tanah yang lembap, bertahan hidup hanya dengan mi instan dan lauk seadanya.

Akhirnya, Jack berhasil juga.

Dengan bangga, dia mengunggah foto mereka berdua di facebook. Dia juga memberikan 80% saham perusahaan kepada Hosana sebagai tanda terima kasih dan menggelar pesta pernikahan yang megah untuk mereka.

Di hari pernikahan itu, Jack memandangnya dengan tatapan berkaca-kaca dan berkata dengan suara gemetar,

"Sayang, tanpa dukunganmu, aku nggak akan menjadi diriku hari ini. Aku akan mencintaimu untuk selamanya."

Kata-kata itu selalu terngiang di kepala Hosana.

Namun, sebulan yang lalu, dia menyadari sebuah kenyataan yang menyakitkan. Ternyata, Jack menyembunyikan seorang wanita lain.

Wanita itu bernama Luna.

Dia adalah adik kelas Jack di kampus.

Selama bertahun-tahun setelah lulus, mereka tidak pernah putus komunikasi dan selalu mengirim pesan setiap hari.

Setiap ulang tahun, Jack selalu mempersiapkan hadiah untuk Hosana, tetapi dia juga mempersiapkannya untuk Luna.

Bahkan, hadiah yang diberikan kepada Luna seringkali lebih mahal daripada yang diberikan kepada istrinya.

Di tengah kesibukannya membangun bisnis, Jack tetap meluangkan waktu satu hari dalam seminggu untuk menemui Luna.

Pada hari pesta pernikahan mereka yang tertunda, Luna juga hadir.

Dia mengenakan gaun putih pendek seperti gaun pengantin yang dipadukan dengan blazer oversized dan malam itu dia memposting sebuah status di facebook,

"Menemanimu dengan identitas yang berbeda."

Jack menyukai unggahan itu.

Keesokan paginya, saat Jack bangun, Hosana menunjukkan pesan mereka berdua di ponsel.

Dengan suara penuh emosi, Hosana bertanya,

"Sudah berapa lama kalian berhubungan? Delapan tahun? Atau sembilan tahun?"

Tanpa menyembutkan nama, Jack langsung tahu siapa yang dimaksud.

Dia tidak terlihat bersalah sedikit pun.

"Luna menyukaiku, tapi dia nggak pernah berniat mengganggu pernikahan kita. Aku dan dia menjaga komunikasi selama sembilan tahun, lalu kenapa? Apa masalahnya?"

Mata Hosana memerah, menatap pria di depannya dengan tatapan penuh rasa sakit.

"Ini namanya selingkuh! Kamu mengkhianatiku!"

Suara Hosana serak, setiap kata yang diucapkannya penuh dengan rasa sakit dan luka yang mendalam.

Namun, Jack hanya mengernyit, lalu berkata dengan nada dingin dan penuh ejekan,

"Hosana, kamu hanya tinggal di rumah dan hidup dengan penghasilanku. Tiga tahun mencoba punya anak, tapi kamu bahkan nggak bisa memberiku keturunan. Kamu nggak merasa dirimu adalah istri yang gagal?"

"Coba pikirkan posisiku, aku bukan lagi pria muda miskin seperti dulu. Aku punya tiga perusahaan atas namaku dan sudah bebas finansial. Aku hanya menghidupi seorang wanita saja, apa salahnya?"

"Luna bahkan nggak pernah mengganggumu. Aku sudah menghargai dan memahamimu, lalu apa lagi yang kamu mau?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian sangat terpukul saat Radit mengusirnya dengan kejam dan melempar koper bajunya. Sikap sang suami berubah drastis dan menyakitkan, terlebih dengan kehadiran wanita lain yang memandangnya penuh kebencian. Di tengah kondisi hamil delapan bulan, Dian harus menerima kenyataan pahit dicampakkan. Ia sempat memohon belas kasih demi bayi di kandungannya, tetapi Radit tetap tega mengusir sang istri tanpa peduli nasib calon anaknya.
Sampul Novel CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta
9.5
Pengkhianatan masa lalu mengubah William Ferdinand menjadi bos mafia berhati dingin yang menutup diri dari cinta. Namun, kehadiran kembali Shirley Smith, istri sah yang dinikahinya secara hukum saja, mulai meruntuhkan dinding pertahanannya. Kini, William berubah menjadi sosok yang sangat posesif dan protektif, melarang Shirley mendekati pria lain. Di sisi lain, Shirley yang tidak menyadari status pernikahan mereka merasa sangat kebingungan menghadapi perubahan sikap suaminya yang mendominasi.
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar
8.1
Kesucianku direnggut oleh calon kakak ipar menjelang pernikahan. Tragisnya, aku malah dituduh menggoda dirinya hingga diusir keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjajakan diri pada pria kaya. Bertahun-tahun kemudian, pria brengsek yang menghancurkan hidupku itu mendadak kembali menjadi pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama satu bulan penuh. Rencana jahat apa lagi yang sedang ia persiapkan untukku?
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Rogelio bertekad menyiksa Marian di malam pernikahan mereka demi membalas kematian kakaknya. Walau pernikahan dingin itu tanpa keintiman, sebuah peristiwa tak terduga membuat Marian hamil. Di balik siksaan verbalnya, Rogelio rupanya selalu melindungi keselamatan dan aset sang istri dari luar. Ketika Marian mencoba melarikan diri bersama janin di kandungannya, Rogelio justru menahan dan memeluknya erat, enggan membiarkan calon ibu dari anaknya itu pergi.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.