APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perfect Husband

Perfect Husband

Zuhra Kalinka terpuruk setelah ditinggalkan kekasihnya ke luar negeri dalam keadaan hamil. Di tengah ancaman aib dari lingkungan adat yang ketat, seorang pria berwatak dingin datang menyelamatkannya dengan menawarkan pernikahan. Hubungan tanpa rencana ini perlahan menumbuhkan benih cinta di hati Zuhra kepada sang penolong. Akankah keputusan nekat tersebut menuntunnya pada kebahagiaan yang nyata?
Bab
Bagikan

Bab 3

Langit cerah kota Jakarta mulai memudar dan digantikan pekatnya malam. Meski begitu, ada

banyak bintang yang bertabur acak menghiasi gelapnya cakrawala, di sela-selanya terselip senyum lembut yang berasal dari bulan berbentuk sabit.

Zuhra Kalinka, menatap lurus bayangan dirinya yang sedang duduk di kursi panjang halaman belakang rumah. Tidak ada pemandangan menarik di depannya, hanya rumput hijau yang dengan rutin dipapras dan beberapa tanaman bunga milik bundanya yang terlihat di keremangan.

Melalui posisinya saat ini Zuhra masih bisa mendengar suara riuh canda tawa dari dalam rumah, mungkin yang paling keras adalah suara ayahnya. Meskipun Zuhra tahu masih ada terselip bahagia palsu dalam tawa itu.

“Bagaimana keadaannya?”

Zuhra serta merta menoleh ke samping di mana suara itu berasal. Cukup lama mereka berdiam diri tanpa ada satu pun yang membuka suara. Zuhra seakan melupakan keberadaan lelaki yang sedari tadi duduk di sebelahnya.

Awalnya Zuhra bingung ke mana arah pertanyaan pria

itu, namun melihat tatapan Dirgam yang mengarah pada perut datarnya membuat Zuhra mengerti.

“Baik,” jawab Zuhra lirih.

Hanya sebatas itu karena pria yang Zuhra ketahui bernama lengkap Digram Arhab itu kembali diam, pandangannya kembali lurus ke depan.

Zuhra meremas-remas jarinya resah. “K-kenapa Mas mau menikahiku?” cicitnya.

Sebenarnya Zuhra sangat takut menanyakan ini pada Dirgam, apalagi melihat pria ini yang pelit sekali berbicara. Namun Zuhra juga tidak bisa tinggal diam. Dirinya tidak mau rumah tangganya nanti berada dalam ketidakjelasan. Bisa saja nanti Dirgam berniat membunuh atau menjualnya. Terlihat berlebihan memang, namun hal itu kerap terjadi dalam novel yang sering dia baca.

Dirgam melirik Zuhra sekilas. “Karena saya ingin,” sahutnya singkat.

Zuhra yang terperangah dengan jawaban itu hanya mampu mengatupkan bibirnya kaku. Sepertinya pria ini memang berpotensi menguras kesabaran.

“Kenapa Mas ingin?” Gadis itu tidak ingin menyerah.

Zuhra menahan napas saat Dirgam tak kunjung menjawab pertanyaannya.

Apa begitu sulit menjawab pertanyaan darinya? Dirgam menghela napasnya seraya melirik Zuhra lagi.

“Karena kamu butuh saya, saya butuh kamu.”

Zuhra merasa ini adalah kalimat terpanjang yang pernah didengarnya terucap dari bibir Dirgam, karena saat pertemuan pertama mereka pria itu hanya menjawab seadanya ucapan Ayah Zuhra.

Entah mengapa, meski suara yang terucap oleh pria itu

begitu datar dan tanpa rasa, namun Zuhra dapat menangkap keseksian dari suara tersebut. Gadis itu memutarkan bola mata, menyalahkan rasa kantuk yang mulai menyerang dan mengakibatkan kerusakan fatal pada kinerja gendang telinga Zuhra. Entah apa yang dipikirkannya tadi.

“Kenapa Mas butuh Zuhra?” Pertanyaan ketiga Zuhra kali ini sukses membuat bola mata Dirgam menatap tajam ke arahnya.

“M-maksud Zuhra, di luar sana pasti banyak yang ingin jadi istri Mas, kenapa Mas milih Zuhra yang--”

“Karena kamu butuh saya,” tukas Dirgam.

Zuhra menundukkan kepalanya, merasa kesal sendiri dengan jawaban Dirgam yang berputar-putar.

“Zuhra merasa aneh Mas mau bertanggung jawab dengan keadaan Zuhra ini,” desisnya lirih.”

“Saya ini seorang pria matang, saya butuh istri untuk mengurusi keperluan saya. Saya tidak meminta kamu untuk menjadi pembantu karena saya bisa menggaji sepuluh untuk itu, tapi saya butuh kamu untuk mendampingi saya. Saya sekarang nggak bisa janjikan cinta, tapi saya akan berusaha membimbing kamu sekuat yang saya bisa.”

Ungkapan sederhana Dirgam mampu membungkam keinginan Zuhra untuk menyela, tanpa alasan yang jelas ada rasa hangat menjalar di hatinya berkat ucapan Dirgam barusan.

“Uhm ... Bisakah Mas tidak terlalu formal? Kita ... bukan rekan bisnis, kan?” Zuhra berkata gugup.

“Akan saya coba,” jawabnya pendek.

Zuhra mengembuskan napasnya sedikit keras, dia pikir kalimat panjang Dirgam tadi menunjukkan bahwa pria itu mulai murah bicara, ternyata tidak sama sekali.

“Saya punya persyaratan.”

Sudah Zuhra duga, mana mungkin pria itu mau menikahinya tanpa syarat sama sekali.

“Syarat apa?” tanya Zuhra lemah. Dia mulai menduga- duga, syarat apa yang akan diajukan pria itu? Apakah syarat seperti ‘dia boleh menikah lagi’, atau ‘Zuhra tidak boleh mencampuri urusannya’, begitu?

“Kejujuran adalah yang pertama dalam pernikahan

kita.”

Zuhra menatap aneh Dirgam, jelas-jelas pria itu yang

tidak jujur di sini. Zuhra bahkan sampai menggeleng tidak percaya karena ucapan pria itu.

“Lalu?” tanya Zuhra mengesampingkan ketidakpercayaannnya.

Dirgam menggeleng kecil. “Selebihnya kita bicarakan nanti.”

Zuhra merasa ada banyak rahasia yang disimpan oleh Dirgam. Pria itu nampaknya adalah tipe orang yang tertutup. Zuhra jadi ragu, apakah nantinya dia mampu mengimbangi kepribadian Dirgam? Karena biar bagaimanapun, tak lama lagi dia akan menjadi istri Dirgam, seorang pria yang kikir bicara.

Apakah Zuhra sanggup?

✏✏✏

Setelah pertemuan dua keluarga itu berlangsung, maka tercapailah kesepakatan bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan tepat dua minggu dari hari ini. Ayah Zuhra tidak ingin menunda-nunda lagi karena menurutnya lebih cepat maka lebih baik.

Keluarga Dirgam juga tidak keberatan, kelihatan senang malah.

“Ra, udah tidur?” Suara Pak Albar terdengar dari luar. “Belum kok, Yah.”

Pria paruh baya itu muncul dari balik pintu. “Kenapa belum tidur, Anak Ayah?”

Zuhra tersenyum tipis. “Sebentar lagi, Yah.”

Pak Albar memandang sendu putri bungsunya, “Maafin Ayah yang nggak bisa jagain kamu.”

“Ayah ngomong apa, sih?” Mata Zuhra mulai berkaca-

kaca.

“Harusnya Ayah lebih ekstra membimbing dan

melindungi kamu,” ujar Pak Albar seraya membelai lembut rambut hitam Zuhra.

“Enggak, Yah. Zuhra yang salah. Zuhra yang nakal, Yah.” Zuhra menggenggam tangan ayahnya, “Ayah adalah pria terhebat yang Zuhra punya. Ayah terbaik bagi Zuhra dan Bang Ran.” Zuhra menghambur ke pelukan sang ayah, “Maafin Zuhra ngecewain Ayah.”

Pak Albar membalas pelukan gadis kecilnya yang sebentar lagi akan menjadi tanggung jawab orang lain.

“Ayah sayang putri Ayah.” “Zuhra juga sayang Ayah.”

Setelah sang ayah keluar, Zuhra mengambil sebuah album poto di dalam laci belajar, tatapannya sendu ketika membuka lembar pertama album foto di hadapannya, di sana terlihat seorang gadis dengan seragam sekolah sedang fokus membaca buku di perpustakaan. Besar kemungkinan foto itu diambil secara diam-diam.

Zuhra membuka lembaran selanjutnya, lagi-lagi berisi gambar gadis itu, kali ini dia sedang tertawa lepas bersama sahabatnya di kantin sekolah. Zuhra yakin foto ini juga diambil sembunyi-sembunyi.

Jari kurusnya terus bergerak lemah membuka lembar demi lembar album tersebut, sampai tiba akhirnya potret yang baru saja dibukanya membuat bibirnya bergetar menahan tangis.

“Kamu sehat kan, Ren?” bisiknya sendu.

“Bentar lagi aku menikah. Maaf, aku nggak bisa nunggu kamu. Aku nggak mau jadi orang tua yang egois.” Ujung jemarinya mengusap lembut foto seorang anak lelaki yang sedang tersenyum manis ke arah gadis berkuncir kuda, dan gadis itu adalah dirinya.

Foto itu diambil sehari setelah mereka jadian, itu artinya tiga tahun yang lalu. Zuhra masih ingat betul masa- masa itu adalah masa-masa terbahagia bagi mereka berdua.

Zuhra menggigit bibir bawahnya untuk meredam isakan kecil yang mulai terdengar. Rasanya begitu menyesakkan dada saat orang yang kamu percayakan untuk menggenggam hatimu malah dengan tenang meremasnya sampai hancur tak bersisa.

“Selamat tinggal, Reno. Aku akan jaga anakku baik-

baik.”

****

TBC

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Akibat fitnah dari sebuah pesan singkat, Marilyn dituduh merusak hubungan kakaknya sendiri. Christian, miliarder yang marah karena reputasinya rusak, mengira Marilyn adalah wanita licik yang gila harta. Demi membalas dendam, Christian memaksa gadis itu menikahinya dan bersumpah akan menyiksa hidupnya. Di tengah tuduhan kejam tanpa bukti tersebut, Marilyn hanya bisa pasrah menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Gairah Terlarang
9.7
Seorang pemuda tampan yang masih muda, perlahan terjerumus ke dalam lubang hitam nafsu yang tak terkendali. Ketika godaan hadir dari sosok guru dan bahkan keluarganya sendiri, batas-batas moral mulai terkikis satu per satu. Setiap pertemuan menjadi semakin intim, setiap rahasia semakin dalam, membawanya ke dalam kecanduan seks yang sulit dilepaskan. Kisah ini mengungkap sisi gelap manusia yang tersembunyi, di mana hasrat terlarang menuntun pada kehancuran sekaligus kepuasan yang membara. Berani menelusuri kegelapan tersebut?
Sampul Novel Istri Yang Tak Diinginkan
8.5
Bagi Aleeya, pernikahan bukanlah akhir yang bahagia. Kepergian sang ibu justru menyeretnya ke dalam ikatan paksa dengan Richo, pria yang sejak awal menolak keras dirinya. Kini, kehidupan Aleeya berubah drastis menjadi penuh penderitaan. Di bawah atap yang sama, suaminya sendiri sama sekali enggan mengakui keberadaannya. Aleeya pun harus bertahan menjalani hari-hari yang dingin, berjuang sendirian menghadapi kepedihan dan pengabaian di dalam rumah tangga yang hampa tanpa cinta.
Sampul Novel Kendra dan Lukanya
8.6
Kendra, pemuda kasar yang ditakuti semua orang, terus-menerus menolak perasaan Lea. Meski selalu diabaikan, gadis lugu dan gigih itu tidak pernah menyerah untuk melunakkan hati Kendra yang beku. Perjuangan tanpa lelah Lea perlahan mulai membuahkan hasil. Namun, tepat ketika Kendra akhirnya menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada Lea, takdir kejam menghampirinya. Kendra harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa waktu yang ia miliki untuk bersama Lea kini hampir habis.
Sampul Novel LANGIT SENJA DAN JANJI KITA
8.8
Dua sahabat masa kecil yang sempat terpisah oleh waktu kini dipertemukan kembali lewat sebuah proyek sekolah yang tidak terduga. Pertemuan ini perlahan membangkitkan ingatan mereka tentang janji masa lalu yang pernah terucap di bawah langit senja. Di tengah kebersamaan yang terjalin lagi, mereka menyadari bahwa perasaan mendalam yang sekian lama terpendam ternyata tidak pernah benar-benar padam meski jarak dan waktu sempat memisahkan mereka.
Sampul Novel Terpaut Cinta Dua Pria
9.6
Setahun berpacaran, Mario berkeras menikahi Rhea. Namun, rencana ini ditentang keras keluarga konglomeratnya yang tak sudi menerima status Rhea sebagai ibu tunggal. Ayah Mario bahkan menyembunyikan identitas sang putra demi menggagalkan pernikahan. Konflik kian rumit saat masa lalu Rhea hadir kembali. Brandon menuntut penjelasan tentang Kaisan, anak yang selama ini dirahasiakan. Begitu Rhea jujur, Brandon pun syok mengetahui dirinya memiliki darah daging.