APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perceraian: Jangan Berharap Kembali

Perceraian: Jangan Berharap Kembali

Tari memutuskan bercerai demi fokus mengurus toko kuenya setelah menangkap basah perselingkuhan Deo. Walau Deo memohon rujuk hingga rela menanggung malu, Tari tetap bergeming. Di sela gangguan sang mantan suami, hadir Noah, tetangga baru yang langsung terpikat padanya. Tari pun memanfaatkan Noah agar terhindar dari kejaran Deo. Namun, sebuah kejadian tak terduga di ranjang mengubah segalanya, hingga kini giliran Noah yang menuntut pertanggungjawaban darinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dua bulan sudah berlalu sejak hakim mengetuk palu, memutuskan ikatan suami istri antara Tari dan Deo. Keduanya duduk seakan mereka orang asing, lalu pergi begitu saja setelah sidang berakhir. Proses perceraian berjalan tak terlalu rumit.

Tak ada satupun sidang yang mereka datangi selain sidang putusan terakhir. Walau awalnya Deo menolak keras, tapi dia tak bisa melakukan apapun ketika Tari akhirnya menunjukkan foto-fotonya ketika bersama dengan Nadine.

Tari mendapatkan semua foto itu dari mantan pacar Nadine, lelaki yang menghubunginya malam itu, membuatnya menyaksikan kelakuan bejat suaminya. Dia tidak berterima kasih, karena pria itu pun langsung menghilang kembali.

Sekarang, Tari melanjutkan hidupnya seakan tak ada yang terjadi. Dia sibuk bekerja di toko kuenya, menciptakan berbagai resep baru yang membuat pelanggannya semakin betah. Toko kuenya semakin besar, bahkan Tari berencana membuka cabang baru.

Perempuan yang memakai jumpsuit berwarna maroon dengan sepatu hak putih itu tersenyum menyapa para karyawannya. Dia berhenti di depan etalase kue, melihat tart ulang tahun yang dihias sedemikian rupa.

"Selamat siang, Bu. Tumben sudah keluar dari kantor," sapa seorang pria, salah satu pegawainya.

"Iya, Di. Udah selesai semua kerjaannya. Sama pengen lihatin kalian kerja, takutnya ada yang males-malesan," gurau Tari.

Adi menegakkan badan, meluruskan tangan di kanan dan kiri tubuh. "Aman, Bu Boss. Kita semua bekerja dengan giat. Apalagi toko selalu rame. Walau sebenarnya lelah, tapi harus tetap alhamdulillah."

Tari menggelengakn kepala. "Kalau toko sepi, gaji kalian terpaksa nunggak."

Langsung saja Adi mengangkat kedua tangan di depan wajah. "Ya Tuhan, tolong bantu toko Lovely Tar tetap jaya sepanjang masa," do'anya.

Tari tertawa. Dia menggelengkan kepala melihat tingkah salah satu karyawannya. Karena toko masih ramai, Adi pun kembali bekerja, menyajikan kue ke meja-meja di ujung ruangan. Selain take away, toko kue Tari juga menyajikan meja untuk pelanggan yang ingin makan kue langsung di tempat. Karena tak hanya kue utuh, tapi ada juge kue slice.

"Kerja yang semangat."

Setelah memberi semangat dengan senyum manis, Tari pun melangkah ke dinding, lalu duduk di tembok setinggi paha yang memang dibuat agar pelanggan bisa menunggu sambil bersantai.

Suara bel berbunyi ketika pintu toko terbuka. Tari tersenyum melihat siapa yang datang. Dia bangkit ketika pria dibalut kemeja biru langit itu mendekatinya. Parfum dengan bau khas yang membuat Tari merasa seakan ada di tengah hutan hijau tercium ketika pria itu berdiri di depannya.

"Mau beli apa, Mas?"

Pria yang satu kancing atasnya tak tertaut itu tersenyum, memperlihatkan satu-satunya lesung yang berada di pipi bagian kanan. Namanya Noah, tapi dia tak punya bakat dalam musik sama sekali. Suaranya sumbang, dan juga suka mendahului nada lagu asli.

Noah memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana kain. "Beli resep baru."

Alis Tari mengernyit. "Nggak ada resep baru perasaan. Adi! Emang ada resep baru?"

Adi, yang tengah mengantar sepotong kue coklat menggelengkan kepala. Tari kembali menatap Noah. "Nggak ada kue baru, Mas. Mas salah info kali. Emang kata siapa ada resep baru di sini?"

Menggedikkan bahu santai, Noah menjawab, "Katanya ada resep baru istimewa. Manisnya bikin diabetes melonjak tinggi."

Semakin dalam kernyitan di kening Tari. Tapi bibirnya malah mengulas senyum, merasa lucu dengan perkataan Noah. "Itu mah bukan istimewa Mas, tapi kemanisan. Lo kayaknya dibohongin deh, Mas. Emang nama resepnya apa?"

Noah menaikkan satu alisnya. "Tar … Tari?"

Tawa Tari menyembur. Tangannya terangkat, memukul lengan Noah keras. Hanya beberapa detik, dan tawanya langsung lenyap. Dia menatap Noah dengan raut datar.

"Gombal," ujarnya.

Ganti Noah yang tertawa. "Lagian tanyanya ada-ada aja. Gue ke sini ya udah pasti beli kue, Tar."

"Kue Tar?"

"Kue, Tar!"

Tari tersenyum. "Gantian, Mas," ujarnya.

Noah menggelengkan kepala. Tari memang selalu membalas secepat kilat ketika dijaili. Perempuan itu tak terima kalau harus menunda 'balas budi' barang satu detik. Masalahnya Noah sangat suka mengisengi Tari, yang membuat perempuan itu pun tak segan membalas.

"Jadi, mau beli kue apa, nih?"

Tari duduk kembali. Noah bergabung dengannya, menatap karyawan yang berlalu lalang dengan nampan di tangan mereka. Ada juga yang membawa satu kotak kue, memberikannya pada driver online yang sudah menunggu.

"Kayak biasa. Burning eyes cake."

Tari tertawa mendengar perkataan Noah. Kue itu, menjadi kue favorit Noah. "Kira-kira kapan Mas bakal berhenti order Burning eyes dan coba resep lain?"

"Nggak akan, Tar. Gue suka cuma sama yang satu itu?"

Tari mengangguk-angguk mengerti. "Aneh. Si paling nggak suka manis tapi malah jadi pelanggan setia toko kue."

"Burning eyes kan istimewa. Ada rasa asam yang segar di mulut, manisnya pas, nggak bikin gedek dan merinding."

"Iya. Burning eyes emang resep yang istimewa." Tari menepuk pahanya, lalu bangkit berdiri. "Ayo. Kayaknya tadi ada yang mateng."

"Panas, dong."

Tari berbalik. "Biar lidah lo menyala, Mas."

Noah tergelak. Dia mengikuti Tari ke etalase kue, membuat matanya bisa menyaksikan berbagai macam bentuk kue yang amat sangat cantik. Seperti yang Tari katakan, dia itu sebenarnya tidak suka makanan manis.

"Desi, Burning eyes spesial satu."

Desi, karyawan yang memakai jilbab paris itu mengangkat jari telunjuk dan jempol yang membentuk lingkaran. Sebisa mungkin karyawan toko itu mnwgurangi bicara saat berada di depan kue, walau masker plastik khusus sudah terpasang di dagu mereka.

Tak butuh waktu lama. Sebuah kue yang tersaji di dalam bungkus coklat Desi hidangkan. Dia mengoperkannya pada Noah, tersenyum ramah. Noah membayar menggunakan ATM, membiarkan Tari mengketuk-ketuk lantai menungguinya selesai.

"Udah. Ayo," ajaknya, memasukkan ATM ke dompet.

"Hati-hati di jalan, Mas," pesan Tari, melambaikan tangan.

Tetapi Noah malah berhenti. "Ayo pulang bareng. Udah nggak ada kerjaan, kan?"

"Kok tahu Mas kalo gue udah nggak ada kerjaan?"

Noah mengantongi tangan kirinya, menggedikkan bahu santai. "Kalau kamu masih ada kerjaan, nggak mungkin keluar dari kantor. Setiap aku ke sini pun harus telpon kamu dulu baru keluar."

Benar juga. Tari terkekeh. "Yaudah. Ayo. Kuenya biar aku yang bawa."

"Nanti di taruh belakang aja," ujar Noah, tak ingin menyulitkan Tari.

"Jangan. Nanti kebalik. Sayang." Tari meraih paper box di tangan Noah. Bagian atas kotak itu terbuat dari plastik transparan, membuat tari bisa melihat kue berpola abstrak dengan paduan warna merah dan putih itu.

"Iya, Sayang," balas Noah.

Sontak saja Tari mengangkat kepala, melotot mendengar jawaban pria di depannya ini. Tangannya terangkat, memukul dada Noah keras. Pria itu malah tergelak, senang sekali mengusili Tari.

Tari mencebik. "Asbun banget sih, Mas. Gue jahit juga mulutnya."

Setelah itu Tari berjalan lebih dahulu, meninggalkan Noah di belakang.

"Tunggu, Tar!"

Tari pura-pura tak dengar. Noah terkekeh, merasa tingkah Tari begitu menggemaskan. Satu ujung bibirnya naik. "Sayang, tunggu!" serunya, yang membuat Tari sontak berbalik dengan raut kesal.

Karyawan dan pelanggan yang mendengar pun langsung melempar godaan-godaan untuk mereka berdua. Noah tersenyum lebar, senang sekali melihat mata Tari memicing galak.

"Gue cukur kepala lo, Mas!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tidak terduga di sebuah kelab malam mempertemukan Alexander Richard dengan Soraya, gadis berusia 19 tahun yang polos dan apa adanya. Walau perbedaan usia mereka terpaut delapan belas tahun membuat sang Vice President awalnya mengira hubungan ini tidak serius, ia justru jatuh hati teramat dalam. Sayangnya, masa lalu Soraya menyimpan rahasia yang berhubungan dengan luka lama Alexander. Kini, ia mesti berjuang mengatasi trauma besarnya demi mempertahankan cinta sang gadis impian.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Kesenjangan sosial akibat perbedaan kasta dan harta membuat hidup terasa tidak adil bagi kaum miskin yang harus berjuang keras. Di tengah takdir yang kejam ini, Sean yang angkuh memaksa Mira bersujud demi mendapatkan maaf. Namun, interaksi tersebut justru menumbuhkan ketergantungan yang rumit di antara mereka. Bagai angin yang memutar kincir, keberadaan Mira kini menjadi sangat krusial dalam menentukan arah masa depan hidup Sean.
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Demi melindungi putranya, Alena bersembunyi selama tujuh tahun dari kejaran Keluarga Whitmore. Namun, kedamaiannya sirna ketika ia diculik dan disekap di sebuah kastil tua terpencil. Di tempat itu, sang mantan suami, Dorian Whitmore, menuduh Alena menyembunyikan anak laki-laki mereka yang lain. Alena menegaskan hanya Julian Ezra Callahan yang hidup, sementara kembarannya telah tiada. Kini ia harus menghadapi Dorian demi mengungkap misteri masa lalu.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Kehidupan Aska Pradipta, CEO menawan yang digilai banyak wanita, mendadak gempar setelah menemukan bayi dari masa lalunya di depan rumah. Dalam situasi panik, ia meminta bantuan sekretarisnya, Naura, untuk merawat bayi itu. Namun, kehadiran ibu Aska memicu kesalahpahaman besar. Demi mengatasi keadaan, Aska akhirnya menawarkan pernikahan kontrak bernilai fantastis kepada Naura. Akankah kesepakatan sandiwara ini menumbuhkan cinta sejati di antara mereka?
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Menjadi istri Kian, miliarder teknologi, aku selalu menjadi penenang baginya. Namun, ia tega mengalihkan dana medis adikku demi kucing selingkuhannya. Saat kecelakaan merenggut nyawa adikku, Kian mengabaikan lukaku demi wanita itu. Saat ingin bercerai, aku baru tahu pernikahan kami palsu. Demi membalas dendam dan menghancurkan Kian, aku menghubungi pria dari masa laluku.
Sampul Novel Oh Dania
9.8
Dania, seorang ibu muda berambisi tinggi, selalu ingin menjadi yang terbaik di lingkungannya. Namun, kedamaian hidupnya terusik seketika saat mengetahui Khamila tinggal di kompleks perumahan yang sama. Khamila adalah sosok dari masa lalu yang tega mengkhianatinya dengan merebut sang calon suami. Kini, Dania terpaksa berhadapan lagi dengan luka lama sekaligus persaingan sengit dalam drama bertetangga yang sarat akan ketegangan.