APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perangkap Tuan CEO

Perangkap Tuan CEO

Terjebak dalam obsesi mendalam seorang CEO membuat jalan keluar sepenuhnya tertutup. Baginya, menguasai dirimu adalah kepatuhan mutlak yang tidak bisa ditawar. Sang miliarder menuntut penyerahan total atas raga, jiwa, hingga kebebasanmu tanpa celah. Di bawah dominasi kuatnya, kamu terkurung dalam kepemilikan sepihak yang menjauhkan siapa pun dari sisimu. Kini, setiap embusan napasmu sepenuhnya dikendalikan oleh sang penguasa yang hanya menginginkan dirimu seorang diri.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Jadilah pacarku!” ujar Arthur pada Eva. Di wajah CEO itu tidak tergambar ekspresi lain kecuali hanya keseriusan.

Kontan saja itu membuat Eva tercenung, seperti terhipnotis. Kata-kata itu tak ubahnya gasing yang terus berputar di dalam pikiran dan telinga Eva.

“Jadilah pacarku! Jadilah pacarku! Jadilah pacaraku!”

‘Tidak!’ geleng Eva di dalam hati, bertempur dengan imajinasinya sendiri. ‘Itu hanya mimpi, mimpi yang sangat buruk.’ Lalu dia menganggukkan kepalanya. ‘Aku harus bangun, jika tidak nyawaku akan terancam. Tuan Arthur pasti siap untuk menghancurkanku nanti.’

“Haha.” Seperti orang gila, kini hanya tawa kecil yang bisa Eva keluarkan dari bibir penuh merekah miliknya. Dagunya yang masih mendapat cubitan dari jemari Arthur kini tiba-tiba saja menjadi memucat, menjalar hingga ke seluruh bagian wajahnya yang cantik, apalagi kala melihat betapa kelam dan mengancamnya tatapan Arthur padanya untuk saat ini.

“Eh, apa laporan saya sudah selesai Anda periksa, Tuan?” Pertanyaan bodoh yang dilontarkan oleh Eva itu hanya akan menyulut emosi Arthur hingga bisa meledakkan kantor itu. Akan tetapi hanya saja Eva tidak punya pilihan, demi menghindari satu kata yang sejujurnya sangat tidak mungkin diucapkan oleh Arthur Raymond Blade, dan juga demi menghindari hal buruk jika ternyata ini bukanlah mimpi.

Masih mencubit dagu Eva, Arthur semakin memberikan ekspresi yang sangat pekat. Mendung mendekat, mengumpulkan aura badai dan petir yang siap mengguncang. Hidung sempit dan runcing milik Arthur kini melebar, seperti tengah menyemburkan kemarahan. “Kau berani mengalihkan pembicaraan?” Sudut mata Arthur berkedut, menandakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Eva jauh dari kata bisa ditolerir.

Eva semakin beringsut takut, menghimpitkan punggung lebih dekat pada ujung kursi. Pinggulnya bergerak tak nyaman dengan wajah yang sedang berusaha menghindari kuasa Arthur. “Sa – saya – saya….” Degup jantung menggila lagi, dan jangan salahkan Eva karena hal itu. Tubuhnya juga sudah menggigil lebih parah apalagi kala melihat mata Arthur yang tiba-tiba saja memerah.

Kantor Arthur adalah kantor paling dingin di antara kantor yang lain, karena CEO itu memang sangat suka menyetel suhu ruangan di bawah setelan karyawan yang lain. Akan tetapi meski begitu kepala Eva rasanya sangat pengap hingga membuat gadis itu mengucurkan keringat sangat berlebihan. Hantaman pada dua suhu yang berlawanan!

Melihat Eva yang terlihat menderita dalam ketakutan telah membuat Arthur melunak. Jemarinya kini melepaskan dagu gadis itu dengan pelan, dan sejujurnya agak sedikit kasar. Apa yang telah dilakukan Eva padanya jelas-jelas sebuah penolakan halus. Dan bagaimana bisa seorang lelaki pewaris kekayaan paling besar di dalam negeri, yang kini mampu mendirikan perusahaannya sendiri, ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis?

Dan parahnya gadis itu adalah gadis semacam Eva? Yang prestasinya tidak terlihat sama sekali, yang jenjang kariernya lempeng-lempeng saja, dan kecantikannya tidak terlalu diakui oleh banyak orang? Kenapa bisa begitu? Tentu saja harga diri Arthur seketika terluka, CEO itu merasa diinjak-injak. Arthur tidak terima.

“Aku tau kau mendengar ucapanku tadi,” desis Arthur. Meski suaranya merendah, tetap saja itu tidak menyurutkan kesan mendominasi yang tajam di dalam dirinya. “Dan aku menunggumu.”

Gila! Jika ini adalah sebuah pertunjukan maka pasti orang-orang akan membayar mahal demi menontonnya. Diam-diam Eva melirik ke sekeliling, demi menemukan kamera pengawas. ‘Siapa tau saja ini hanya prank dan jebakan kan? Mungkin saja para petinggi perusahaan sedang menikmati pertunjukan ini? Tapi kenapa mereka melakukan ini? Untuk apa? Apakah untuk membuat skandal agar aku bisa didepak?’ pikir Eva. Lagi-lagi hasilnya sama saja. Gadis itu tidak bisa menghindari kemungkinan dipecat dari perusahaan.

Arthur rupanya menyadari ke arah mana pandangan mata Eva mengarah. Timbul banyak kecurigaan tak berdasar di dalam pikiran Arthur sekarang ini sampai dia akhirnya menuduh Eva, “Apa kau berusaha mencari bantuan agar bisa lari dariku?” Arthur mengatakannya dengan bengis, terdengar tidak suka.

Eva mengerjabkan matanya beberapa kali dengan gerakan yang sangat cepat. Kemudian dia memikirkan ucapan Arthur yang tiba-tiba saja memberinya inspirasi. Lari! Itu adalah ide yang bagus.

“Ti – tidak. Bukan begitu, Tuan,” tunduk Eva sembari meremas jemarinya sendiri setelah dia menyadari betapa bodoh idenya soal lari itu. Jika Eva melakukannya maka bisa jadi gadis itu tidak akan bisa keluar dengan selamat.

Arthur pasti akan memanggil bagian keamanan demi mengamankan Eva. Atau Arthur bisa melakukannya sendiri mengingat betapa tinggi dan kekar tubuh lelaki itu. Dalam satu rengkuhan saja, Eva pasti tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Gadis itu kembali menggigil dan mulai meracau, “Sama sekali tidak, Tuan. Tidak, sungguh.”

“Tatap mataku!” perintah Arthur dengan sangat dingin.

Hal tersebut tentu membuat Eva semakin merasa kacau dalam kebingungan. Kenapa Arthur meminta Eva menjadi kekasihnya jika sampai sekarang Arthur masih bersikap begitu dingin dan keji padanya? Cinta harusnya dipenuhi dengan kehangatan dan kelembutan, seperti Jeremy.

Memaksakan keberaniannya, Eva kini mendongakkan wajah dan memandang langsung pada mata Arthur. Banyak belati yang serasa melesat dari manik mata CEO itu yang kini menyayat dan meruntuhkan kekuatan Evan.

“Aku akan memperingatkanmu sekali lagi. Jangan pernah berpikir untuk lari dariku! Dan kau harus mematuhi apa yang kukatakan tadi padamu!”

“Yang mana, Tuan?” serak Eva dengan gugup, akan tetapi dia tetap mencoba melawan ketakutannya sendiri agar kejelasan bisa dia dapatkan.

Arthur membuka mulutnya, hendak mengatakan sesuatu sampai akhirnya dia mengurungkan niatnya karena tiba-tiba saja lidahnya menjadi sangat kelu. Sial, menyatakan cinta pada seorang gadis ternyata memang sangat susah apalagi jika itu dilakukan untuk yang pertama kalinya.

Arthur mengibas tangannya di udara. “Aku tidak akan mengulang perintah itu lagi. Kau hanya perlu menurutinya.”

Di dalam hati Eva menggerutu, ‘Tidak bisa! Aku tidak bisa menjadi pacarmu! Aku sudah menyukai seseorang. Dia adalah Kak Jeremy, cintaku, manisku! Aku benci kau!’ Akan tetapi semua suara penuh kemarahan itu hanya bisa tertelan bersama kekalahan Eva. Pada akhirnya gadis itu hanya menunduk dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Mengetahui bahwa kuasanya telah menyelimuti Eva dan membuat gadis itu berada di dalam genggamannya secara penuh, Arthur pun menyeringai. Inilah sensasinya saat dia mendapatkan Eva, seorang gadis yang akan membuat semua orang terheran-heran kepada Arthur, karena pasalnya CEO itu bisa mendapatkan jutaan gadis lebih baik dari Eva. Hanya saja hasrat Arthur melebihi penilaian orang lain.

“Kembalilah! Revisi lagi laporanmu, dan berikan padaku dua jam lagi!” Arthur membanting pelan laporan Eva di depan gadis itu.

Dengan sangat gugup Eva memberanikan diri untuk bertanya kembali, “Apa – apa kesalahannya masih sama, Tuan?” Eva hampir tersedak dan juga batuk berat kala itu jika saja dia tidak menata lidahnya sendiri agar berada pada posisi yang seharunya.

Bukannya menjawab secara langsung Arthur justru terkesan mempermainkan Eva. Melipat tangan kekarnya di depan dada bersama wajah yang datar dan dingin Arthur pun berkata, “Sudah berapa kali kau menyetor laporan padaku? Dan apa kau masih tidak bisa mengetahui letak kesalahanmu sendiri? Selama ini aku selalu mengawasimu dan kenapa pekerjaanmu TIDAK PERNAH BERES? HAH?” Semburan bertubi-tubi dari Arthur itu meledakkan jiwa Eva hingga membuatnya menjadi berkeping-keping.

Gadis itu sampai mencelos berkali-kali, menguatkan lututnya yang sudah serasa lumpuh. ‘Ini jelas bukan cinta! Ini pasti pembalasan dendam karena aku tidak pernah bekerja dengan baik di perusahaan ini,’ pekik Eva di dalam hati.

Kepalan tangan Eva tiba-tiba saja menguat. Setelah mendapati setetes keringat membasahi rok warna gelap miliknya Eva pun kembali mendongak. “Tuan, apa Anda melakukan ini semua karena membenci saya? Apa Anda ingin saya pergi dan mengundurkan diri dari perusahaan ini?”

Bagian bawah mata Arthur kembali berkedut kala mendengar pertanyaan bodoh dan omong kosong dari Eva. Bukankah tadi Arthur sudah mengancam Eva mengenai usaha untuk melarikan diri yang sangat dilarang oleh CEO itu? Lalu kenapa pertanyaan rendahan seperti ini bisa muncul?

Gigi Arthur bergemeretak, bersama matanya yang berair dan sangat merah karena emosi yang menggelegak. Nampaknya Arthur akan menghabisi Eva dengan semua amarahnya, sampai akhirnya Arthur mendapati wajah Eva yang pucat pasi kini menjauh dan pergi.

‘Lari!’ batin Eva menjerit. ‘Aku harus lari!’

Eva telah melarikan diri dengan langkah terseok dan nyaris menjatuhkan tubuhnya beberapa kali di atas lantai. Pintu bahkan dibanting oleh Eva yang diyakini pasti dilakukan karena ketidaksengajaan.

Mendapati Eva yang sudah pergi telah membuat tubuh Arthur menjadi sangat lemah. Tubuhnya jatuh di atas kursi secara mendadak, tangan memijit dahi sembari menutup mata. “Apa yang harus aku lakukan pada gadis itu?” desah Arthur. “Eva, berhentilah membuatku gila. Aku sungguh-sungguh menginginkanmu.”

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dark Love
8.0
Demi membalas kematian tragis sang ibu, Albert Kenzi Erdinata menargetkan Akira, anak dari perempuan yang ia benci. Setelah merenggut kehormatan Akira melalui penculikan, Albert menjadikannya asisten pribadi untuk melanjutkan siksaan fisik dan batinnya. Namun, interaksi intensif mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah terbukanya misteri masa lalu, Albert kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta.
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Hidup penulis naskah terkenal, Megan White, berubah drastis setelah kecelakaan tragis yang menimpanya. Ia terbangun di kediaman mewah milik seorang miliarder dingin bernama Riley Charles. Secara mengejutkan, Riley langsung mengklaim Megan sebagai istrinya. Kini, ketenangan hidup Megan sirna sepenuhnya karena ia terjebak dalam status baru sebagai nyonya di istana megah Riley yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin, gadis polos yang malang, harus menjadi penebus hutang ayahnya. Ia dipaksa menikah dengan Avram, konglomerat misterius yang terkenal kejam dan tertutup. Setelah sekian lama menderita akibat ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya, kini Lavira justru terperangkap dalam pernikahan dengan pria yang haus darah tersebut. Sanggupkah Lavira bertahan menghadapi takdir barunya bersama sang penguasa kegelapan?
Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.
Sampul Novel Of Love Trilogy
8.9
Hidup Ayana Ranisya hancur akibat beban utang yang ditinggalkan suaminya, Ares Adiswara. Namun, takdir mempertemukannya dengan Arga Arkhilendra, seorang miliarder yang sebenarnya telah bertunangan dengan Sheryl Claudia Wibowo demi bisnis. Sebuah ketidaksengajaan satu malam menumbuhkan benih cinta di hati Arga yang dingin. Kini, sang pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan aliansi kekuasaan bersama Sheryl atau mengejar ketulusan cintanya pada Ayana.
Sampul Novel Pernikahan Kedua: Cinta Tidak Buta
9.2
Nyawa Raisa terancam akibat rencana pembunuhan oleh suaminya sendiri. Setelah dituduh mandul, diselingkuhi, dan terus dihina, ia akhirnya bercerai demi bertahan hidup. Demi membalas dendam, Raisa memutuskan menikah kontrak dengan pria paling berpengaruh di kota tersebut. Namun, kesepakatan yang awalnya dingin itu berubah drastis ketika suami barunya justru memohon dengan sangat tulus agar Raisa bersedia mendampinginya untuk selamanya.