APKDock Logo
Sampul Novel Penyihir Terakhir

Penyihir Terakhir

8.3 / 10.0
Sebagai satu-satunya penyihir yang selamat dari pembantaian seabad lalu, Zephyr hidup terasing di puing-puing Elzir setelah diselamatkan oleh sihir teleportasi sepupunya. Namun, ketenangannya hancur ketika prajurit Kerajaan Elde datang memburunya karena dianggap sebagai ancaman fatal. Kini, Zephyr dihadapkan pada pilihan sulit: membalas dendam dengan memusnahkan manusia atau memilih jalan damai. Langkah yang ia ambil akan menentukan masa depan hubungan manusia dan sihir.

Penyihir Terakhir Bab 1

Penyihir, ya, penyihir.

Penyihir adalah ras tertinggi di antara manusia, memiliki kekuatan sihir yang berasal langsung dari dalam tubuh mereka, tanpa memerlukan tongkat atau buku sebagai medium.

Berbeda dengan manusia biasa yang memerlukan medium untuk menyalurkan energi sihir, penyihir dapat memanipulasi energi tersebut langsung dari tubuh mereka.

Penyihir tidak terikat oleh batasan usia seperti manusia pada umumnya, yang biasanya hanya hidup hingga 50 atau 60 tahun. Ketika seorang penyihir mencapai usia 20 tahun, mereka terbebas dari penuaan dan bisa hidup selama berabad-abad.

Secara fisik, penyihir hampir tidak bisa dibedakan dari manusia biasa. Mereka memiliki penampilan dan ciri fisik yang sama, dengan satu-satunya perbedaan yang terletak pada energi sihir yang mereka miliki.

Pada titik tertentu dalam kehidupan mereka, banyak penyihir memilih untuk mengembara atau hidup berdampingan dengan manusia biasa. Mereka sering membuka toko obat-obatan, menggunakan ilmu mereka untuk membantu manusia.

Manusia sangat bergantung pada para penyihir, sehingga mereka mengistimewakan para penyihir. Namun, para penyihir menolak perlakuan istimewa ini dan hanya ingin hidup berdampingan secara damai.

Penyihir memiliki aturan ketat dalam kehidupan mereka, salah satu yang paling penting adalah larangan menikah dengan manusia. Aturan ini muncul dari pengalaman pahit di masa lalu.

Pernah ada seorang penyihir yang menikah dengan manusia biasa. Saat manusia itu menua dan meninggal, penyihir tersebut tetap awet muda dan tidak menua sedikitpun. Rasa kehilangan yang mendalam membuat penyihir itu patah hati, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya, meninggalkan anak mereka yang setengah manusia dan setengah penyihir.

Beberapa tahun kemudian, manusia membentuk sebuah kekaisaran besar dengan menyatukan semua kerajaan di belahan timur yang diberi nama Kekaisaran Elde.

Kekaisaran ini kemudian mengusir para penyihir karena rasa iri terhadap kekuatan mereka. Tragedi ini mempertegas betapa pentingnya aturan yang telah dipegang teguh oleh para penyihir selama berabad-abad.

Para penyihir pun mengikuti langkah manusia dengan mendirikan Kekadipatenan yang diberi nama sebagai Kadipaten Elzir demi mempertahankan diri mereka dari keserakahan manusia yang mulai merusak alam.

Meski tidak sebesar Kekaisaran, Kadipaten ini cukup untuk menampung semua penyihir yang ada di dunia.

Kaisar pertama Elde kemudian memerintahkan para pejabatnya untuk mengambil upeti dari Kadipaten Elzir, awalnya Adipati penyihir memberi upeti pada manusia tapi lambat laun besaran upeti bertambah dan para penyihir merasa tertekan.

Para penyihir meminta pada Adipati mereka untuk bernegosiasi dengan manusia agar menurunkan biaya upeti untuk dibayar. Sang Adipati itu menyetujuinya, dia bergegas ke Kekaisaran Elde untuk bernegosiasi.

Namun ketika sampai di perbatasan antara Kekaisaran dan Kadipaten, Adipati melihat rombongan tentara dari Kekaisaran tengah berbaris rapih masuk ke dalam kota benteng di perbatasan itu.

Dia tidak menaruh curiga dan masuk ke dalam kota untuk bernegosiasi dengan pejabat lokal. Tapi ternyata di dalam kota itu ada Kaisar dari manusia yang sedang beristirahat, lalu dumulailah niatnya untuk bernegosiasi langsung dengan Sang Kaisar.

Kaisar tidak menerima negosiasi, dia mengancam jika para penyihir tak memberikan upeti maka akan dibantai.

Adipati penyihir tak tinggal diam, ia berusaha untuk menenangkan dan meredakan situasi yang menegang. Tapi sayangnya dia tidak berhasil.

Kaisar mengancam akan menusuk dan melenyapkan Adipati jika menolak, tentu saja Adipati tak bergeming. Ia paham betul jika tak ada satupun senjata buatan manusia yang mampu menyakiti para penyihir kecuali kekuatan penyihir itu sendiri.

Tiba-tiba, Kaisar menghunuskan pedangnya dan menusuk Adipati dengan gerakan cepat.

Jleb!

Pedang itu menusuk perut Adipati penyihir dan menembusnya, Adipati yang tak menyangka hal itu tak bisa berbuat apa-apa. Dia baru menyadari kalau manusia baru saja mengembangkan senjata yang dapat melenyapkan para pehihir.

Saat ia berusaha untuk memulihkan lukanya dengan sihir, pedang lainnya menusuk dadanya dan membuat Sang Adipati meninggal di tempat.

“Malam ini kita akan memburu para penyihir!”

Teriak Kaisar dengan keras dan disahut oleh semua prajuritnya yang ada di situ.

Dengan kematian Adipati Kadipaten Elzir, rencana pembantaian para penyihir oleh Kaisar menjadi mulus. Malam harinya, seluruh prajurit Kekaisaran dikerahkan untuk menyerbu wilayah Kadipaten Elzir tanpa sepengetahuan para penyihir.

Ribuan pasukan berkuda, ribuan ksatria, ribuan pemanah, dan puluhan ribu rakyat Kekaisaran ikut ambil bagian dalam serangan itu, berharap bisa menjarah barang-barang milik penyihir untuk diri mereka sendiri.

Tengah malam, ribuan pasukan Kekaisaran dengan baju zirah mengkilap menerjang masuk ke desa-desa penyihir. Para penyihir yang sedang terlelap terbangun dengan teriakan panik.

Bola api dan petir sihir beterbangan menghantam para penyerang. Namun, dengan senjata baru yang mereka miliki, prajurit Kekaisaran mampu menangkis dan menghancurkan serangan sihir tersebut.

Sebuah ledakan besar mengguncang desa saat beberapa prajurit menggunakan bom sihir yang mereka ciptakan khusus untuk menghancurkan rumah-rumah penyihir. Para penyihir muda berusaha melawan, namun satu per satu tumbang oleh senjata campuran antara emas dan perak yang mematikan.

Seorang penyihir tua berusaha melindungi anak-anak dengan perisai sihirnya, namun perisainya hancur oleh serangan bertubi-tubi dan dia pun tewas.

Di kesunyian malam, desa-desa penyihir di Kadipaten dibantai dan dibakar satu per satu. Teriakan dari para penyihir yang disiksa dan dibantai menggema, menambah horor malam itu.

Para penyihir yang terkejut mencoba melawan dengan sihir serangan mereka, tetapi sia-sia saja. Manusia telah diam-diam menciptakan senjata dari campuran emas dan perak yang dapat menghancurkan syaraf dan peredaran darah para penyihir, yang sebelumnya kebal terhadap senjata apapun.

Para penyihir yang melakukan perlawanan sia-sia kini lari tunggang-langgang demi menyelamatkan diri. Hingga akhirnya, pasukan besar manusia tiba di ibu kota Kadipaten Elzir.

Tak butuh waktu lama bagi Kekaisaran untuk meratakan ibu kota kadipaten. Semua penduduk yang tertangkap dibantai tanpa ampun, tak menyisakan satu nyawa pun.

Di tengah kekacauan, seorang bocah lelaki berlari di antara reruntuhan, diikuti oleh gadis yang mencoba melindunginya. Gadis itu melemparkan bola api dan petir ke arah prajurit yang mengejar, tetapi mereka terus mendesak maju.

Saat mereka terpojok, gadis itu dengan nekat melompat ke arah prajurit, menahan serangan tombak yang diarahkan pada bocah tersebut. Dia menjerit kesakitan namun berhasil melantunkan mantra terakhirnya, mengirim bocah itu jauh ke dalam hutan.

Prajurit Kekaisaran berhenti sejenak, terkejut dengan sihir yang dilancarkan gadis itu, namun segera kembali ke tugas mereka, membantai setiap penyihir yang mereka temui.

Seratus tahun kemudian.

Bocah lelaki yang kini telah dewasa kembali ke tempat asalnya. Dengan penuh dendam dan kepedihan, dia berjanji akan membalas dendam atas apa yang telah dilakukan manusia kepada kaumnya.

Hutan tempatnya berlindung menjadi saksi bisu dari tekad dan rencananya untuk mengembalikan kejayaan para penyihir dan menuntut keadilan bagi mereka yang telah dibantai.

“Inikah balasan dari kebaikan kaum kami pada kalian, wahai manusia?”

Dia bergumam, matanya menatap sisa-sisa kehancuran seratus tahun lalu dengan penuh dendam dan kepedihan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Penyihir Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah karya lukis legendaris menyimpan misteri kelam di balik keindahan goresan kuasnya. Kanvas ini bukan pajangan biasa, melainkan saksi sejarah yang sarat intrik mengerikan. Perlahan, asal-usul karya seni tersebut mulai terungkap, membangkitkan teror masa lalu yang siap menghantui setiap mata yang memandangnya. Kisah mencekam ini akan mengungkap rahasia dan jejak kelam yang selama ini tersembunyi rapat di balik estetika semu.
Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dulu dicampakkan karena miskin, Adnan kini kembali sebagai pria kaya setelah sepuluh tahun berlalu. Ia bertekad membalas rasa sakit hatinya pada sang mantan kekasih yang dulu memilih pergi demi lelaki kaya. Namun, Adnan terkejut saat mengetahui wanita itu kini justru menjadi wanita panggilan demi bertahan hidup. Di balik kondisi tragis sang mantan, rahasia apa yang sebenarnya tersimpan? Akankah Adnan tetap tega melanjutkan rencana balas dendamnya?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Ketika Suami Membagi Cinta
7.9
Enam tahun membina rumah tangga karena kesalahan masa lalu, Arunika Selvara harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya, Davin Albrecht, menaruh hati pada Selina. Keretakan pernikahan mereka kian nyata saat putri mereka, Mireya, mulai lebih dekat dengan Selina. Meski mencintai wanita lain, Davin menolak bercerai. Di tengah rasa sakit, Arunika memilih pasrah dan menarik diri. Namun, keputusan Arunika untuk menjauh justru menyadarkan Davin bahwa ia tidak bisa hidup tanpa istrinya.
Sampul Novel Preman Cantik dan Sang Penguasa
9.7
Jiwa seorang preman cantik terbangun di tubuh Mira Roselin, putri konglomerat manja yang dahulu tewas. Sebelumnya, Mira selalu mengemis cinta dari tunangannya yang berkuasa dan dingin. Kini, dengan jiwa baru yang tangguh, ia menolak tunduk dan tidak akan lagi mengejar cinta pria tersebut. Perubahan drastis ini justru berbalik membuat sang tunangan penguasa yang kini harus berlutut demi mendapatkan perhatiannya.
Sampul Novel Selingkuhan Suami
8.0
Rumah tangga Vee hancur akibat perselingkuhan Damar dengan asisten rumah tangga mereka. Namun, penderitaan Vee tidak berhenti setelah perceraian; teror dari istri baru mantan suaminya itu justru merenggut sosok yang sangat ia cintai. Didampingi sahabatnya, Vee pun bangkit untuk membongkar kedok kejam mantan pembantunya tersebut. Mampukah ia mengungkap kebenaran? Bagaimana pula reaksi Damar saat menyadari dalang pengkhianatan yang sesungguhnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan