APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami

Penyesalan Cinta Terdalam Mantan Suami

Tepat pada hari ulang tahun ke-27 sekaligus peringatan pernikahan ketiga mereka, Felisha menerima kejutan pahit dari suaminya, Zarend Richardy. Bukan hadiah manis, melainkan selembar surat cerai yang disodorkan pria itu. Zarend menandatanganinya dengan dingin demi menuruti keinginan Valerie yang keras kepala. Baginya, perceraian ini hanyalah formalitas belaka agar Valerie mau menerimanya kembali. Felisha kini harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya meminta tanda tangannya tanpa rasa bersalah.
Bab
Bagikan

Bab 7

Zarend menendang pintu dengan keras, lalu mengangkat Valerie ke dalam pelukannya dengan tangan gemetar. "Val, jangan takut. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit."

Felisha membuka mulutnya, berniat menjelaskan sesuatu. Namun, Zarend langsung membawa wanita di pelukannya keluar. Saat melewatinya, bahunya pun menabrak Felisha dengan keras.

Felisha kehilangan keseimbangan, terhuyung beberapa langkah ke belakang. Zarend tampak tidak menyadarinya, hanya sibuk menenangkan wanita di pelukannya.

Meskipun tanpa satu kata pun, Felisha bisa merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Dia bahkan tidak tahu bagaimana dia sampai di rumah sakit. Saat menemukan ruang operasi tempat Valerie berada, Zarend sedang menunggu di luar, wajahnya jelas terlihat tegang.

Tampaknya, Zarend benar-benar menyukai Valerie. Felisha tidak mengatakan apa pun. Dia duduk diam di sisi lain kursi, menunggu hasil operasi.

Koridor rumah sakit begitu sunyi. Dua orang yang dulunya begitu dekat, kini seolah-olah terpisah oleh galaksi yang tak terlintasi. Yang tersisa di antara mereka hanya keheningan.

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Zarend mengangkat kepala. Matanya memerah, suaranya serak. "Felisha, aku sudah janji padamu kalau posisi Nyonya Richardy hanya akan menjadi milikmu. Satu-satunya wanita yang kucintai juga cuma kamu. Kenapa kamu masih tega menyakiti Valerie?"

Tujuh tahun bersama, Felisha terlalu mengenal Zarend. Sekarang, dia sedang berada di ambang kemarahan.

Terakhir kali Zarend semarah ini adalah ketika Felisha cedera saat syuting. Zarend melampiaskan amarahnya ke seluruh kru film. Namun kali ini, demi kekasihnya, yang menjadi sasaran amarah adalah dirinya. Ironis sekali.

Felisha menunduk, menelan rasa perih yang memenuhi dadanya. "Aku nggak mendorongnya. Dia yang sengaja menjebakku."

Zarend terkekeh-kekeh, jelas tak memercayainya. "Fel, sejak kapan kamu juga belajar cara wanita rebutan perhatian pria? Apa yang kuberikan padamu masih kurang? Posisi Nyonya Richardy, cintaku, semua sudah milikmu. Aku cuma main-main dengan Valerie, kenapa kamu nggak bisa terima?"

Main-main? Hanya mencintaimu? Mendengar kata-kata itu, Felisha tertawa kecil. Tawa yang pelan, tetapi ujung matanya mulai memerah. "Zarend, kalau terlalu sering berbohong, kamu sendiri lama-lama juga akan percaya, 'kan? Coba kamu pegang dadamu sendiri dan jawab jujur, apa kamu masih mencintaiku?"

Kalau mencintainya, kenapa terus mencari wanita lain di luar sana? Kalau mencintainya, kenapa membiarkan wanita lain mengandung anaknya? Kalau mencintainya, kenapa tidak ada sedikit pun kepercayaan?

Melihat kehampaan di mata Felisha, Zarend tertegun. Amarahnya sedikit mereda. Dalam hatinya, dia berpikir Felisha hanya terlalu mencintainya, hanya sedang cemburu. Sebulan ini dia memang terlalu sibuk dengan Valerie, mungkin memang sudah mengabaikan perasaan Felisha.

Zarend berdiri, menarik Felisha ke dalam pelukannya. "Fel, sabar sedikit lagi. Kalau aku sudah bosan dengan wanita di luar sana, aku pasti akan kembali padamu. Saat itu, apa pun yang kamu mau lakukan, aku akan menemanimu."

Kata-kata yang sama, janji kosong yang sudah terlalu sering dia dengar.

Felisha mendorongnya menjauh, suaranya datar. "Nggak perlu."

Karena mereka sudah resmi bercerai, Felisha tidak perlu menunggu lagi. Apa pun yang ingin dia lakukan ke depan, bisa dia lakukan sendiri.

Zarend hanya mengira dia masih marah. "Soal Valerie, aku akan minta dia untuk nggak menuntutmu lagi. Tapi setelah dia sadar, kamu harus minta maaf padanya."

Felisha nyaris tak percaya dengan apa yang dia dengar. Zarend menyuruhnya meminta maaf? Atas dasar apa? Dia tidak bersalah.

Baru saja dia ingin membantah, pintu ruang operasi terbuka. Seorang perawat berlari keluar dengan wajah panik. "Pak Zarend, pasien mengalami pendarahan hebat. Kami butuh darah golongan A segera!"

Zarend langsung mengeluarkan ponselnya, menelepon sekretaris, dan memerintahkan untuk mengirim semua stok darah A dari seluruh kota ke rumah sakit.

Melihat wajahnya yang cemas, Felisha seolah-olah kembali ke tahun di mana dia pernah kecelakaan saat syuting. Saat itu, Zarend yang gugup, melindunginya dengan tubuhnya sendiri, sampai dia selamat dan Zarend pingsan karena kelelahan.

Felisha menggulung lengan bajunya, menyodorkan tangan pada perawat. "Golongan darahku A. Pakai darahku dulu."

Mendengar itu, tatapan Zarend menjadi rumit. Bibirnya sempat bergerak, ingin bicara, tetapi dia akhirnya diam.

Felisha tak peduli reaksinya, mengikuti perawat masuk untuk diambil darahnya. Setelah 800 mililiter, akhirnya berhenti.

Wajah Felisha memucat, bibirnya nyaris tanpa warna. Dia menekan luka kecil di lengannya, berjalan pelan ke arah Zarend, lalu tersenyum lega. "Sekarang aku nggak berutang apa pun lagi padamu ...."

Tujuh tahun lalu, dia pernah diselamatkan oleh Zarend. Sekarang, dia sudah membayar jasa itu.

Namun, Zarend justru mengira Felisha merasa bersalah karena telah mendorong Valerie dan ingin menebus kesalahannya. Tatapannya melembut, muncul rasa iba dalam hatinya. "Fel, pulanglah dulu dan istirahat. Setelah Valerie membaik, aku akan pulang menjengukmu."

Felisha tidak menjawab. Dia hanya berbalik, menyeret langkah lemahnya meninggalkan tempat itu.

Entah mengapa, melihat punggungnya yang menjauh membuat dada Zarend terasa sesak. Dia ingin memanggilnya, tetapi lampu ruang operasi padam. Dia harus bertanya dulu pada dokter tentang kondisi Valerie.

Ketika dia menoleh lagi, Felisha sudah menghilang.

Sesampainya di rumah, Felisha mengeluarkan koper yang sudah lama disiapkannya, menariknya ke dekat pintu. Dia mengambil surat cerai dari tasnya, meletakkannya di atas rak sepatu. Kemudian, dia merobek selembar kertas dan menulis pesan terakhir untuk Zarend.

[ Zarend, kisah tentang kita berdua hari ini resmi tamat. Mulai sekarang, tak akan ada pertemuan lagi. ]

Dia meletakkan kertas itu di bawah akta cerai, lalu menatap rumah yang telah dia tinggali selama tujuh tahun untuk terakhir kalinya.

Semua cinta dan benci selama tujuh tahun, berakhir hari ini. Felisha akan melangkah menuju kisah baru dalam hidupnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B80548" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B80548
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Hari Menuju Akad
9.3
Kania Salsabila menghadapi dilema berat di usia 27 tahun akibat perjodohan sepihak dengan seorang ustadz pilihan orang tuanya. Padahal, cintanya hanya milik sang sahabat, Aryaguna Wiratmaja, pelindung setianya. Kania akhirnya bersedia patuh dengan satu syarat: ia meminta waktu 180 hari bersama Arya. Namun, kebersamaan intens tersebut justru membuat Kania kian sulit merelakan sosok Arya demi melangkah ke pernikahan yang terpaksa ia jalani.
Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Istri pengganti Tuan Bramasta
9.6
Pelita Abadisyara terpaksa menikahi Bramasta Prayoga, pria yang semula akan menjadi kakak iparnya. Kecelakaan tragis yang dialami sang kakak tiri, Anggun, seketika mengubah jalan hidup Pelita. Demi menuruti kehendak keluarga, ia terpaksa menggantikan posisi Anggun di altar pernikahan. Kini, Pelita harus menjalani kehidupan rumah tangga yang tak pernah ia duga sebelumnya bersama sosok suami yang terasa asing baginya.
Sampul Novel Terpaksa Menikah Karena Hutang
9.4
Demi menyelamatkan orang tuanya dari jerat hukum, Almeta Nathania terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan pria kaya bernama Danny Addison untuk melunasi utang keluarganya. Almeta harus mengorbankan kebebasannya dan masuk ke dalam lingkaran rumah tangga tanpa cinta. Kini, ia harus menghadapi sikap Danny yang sangat kasar dan penuh tekanan emosional. Akankah ketabahan Almeta mampu bertahan menghadapi cobaan berat ini?
Sampul Novel The Confidential : Love And Ravange
9.3
Sejak menempati kediaman barunya, Keysia terus didera teror mengerikan dan rangkaian kematian misterius. Berbagai rahasia sengaja disembunyikan darinya, memaksa Keysia untuk memecahkan teka-teki rumit demi mengungkap kebenaran yang terkubur. Di tengah situasi yang mengancam nyawa, ia juga harus menghadapi pergulatan batin antara perasaan cinta dan hasrat menuntut dendam. Mampukah Keysia bertahan melewati perjalanan emosional yang penuh ketegangan ini?