APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran

Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran

Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dalam perjalanannya menuju gunung es, lelaki tanpa pakaian itu berhenti sebentar di atas pohon. Dia menatap gunung es yang kurang lebih berjarak 20 kilometer lagi. Gunung es tersebut menjulang tinggi dan menembus awan hitam yang selalu berotasi di atasnya.

Memasukan energi roh lebih banyak ke tubuh fisik dia kembali melanjutkan perjalanannya.

Mengkombinasikan energi roh dengan energi fisik adalah kemampuan dasar seorang ahli beladiri. Mereka melakukan hal tersebut untuk meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan mengurangi penggunaan energi fisik murni agar tidak cepat kelahan.

Sesampainya memasuki kawasan hutan mati. Walaupun di tanah terlihat berlumpur dan mengandung banyak air. Tapi hanya eksistensi seperti monster kuat yang akan ada di sana. Kawasan hutan mati meliputi radius 15 kilometer dari gunung es. Tumbuhan maupun hewan buas sekalipun tidak bisa bertahan hidup di sana.

Lelaki tersebut menatap beberapa monster yang berada di lintasannya. dia lalu berlari ke depan dan menghajar mereka secara membabi buta.

Sebagian dari monster tersebut lari setelah melihat betapa kuatnya lelaki itu.

Dia tersenyum puas lalu memandangi tangannya dengan penuh percaya diri.

"Ini benar-benar menakjubkan. Aku mengalahkan mereka dengan tangan kosong. Tidak salah menyebut diriku dewa."

Dia kemudian kembali berlari hingga mencapai gunung es. Ada lubang kecil di sana, lelaki itu masuk dan berhenti di depan sebuah pedang yang tertancap di dalamnya. Tanpa menggunakan banyak tenaga dia mencabut pedang tersebut dengan sangat mudah.

"Ini buruk!" ucapnya, wajah masam tidak bisa hilang dari ekspresinya.

Saat dalam perjalanan kembali pulang menuju dimana Tanya beristirahat. Lelaki tersebut mendengar teriakan beberapa manusia. Dari arah sumber suara tersebut, burung-burung menjauh. Dia cepat bergegas ke sana dengan niatan mengetahui apa yang terjadi. Tapi, semuanya terlambat. Lusinan mayat terkapar di berbagai tempat.

"Apa kau pelakunya?" tanya lelaki tersebut sambil mendongak menatap monster di hadapannya.

Monster hanya mengaum dengan keras. Walaupun tidak memiliki taring yang panjang. Tapi ia memiliki kulit tebal dan tanduk tumpul yang bisa merobohkan sebuah pohon. Kemungkinan besar mayat-mayat itu mati karena ditanduk.

"Jangan menatapku seperti itu. Kau terlalu arogan untuk menentang seorang dewa!" ucapnya.

Lelaki tersebut menghindari serangan monster itu dan mencari celah untuk memukul tengkuknya. Detik berikutnya ia memegang kepala bertanduk tersebut dan memasukan energi roh ke dalamnya. Setelah menjauh kepala monster tersebut meledak.

Saat memeriksa satu persatu manusia-manusia yang terbaring. Tidak ada satupun di antara mereka yang masih memiliki napas. Dia memutuskan untuk mengambil beberapa pakaian mereka dan bergegas pergi.

***

Cukup lama Tanya menunggu namun lelaki tampan yang mengaku dewa itu tidak kunjung datang. Dia tidak berani menginjakkan kaki ke luar karena baru saja terdengar suara menyeramkan dari sana. Tanya segera menyembunyikan badannya di balik balok es saat langkah kaki terdengar semakin mendekat.

Walaupun dewa itu berjanji untuk kembali lagi. Tapi dia khawatir suara tersebut berasal dari orang-orang yang mengejarnya sampai ke hutan. Saat terlihat siluet laki-laki berpakaian serba hitam, Tanya menahan napas agar tidak bersuara. Namun dia langsung menghela napas lega ketika wajah itu dia lihat.

"Dari mana kau dapatkan pakaian dan pedang itu?"

Tanya berdiri menampakkan diri dengan nada menginterogasi.

"Aku rasa kamu juga mendengarnya. Seekor monster mengamuk tidak jauh dari sini. Saat aku ke sana beberapa manusia sudah terkapar tidak bernyawa. Karena aku tidak memiliki pakaian. jadi aku mengambil milik mereka. Dan soal pedang, aku mengambilnya di gunung es," jelas dewa tersebut, berikutnya dia melemparkan kain ke arah Tanya.

"Pakailah!"

"Tidak!" Tanya membuang pakaian itu dengan jijik. "Kamu pasti bercanda menyuruhku memakai pakaian bekas mayat. Apalagi orang-orang itu yang mengejar aku ke sini untuk menghabisi ku. Sekali lagi aku tegaskan aku tidak akan memakainya!"

Lelaki tampan itu menghembuskan napas. Seharusnya Tanya memikirkan keadaan tubuhnya sekarang. Bukan hal kecil semacam itu terlebih dahulu.

"Baiklah kalau kau tidak mau. Tapi jangan salahkan aku kalau sampai kau mengandung anakku. Kau terlalu menggoda untuk itu."

"Heh!" Mata Tanya melotot, dia berpikir sejenak dan memahami yang lelaki itu katakan, dia segera menyilangkan tangan di dada. "A-apa kau melihatnya? Aku akan membunuhmu kalau berani macam macam. Aku akan memakai i–itu ... jadi cucikan terlebih dahulu!"

"Mencuci? Apa kamu baru saja menyuruh seorang dewa mencuci?"

"Aku tidak peduli apakah kau seorang dewa atau semacamnya. Lakukan perintahku!" ucap Tanya dengan angkuh.

Detik berikutnya, Tanya merasakan teror menakutkan. Bulu kuduknya naik saat lelaki itu melepas auranya. Tanya seperti sedang dipaksa untuk menundukkan kepala.

"Jangan mengatakan hal semacam itu. Hanya ada satu orang yang boleh memerintahku!" bentak Dewa itu memperingatkan, dia menghapus seluruh kebaikan di ekspresinya.

"Haaaaaaaaa!" Tanya berteriak dan itu membuat lelaki tersebut sedikit tersentak. "Ayah! hiks hiks hiks," rengek Tanya sambil terisak.

Lelaki itu mencolok telinganya sendiri dengan jari kelingking.

"Hei ... bisakah kah kamu diam?" Dia menatap Tanya dengan masam. "Berapa umurmu?"

"Enam belas tahun hiks!"

"Diamlah! kalau kamu menutup matamu dengan tangan. Lalu apa yang bisa menghalangi mataku ke dadamu?" Nada suara dewa itu mulai menurun dan masuk ke telinga Tanya. Dia juga menjadi enggan memancarkan aura seorang tirani lagi mengingat reaksi Tanya.

Tanya membeku karena cepat sekali dewa tersebut mengganti ekspresinya yang dingin menjadi santai. namun, Dia cepat-cepat menutup dadanya menggunakan tangan saat sadar dengan perkataan itu. Nyatanya dia lupa ada sobekan di sana, ia merasa orang di depannya benar-benar kurang ajar.

"A-aku akan membunuhmu!" Mata Tanya yang masih sembab menatap dewa tersebut dengan marah. Ledakkan amarah itu membuat suaranya sedikit meninggi. "Da-dasar mesum!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan bertekad menguak misteri tewasnya sang kakak, Helena, satu dekade lalu. Bermodalkan buku harian, ia pergi ke Jazmore, tetapi malah terlempar secara misterius ke tahun 1945. Di hutan belantara masa lalu, Megan bertemu dengan Alpha Eden, pemimpin werewolf yang sangat tangguh. Terjebak di era asing, ia harus berhadapan dengan sihir dan kutukan kuno, sekaligus menerima takdir sebagai mate sang Alpha. Mampukah Megan mengungkap rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010?
Sampul Novel Ann The Innocent
7.8
Hidup Ann Arthurian, gadis jenius yang malang, penuh penderitaan akibat rundungan di asrama setelah neneknya tiada dan ayahnya dituduh membunuh ibu angkatnya. Nasibnya berbalik saat seorang putra mafia menemukan buku miliknya. Ann kemudian bergabung dengan tim ilmuwan untuk memecahkan kode rahasia negara. Di tengah misi krusial tersebut, misteri kelam tentang asal-usul keluarganya yang sebenarnya mulai terbongkar satu demi satu.
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Chasing Vampire
9.1
Julian Donyoung, vampir berumur dua ratus tahun, berkelana demi menuntut balas atas kematian ibunya sejak perang klan 1822. Sangat antipati pada manusia, takdir malah membuatnya terpikat oleh Elena Karenina yang ceroboh. Konflik membara ketika terungkap bahwa Elena adalah keturunan klan Oyster, musuh bebuyutan Julian. Akankah cinta mereka bertahan, ataukah dendam lama ini kembali memicu pertumpahan darah baru di antara kedua kekasih tersebut?
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia
8.7
Di Almekia, kerajaan futuristik yang dikuasai seorang ratu, Pangeran Jasper menyimpan rasa penasaran mendalam tentang mendiang ayahnya. Identitas sang raja sengaja dirahasiakan rapat oleh pihak istana. Demi mengungkap kebenaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar hukum kerajaan. Meski kini berstatus buronan dan menghadapi berbagai bahaya, mereka terus berjuang menembus misteri besar yang menyelimuti Almekia.