APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengasih Kesayangan CEO

Pengasih Kesayangan CEO

Sekembalinya dari Hongkong, Maya harus menghadapi kenyataan pahit saat kekasihnya menikahi adiknya. Kemarahan sang ayah membuatnya diusir karena statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah keputusasaan setelah nyaris menjadi korban pemerkosaan, nasib menuntunnya bekerja merawat kakek dari keluarga kaya. Di sana, ia bertemu Jonatan yang kemudian jatuh cinta padanya. Walau mendapat penolakan keras dari ibu Jonatan, hubungan mereka tetap bertahan hingga akhirnya bersatu di pelaminan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Maya tampak tergopoh-gopoh masuk rumahnya. Rumah yang ditinggalkan selama tiga tahun itu sudah banyak berubah. Yang dulu berupa bangunan dari kayu bambu, kini sudah berupa tembok yang kokoh.

"Bapak, Ibu, ada apa ini kok ramai sekali?" teriaknya saat turun dari ojek online yang ia tumpangi. Membawa satu koper besar dan satu koper kecil yang diseretnya.

Tampak seorang perempuan menemuinya. Mengenakan kebaya dan kain panjang khas orang desa. "Syukurlah kamu sudah sampai. Adikmu sebentar lagi menikah," ujar ibu Maya, yang bernama Sumirah.

"Apa? Ibu kok tidak bilang kemarin. Tahu begitu kan aku bisa belikan kado yang istimewa," ujar Maya.

"Ibu juga lupa. Kamu datang itu sudah kado istimewa buat adikmu," ujar ibu lagi.

"Baiklah. Di mana kamarku?" tanya Maya .

"Itu di sebelah kiri, nomor dua dari depan," ujar Sumirah. Ia menunjuk sebuah kamar dengan tirai warna biru.

Maya segera menyeret kopernya ke sana. Penerbangan hampir empat jam dari Hongkong ke Indonesia cukup melelahkan. Belum lagi jalan darat delapan jam yang harus ia tempuh untuk sampai ke kampung halamannya.

"Aku akan mebersihkan diri, habis itu tidur," ucap Maya dalam hati.

Setelah meletakkan koper, Maya segera menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur. Beberapa tetangga yang ia lewati menyalami Maya. Biasa, di kampung begitu setiap orang yang baru datang harus menyalami orang yang ditemui. Anehnya, tidak hanya menanyakan kabar. Tapi mereka juga banyak yang menasehati Maya untuk bersabar.

"Baru pulang Mbak Maya? Yang sabar ya," ujar bude Sumi, kakak bapak Maya.

"Pasti bawa oleh-oleh banyak ya Mbak? Mbak mandi dulu habis itu makan, biar kuat menghadapi kenyataan," ucap bulik Sarmi, adik ibu.

"Bulik ini ada-ada saja. Bisa guyon kekinian. Kenapa tidak sekalian, agar silaturahmi tidak putus, boleh pinjam seratus," canda Maya.

"Akh Mbak Maya ini, pinter bercanda. Selalu ceria. Semoga apapun yang terjadi nanti Mbak Maya selalu ceria," tambah lik Yanah, tetangga ibu Maya.

"Sarah di mana sekarang?" tanya Maya mengenai adiknya.

"Kan lagi dirias, habis ini ijab qobul," jawab bulik Sarmi.

Setelah mandi, Maya kembali ke kamar dengan menggunakan handuk kimono. Ia segera berganti baju. Ia memilih baju warna peach untuk acara ijab qobul adiknya. Berdandan tipis agar terlihat lebih segar.

"Maya, ayo makan dulu. Kamu pasti belum sarapan." Bulik Sarmi membawakan sepiring nasi ke kamar Maya.

Kenapa bukan ibuku yang perhatian seperti ini kepadaku? batin Maya dalam hati.

"Terima kasih Bulik," ujar Maya. Namun bulik Sarmi sudah berlalu dan kembali ke dapur.

Setelah Maya makan, tampak rombongan pengantin pria sudah datang. Semua orang menyambut dengan suka cita. Demikian juga Maya. Meskipun ia tidak tahu calon suami adiknya tidak masalah. Meskipun ia dilangkahi adiknya yang menikah duluan, juga tidak masalah. Melihat Sarah bahagia itu sudah cukup.

Maya menuju kamar adiknya. Sejak datang ia belum menemui adiknya.

""Sarah, akhirnya kamu yang duluan dapat jodoh. Selamat ya Dik," ujar Maya.

Anehnya adiknya hanya menjawab dengan anggukan. Tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Apalagi kata sambutan selamat datang. Padahal mereka sudah berpisah selama tiga tahun.

Sarah diiringi MUA keluar dari kamarnya menuju ke tempat pengantin pria yang sudah menunggu. Acara ijab ini akan dilangsungkan di sebuah masjid desa tidak jauh dari depan rumahnya. Hanya sedikit menyeberang jalan.

Sedangkan Maya sendiri baru menyusul beberapa saat kemudian. Sayang saat akan menyeberang jalan itu, Maya kurang hati-hati. Sebuah mobil mewah melintas. Maya hampir saja ditabrak mobil tersebut. Untung hanya bagian kakinya yang sedikit terluka jatuh terbentur aspal jalan.

Seorang pemuda turun dari kemudi. Mengenakan kacamata hitam. Dari penampilannya terlihat dia bukan warga desa tersebut. Mungkin pendatang yang kebetulan lewat.

"Hai kalau nyeberang hati-hati! Untung saja saya jalannya pelan," teriak pemuda tersebut dengan berkacak pinggang

"Hai Sombong. Ada orang jatuh malah dimarahi, tidak ditolong," sahut Maya balik.

"Namaku bukan Sombong, tapi Jonathan. Kamu jatuh karena kecerobohanmu sendiri, ya bangun sendiri dong," teriak pemuda tersebut tidak mau kalah.

"Awas ya kalau lewat sini lagi, aku bawakan golok!" ancam Maya.

Jonathan hanya menyeringai.

Maya segera bangkit dari jatuhnya. Ia merasakan sedikit memar pada lututnya yang terkena aspal. Ia kembali pulang, untuk berganti baju yang sedikit robek di bagian lututnya.

Melihat Maya tidak terluka serius, pemuda tersebut masuk ke mobil dan menjalankan kembali mobilnya. Warga yang menyaksikan kejadian itu juga kembali dengan aktivitas masing-masing. Sebagian menuju masjid untuk menyaksikan acara ijab qobul.

Sementara itu, saat Maya kembali pulang, acara ijab qobul pernikahan Sarah dan Agung sedang berlangsung di masjid.

"Baik, kita mulai ya acara ijab qobul pagi ini. Ananda Agung sudah siap?" tanya penghulu.

"Sangat siap!" terdengar suara pengantin pria, Agung.

Sarah berdampingan dengan Agung menghadap penghulu di depan meja. Di samping penghulu ada ayah Sutrisno dan ibu Sumirah di sisi lainnya.

"Baik ikuti kata-kata saya," ujar penghulu.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Agung Firmansyah bin Sucipto dengan Sarah Febriyanti binti Sutrisno dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang Rp 10 juta rupiah dibayar tunai."

"Saya terima nikahnya Sarah Febriyanti binti Sutrisno dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ujar Agung.

"Bagaimana para saksi dan hadirin semua?" tanya penghulu.

"Saaaaaah!" ujar para hadirin yang menyaksikan acara ijab tersebut.

"Kurang ajar!" teriak Maya yang baru tiba di lokasi mengagetkan semuanya. Betapa kagetnya ia saat mengetahui pemuda yang menikahi adiknya adalah pacarnya sendiri.

Ia berjalan mendekati Agung. Mencengkeram kerah baju Agung dan menarik ke arahnya

Agung membiarkan saja ulah barbar mantan pacarnya tersebut. Sedangkan Sarah hanya terbengong kaget melihat aksi kakaknya tersebut.

Suasana menjadi gaduh. Para hadirin bergumam tidak jelas. Ada yang menyalahkan Maya, namun juga banyak yang mendukung.

"Jadi begini ya balasan usahaku sampai ke luar negeri untuk cinta kita?" teriaknya masih mencengkeram kerah baju Agung.

Bulik Sarmi yang duduk di belakang tergopoh-gopoh mendekati Maya. Dia peluk keponakannya tersebut dengan iba.

"Mbak Maya tenang Mbak. Ayo kita pulang," bulik Sarmi memeluk Maya.

Tangis Maya pecah. Semua orang memandangnya. Ada yang memandang iba, ada yang memandang mencibir karena telah merusak suasana khidmat ijab adiknya sendiri.

Maya mengikuti bulik Sarmi yang menggandengnya mengajak pulang. Dia dibawa ke kamar. "Sudah kukatakan, Maya harus bersabar," ucapnya.

"Kenapa tidak ada yang bilang dari awal. Biar aku lebih siap Bulik," ujar Maya masih menangis sesenggukan di atas kasur. Ia menutup wajahnya dengan bantal.

Tidak lama kemudian datang Sarah bersama Agung suaminya.

"Apa maksud Mbak membuat kekacauan di hari bahagiaku? Mbak tidak terima mas Agung jadi suamiku? Salah Mbak sendiri mengapa punya pacar ditinggal pergi jauh," ujar Sarah.

Kemarahan Maya semakin membuncah. "Cih begini balasanmu sebagai adik? Dasar adik durhaka!" teriak Maya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kisah masa SMA di sekolah 15 menyuguhkan keseruan tiga sahabat yang penuh aksi konyol dan tawa. Setiap hari, mereka menghadapi berbagai peristiwa absurd yang mewarnai fase remaja. Menariknya, petualangan jenaka ini diadaptasi langsung dari kisah nyata sosok Vlomontleus. Melalui dinamika persahabatan yang tulus dan penuh kejutan, cerita ini menghadirkan potret kehidupan anak muda masa kini yang sangat nyata dan dekat dengan keseharian pembaca.
Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Pascaserangan brutal tiga pemuda di Gunung Lawu, Alana yang sekarat di dasar jurang diselamatkan oleh Arga. Penyelamatnya adalah eks anggota Kopassus yang kini menjadi buronan di hutan tersebut. Selagi memulihkan trauma dan luka fisiknya, Alana bimbang untuk membalas dendam atau menata ulang hidupnya. Kedekatannya dengan Arga yang berwatak keras namun sangat protektif lambat laun menumbuhkan perasaan baru yang tak terduga di antara mereka.
Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius
9.7
Yuvina pulang ke keluarganya sebagai pewaris sah yang tersisih. Pengorbanan identitas dan karyanya demi sang saudari angkat justru dibalas dengan sikap abai. Merasa dikhianati, ia memutus hubungan batin dan bangkit menjadi sosok jenius. Kini, Yuvina menguasai bela diri, dunia medis, desain, hingga delapan bahasa asing. Berbekal kemampuan luar biasa ini, ia bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merendahkannya lagi. Pembalasan sang pewaris telah dimulai.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?
Sampul Novel MERMAID AS ALPHA'S DESTINY
9.5
Demi menyelamatkan kaum werewolf dari kepunahan, Billy sang calon raja harus mencari Catalina, reinkarnasi putri duyung Althaia. Takdir menyatukan mereka di dunia modern, namun cinta mereka terhalang rintangan mematikan. Billy membutuhkan Catalina untuk mendapatkan kekuatan, tetapi hubungan fisik dapat merenggut nyawa Catalina jika ia terlambat kembali ke air. Di bawah ancaman vampir dan monster, keduanya harus berjuang bersatu demi klan tanpa saling mengorbankan.