APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam

Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam

Sephia terjebak dalam pernikahan paksa dengan Elandro Varela, seorang pewaris tak berbelas kasih. Hubungan ini bermula saat Sephia harus mengurus ibu Elandro setelah kecelakaan tragis. Alih-alih membina rumah tangga, Elandro memakai ikatan tersebut untuk melampiaskan dendamnya. Bagi Sephia, pernikahan ini adalah hukuman dan penjara emas penuh kebencian. Di tengah perang dingin yang menyiksa, sanggupkah Sephia bertahan, atau justru hancur oleh amarah Elandro?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sephia duduk di ruang makan besar yang tampak megah, dengan jendela-jendela tinggi yang menghadap ke halaman belakang rumah mewah milik keluarga Varela. Cahaya matahari sore menembus masuk, menciptakan bayang-bayang lembut di lantai marmer yang dingin. Di depannya, hidangan makan malam telah siap disajikan, namun ia tak tertarik. Semua itu tampak seperti gambaran kehidupan orang lain-bukan miliknya.

Elandro belum kembali, namun Sephia tahu bahwa ia akan segera datang. Wanita yang melayani di rumah ini, bernama Camille, memberinya panduan singkat tentang segala hal yang perlu dilakukan, namun Sephia merasa terasing. Seakan ada jurang yang membentang jauh di antara dirinya dan kehidupan yang terpapar di depan matanya.

Sebelum kejadian itu, ia selalu merasa hidupnya cukup normal. Meskipun sederhana, kehidupannya penuh dengan kebahagiaan yang kecil. Namun sekarang, ia merasa seperti seorang tahanan yang tak tahu kapan akan dibebaskan, atau bahkan apakah kebebasan itu masih mungkin. Semua pilihan tampak hilang, dan yang ada hanyalah kewajiban yang tak terhindarkan.

"Apakah kamu sudah makan, Nona?" tanya Camille, dengan nada suara lembut yang memecah keheningan.

Sephia mengangguk pelan, meski kenyataannya ia sama sekali tidak merasa lapar. "Ya, terima kasih," jawabnya, suaranya lemah dan hampir tidak terdengar.

Camille tersenyum kecil, lalu pergi. Namun langkahnya sempat terhenti di pintu. "Nona, saya tahu ini sulit, tapi percayalah, Anda tidak sendirian di sini." Camille mengangguk singkat sebelum melanjutkan keluar.

Sephia menghela napas panjang, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Rumah ini begitu megah, namun terasa kosong dan dingin. Setiap sudutnya tampak seperti sebuah pameran kemewahan, tak lebih dari sekadar lapisan yang menutupi kenyataan pahit yang tersembunyi. Ia teringat akan kata-kata Elandro, kata-kata yang mengikat hidupnya pada sebuah takdir yang tidak pernah ia pilih.

Tiba-tiba, suara langkah kaki yang berat terdengar mendekat. Sephia menegang, dan tanpa bisa menahan diri, ia berbalik untuk melihat siapa yang datang.

Elandro berdiri di ambang pintu ruang makan, mengenakan jas hitam yang membuatnya terlihat lebih tinggi dan lebih menakutkan. Wajahnya yang keras, dengan mata tajam yang seolah menembus setiap lapisan emosi, menatapnya tanpa ekspresi.

"Apakah Anda merasa nyaman?" tanyanya, suaranya datar, tidak ada kehangatan di dalamnya.

Sephia menunduk, berusaha menyembunyikan kegelisahannya. "Tidak... belum terbiasa," jawabnya jujur, tanpa berpikir.

Elandro melangkah masuk, mendekat ke meja makan, lalu duduk di ujung yang berlawanan dari tempat Sephia duduk. "Tidak perlu terbiasa. Ini rumah Anda sekarang. Anda tidak punya pilihan selain beradaptasi." Kata-katanya datar, tidak ada nada empati. Semua yang keluar dari mulutnya seperti keputusan yang sudah final, tak dapat diganggu gugat.

Sephia menatapnya dengan tajam, merasa marah dengan sikapnya yang dingin. "Saya hanya... tidak mengerti kenapa saya harus terjebak dalam situasi ini. Ibu saya sudah menderita cukup banyak, dan kini saya dipaksa menjadi bagian dari... semuanya ini." Suaranya hampir pecah, dipenuhi dengan amarah yang tertahan.

Elandro mengangkat alisnya, tidak terpengaruh oleh kemarahan Sephia. "Kamu tidak dipaksa, Sephia. Kamu memilih ini. Keputusanmu yang membuatmu berada di sini. Ingatlah, saya hanya melakukan ini karena ibu Anda membutuhkan perawatan. Jika Anda menginginkan sesuatu lebih baik, maka berikan apa yang saya minta."

Sephia merasa sakit mendengar kata-kata itu, merasa seperti seorang boneka yang hanya diperintah dan dihukum atas kesalahan yang tak seharusnya ia lakukan. Namun, apa yang bisa ia lakukan? Apakah ia bisa melawan, atau hanya terus menjalani kehidupan yang dipaksakan ini?

Elandro menatapnya sebentar, seolah membaca setiap reaksi di wajahnya. "Kamu harus tahu satu hal, Sephia," ujarnya, suaranya rendah dan penuh kekuasaan. "Di sini, saya yang memegang kendali. Kamu harus belajar cara menahan perasaanmu, atau kamu akan tenggelam dalam permainan yang saya buat."

Setiap kata yang diucapkan Elandro terasa seperti beban baru yang harus dihadapi Sephia. Sebuah ancaman, namun disampaikan dengan cara yang begitu tenang dan pasti. Ia tidak bisa melawan, setidaknya tidak sekarang.

"Apakah Anda... tidak merasa sedikit pun bersalah?" tanya Sephia, masih berusaha mencari sedikit keadilan dalam kata-katanya.

Elandro tertawa pelan, namun tawa itu tidak mengandung sedikit pun kehangatan. "Bersalah? Saya hanya melakukan apa yang diperlukan. Terkadang, dalam hidup, kita harus memilih apa yang terbaik untuk kita, meskipun itu berarti membuat orang lain menderita."

Kata-kata itu seperti memukul Sephia di dada. Ia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa begitu tidak peduli terhadap orang lain, terutama seseorang yang sudah memberi begitu banyak pada hidupnya. Elandro adalah pria yang tak mengenal belas kasihan. Bahkan, mungkin ia tak tahu apa itu penyesalan.

Malam itu, Sephia terbaring di tempat tidurnya, mata terpejam namun pikirannya masih berputar-putar, berusaha menerima kenyataan yang kini ia hadapi. Tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengubah semuanya. Ia hanya bisa berharap, dengan segala harapan yang tersisa, bahwa suatu hari ia bisa menemukan jalan keluar dari neraka yang baru saja ia masuki.

Namun, entah berapa lama lagi ia akan bertahan. Dalam kurungan ini, ia tak tahu apakah ia bisa tetap utuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Kehidupan Danny Laksana runtuh usai dikhianati sang kekasih dan kehilangan orang tua dalam sebuah tragedi tragis. Di tengah kepedihan, ia mendapati kenyataan bahwa dirinya adalah pewaris tunggal dinasti bisnis terkaya. Demi membalas dendam pada mantan pacarnya serta membongkar misteri kematian orang tuanya, Danny memilih menikah. Tanpa ia sadari, dalang kejahatan yang selama ini ia incar ternyata berada sangat dekat di lingkaran terdekatnya.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah dua keluarga mafia, Jeny menemukan pesan mesum dari Via di ponsel Leo. Meski Leo berjanji setenang mungkin untuk memutuskan hubungan dengan adik mendiang wakilnya itu, pengkhianatan nyata terjadi di hari pernikahan mereka. Saat janji suci hampir diucapkan, Leo memilih pergi menyelamatkan Via yang mengancam bunuh diri. Ditinggal sendirian di altar, Jeny memutuskan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Ia menghilang tanpa jejak, membawa pergi anak Leo yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel Kirana, Cinta Sejatiku
9.1
Pernikahan tanpa cinta membuat Sendra Wijayanto merasa hampa hingga menganggap hubungan intim dengan istrinya sebagai rutinitas belaka. Saat cinta sejatinya, Kirana Larasati, kembali dari luar negeri, keduanya langsung menjalin hubungan gelap. Menghadapi sikap sombong Kirana yang menuntutnya mundur, sang istri tidak tinggal diam. Ia justru melemparkan surat cerai dengan dingin dan menantang Kirana untuk membuat Sendra menandatanganinya, menolak untuk kalah dalam perebutan harga diri ini.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Kehidupan Lisnawati, janda muda berumur 16 tahun, hancur setelah suaminya, Komar, tewas dibegal. Demi bertahan hidup, biduan dangdut keliling yang berparas menawan ini direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Lisna pun menjadi primadona dan memikat Budi Hendrajit, pengusaha kaya raya. Hubungan benci tapi cinta pun terjalin di antara mereka. Meski Budi sangat terobsesi untuk menikahi Lisna, rencana tersebut terhalang oleh restu ibunya yang menolak keras latar belakang sang biduan.
Sampul Novel Makasih Patah Hati
9.5
Empat tahun menjomblo membuat Amelia, gadis 25 tahun, terbiasa sendiri demi menghindari lelaki yang tak serius. Namun, benteng pertahanannya goyah saat bertemu Fred. Pemuda 27 tahun yang menjabat sebagai CEO kaya raya dan berpengaruh ini menaruh minat besar padanya. Tanpa diduga, Fred langsung datang membawa lamaran pernikahan yang mengejutkan. Kini, Amelia dihadapkan pada persimpangan jalan untuk menentukan arah masa depannya.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca berseteru dengan sang ibu tiri, Beverley Holmes tak menyangka namanya tertulis di undangan pernikahan sendiri. Ia rupanya telah dijual untuk melunasi utang bernilai jutaan dolar. Brent Oliver, sang suami miliarder, awalnya bertekad mengabaikan pesona Beverley. Namun, kepolosan sang istri perlahan mulai meruntuhkan pertahanannya. Kini Brent terjebak dalam dilema besar: tetap setia pada kekasih rahasianya atau sepenuhnya menyerah pada daya tarik Beverley.