APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Pengganti Calon Ipar

Pengantin Pengganti Calon Ipar

Aliya terpaksa menikahi Argan, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya, demi menggantikan Alison yang mendadak kabur sebelum pernikahan. Namun, setelah mereka resmi menjadi suami istri, Alison kembali dan bertekad merusak hubungan mereka karena dendam. Meski Argan yang telanjur kecewa memilih setia kepada Aliya, berbagai rintangan terus menguji ikatan pernikahan pengganti ini. Mampukah cinta mereka bertahan dari segala badai yang datang?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Aku tidak mau!”

Ini masih pagi, bahkan langit belum terang sama sekali. Jam masih menunjukkan pukul 04, dimana para ayam pun masih tertidur pulas sebelum sinar matahari menerpa bumi dan memberi isyarat pada mereka untuk berkokok.

Aliya dipaksa untuk bangun dan merias diri untuk bersiap di hari ini sebagai pengantin dadakan.

Sialan! Ini bukan yang ia harapkan. Bukan Aliya yang ingin menikah. Kenapa justru ia yang jadi pengantin?!

“Aliya, tenanglah sedikit. Ibu berjanji akan memberimu hadiah besar jika kamu menurut untuk melakukan permintaan ini,” ucap Kirana, Ibunya.

Aliya duduk dengan wajah cemberut. Dia tidak tega menolak, tapi Aliya juga tidak bisa benar-benar ikhlas melakukan ini semua.

Aliya tidak pernah memiliki pikiran untuk menikah di usianya saat ini. Dia masih senang bermain bersama teman-temannya. Jika ia sudah memiliki suami, Aliya pasti tidak akan sebebas dulu lagi.

“Kenapa harus aku, Bu?” tanya Aliya memprotes. Padahal mereka masih bisa berusaha mencari Alison, dengan mengundur hari pernikahan ini hingga kembarannya itu ditemukan. Kenapa harus mengambil jalan seperti ini?

“Ini demi kebaikan semuanya,” ucap Kirana menenangkan. Dia mengusap pundak putrinya itu, berusaha meredakan perasaan kesalnya.

Kirana juga sadar apa yang ia lakukan cukup egois. Tapi, ia benar-benar tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Saat Alison pergi, ia meninggalkan begitu banyak masalah untuk mereka. Orang tua Argan bahkan tidak mau mendengar penjelasan mereka. Mereka tetap menuntut tanggung jawab, hingga akhirnya Aliya lah yang harus mengorbankan diri demi menyelamatkan keluarga mereka.

“Ibu, jangan memasang ekspresi seperti itu,” tegur Aliya. Meski dia tidak ikhlas melakukan ini, ia juga tidak suka melihat Ibunya bersedih karena sikap Aliya yang pemberontak.

Aliya menghela napas berat. Mau bagaimana lagi? Sifatnya memang seperti ini. Ia tidak suka diatur dan lebih suka hidup dengan caranya sendiri. Meski begitu, ia tidak banyak membuat masalah untuk kedua orang tuanya seperti apa yang sering Alison lakukan.

Hingga sekarang, karena sifat mereka yang bertolak belakang, Aliya dan Alison tidak pernah akur satu sama lain.

Mereka bak orang asing meski dulu mereka pernah berbagi rahim yang sama. Alison yang terlalu dimanja, dan Aliya yang terlalu pemberontak, mereka seolah berada di kehidupan yang berbeda.

“Jika bukan karena Ibu, aku tidak akan mau membantu menyelesaikan masalah Alison,” dengus Aliya. Ia terpaksa melakukan ini semua demi orang tuanya. Karena jika tidak, maka keluarga Argan akan melakukan sesuatu yang merugikan keluarganya. Aliya harus mencegah semua ini terjadi. Dia tidak mungkin tutuup mata atas apa yang terjadi pada keluarganya.

“Terima kasih, sayang.” Kirana memeluk Aliya, dan mengecup puncak kepalanya. Dia bersyukur putrinya mau mengerti dirinya. Meski ia sadar, ia tidak terlalu banyak memberi perhatian pada putrinya itu.

****

Selesai menemani Aliya merias wajahnya, Kirana memutuskan untuk keluar, dan membiarkan putrinya bersama perias yang bertugas menyelesaikan riasan putrinya itu.

Kirana bersandar di pintu setelah menutup pintu itu. Dia membekap mulutnya dan menangis. Ia merasa berdosa telah mendorong putrinya untuk melangsungkan pernikahan yang tidak ia inginkan. Tapi, Kirana tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa mencegah semua ini.

Addy melihat istrinya menangis. Ia pun menghela napas.

Pria itu mendekati Kirana, dan memeluknya.

Tangis Kirana semakin deras saat suaminya memeluknya. Kirana merasa sakit saat melihat Aliya mengenakan gaun pengantin, padahal putrinya belum siap untuk menikah.

“Aku merasa berdosa,” lirih Kirana. Dia meremas pakaian yang Addy kenakan. Kirana tidak sanggup untuk terus berpura-pura baik-baik saja di hadapan putrinya. Padahal sebagai Ibu, ia juga ingin putrinya bahagia. “Kenapa Alison harus pergi? Kenapa dia harus membuat Aliya menanggung akibat dari perbuatannya?”

“Anak itu memang selalu membuat masalah,” ucap Addy. Dia juga lelah menghadapi Alison yang selalu berbuat semaunya. Dia tidak memikirkan dampak yang terjadi setelah perbuatannya. Jika anak itu ada di depannya saat ini, Addy sangat ingin menamparnya sesekali. “Mungkin ini karena kita yang terlalu memanjakannya.”

“Padahal Aliya tidak salah, tapi dia yang harus dikorbankan. Ini semua salah Alison. Jika dia memang belum siap menikah, kenapa dia menerima lamaran kekasihnya?” ucap Kirana mengeluarkan segala keluh kesahnya.

Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran putrinya itu. Dia terlihat sangat bahagia saat Argan melamarnya, dan terlihat begitu bersemangat setiap kali mereka merencanakan pernikahan. Lantas, kenapa saat mereka sudah hampir mendekati hari H, Alison justru menghilang dengan meninggalkan sepucuk surat yang mengatakan jika ia belum siap untuk menikah? Ini terasa sangat lucu, hingga rasanya Kirana ingin menampar putrinya itu dan memakinya.

“Bersabarlah. Suatu saat dia akan pulang.” Alison tidak mungkin terus berada di luar. Akan ada saatnya dia kembali ke rumah. Hanya saja, dia pasti menunggu situasi di rumah ini membaik.

Jika saat itu tiba, Addy tidak akan pernah melupakan semua masalah yang Alison tinggalkan untuk keluarganya.

Addy tetap akan memberi teguran dan hukuman pada putrinya itu.

Sudah cukup selama bertahun-tahun ia memanjakan putrinya itu. Kini dia tumbuh menjadi anak yang pembangkang dan tidak tahu terima kasih. Addy tidak akan lagi bersikap lunak. Ia akan memberi penegasan supaya Alison tidak lagi semena-mena pada mereka.

Sebagai orang tua, Addy pun merasa gagal, karena kini putrinya bahkan tumbuh menjadi seperti itu. Meski banyak orang yang mengagumi Alison, mereka tidak tahu jika di balik itu semua, Alison hanya seorang gadis yang manja dan banyak menuntut ini itu pada orang tuanya.

Dia sangat jauh berbeda dengan Aliya.

Meski Aliya tidak pernah mau dekat dengan keluarga dan lebih memilih menjaga jarak, terutama dengan Alison, Aliya tidak pernah meninggalkan masalah apapun. Dia bahkan tidak banyak menghabiskan uang seperti Alison.

“Aku berjanji akan lebih memberikan perhatian dan kasih sayangku pada Aliya, mulai saat ini,” janji Addy. Dia rasa, ia terlalu mengabaikan putrinya yang satu itu. Bukan karena ia lupa, tapi karena Aliya yang jarang memunculkan diri di hadapannya.

Aliya hanya pulang untuk tidur, dan pergi saat kuliah. Ia juga jarang ikut makan bersama, sehingga keberadaannya sering terlupakan.

“Bodohnya aku tidak berusaha mendekatinya sejak lama,” Addy tersenyum pahit. Waktunya ia tuangkan sepenuhnya untuk putrinya yang mengecewakannya. Sedangkan putri yang selama ini ia abaikan justru menjadi penyelamatnya keluarga. 

“Kita masih memiliki waktu untuk menebus semuanya,” uap Kirana. Dia hanya menyemangati suaminya dan dirinya sendiri. Meyakinkan diri jika mereka belum terlalu terlambat untuk memperbaki kesalahan. “Aliya anak yang baik. Dia akan mudah memaafkan kita.”

“Ya, kamu benar,.” Addy mengangguk setuju. Senyum getir terukir di bibirnya. “Tapi rasanya sulit memaafkan diri sendiri.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Sebagai kelanjutan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras diasuh keluarga kaya setelah yatim piatu. Tragisnya, sang pengadopsi adalah dalang kematian ibunya yang kini berpura-pura bertanggung jawab. Bukannya bahagia dalam kemewahan, Laras justru menjadi target obsesi gelap dari kakak angkatnya sendiri. Di tengah pusaran konflik dan rintangan yang begitu rumit, mampukah perasaan obsesif tersebut terkikis dan berubah menjadi ketulusan cinta sejati?
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bertahan dalam pernikahan dingin demi Liam, sebelum dikhianati bersama adik tirinya saat sang ibu tiada. Muak, ia memilih cerai meski dicibir. Tak disangka, Liam menyesal dan bersujud memohon di bawah hujan agar kembali. Namun, desas-desus rujuk itu diabaikan Cathryn. Kini, seorang taipan kuat berdiri di sisinya, siap melindungi istri tercintanya dan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Kehidupan ceria Leora Adhisti, putri Prayoga Alexander, hancur setelah bisnis keluarganya di New York bangkrut. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas. Adnan adalah seorang miliarder tampan, dingin, dan angkuh yang dijuluki Mr. Devil. Di tengah kesulitan hidupnya, mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam dari suami kontraknya tersebut?
Sampul Novel ISTRI LUMPUH TUAN NATHAN
8.0
Pernikahan Violetta dan Nathan diselimuti keheningan yang menyakitkan. Meski Violetta telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi sang suami, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Nathan terus membangun dinding pemisah yang tebal, memperlakukan Violetta layaknya orang asing di hidupnya. Harapan Violetta untuk bersatu seutuhnya kini pupus, menyisakan kepedihan mendalam akibat sikap dingin dan pengabaian Nathan yang tak berujung.