APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGABDI SUAMI

PENGABDI SUAMI

Alana menyerahkan segenap hidup dan raganya demi sang suami yang sangat ia cintai. Sialnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas pengkhianatan kejam yang mengancam nyawanya. Sebuah rencana pembunuhan sadis telah dipersiapkan dengan rapi, disamarkan seolah-olah hanya kecelakaan biasa. Di tengah konspirasi maut yang siap merenggut jiwanya, bagaimanakah nasib Alana? Simak perjuangan pilu seorang istri yang keberadaannya tak pernah dihargai ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu ngapain aja sih di dalam..? Dari tadi aku berdiri di depan pintu. Lama banget buka pintunya.” Bentak Farida terlihat kesal pada menantunya, dikarenakan Alana tidak cekatan membuka pintu utama untuknya.

“Maafkan aku Ma. Tadi aku tengah beres-beres di dapur. Makanya suara bel tidak begitu terdengar,”

“Banyak alasan,” ucap Farida seraya masuk ke dalam rumah menuju ke arah ruang tamu.

“Ma, bentar ya. Aku buatkan minuman dulu,” ucap Alana tanpa berani menatap wajah Farida yang tampak memerah karena kesal akan menantunya.

“Ee eh... nggak usah! Aku udah nggak mood atas kelakuanmu. Mana David..?” tanya Farida dengan wajah bersungut-sungut menatap kesal ke arah Alana.

“Mas David belum pulang kerja Ma.” Tampak Farida mengangkat tangannya, lalu menatap ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Udah hampir isya ini, kenapa belum pulang kerja juga..?” ujar Farida mengalihkan pandangannya ke arah Alana.

“Semalaman mas David nggak pulang Ma. Katanya ada dinas luar kota,” balas Alana seraya tersenyum menatap wajah Mama mertuanya, lalu kembali tertunduk.

Farida tampak mengamati Alana dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia menatap sinis ke arah Alana yang memang tidak disukainya, semenjak Alana belum mampu memberikan keturunan setelah pernikahan mereka telah berjalan 4 tahun lamanya.

“Pantas saja David enggan pulang cepat, bahkan lebih memilih nggak pulang. Dandanan istrinya aja kayak gini... Atau jangan-jangan, David malah enggan menjamahmu ya...? Makanya udah 4 tahun pernikahan kalian, kamu nggak hamil-hamil juga.”

“Ya Tuhan.. teganya Mama berkata seperti itu padaku. Sakit rasa hati ini, namun aku tak berani membalas perkataan kasarmu Ma. Semua semata-mata karena aku menghormati mas David,” gumam Alana menahan rasa sakit atas hujatan yang terlontar dari bibir Mama mertuanya.

“Maafkan aku Ma. Aku juga ingin memiliki keturunan dan memberikan cucu untuk Mama. Namun mungkin Tuhan belum memberikan rezeki itu pada kami. Namun aku yakin, lambat laun kami akan segera memberikan cucu untuk Mama kok,”

“Sudah. Sudah. Banyak alasan, pernikahan kamu itu sudah cukup lama, ngerti.. Jadi aku tak berharap begitu banyak untuk mendapatkan cucu darimu lagi. Kenapa kamu tak periksa saja kesehatan kandunganmu itu, bisa saja kan kamunya yang mandul. Makanya anakku nggak pernah betah berada di rumah melihat istri sepertimu. Udah udik, nggak bisa dandan dikit pun, kolot. Hanya bisa bikin malu suami saja. Suami mana pun nggak bakalan selera melihat istri berpenampilan layaknya pembantu rumah tangga sepertimu. Ya sudahlah..! Biar aku hubungi anakku dulu. Lama-lama bicara denganmu hanya memancing amarahku saja... Gara-gara kamu, bisa-bisa aku hipertensi naik darah.” Ucap Farida tampak buru-buru membuka tasnya, meraih ponsel miliknya.

“Ngapain lagi kamu berdiri di sini hah..? Ke dapur gih..! Bikinin aku wedang jahe cepat..!”

“Oh, iya Ma. Aku ke dapur dulu ya Mah.” Alana pun bergegas dengan langkah tergopoh-gopoh meninggalkan ruang tamu menuju ke arah dapur.

“Punya menantu bego banget. Udah dandan kayak mbok-mbok, pantas saja anakku nggak betah berada di rumah. Istri seperti itu malah bikin anakku nggak selera,” Farida ngomel sendiri seraya menghubungi putranya.

Alana hanya bisa mengelus dadanya, meski pun omelan dan ocehan kasar menusuk ke jantungnya. Semua sudah hal biasa ia dengar keluar dari mulut Mama mertuanya. Alana berusaha berlapang dada, tidak membenci ataupun dendam terhadap Farida. Meskipun, terkadang ucapan yang ia lontarkan sudah sangat keterlaluan. Hal yang paling menyakitkan, ketika David mengetahui hal tersebut. Justru lebih berpihak kepada Mamanya, dibandingkan sang istri hanya bisa tersenyum menutupi luka yang sesungguhnya telah menganga di dadanya.

Apalagi setelah kejadian Alana tak sengaja mendapatkan ponsel rahasia. Selama ini tak pernah ia ketahui, justru berisikan percakapan mesra mereka. Tak hanya sampai disitu, galeri mereka pun dipenuhi dengan foto-foto mesra yang sudah dapat dikatakan kelewatan batas. Sementara David sudah memiliki istri berstatus suami dari Alana.

Alana memilih diam meskipun hatinya terluka. Semua karena Alana tak ingin berpisah dari David, yang begitu sangat ia cintai dengan segenap jiwanya. Rasa bersalah terus menghantui diri Alana, selalu menyalahkan dirinya sendiri yang tak mampu memberikan keturunan untuk sang suami dan keluarganya.

“Tidak. Tidak. Aku tidak boleh menangis, wajar saja Mama berkata demikian padaku. Semua ini juga salahku, kenapa aku tak bisa kunjung hamil. Memberikan keturunan pada mereka. Oh Tuhan... Angkatlah cobaan dan kesedihan ini dari hidupku, aku percaya atas kebesaran-Mu. di mana aku sangat yakin pasti ada suatu rencana yang lebih luar biasa yang telah Engkau persiapkan untukku. Kuatkan hatiku Tuhan... Jangan sampai dendam dan sakit hati tumbuh dalam jiwaku terhadap mereka. Lapangkan dadaku,” Alana membatin berkali-kali mengusap tetesan air mata yang membasahi pipinya.

“Lanaaaa... Laanaaa... Mana wedang jaheku? Lelet banget sih jadi menantu. Pantes aja David sudah muak dan bosan padamu sehingga mencari-cari alasan agar tak pulang bertemu denganmu.” Omelan demi omelan kasar terus terlontar dari bibir Farida untuk Alana sang menantu. Alana mendengar semua ucapan kasar itu. Namun dirinya tak mampu untuk melawan, hanya membalasnya dengan senyuman di balik rasa luka yang semakin dalam.

“Ini Ma. Wedang jahenya, silakan diminum dulu mah..! Hati-hati masih panas.” Ujar Alana seraya menyerahkan segelas wedang jahe yang masih panas ke arah Farida.

“Heran deh. Punya putra udah tampan, mapan lagi. Kok malah mencari istri seperti ini toh.. Tak bisa diharapkan sama sekali. Seharusnya putraku menikah dengan gadis yang sepadan dengannya. Wanita karier berparas cantik, pintar bersolek dan pintar mencari duit. Bukan kayak kamu... Gak pantas-pantasnya menjadi istri putraku. Kamu itu pantas jadi pembantu, asisten rumah tangga di rumah ini.”

“Maafkan aku Ma. Karena aku tidak bisa seperti menantu yang Mama mau,” ucap Alana tertunduk sedih, berdiri di hadapan Farida. Tampak meniup-niup segelas wedang jahe yang berada di tangannya.

“Oh ya bentar ya Ma. Aku beres-beres dulu kamarnya. Mama pasti nginep di sini kan?”

“Jadi menantu kok goblok banget. Nggak punya mata ya kamu..? Lihat pukul berapa sekarang? Udah tengah malam tau. Ya jelas lah aku nginap di sini, mau ngina di mana lagi coba..? Nggak mungkin ke hotel juga kali..? Percuma dong putraku kaya, punya rumah mewah seperti ini kalau ujung-ujungnya aku harus nginep di luar. Sudah. Sudah, sana..! Beresin tuh kamarnya..! Aku udah capek berlama-lama berbicara denganmu, bikin kepalaku semakin sakit, mumet saja. Udah cepat sana beresin tuh kamar..! Aku mau istirahat sambil menunggu David pulang.” Farida membentak Alana hanya tersenyum kecut, bergegas melangkah menuju ke arah ruangan. Di mana kamar spesial berukuran besar diperuntukkan untuk sang mertua.

Akhirnya Alana pun selesai membereskan kamar untuk Farida. Ibu mertuanya itu telah masuk ke kamar tersebut untuk beristirahat. Baru saja Alana hendak melangkahkan kaki menuju ke arah kamarnya, tiba-tiba saja.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cinta yang Getir
9.7
Menunggu selama tiga jam sia-sia, Arissa harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekasihnya, Eldino Marven. Pria miliarder itu rupanya berpura-pura lumpuh demi menghindari pernikahan dengan Arissa, yang hanya dianggapnya sebagai pengasuh gratis. Kebohongan Eldino terbongkar lewat video mesra bersama Adena Horian, yang bahkan memakai gaun pengantin rancangan Arissa. Merasa dikhianati setelah melihat kemesraan mereka, Arissa membuang kuenya dan memutuskan menyerah. Ia langsung menghubungi ibunya untuk menerima tawaran kencan buta.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel JALAN PULANG
8.0
Dua puluh tahun merantau hingga sukses, seorang wanita karier memutuskan kembali ke kampung halamannya. Keputusan ini membawanya bernostalgia dengan kenangan pahit masa lalu, mulai dari luka masa kecil hingga cinta pertamanya. Di tanah kelahirannya, ia dipertemukan lagi dengan sang mantan kekasih. Kini, ia harus menghadapi konflik batin dan mengambil keputusan krusial demi masa depannya. Ini adalah kisah perjuangan emosional untuk berdamai dengan sejarah hidupnya sendiri.
Sampul Novel MUSIM DI ANTARA KITA
8.1
Pertemuan dua orang berusia empat puluh tahun terjadi saat keduanya masih dibayangi trauma perceraian masa lalu. Menjalani fase hidup yang baru, mereka menyadari bahwa merajut asmara di usia dewasa menyajikan rintangan yang jauh lebih kompleks. Konflik keluarga dari kehadiran anak-anak, bayang-bayang mantan pasangan, hingga benturan ambisi pribadi terus menguji hubungan mereka. Kisah perjuangan mencari arti cinta sejati di tengah rumitnya dinamika kehidupan.
Sampul Novel Penyesalan Ibu Mertua
9.5
Febri mendesak Yusuf memilih antara dirinya atau ibunya sendiri. Kehadiran Ibu Sella merusak keharmonisan pernikahan mereka hingga berujung pada perceraian. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, akankah Ibu Sella memahami kewajiban Yusuf sebagai suami? Simak perjuangan emosional Febri menghadapi pahitnya menjadi menantu di kediaman keluarga suaminya.
Sampul Novel Pernah Membenci dan Mencintaimu
8.7
Saat gempa mengguncang, seorang kapten penyelamat memilih menyelamatkan cinta pertamanya, Cloe, dan meninggalkan istrinya yang hamil. Sang istri tidak mencegahnya karena ia mengingat kehidupan sebelumnya. Kala itu, sang suami menyelamatkannya hingga Cloe tewas, lalu menyiksa sang istri di makam Cloe saat hendak melahirkan hingga tewas pendarahan. Terlahir kembali di hari gempa yang sama, ia kini bertekad melindungi bayinya tanpa mengharapkan pria itu lagi.