APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta

Pendekar Petualang Cinta

Anjasmara, putra selir dari Kerajaan Galuh yang rupawan, memulai pengembaraan sebagai pendekar untuk memenuhi perintah ibunya: mencari seorang wanita tangguh yang sulit ditaklukkan sebagai cinta sejati. Alih-alih demikian, ketampanannya malah memikat banyak gadis. Perjalanan asmaranya kian rumit saat ia terseret ke dalam pusaran konflik dunia persilatan yang mematikan sekaligus menguji kekuatannya. Akankah ia berhasil menemukan belahan jiwanya di tengah ancaman bahaya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kemana gadis-gadis itu dijual?" Bisik Anjasmara lagi sambil meremas kembali gundukan yang masih kencang itu. Membuat wanita ini semakin merasa terbang.

Sementara di bagian bawah Anjasmara merasakan tangan Dewi Gedeng Permoni bergerak-gerak melepas celananya. Wanita ini benar-benar haus cumbuan.

Sambil menyelam minum air. Sambil menikmati tubuh Dewi Gedeng Permoni, Anjasmara mendapatkan pula informasi ke mana gadis-gadis persembahan itu dijual.

Dewi Gedeng Permoni memberitahukan apa yang diminta Anjasmara sambil tangannya meraba ke bagian bawah lelaki gagah itu.

"Aku sudah memberitahukan semuanya. Sekarang ayolah, berikan aku kepuasan yang sudah lama tidak pernah aku rasakan. Begitu melihatmu, gairah asmaraku melonjak seketika sangat kuat, oooh …!"

Dewi Gedeng Permoni seolah lupa akan dirinya yang berpura-pura menjadi siluman yang meminta tumbal setiap purnama kepada warga desa.

Dia memang lupa begitu melihat kegagahan tubuh Anjasmara. Apalagi ketika secara tidak sengaja bola kembarnya tersentuh. Dia langsung menjadi wanita yang merindukan kehangatan.

Secara refleks kedua kaki Dewi Gedeng Permoni merenggang. Kemudian Anjasmara memberikan apa yang didambakan Dewi Gedeng Permoni.

Selanjutnya mereka terlarut dalam keindahan. Untungnya mereka mencapai puncak sebelum orang-orang desa yang dibawa Wuni datang.

Setelah keduanya berpakaian rapi lagi, tiba-tiba Anjasmara mengikat kedua tangan Dewi Gedeng Permoni.

"Kenapa?" Wanita ini kaget. Lalu dia mendengar suara ramai di luar rumah.

"Kau masih harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu kepada warga desa!"

Kemudian Anjasmara membawa Dewi Gedeng Permoni ke luar dan menyerahkannya ke warga desa yang dipimpin langsung oleh Ki Kuwu.

Anjasmara memberitahukan kepada warga ke mana gadis-gadis lain dijual. Semua warga berterima kasih kepada si pemuda, sosok tak dikenal yang tiba-tiba saja muncul menyelamatkan gadis persembahan.

"Bukankah kau yang tadi makan di kedai?"

Ternyata salah seorang mengenali Anjasmara. Rupanya orang ini pernah melihat si pemuda di kedai sebelumnya.

Anjasmara jadi agak canggung. Akhirnya dia menjelaskan bahwa dia tidak percaya tentang Dewi Gedeng Permoni. Maka dia bergerak menyelidiki sendiri dan inilah hasilnya.

Atas kebaikannya ini, Anjasmara diperkenankan untuk singgah ke rumah Ki Kuwu.

***

Di saat sedang melangkah menyusuri sebuah jalan lebar yang sepertinya akan memasuki sebuah perkampungan lagi setelah melewati daerah perkebunan, Anjasmara mendengar sesuatu yang mengetuk hatinya.

Terdengar suara bentakan pertarungan disertai teriakan-teriakan khas suara wanita. Anjasmara segera mencari asal suara itu.

Ternyata pertarungan itu berada di ujung bawah jalan yang menurun. Jalan yang tengah ia tempuh beberapa tombak kedepan terdapat turunan.

Di bawah itu terlihat lima lelaki berbadan tegap yang pakaiannya seragam warna kuning tengah mengeroyok seorang gadis.

Tidak tanggung lima lelaki ini menyerang menggunakan senjata masing-masing berupa parang. Sedangkan si gadis menggunakan pedang.

“Hai, pengecut!” teriak Anjasmara, “Masa lima lelaki mengeroyok satu perempuan!”

Lima pengeroyok hentikan serangan menoleh ke Anjasmara. Sesaat mereka heran melihat sosok pemuda gondrong kemudian saling pandang dan terbahak-bahak bersama.

"Ada kunyuk mau jadi pahlawan!" ujar salah satunya.

"Gayanya sok gagah!" sambut yang lain.

"Budak 'berag' yang nafsu lihat perempuan cantik, mau membelanya biar disebut jagoan!" timpal yang lain yang diakhiri tawa meledek.

Belum berakhir ketawa mereka tahu-tahu sosok Anjasmara sudah berada di tengah arena pertarungan.

Lebih parah lagi kelima orang ini langsung merasakan hantaman dari pukulan dan tendangan yang mengenai perut hingga mereka terjajar beberapa langkah ke belakang.

Suara tawa mereka lenyap berganti keluhan menahan enek.

"Setan!"

"Keparat!"

Akan tetapi Anjasmara tak memberi kesempatan dia langsung menyerang lagi. Bertumpu pada kaki kiri, kaki kanan menendang dengan gerakan cepat ke arah tiga lawan.

Sementara dengan memiringkan badan, dua tangan menghantam ke dua orang lainnya.

Namun kali ini serangan Anjasmara tak menemukan sasaran karena lima lawannya sudah bergerak cepat menghindar, tetapi tak menyurutkan serangan.

Anjasmara terus menyerang dengan jurus-jurus yang didapat dari kakeknya yang merupakan bekas seorang Rajaresi di kerajaan Kendan yang sudah berganti nama menjadi Galuh.

Tentu saja lima orang ini heran dan kesal. Lawannya cuma satu orang tapi seperti memiliki seratus tangan dan kaki walaupun tanpa senjata, arahnya tepat ke sasaran yang mematikan.

Sehingga senjata mereka tak bermanfaat di genggaman. Kesal tapi tidak ingin malu juga, masa mengeroyok satu orang saja yang tampaknya masih muda itu kewalahan.

Maka mereka terus mencoba melawan. Akal mereka sudah tertutup oleh gengsi. Namun, apa yang terjadi?

Dukk!

"Uh..!"

Salah satu lawan terjengkang hingga jatuh terkena tendangan kaki yang telak. Empat lainnya tentu saja meradang. Empat parang berputar bersahutan menyerbu Anjasmara.

Dua tangan Anjasmara menghadang sabetan dua parang dengan menghantam tepat di pergelangan sehingga dua senjata itu terlepas dari genggaman.

Bersamaan dengan itu, kaki kanan menjulur menghadang dua serangan yang lain.

Satu kibasan kakinya berhasil mengenai pergelangan tangan lagi. Hasilnya sama, dua parang mental lagi.

Selanjutnya dalam waktu sekejap saja dua tangannya menekuk maju sehingga dua sikunya menjotos wajah dua lawannya.

"Auh..!"

Dua orang ini terjengkang. Bersamaan juga saat itu kakinya yang tadi menyepak kiri kanan di atas tepat mengenai leher lawan sehingga mereka terpental dan jatuh bergulingan.

Hanya dengan dua gerakan cepat tadi empat lawan dibuat terjatuh. Lima orang itu terkapar semua di tanah. Anjasmara tidak membutuhkan tenaga besar untuk menjatuhkan mereka.

Kelima orang berseragam kuning ini perlahan bangkit lalu pergi meninggalkan tempat itu. Anjasmara tidak mengejar mereka, dia butuh keterangan tentang mereka dari gadis yang dikeroyok tadi.

"Tunggu pembalasan kami, bocah!" seru salah satunya.

"Siapa mereka?" tanya Anjasmara setelah kelima orang itu lenyap.

"Mereka anak buahnya Raksana," jawab si gadis berkulit aga gelap, tapi manis.

"Raksana?"

Kemudian si gadis menceritakan keadaan desanya yang dilanda kekacauan atas ulah seorang warga berilmu tinggi yang menggunakannya untuk menindas warga yang lain.

"Bahkan Raksana dan Gumara, anaknya, telah membunuh Ki Kuwu. Desa Peundeuy dikuasai mereka dan anak buahnya, berbuat sewenang-wenang. Memungut upeti panen seenaknya kepada warga,"

"Tidak ada yang memberitahukan ke kerajaan?"

"Setiap ada yang mau ke kerajaan selalu ketahuan, ditangkap, disiksa bahkan dibunuh!"

"Wah, kejam sekali mereka!"

"Lebih biadab lagi, Gumara selalu melecehkan gadis-gadis desa. Jika ada yang disukainya, akan ditangkap dan dijadikan budak nafsunya."

Naluri Anjasmara yang baik ingin berbuat sesuatu untuk menolong desa ini dari kesewenang-wenangan.

Siapa tahu dia menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria dari ibunya.

"Oh, ya, aku Anjasmara. Siapa namamu?" tanya si pemuda.

"Mayang Telasih!" jawab si gadis lembut. Dari tatapannya dia seperti sedang mencoba menembus raut wajah Anjasmara.

"Maaf, aku ingin membantu membebaskan warga dari ketakutan. Kalau boleh itu juga!" Anjasmara menawarkan jasa sambil membalas tatapan Mayang Telasih.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent meninggal dalam penyesalan akibat kanker dan pernikahan dingin selama delapan tahun. Menjelang ajal, Zach Jardin tak pernah hadir, membuat Madelyn bersumpah takkan mau mencintainya lagi jika ada kesempatan kedua. Keajaiban lalu melemparnya kembali ke usia delapan belas tahun. Saat Madelyn mencoba menjauh untuk mengubah nasib, Zach justru kembali hadir di hidupnya. Pria itu mendekat penuh intimidasi, membawa janji untuk melindunginya selamanya.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Setelah 300 tahun berlatih di bawah Master Sun, si kembar Wulan dan Mulan turun gunung demi mengejar keabadian dan mencari ayah kandung mereka yang ternyata masih hidup. Namun, saat sang ayah ditemukan, rahasia kelam masa lalu justru terkuak. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: membalaskan dendam sang ibu agar bisa meraih keabadian, atau melepaskan ambisi besar tersebut demi menjalani hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Terdampar di pesisir Kepulauan Malaka, Gandar Maitreya yang merupakan keturunan klan Naga kini jadi buruan utama para pemburu bayaran. Musuh-musuhnya haus kekuasaan dan mengincar ingatan Gandar tentang Kristal Naga. Artefak legendaris tersebut memiliki kekuatan untuk menobatkan pemiliknya menjadi raja di tiga dunia: Manusia, Naga, dan Iblis. Demi bertahan hidup dari kepungan maut yang mengintai, Gandar harus berjuang memulihkan ingatan serta mengungkap jati diri aslinya dalam pelarian.
Sampul Novel Reinkarnasi Dewi Kemem
8.2
Yi Yuen menjalani takdir sebagai reinkarnasi Dewi Keabadian demi mengungkap jati dirinya yang sejati di tengah badai intrik dan pengorbanan. Di sisi lain, sebuah momen manis tercipta saat Zhi Ruo terbangun dalam dekapan hangat sang suami, Li Quan. Lewat belaian lembut penuh kasih pada wajah Li Quan, kedekatan mereka begitu terpancar nyata. Meski sempat tersipu malu, kecupan hangat Li Quan menegaskan ikatan cinta mereka yang erat, mengakhiri penantian panjang dengan kebahagiaan yang mendalam.
Sampul Novel The Queen is My Love
7.9
Hati Putri Vienza terjerat cinta pada Ghafur, pelayan kafe biasa, meski ia telah bertunangan dengan Pangeran Akhtar dari Kerajaan Wieldburg yang kuat. Hubungan terlarang ini menjadi nestapa bagi Vienza, terutama saat dusta yang ia sembunyikan memicu bencana besar. Bagi Akhtar, sang putri tak lebih dari sekadar pajangan belaka. Sementara itu, Ghafur harus menanggung luka mendalam setelah rahasia besar tersebut akhirnya terbongkar.