APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Petualangan Suro Joyo menjelajahi semesta berlanjut. Setelah mengalahkan Putri Siluman Alas Waru, sang pendekar malah terseret dalam konflik politik Kerajaan Karangtirta. Suro tidak hanya harus menghentikan pemberontakan, tetapi juga melawan bajak laut Selat Utara yang kejam. Tugasnya bertambah saat ia harus menyelamatkan Ayumanis di Penginapan Melati Jingga, hingga puncaknya ia harus bertarung melawan Sanggariwut, pemilik Jurus Ular Api Neraka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuh prajurit yang lehernya tertembus anak panah runtuh ke bumi. Tergeletak dengan mata menatap ke langit. Semua prajurit yang melihat terbelakak kaget. Mereka terlihat panik. Mereka dalam hati terdalam khawatir nasib serupa menimpa mereka.

Tunggulsaka segera mendekati tubuh prajurit yang naas tersebut. Dia raba urat nadi di tangan kiri. Sudah tidak ada denyutan.

Dia sudah tak ada lagi. Kata Tunggulsaka dalam hati. Lalu dia tutup matanya. Istirahatlah dengan tenang di alam sana, Prajurit. Kami yang masih hidup akan meneruskan kridabaktimu mengabdi pada Kerajaan Karangtirta.

Kematian prajurit secara misterius ini membuat prajurit yang lain panik.

”Cepat sembunyi! Ayo, cepat sembunyi!” perintah Tunggulsaka.

Mereka segera bersembunyi di balik batu atau pohon. Mereka menyebar ke wilayah hutan. Namun sebagian prajurit masih terlihat bingung. Rasa panik membuat sebagian prajurit merasa bingung. Saking bingungnya, sebagian kesulitan mencari tempat sembunyi.

Wut! Wut! Wut!

Puluhan anak panah melesat sangat cepat dari kedalaman Hutan Rukem. Panah-panah itu seperti muncul dari kegelapan. Seperti tidak ada yang memanahkannya. Para pemanah tidak terlihat sama sekali.

Panah-panah tajam itu menembusi leher dan dada empat prajurit Karangtirta yang belum sempat bersembunyi. Mereka bertumbangan ke bumi dalam keadaan tak bernyawa lagi. Keempatnya jatuh bergelimpangan di semak belukar secara mengenaskan.

”Cabut senjata kalian!” teriak Tunggulsaka dengan suara keras dan menggelegar. Geram dan marah terdengar dari suara sang senapati. “Kita balas menyerang! Kalau perlu, mereka semua kita habiskan! Tebas mereka sampai tak tersisa!!!”

Para prajurit mencabut pedang masing-masing. Mereka siaga. Di balik persembunyian, mereka berjaga-jaga dari segala bahaya.

Suasana hutan yang lengang terasa mencekam. Hutan yang lengang terasa menyimpansegala mara bahaya yang mengancam jiwa para prajurit Karangtirta.

Sekarang posisi prajurit Karangtirta berada di tempat terbuka, sedangkan para pemanah di persembunyian. Keadaan seperti ini kalau berlangsung terus-menerus, bisa berakibat buruk. Prajurit bisa tumpas habis kalau tidak segera balas menyerang.

Tunggulsaka melesat ke atas. Tubuhnya nangkring di dahan pohon tinggi. Dari ketinggian, Tunggulsaka bisa melihat keluasan areal di hutan yang ada di bawahnya. Di kejauhan, di balik semak belukar Hutan Rukem, terlihat puluhan manusia berpakaian serba hitam. Tubuh mereka sangat tersembunyi, sehingga sulit dilihat dari arah yang datar. Mereka berpakaian hitam, menyatu dengan warna dedaunan yang hijau.

Manusia-manusia berpakaian serba hitam itu siap dengan busur dan anak panah. Mereka siap memanahkan senjata maut mereka ke arah prajurit Karangtirta. Mereka siap melepaskan anak anah kalau aak buah Senapati Tunggulsaka muncul dari persembunyian.

“Para pemanah tersembunyi ini harus dihabisi sekarang,” gumam Tunggulsaka lirih yang hanya bisa didengar diri sendiri. “Mereka biang utama kekacauan di Karangtirta. Kalau sekarang sebagian dari mereka dihabisi, maka pelan-pelan kekacauan akan surut. Atau setidaknya berkurang.”

Berdasarkan laporan telik sandi, gerombolan perampok yang dipimpin Olengpati berada di perbatasan. Tunggulsaka merasa yakin bahwa orang-orang yang memanahi anak buahnya adalah gerombolan perampok itu. Dari gerakan yang telah dilakukan, mereka ternyata bukan sekadar gerombolan perampok. Mereka sudah bisa bergerak layaknya prajurit saat melakukan penyerbuan ke daerah lawan. Mereka ternyata sudah seperti gerombolan pemberontak.

Dengan satu gerakkan cepat, Tunggulsaka mematahkan dahan pohon, lalu dilemparkan ke arah anak buah Olengpati yang ada di bawah sana. Para pemanah melihat ada bahaya menimpa. Mereka cepat-cepat berlompatan ke segala penjuru untuk menghindari timpaan dahan.

Para pemanah lolos dari timpaan dahan yang dilemparkan Tunggulsaka. Mereka langsung membalas dengan memanah secara bersamaan ke arah Tunggulsaka.

Tunggulsaka menangkisi beberapa anak panah yang melesat ke arah dirinya. Panah-panah berpatahan dan jatuh di belukar. Senapati itu langsung meluncur cepat menuju persembunyian para pemanah.

Pada saat tubuhnya meluncur, Tunggulsaka mencabut pedangnya. Pedang sangat tajam berkilat-kilat yang siap mencari mangsa.

Begitu kaki menapak di rerumputan, pedang Tunggulsaka berkelebat sangat cepat. Empat pemanah tersabet secara bersamaan oleh kelebatan pedang Tunggulsaka. Kilatan pedang menyabet kepala dan dada empat gerombolan. Keemparnya tewas seketika. Sementara yang lain lari tunggang langgang masuk Hutan Rukem.

”Serbu...!” perintah Tunggulsaka kepada prajuritnya dengan semangat tinggi. Secara cepat seluruh prajurit Karangtirta mengejar gerombolan yang tadi secara licik memanah dari persembunyian. Mereka bersemangat tinggi ingin menghabisi. Mereka bernafsu untuk memburu.

Namun sesuatu yang tak diperhitungkan terjadi. Benar-benar telah terjadi.

Para gerombolan anak buah Olengpati tiba-tiba lenyap. Lenyap tak berbekas. Tidak ada bekas sedikit pun. Mereka laksana ditelan belantara yang kini kembali sunyi.

Tidak diketahui tempat persembunyiaan anak buah Olengpati. Para prajurit terus masuk hutan yang termasuk wilayah Kerajaan Parangbawana. Mereka merangsek, menasak rimba yang belum mereka kenal sebelumnya. Sambil memangkasi belukar, pandangan mata mereka mengedar. Saat itu mereka mengedarkan pandangan ke segala penjuru.

Broool!

Mendadak tanah yang diinjak dua orang prajurit ambrol. Keduanya terjebak lobang besar menganga. Di bawah sana terdapat puluhan tombak tegak ke langit tombak lancip yang sangat tajam ujungnya. Tubuh kedua prajurit tertembus tombak-tombak tajam. Mereka tewas seketika di dalam lobang jebakan!

Tiga prajurit yang lain secara tak sengaja menginjak perangkap. Mereka menginjak sesuatu yang menyebabkan ada puluhan tombak melesat dari empat penjuru mata angin. Tombak-tombak itu melesat ke arah tiga prajurit. Ketiganya tak sempat menghindar. Mereka bertiga tumbang ke bumi dalam keadaan tewas. Tombak-tombak tajam menembusi tubuh mereka.

Di tempat lain, yang tidak jauh dari tiga prajurit yang tewas ada beberapa prajurit tertindih gelondongan-gelondongan kayu. Mereka tewas karena tergencet benda yang sangat berat. Rupanya Olengpati telah mempersiapkan jebakan-jebakan itu jauh-jauh hari sebelumnya. Olengpati menyambut kehadiran Tunggulsaka dan anak buahnya dengan pesta maut. Pesta termangsa senjata tak kasat mata sebelumnya.

”Mundur...!” perintah Tunggulsaka. “Mundur! Mundurrr…!!!”

Suara gelegar Tunggulsaka membahana memecah kesenyapan belantara. Suara gelegar yang penuh amarah dan tak berdaya.

Prajurit-prajurit yang selamat segera mengikuti perintah sang senapati. Mereka lari tunggang langgang menuju perbatasan. Namun langkah mereka terhenti oleh hadangan ratusan anak buah Olengpati yang bersenjata golok!

Olengpati dan gerombolannya kini mengepung Tunggulsaka dan sisa-sisa prajuritnya dari delapan penjuru mata angin. Mata para gerombolan ini tajam menghujam. Seperti mata binatang yang haus darah.

”Huahahaha...! Senapati Tunggulsaka..., ayo tangkaplah aku sekarang juga, huahahaha...!” ejek Olengpati dengan cingkaknya, merasa dirinya unggul dibanding lawan.

”Iblis laknat kerak neraka!” umpat Tunggulsaka kesal. Kesal pada diri sendiri. Lebih kesal lagi pada gerombolan lawan. “Pantas rakyat Kerajaan Karangtirta ketakutan terhadap gerombolanmu. Ternyata kamu suka menggunakan cara keji dan licik untuk memperdaya musuh-musuhmu.”

“Huahahaha..., biasa..., itu biasa kan? Untuk mengalahkan musuh-musuhku, aku menempuh segala macam cara. Menjebak dan menghabisinya! Bukan hanya itu..., aku juga memasang mata-mata di kota Kerajaan Karangtirta, huahahaha....”

Tunggulsaka terdiam beberapa saat. Pantas, selama ini aku dan prajuritku selalu gagal menumpas gerombolan Olengpati. Batin Tunggulsaka. Grombolan bisa bebas beraksi danpa bisa ditanggulangi. Ternyata iblis laknat ini ‘menanam’ orangnya di kota kerajaan. Siapa pengkhianat ini?

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Sejak kecil, Damon hidup dalam bayang-bayang kutukan misterius. Meski sang ayah mengisolasinya dari dunia luar, ia justru tumbuh menjadi pemburu yang sangat mematikan. Ketiadaan serigala batin membuatnya menjadi sosok brutal yang enggan memimpin kawanan. Namun, takdirnya berputar arah ketika seorang putri rupawan datang ke hidupnya. Demi keselamatan perempuan tersebut, Damon harus menerima takdir sebagai Alpha terkuat yang pernah ia benci demi melindunginya.
Sampul Novel Devano Lauder
9.1
Dendam lama dari musuh masa lalu membayangi hidup Devano Lauder. Selama dua puluh tahun, ia berjuang keras menuntaskan perselisihan panjang yang penuh pertumpahan darah. Di tengah kekacauan itu, Devano sempat terjebak dalam cinta segitiga semasa remaja. Kini, setelah dewasa, ia rela mempertaruhkan nyawanya demi memikul tanggung jawab dan mengakhiri konflik. Meski bahaya terus mengintai, takdir akan menuntun perjuangannya menuju titik akhir yang adil.
Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli, bos mafia Roma yang bengis, mengidap kondisi medis langka. Tubuhnya mati rasa terhadap rasa sakit fisik, sekaligus tidak bisa merasakan kepuasan seksual. Namun, takdirnya berubah total usai malam intim bersama Meghan Crafson, satu-satunya wanita yang mampu memulihkan disfungsinya. Enggan kehilangan kenikmatan itu, Michele pun nekat menculik Meghan. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh wanita tersebut?
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila
9.4
Kepulanganku dari Taiwan ke kampung halaman yang semula kuharapkan membawa kebahagiaan, justru berubah menjadi mimpi buruk. Aku mendapati istri tercinta telah kehilangan kewarasan, sementara anak kami dikabarkan telah meninggal dunia. Di tengah kepedihan mendalam ini, muncul keraguan besar atas apa yang sebenarnya terjadi. Benarkah kesaksian keluargaku sendiri jujur? Kini, aku harus bergerak mencari kebenaran dan mengungkap misteri gelap di balik tragedi memilukan ini.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang pewaris bangsawan yang jatuh miskin, kini terhina sebagai budak samsak bagi sepupunya. Namun, sebuah insiden misterius mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak tertandingi. Di tengah kekacauan konflik antar klan, Zen bangkit membawa dendam membara. Berbekal tubuh sekuat pusaka, ia menantang para petarung tangguh demi meraih keabadian. Mampukah ia mendominasi takdirnya dan menjadi legenda baru?
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Tumbuh di lingkungan kejam paman mafianya setelah keluarganya hancur, Sean Anderson menjelma jadi pria berdarah dingin. Namun, dinding pertahanannya goyah seketika sejak kehadiran seorang gadis misterius. Walau cintanya terus-menerus ditolak, Sean tidak tinggal diam. Ia menghalalkan segala cara untuk mengurung dan mengendalikan gadis tersebut. Simak kisah penuh intrik, ketegangan, dan obsesi gelap yang membara di tengah kejamnya dunia bawah.