APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penantian

Penantian

Dalam keadaan hamil, Winarsih harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya, Robby, menghilang tanpa kabar setelah pamit bekerja ke luar kota. Kepergian sang suami yang misterius memaksa wanita sebatang kara ini menjalani penantian tanpa kepastian. Setelah semua upaya pencariannya gagal, Winarsih yang telah kehilangan orang tua kini tenggelam dalam keputusasaan. Hilangnya satu-satunya keluarga yang ia miliki menjadi misteri besar yang menguji ketegaran hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mas pergi dulu ya, Sayang!" ucap Mas Roby sebelum ia pergi.

"Baik-baik di rumah, jaga anak kita ya!" Sambil mengelus perutku yang membesar, lalu kemudian menciumnya.

"Jangan nakal sama Ibu, ya, Nak!" Dia bicara di depan perutku. Kemudian ia mengecup keningku lalu memelukku erat.

"Hati-hati ya, Mas!" ucapku sembari mencium punggung tangannya.

Namaku Winarsih memasuki usia dua puluh satu tahun dan suamiku Roby usianya dua puluh sembilan tahun. Aku dan Mas Roby menikah sudah tiga tahun dan kami sudah dikaruniai seorang anak perempuan dua tahun lalu. Tapi sayangnya, anak kami itu meninggal sesaat setelah ia lahir. Sekarang aku tengah mengandung anak kedua. Usia kandunganku saat ini sudah enam bulan.

Perkenalanku dengan Mas Roby berawal di sebuah kios penjual pulsa, dimana saat itu ia hendak membeli pulsa dan aku adalah yang menjaga kios itu. Saat itu Mas Roby mengajakku berkenalan. Setelah itu ia jadi sering membeli pulsa di kios itu, hingga akhirnya kami saling bertukar nomor ponsel. Dan kami semakin sering berhubungan lewat telepon maupun pesan singkat.

Setelah sebulan kenalan, kami menjalin hubungan yang lebih serius dan empat bulan kemudian Mas Roby melamarku dan akhirnya kami pun menikah.

Setelah kami menikah, Mas Roby mengajakku untuk tinggal di kontrakannya, karena saat itu aku memang tinggal di kios Pak Haji, tempat aku bekerja.  Jaraknya kurang lebih satu jam perjalanan dari tempat tinggalku saat itu.  Mas Roby juga memintaku untuk tidak bekerja, katanya supaya aku fokus sama keluarga. Selain itu juga supaya aku tidak terlalu capek, berhubung jaraknya yang lumayan jauh.

Mas Roby adalah orang yang baik, perhatian, penyayang dan bertanggung jawab. Selama kami menikah, tidak pernah sekalipun dia bersikap kasar padaku. Jika ada masalah, dia akan memilih diam disaat aku sibuk menyalahkannya. Setelah suasananya mulai dingin dan tenang, barulah ia mengajakku bicara baik-baik, dan mencari jalan keluar masalah itu dengan baik.

****

Sudah dua bulan Mas Roby tidak pulang, seminggu di awal kepergiannya ia masih sering memberi kabar, baik lewat pesan wa ataupun lewat telpon dan video call. Awalnya biasa saja, tapi setelah itu ia mulai jarang memberi kabar bahkan sudah hampir satu bulan ini Mas Roby sama sekali tidak menghubungiku.

Ada rasa khawatir takut Mas Roby kenapa-napa di jalan. Pekerjaannya sebagai sopir ekspedisi antar propinsi sangat beresiko. Biasanya, kalau keluar kota paling lama dua minggu ia sudah pulang. Aku takut mobil yang dibawa Mas Roby celaka di jalan atau dia sudah melupakanku dan calon anak kami? Ahh … tidak mungkin. Aku cepat-cepat membuang pikiran burukku. Aku pun berniat menghubungi keluarga dan teman-temannya. Siapa tahu mereka bisa memberi informasi tentang suamiku.

"Sudah dua bulan ini Mas Roby nggak pulang, Mas. Apa dia ada ngasih kabar pada Mas Joko?" tanyaku pada Mas Joko, ketika aku menghubunginya lewat panggilan telepon.

"Nggak ada, Win. Bahkan dia udah lama nggak pernah lagi menghubungi kami." jawab Mas Joko semakin membuatku hilang harapan.

"Coba kamu telfon lagi dia, siapa tau kemarin di tempatnya nggak ada sinyal," ucap Mas Joko lagi.

"Nomornya udah nggak bisa dihubungi lagi, Mas." jawabku parau.

"Ohh … gitu. Ya udah, nanti aku coba bantu cari ya, Win," ujar Mas Joko, sedikit memberiku harapan.

"Iya, Mas! Tolong ya, Mas! Aku nggak tau harus minta tolong siapa, Mas. Cuma Mas Joko keluarga yang kukenal." ucapku, berharap Mas Joko mau membantu mencari Mas Roby.

Aku bingung, tidak tahu harus mencari Mas Roby kemana lagi. Keluarganya hanya Mas Joko, orang tua Mas Roby sudah lama meninggal. Saat ku tanya pada teman-teman Mas Roby, jawaban mereka sama saja. Tidak ada yang tahu dimana suamiku berada. Bahkan saat ku tanya ke kantornya pun orang-orang disana tidak ada yang tahu Mas Roby kemana. Menurut salah satu temannya yang ku temui disana, Mas Roby ternyata sudah tidak bekerja disana lagi sudah dua bulan, itu artinya saat Mas Roby pergi dari rumah ia sudah tidak bekerja lagi. Lalu kemana dia?

Kepergian Mas Roby yang tanpa kabar membuatku pusing. Aku tidak tahu lagi kemana harus mencarinya. Kehamilanku sudah mendekati lahiran, tapi belum ada sama sekali persiapan. Bahkan tabunganku pun sudah semakin menipis. Selain biaya untuk lahiran, aku juga harus memikirkan biaya kontrakan yang sebentar lagi harus diperpanjang. Ini tahun kedua kami tinggal di kontrakan ini. Biasanya uang kontrakan di bayar untuk setahun.

Selama ini aku hanya mengandalkan uang dari Mas Roby, dan dua bulan ini Mas Roby tidak mengirim uang padaku. Uang yang bisa ku sisihkan selama ini tidaklah banyak. 

Lalu sekarang aku harus bagaimana? Dengan kondisiku sekarang tidak memungkinkan untuk ku mencari pekerjaan. Tidak akan ada yang mau mempekerjakan orang yang tengah hamil besar sepertiku. 

Ya Tuhan, bagaimana ini? Aku pun sudah tidak punya keluarga. Orang tuaku sudah lama meninggal. Ibu meninggal saat usiaku empat bulan, sementara ayahku meninggal saat aku masih SMP. Sebenarnya aku punya seorang kakak, namanya Minarsih, tapi dia tinggal di luar pulau. Itu yang kutahu. Kata ayah, kakakku itu dibawa pamanku, adik dari ibuku, beberapa saat setelah ibu meninggal. Setelah Kak Minarsih dibawa paman, tidak pernah ada kabar darinya. 

Aku benar-benar tidak tahu lagi harus mencari Mas Roby kemana. Selama ini dia tidak pernah menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Tapi kenapa dia pergi tanpa kabar? Kenapa Mas Roby pamit untuk pergi kerja seperti biasa, sementara temannya bilang, dia sudah tidak bekerja disana? Kenapa dia harus bohong?

Saat dia pergi terakhir kali, tidak ada yang aneh dengan sikapnya. Dia masih seperti biasa.

[Mas kangen, Dek!] 

[Jaga diri baik-baik, jangan lupa makan, jaga kesehatan, jaga anak kita!]

[Tunggu mas pulang ya, Dek!]

[Mas belum bisa pulang, Dek!]

Ku buka lagi pesan-pesan  terakhir Mas Roby, yang dikirimnya lewat aplikasi bergambar telepon berwarna hijau. Tidak ada yang aneh, masih seperti biasa. Tapi kenapa tiba-tiba dia menghilang tanpa kabar? Ada rasa khawatir yang teramat sangat dalam di dada. Ada rasa nyeri saat terbayang sesuatu terjadi pada suamiku.

Ya Tuhan, lindungi suamiku. Aku tidak tahu harus bagaimana tanpa dia. Hanya dia yang ku punya, Tuhan. 

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan di pintu depan membuatku terlonjak, membuatku tersadar dari lamunanku. Ada rasa bahagia yang tiba-tiba menjalar di dadaku. Akhirnya dia pulang. Pikirku. Segera aku beranjak membukakan pintu. Ingin segera aku memeluknya. Dan ketika ku buka pintu, seseorang berdiri disana. Dia tersenyum sangat manis. Tapi …

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Dilema
8.5
Kecelakaan tragis mengungkap rahasia besar Doni Damara, memicu konflik batin yang pelik. Ia kini dihadapkan pada dilema besar: bertahan bersama Rina yang telah menolongnya serta Romeo yang menganggapnya ayah, atau pulang ke masa lalunya. Di masa lalu, ada Ibu Marmi, istrinya yang setia bernama Aida, dan Ajeng yang begitu merindukannya. Sanggupkah Doni pergi meninggalkan keluarga barunya? Lalu, bagaimana sikap Rina saat kebenaran tentang jati diri Doni akhirnya terbongkar?
Sampul Novel Istri Kontrak Kembali Bersinar
9.3
Pasca kecelakaan tragis, Amalia sadar cintanya pada Rayan telah sirna karena pria itu lebih memilih menyelamatkan Eliza. Selama delapan tahun, ia bertahan dalam pernikahan kontrak demi biaya medis ibunya walau kerap dihina. Begitu masa kontrak berakhir, Amalia langsung bercerai dan merintis karier baru sebagai peneliti bioteknologi di Norwegia. Saat Rayan menyusulnya ke tengah badai salju untuk meminta maaf, Amalia mengabaikan mantan suaminya yang tidak setia itu dengan dingin.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Hidup Tiara hancur setelah Andre, sang suami, tega menjual dirinya kepada pengusaha kaya bernama Dewa untuk melunasi utang. Di tengah kepahitan itu, benih cinta perlahan tumbuh di antara Tiara dan Dewa. Namun, Dewa justru mengusirnya saat sedang hamil demi kembali pada sang mantan kekasih. Bertekad membesarkan bayinya sendiri, Tiara pun menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon untuk kembali, tetapi Tiara tidak akan menyerah begitu saja.
Sampul Novel Playboy Itu Suamiku
8.9
Liburan yang diimpikan Renata berujung tragis saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan perempuan lain di hadapannya. Kejadian itu menghancurkan hatinya dan merusak seluruh kebahagiaannya dalam sekejap. Di tengah kepedihan yang luar biasa, Renata kini dihadapkan pada pilihan sulit. Ia harus memutuskan apakah akan tetap mempertahankan pernikahan dan harga dirinya di samping lelaki yang telah mengkhianati cintanya.
Sampul Novel Pramugari Seksi dan Klinik Misterius
8.4
Berada di bawah sorotan lampu yang terang benderang, seorang wanita diminta berbaring di atas ranjang oleh seorang pria misterius. Pria tersebut mulai memegang pinggangnya dari arah belakang dan memberikan tekanan perlahan demi mencari titik sensitif. Merasa ada yang tidak beres dengan situasi ganjil tersebut, sang wanita berteriak meminta agar tindakan itu segera dihentikan. Namun, bukannya menyudahi perbuatannya, pria itu justru menarik ikat pinggangnya dengan kasar tanpa memedulikan penolakannya.