APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Luela terkejut dan bertanya,

“Bu Felicia, kok kamu ada di rumah Pak Jeff?”

Mendengar itu, aku langsung reflek menarik anakku ke belakang, menutupi pandangannya.

“Aku….”

“Mereka saudaraku, menumpang sementara di sini.”

Belum sempat aku menjelaskan, Jeff sudah memotong ucapanku.

Tangannya yang memegang koper semakin mengencang.

Meskipun ini bukan pertama kalinya….

Tapi, setiap kali mendengarnya, dadaku tetap terasa tertusuk.

Baru saja aku hendak bicara, Joel sudah lebih dulu berkata,

“Halo, om.”

Aku menoleh tak percaya, tapi malah melihat mata Joel yang sudah berkaca-kaca.

“Ibu, ayo kita pergi.”

Semua kata-kataku pun seperti tersangkut di tenggorokan. Aku pun tersenyum canggung dan menjawab,

“Iya.”

Saat kami berpapasan, tiba-tiba Jeff menarikku.

Dia menatapku dengan tak percaya.

“Joel… panggil aku apa?”

Aku tersenyum, rasanya begitu menyakitkan.

“Bukannya ini yang selalu kamu inginkan, Pak Jeff?”

Enam tahun menjalani pernikahan diam-diam, Jeff bukan hanya tidak pernah mengakui status pernikahan kami.

Dia bahkan tidak pernah mengizinkan Joel memanggilnya ayah.

Perbedaannya hanya satu.

Dulu, dia memaksa Joel memanggilnya om.

Sekarang, Joel sendiri yang memilih menjaga jarak darinya.

Aku menunduk, berusaha menarik tangannya yang mencengkeramku, tapi sama sekali tak bisa kulepaskan.

Jeff menatapku dengan tatapan penuh emosi yang rumit.

“Tunggu aku beberapa hari.”

“Aku akan menjelaskan semuanya pada Joel.”

Aku mengingatkannya,

“Luela sedang menunggumu, lepaskan tanganmu.”

Barulah Jeff menyadarinya dan melepaskan tanganku dengan enggan.

Aku tersenyum mengejek, lalu menggandeng Joel dan bersiap pergi.

Namun, tiba-tiba Jeff kembali memanggil kami,

“Tunggu.”

Dia berlari ke mobil, mengambil sekotak kue dan menyerahkannya padaku.

“Joel, selamat ulang tahun.”

Felicia ikut menimpali dengan ramah,

“Tadinya kue ini dibelikan Pak Jeff untukku, tak disangka ternyata bertepatan di hari ulang tahun anakmu.”

“Bu Felicia, semoga kamu nggak keberatan, ya.”

Seketika, kotak kue di tanganku terasa berat seperti ribuan kilo.

Baru saja aku ingin mengembalikannya, saat melihat sorot mata Joel yang penuh harapan, hatiku pun luluh.

Aku mengurungkan niat.

Joel tidak mengerti pertarungan emosi orang dewasa. Dia hanya menatap Jeff dengan tatapan penuh harapan.

“Bolehkah kamu makan bersama denganku?”

Jeff ragu sebentar, lalu mengiyakan.

Joel langsung bersorak riang, berlari masuk ke ruang tamu dan menyuruhku membuka kuenya.

Aku mengusap kepalanya, lalu segera memotong kue dan membaginya.

Namun, senyumanku langsung membeku saat melihat kue itu hendak masuk ke mulut.

“Muntahkan! Jangan dimakan!”

Aku panik dan merebut potongan kue dari tangan Joel, wajahku terlihat sangat tegang.

Raut wajah Jeff langsung memuram.

“Felicia, kamu sudah gila?”

Aku mendongak, mataku sudah berkaca-kaca.

“Joel alergi mangga, kamu nggak tahu?”

Mendengar itu, kepanikan langsung muncul di wajah Jeff.

“Maaf, aku nggak tahu.”

Lagi-lagi kata maaf.

Sejak Joel lahir sampai sekarang, entah sudah berapa kali aku mendengarnya berkata begitu.

Joel pun juga tampak mengerti sekarang. Dia menatap Jeff dengan tatapan kosong.

Tak ada lagi harapan di matanya.

“Nggak apa-apa, wajar saja kalau mereka nggak tahu.”

Usai bicara, Joel menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukanku dan tak mau lagi menoleh ke arah Jeff.

Tanpa ragu lagi, aku berdiri, menggendong Joel dan berjalan keluar.

Sampai melewati pagar vila, aku masih bisa merasakan tatapan menyesal dan panik Jeff di belakang kami.

Hanya saja, aku dan Joel sudah tidak tergerak lagi kali ini.

Setelah meninggalkan rumah, aku langsung ke kantor dan cepat-cepat membereskan semua barang di meja kerjaku.

Awalnya aku berniat berpamitan dengan baik-baik.

Namun sekarang, sepertinya itu sudah tidak perlu.

Aku meletakkan surat cerai yang sudah ditandatangani ke atas meja.

Aku pun menghela napas panjang.

Membawa koper, aku menggandeng Joel pergi ke bandara.

Sebelum naik pesawat, aku bertanya padanya,

“Ibu mengajakmu pergi jauh, kamu marah nggak?”

Joel menggeleng, lau menempelkan wajahnya ke pipiku.

“Aku hanya butuh ibu.”

Air mataku pun jatuh juga. Semua rasa sakit seolah berubah jadi kelegaan.

Aku membuka ponsel dan memblokir semua kontak Jeff.

Jeff, mulai sekarang… kita tidak akan pernah berjumpa lagi.

Keesokan harinya, Jeff datang ke kantor tepat waktu.

Setelah kejadian kemarin, hatinya terus terasa tidak tenang.

Saat membuka email, satu pesan persetujuan langsung muncul.

“Pengajuan pengunduran diri?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Sebagai kelanjutan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras diasuh keluarga kaya setelah yatim piatu. Tragisnya, sang pengadopsi adalah dalang kematian ibunya yang kini berpura-pura bertanggung jawab. Bukannya bahagia dalam kemewahan, Laras justru menjadi target obsesi gelap dari kakak angkatnya sendiri. Di tengah pusaran konflik dan rintangan yang begitu rumit, mampukah perasaan obsesif tersebut terkikis dan berubah menjadi ketulusan cinta sejati?
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Tiga tahun Giselle bertahan dalam pernikahan dingin, hanya menerima kebencian dari Lucian. Begitu menyerah dan memilih cerai, ia bangkit sebagai CEO rival yang disegani. Satu demi satu identitas rahasianya terkuak, mulai dari peretas andal hingga desainer elite. Lucian yang dulu memandang sebelah mata kini berbalik mengejarnya dengan obsesi besar. Namun, meski sang mantan suami memohon kesempatan kedua, bagi Giselle semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
8.9
Pasca kecelakaan maut merenggut Elzien Kagendra, Shifra yang sebatang kara malah diperlakukan layaknya pembantu oleh mertuanya. Nasib membawanya pada peristiwa satu malam yang berujung pernikahan dengan adik iparnya sendiri. Namun, saat Shifra telah melahirkan anak mereka, Elzien yang dikira sudah tewas mendadak kembali. Shifra kini didera dilema hebat antara cinta pertamanya atau suami kedua sekaligus ayah dari bayinya.
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Pernikahan Aurora dengan Leandro, seorang pengusaha sawit kaya raya, terasa hampa tanpa cinta. Di balik kemewahan hidupnya, Aurora harus menahan siksaan dari ibu mertua yang dominan serta kekejaman adik iparnya, tanpa pernah dibela oleh sang suami. Kepedihan ini kian mendalam saat kakak kandungnya sendiri, Ravela, datang dan merayu Leandro. Jiwa Aurora benar-benar hancur ketika ia memergoki Ravela keluar dari kamar suaminya di suatu malam.
Sampul Novel Kebahagiaan Menanti
8.0
Setelah berkorban demi pernikahan anak-anaknya dan melunasi rumah, seorang ibu justru dikhianati. Suaminya membawa selingkuhan kaya, sementara anak-anak kandungnya sendiri mendesaknya untuk bercerai dan segera menikah lagi demi kebahagiaan ibu tiri mereka. Terpaksa melangkah ke pernikahan baru, ia hanya mendambakan kehidupan rumah tangga yang sederhana. Siapa sangka, pria yang kini menjadi suaminya adalah seorang CEO raksasa. Mengetahui kebenaran ini, penyesalan mendalam pun menghampiri anak-anak yang telah membuangnya.
Sampul Novel Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya
9.3
Tragedi tenggelamnya kapal pesiar menyisakan luka mendalam bagi Zayden yang memilih menyelamatkanku dibanding cinta pertamanya, Caitlyn, yang akhirnya tewas. Meski tetap menikahiku, selama lima tahun Zayden menyiksaku karena dendam atas kematian Caitlyn. Saat aku meminta cerai, dia justru menyeret kami berdua ke dalam kematian. Beruntung, takdir membawaku kembali ke hari kecelakaan maut itu terjadi. Kali ini, aku memutuskan merelakan tempat di perahu penyelamat untuk wanita yang sangat dia cintai.