APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Pemuas Ranjang Tuan Majikan

Slater Jagger mengajukan tuntutan yang tak biasa kepada asisten rumah tangganya. Tak sekadar membereskan urusan domestik, sang wanita juga diwajibkan melayaninya di ranjang serta memberikan ASI secara rutin. Demi memuaskan fantasi dan hasrat pribadinya tersebut, sang majikan memberikan penawaran menggiurkan. Slater membebaskan asistennya untuk menentukan sendiri jumlah gaji yang diinginkan tanpa batasan nominal.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi yang seharusnya diisi dengan jadwal rapat dan laporan bisnis justru dilanggar Slater dengan langkah santai menuju club Ramos-tempat favoritnya melarikan diri dari realita pernikahan yang membosankan. Club itu masih sepi, lampu redup menyala malas, aroma alkohol dan asap cerutu memenuhi udara. Ramos, pemilik club sekaligus teman lamanya, langsung melirik heran begitu melihat Slater duduk santai di sofa VIP, mengenakan jas rapi tapi dengan dasi longgar dan cerutu mahal di tangan.

"Ada apa dengan dirimu? Pagi buta kau duduk di sini alih-alih pergi ke kantor? Apa terjadi sesuatu?" tanya Ramos, menyempil di sampingnya sambil mengambil botol whiskey.

Slater menghembuskan asap cerutunya perlahan. "Suasana hatiku sedang bahagia saat ini," katanya dengan nada dingin namun penuh makna.

Ramos mengangkat alis. "Memangnya kenapa? Seveline memberimu jatah secara percuma? Atau kau sudah mendapatkan posisi pemimpin di perusahaan papamu? Yang mana yang membuat hatimu bahagia?"

Slater berdecak, seolah bosan dengan tebakan Ramos yang meleset jauh. Ia menjentikkan abu cerutunya ke asbak, lalu menatap kosong ke depan. "Wanita angkuh itu terlalu sombong. Dia selalu merasa aku ini hanya numpang hidup. Seolah-olah aku harus bersujud karena menikahinya. Padahal, aku cuma memastikan satu hal-dia tidak akan pernah jatuh cinta padaku. Dan itu yang aku butuhkan. Dia terlalu sibuk mengurusi wajah dan tubuhnya, tak sadar kalau mulut busuknya yang paling menjijikkan."

Ramos hanya diam, mengangguk seolah mengerti.

Slater melirik tajam padanya. "Aku butuh bantuanmu untuk suatu hal."

Ramos bersandar santai. "Apa itu?"

Slater meletakkan cerutu, menuangkan whiskey ke gelasnya, lalu berkata tenang, "Mungkin setelah aku berhasil duduk sebagai pemimpin perusahaan, aku butuh kamu jadi sekretarisku. Alihkan urusan club ini pada anak buahmu. Aku butuh orang yang kupercaya di sekelilingku."

Belum sempat Ramos menjawab, seorang pegawainya datang tergesa, membisikkan sesuatu di telinganya.

"Tuan, pria tua itu datang lagi... dengan putrinya. Kurasa dia mau... menjual gadis itu," bisik sang pegawai dengan wajah penuh rasa iba.

Ramos menghela napas berat, berdiri dengan wajah kesal. Namun sebelum ia bisa bergerak, pria itu sudah datang mendekat sambil menyeret seorang gadis remaja yang masih mengenakan seragam sekolah.

"Tuan! Aku akan menjual putriku padamu. Berapa pun harganya, yang penting aku dapat uang sekarang!" ucap si pria penuh harap, dengan mata merah dan suara mabuk.

Gadis itu berdiri kaku, menunduk ketakutan, jemarinya mencengkram erat lipatan roknya, wajahnya pucat pasi.

Ramos menahan emosi. "Sudah berapa kali aku bilang, aku bukan mucikari! Aku tidak membeli siapa pun! Ini tempat alkohol, bukan pelelangan manusia! Lindungi putrimu, jangan jual dia!"

Namun si pria makin nekat. "Berapa uang yang kau inginkan?"

Saat itu, semua mata menoleh pada Slater yang duduk tenang. Slater meneguk whiskey-nya sekali lagi, lalu menatap lurus pada gadis itu-mata yang penuh beban dan luka yang dalam.

"Berapa uang yang kau butuhkan?" tanya Slater dingin.

Gadis itu langsung menggeleng panik, air mata menggantung di pelupuk matanya.

"500 juta!" seru si pria sambil bersimpuh di kaki Slater, seolah sudah menemukan malaikat penyelamatnya.

Slater mengangguk pelan.

Seketika, keheningan menyelimuti ruangan. Gadis itu tampak makin panik, tubuhnya gemetar, menahan tangis yang hampir pecah.

Dan Ramos hanya berdiri kaku, menatap Slater yang-untuk alasan yang belum diketahui-baru saja membeli sebuah nasib yang belum tentu bisa dia tebus kembali.

Slater menatap pria itu dengan dingin. Sorot matanya tajam, namun datar, tak menunjukkan emosi apapun. Ia menghisap cerutunya sekali lagi, lalu bertanya dengan nada rendah tapi tajam, "Dia bersih?"

Pria itu mengangguk mantap. "Sangat bersih, patuh, tidak kenal pria, dan pintar. Gadis berprestasi. Kau tidak akan kecewa."

Ramos mendekat, berbisik khawatir, "Slater, pikirkan lagi. Dia masih sekolah. Kau sudah menikah. Jangan bertindak gegabah."

Slater tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan cek, menulis jumlah, lalu mengulurkannya pada pria itu. Namun saat pria itu hendak menyambarnya, Slater menariknya kembali.

"Kau sudah memberikannya padaku. Jangan pernah muncul lagi. Jika kau berani mengusiknya, aku sendiri yang akan memotong tangan dan kakimu. Paham?"

Pria itu mengangguk panik. Slater menjatuhkan cek ke lantai dan mengisap cerutunya dengan tenang.

Saat pria itu hendak pergi, putrinya menarik lengan bajunya dengan suara bergetar. "Ayah, kenapa menjualku? Aku bisa bekerja untukmu. Kenapa harus begini?"

Dengan kasar, pria itu mendorong putrinya hingga jatuh dan kepalanya membentur tepi meja.

Slater langsung mematikan cerutunya dan memberi perintah, "Berikan satu pukulan untuknya."

Tanpa pikir panjang, Ramos memukul pria itu hingga tersungkur. Ia mengambil cek yang jatuh dan merobeknya, lalu diganti dengan nominal baru-400 juta.

"Kenapa dikurangi?" tanya pria itu panik.

Slater menunjuk gadis itu dengan tangan yang masih menggenggam cerutu. "Kau membuat barangku lecet."

Pria itu pergi dengan tergesa, sementara gadis itu hanya menangis pelan di lantai. Slater bangkit dan berkata tegas, "Berdirilah!"

Gadis itu berdiri, menunduk penuh ketakutan.

"Siapa namamu?" tanya Slater.

"Argista, tuan," jawabnya lirih.

Tiba-tiba Argista bersimpuh, memohon dengan suara gemetar, "Saya mohon tuan, jangan lakukan apapun pada saya... Saya akan melakukan semua perintah tuan, asal jangan..."

Slater menatapnya lama, lalu menyeringai kecil.

"Jangan apa? Jangan menidurimu? Aku sudah menikah. Siapa yang bilang aku membelimu untuk kepuasanku?"

Ramos dan Argista menatapnya dengan penuh keterkejutan.

Slater mengambil kunci mobil dari meja, melangkah santai keluar dari club.

"Jadi ART di mansionku," ucapnya datar, lalu hilang di balik pintu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia hamil di luar rencana setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Walau Hans berniat tanggung jawab demi sang bayi, Eva yang muak akan kelicikan pria kaya itu teguh menolak pernikahan. Saat Hans memakai kuasa hartanya untuk menundukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru nekat ingin menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lolos dari obsesi Hans demi menggapai cita-citanya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terjerat dalam kendali pria itu?
Sampul Novel Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan
8.9
Hari pernikahan yang kurancang hancur saat tunanganku kabur bersama asistennya. Di tengah kekacauan, adiknya justru membawaku ke catatan sipil untuk menikah. Dua sahabat masa kecilku malah membela si asisten, merobek surat nikah palsu, dan mengubah pesta pernikahan ini menjadi pesta lajang asisten tersebut. Mereka yakin aku tidak akan pergi dan menjadwalkan pernikahan di hari Minggu. Namun, aku segera menghubungi putra mahkota Keluarga Lessy untuk menikah dengannya di hari Minggu itu juga.
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas
9.3
Pasca tewas mengenaskan, Amara terlahir kembali ke masa lalu demi membalas dendam pada suaminya, Rafael, dan Isabella sang pelakor. Mereka telah merebut harta sekaligus merenggut nyawa buah hatinya. Di tengah perjuangan menuntut keadilan dan membuat Rafael menyesal, muncul seorang pria dari masa lalunya yang siap melindungi dengan tulus. Amara pun bimbang untuk terus fokus pada dendamnya atau menyambut cinta baru yang hadir.
Sampul Novel Sang Pelindung (Dewa Perang)
7.8
Dijebak hingga lumpuh dan dipenjara enam tahun lalu, seorang petarung elite terpaksa meninggalkan istrinya dalam penderitaan. Kini, ia telah bangkit sebagai Dewa Perang tangguh dengan kekayaan serta kekuasaan tanpa batas. Setelah menguasai puncak tertinggi seni bela diri, ia kembali demi melindungi sang istri. Sambil menggenggam erat tangan belahan jiwanya, ia siap mendominasi dunia dan menuntut balas atas semua ketidakadilan masa lalu.
Sampul Novel Target Cinta Sang Pewaris
9.7
Demi wasiat orang tua dan tekanan paman serta bibinya, Ardila terpaksa menikahi pria asing. Setelah menikah, ia mendapati suaminya sudah beristri. Meski dikhianati, Ardila bertahan demi amanah mendiang orang tuanya. Namun, keluarga suaminya malah bertindak semena-mena demi merebut hartanya. Curiga dengan motif mereka, Ardila mulai menyelidiki hingga berhasil membongkar sebuah rahasia gelap yang ternyata melibatkan keluarganya sendiri.
Sampul Novel The hot chef and me
8.1
Hubungan unik terjalin antara Jena, pemilik kafe di New York, dan Drew, koki ternama sekaligus model seksi, setelah Jena mengkritik tajam estetika makanannya. Saat cinta mulai tumbuh, campur tangan pihak luar memicu konflik besar. Jena telah memberikan segalanya, namun rencana pernikahan mereka hancur hingga Drew memilih pergi. Sadar akan kesalahannya, kini Drew harus berjuang keras memperbaiki keadaan demi bisa bersatu kembali dengan Jena.