APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemilik Hati

Pemilik Hati

Nila telah lama menikah dengan Chandra, namun bayang-bayang Raksa belum juga hilang dari benaknya. Walau berstatus istri sah, ia tetap menanti kehadiran mantan kekasihnya itu. Demi impian bersatu kembali dengan cinta sejatinya, Nila bahkan rela menunda kehamilan. Bagi dirinya, ikatan pernikahan yang sakral dan sekali seumur hidup ini hanya layak ia jalani bersama pria yang sangat dicintainya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Cinta memang rumit. Menikah itu nasib dan mencintai itu takdir. Jadi kita tidak pernah tahu cintamu untuk siapa dan menikah dengan siapa.

-Sudjiwo Tedjo-

.

.

.

.

Mata Nila perlahan membuka,dan langsung mendapati wajah suaminya, Chandra,yang masih terlelap.

Dia tertidur berbantal lengan suaminya, dan dalam posisi bergelung selimut putih tebal dengan satu lengan Chandra yang memeluk pinggangnya.

Pelan-pelan Nila menyingkirkan tangan tersebut,lalu bangkit dari tidur. Rambut panjangnya kusut dengan wajah lesu tak bertenaga.

Dia melilit tubuhnya yang tak memakai apa pun dengan selimut tipis yang tersaruk di bawah ranjang,kemudian menghela nafas panjang.

Hampir semalaman Chandra 'menghajar' habis dirinya,membuat seluruh tubuhnya nyeri dan perih pada bagian sensitifnya.

"Mau kemana ?"

Sebuah suara terdengar,membuat Nila menoleh ke arahnya. Suaminya telah membuka mata dan tengah menatap ke arahnya.

"Mandi." ia beringsut.Tapi baru satu kakinya terjulur ke keluar ranjang,Chandra sudah menahannya.

"Nanti saja,ini hari minggu,aku ingin lebih lama bersamamu." ia sudah melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang ramping istrinya.

"Mau apa lagi?" Nila terlihat marah.Ia berusaha melepas kungkungkan tangan Chandra.Tapi tak berhasil.

"Aku masih ada waktu,ini belum 24 jam." ia berkata.

Wajah Nila langsung memerah. "Aku capek,aku tak mau lagi." ia membuang muka.

"Mama sudah lama ingin cucu, dan kita sudah menikah hampir dua tahun." Pria 33 tahun dengan cambang yang melingkari sekitar dagu sampai pipinya itu berkata. "Apa kau tak malu terus-terusan di sebut perempuan mandul?"

"Terserah meraka mau bilang apa tentangku, aku tidak peduli." ucap Nila ketus.

Kembali ia bergeser turun dan berusaha melepas pelukan Chandra darinya.Tapi sayang,bukannya mengendur,Chandra malah melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Nila dan menjatuhkannya ke tempat tidur.

Nila menjerit sambil menahan berat tubuh Chandra dengan kedua tangannya.

"Aku tak mau!" Nila menatap sengit ke arah Chandra dengan mata yang mulai berair.

"Lupa dengan perjanjiannya?" wajah Chandra yang bekesan kaku dengan kedua alis tebalnya itu berkata.

"Semalaman aku sudah memberikan hakmu,biarkan aku istirahat,aku lelah." Nila mencoba bernegosiasi. Jantungnya mulai berdebar kencang,takut suaminya itu tak akan mau mengerti.

"Dan setelah aku memberimu waktu istirahat,kau akan mengatakan jika waktu ku sudah habis..?"

Nila menelan ludah mendengar kata-kata suaminya,karena memang begitulah trik yang di gunakan. Namun kali ini,ia benar-benar merasa sangat lelah sampai pinggangnya pegal.

Chandra langsung membuka selimut yang menutupi tubuh indah istrinya.Membuat Nila berteriak dan berusah melawan.

"Tidak seperti ini." ia menangis,mencoba mempertahankan selimutnya. "Kau tak bisa memaksaku.Aku sudah cukup menuruti keinginanmu."

"Keinginan?" Chandra menyringai.Tampak sekali jika ia menahan marah. "Melaksanakan kewajiban seorang istri hanya di minggu ke 2?"

Nila terisak. "Jangan.." ia memalingkan muka dan memejamkan mata rapat-rapat,saat Chandra sudah naik di atas tubuh polosnya.

Di paksa istrinya menerima dirinya lagi.Membuat ia tersiksa oleh setiap gerakakannya yang menuntut dan meremukan pertahannya.

"..Pe..laan,aku moo..hon.." peluh mengalir dari dahi Nila.Ia memalingkan muka,sambil mencegkeran kain bantal kuat-kuat.

Rasanya tubuhnya seperti tercabik.

Memori gelap masa lalu membayang,membuat Nila makin tak rela tubuhnya di jamah oleh suaminya sendiri.

"Ja..ngan,jangan lagi.." kedua tangan Nila yang gemetar berusah mendorong pundak Chandra,saat suaminya itu mulai membuat tanda dengan cara menyesap kulitnya sampai berwarna biru keunguan.

Tapi Chandra tak mempedulikan penolakan istrinya.Dengan gerakan yang tetap stabil,dia mulai menjelajahi leher,pundak serta dada Nila yang naik turun sesuai ritmenya.

Tubuh Nila berkhianat,menolak.Tapi ia menerima segala kenikamatan yang Chandra berikan untuknya.Membuat tubuhnya menegang,dan ia mengelurkan suara yang bahkan dirinya sendiripun malu mendengarnya.

Nila langsung lemas.Tapi Chandra belum mau mengakhiri. Justru ini adalah gilirannya.

"Sudaaahh..." Nila menangis.

Kening Chandra berkerut, menatap wanita yang tergolek di bawahnya dan tak mau melihat ke arahnya.

Hampir dua tahun usia pernikahan mereka.Tapi istrinya itu tak kunjung memberinya keturunan.

Berbagai omongan miring tentang Nila yang di lontarkan Ibu kandungnya sendiri membuat ia tertekan.

Tapi di satu sisi Chandra juga paham,tentang pentingnya keturuna  bagi keluarga besarnya.

Nafas Nila mulai berat.Matanya setengah terpejam dengan keringat mengalir deras.Ia tak bisa apa-apa selain memalingkan muka dan membiarkan Chandra terus menghujaminya.

Istrimu mandul,Chandra.

Kata-kata Ibunya beberapa saat lalu terlintas,membuat Chandra makin emosi dan mengoyak tubuh istrinya,sampai ia menjerit dan menarik apa pun yang berada di dekatnya,bersamaan dengan ia yang mencapai puncak.

Matahari telah tinggi saat Nila tersadar dari tidurnya. Ia mendengar suara gemericik air saat matanya yang kosong menatap langit-langit kamar.

Suaminya sudah meninggalkannya dan kini tengah membersihkan diri. Ini adalah kesempatan untuknya.

Badanya yang lungrah ia paksa untuk bangun,membuat kepalanya langsung pening.

Di buka selimut yang menutupi tububnya yang lembab dan di penuhi bekas percintaan.

Ia memandang dirinya sendiri pada kaca meja rias yang berada tepat di pijok ruang dan menghadap ke arahnya.

Wajahnya maki lusuh dengan rambut panjangnya yang tak beraturan.Dan yang membuat Nila merana,bagian leher dan dadanya yang pasti nanti dia bingung bagaimana menutupi bekas ciuman Chandra ini.

Seperti tersadar akan sesuatu.Nila lekas turun dari ranjang,meski tak memakai apa pun. Kakinya masih gemetar.

Tapi ia paksa untuk jalan.

Cairan milik suaminya menetes-netes,membuat Nila bergidik saat merasakan cairan licin itu bergesekan degan kulitnya. Biasnaya,Nila akan langsung lari ke kamar mandi untuk membersihkan cairan menjijikan itu. Tapi kali ini tidak,Nila tak mau sampai kecolongan,dan saat Chandra tengah mandi ini adalah waktu yang tepat.

Di buka laci sebuah meja yang terdapat di kamar tidur tersebut.Tangannya merogoh agak dalam,setelah tadi mengeser barang-barang tak penting yang sengaja ia tumpuk,untuk menutupu benda berharganya.

Sebuah botol kecil bening terbuat dari kaca,berisi beberapa tablet pil KB yang sebagian telah ia minum.

Suara guyuran air shower terhenti. Cepat-cepat Nila mengambil satu butir dan meminumnya bersamaan dengan air putih pada gelas kaca yang tersedia di atas meja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah nekat mengabaikan statusnya sebagai tunangan orang lain demi semalam bersama Aslan, lelaki yang sangat dicintainya. Didorong hasrat mendalam, ia menyerahkan diri sepenuhnya pada pelukan hangat Aslan di dalam kamar. Walau masih sangat minim pengalaman, gairah Endah tetap berkobar saat membalas sentuhan mesra Aslan. Meski harus merasakan perih di tengah desah napas yang memburu, ia tetap memilih pasrah menikmati momen intim tersebut demi memuaskan dahaga cintanya.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Duda bernama Barra Farzan ingin bahagia dengan menikahi Astra, anak konglomerat yang menawan. Sialnya, pesta pernikahan mereka yang meriah mendadak kacau saat seorang wanita datang menampar Astra. Perempuan itu mengaku istri sah Barra yang dicampakkan bersama anak mereka. Astra pun dituduh sebagai perebut suami orang. Apa misteri kelam yang ditutupi Barra? Akankah pernikahan mereka bertahan, atau Barra cuma berstatus suami bayaran?
Sampul Novel Married by Accident
8.7
Kehidupan Clara runtuh akibat pelecehan oleh sang dosen, yang justru memfitnah Dev, seorang mahasiswa hukum. Terdesak keadaan, Clara terpaksa menikahi Dev walau ia sudah punya kekasih. Di tengah rumitnya situasi, janji Dev untuk memperjuangkan keadilan lewat jalur hukum perlahan menumbuhkan rasa cinta di hati Clara. Namun, bahtera rumah tangga mereka seketika goyah saat rahasia masa lalu Dev terkuak. Sanggupkah Clara bertahan menghadapi misteri suaminya?
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin
9.6
Nadine Arwen menghadapi kemalangan besar setelah ayah tirinya menjualnya ke muncikari. Namun, takdir mempertemukannya dengan Leonardo Ethan, miliarder dingin yang membelinya demi memenuhi tuntutan pernikahan sang kakek. Leonardo mencari istri yang suci, tetapi ia menyimpan niat terselubung. Di balik gelimang harta, Nadine justru tersiksa oleh sikap dingin dan obsesi misterius sang suami. Mampukah Nadine bertahan dalam belenggu pernikahan kontrak tanpa cinta ini?
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.