APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pemburu Iblis

Pemburu Iblis

Skylark, putra angkat saudagar kaya di zaman dinasti, menyimpan rahasia besar. Ia mewarisi kekuatan dahsyat Raja Iblis sekaligus kelembutan sang ibu yang tewas dibunuh rival ayahnya. Berbekal umur panjang, Skylark terus membasmi monster hingga zaman modern. Di tengah misi membalaskan dendam kematian ibunya, akankah jati diri aslinya terbongkar? Simak kisah perjuangan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hmm ... sombong juga perkataan kalian sebagai iblis, namun kesombongan itu sebentar lagi akan membawa petaka untuk kalian semua," sahut Skylark.

Pedang katana yang di tarik keluar dari sarungnya, tiba-tiba memancarkan sebuah cahaya cukup terang yang kemudian diselimuti oleh kobaran api berwarna merah kehitaman pada bagian seluruh pedang katana tersebut.

"Mengamuklah! Suigetsu ...," lirih Skylark sambil menarik pedang katananya.

Pedang yang di selimuti kobaran api tersebut di genggam erat oleh Skylark hanya dengan satu tangan dengan posisi melintang di hadapan tubuhnya.

"Bersiaplah nyawa kalian akan segera ku cabut," gertak Skylark dengan menatap tajam.

Mendengar perkataan tersebut Orc, Chimerea, dan laviant kemudian meningkatkan kekuatan mereka, yang mana Orc menambah masa otot dan tubuhnya menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Chimerea membuat kedua taring di mulutnya menjadi lebih panjang serta membuat kobaran api yang berada di punggung hingga ekornya berubah menjadi lebih besar dan sangat panas.

sedangkan Laviant membuat bulu-bulu pada sayapnya menjadi sangat keras dan tajam seperti pisau untuk ia lepaskan ketika menyerang Skylark.

Orc dan Chimerea menyerang lebih dulu, dengan mengandalkan kekuatan otot dan taring untuk melawan Skylark. Orc menggunakan bahu kanannya langsung menubruk Skykark, akan tetapi Skylark dengan mudahnya menahan benturan dari tubuh Orc tersebut hanya menggunakan tangan kirinya saja dan hanya membuatnya Skylark sedikit tersentak dan bergeser dari tempat ia berdiri.

Namun, dari arah sebaliknya Chimerea datang dengan berlari sangat kencang menggunakan keempat kakinya. Ia langsung mengincar lengan kanan Skykark Dengan taring yang cukup panjang dan yang sangat tajam Chiemerea kemudian hendak menggigit lengan lawan yang ada di hadapannya itu.

Akan tetapi dengan keahlian pedang yang di milikinya Skylark dapat dengan mudahnya menebas dan memotong taring tersebut hanya dengan sekali tebasan saja.

"Arrgghhh ...." Chimerea berteriak dan merintih kesakitan akibat kedua taring yang ia miliki berhasil di potong oleh Skylark.

Di satu sisi, dengan tubuh dan tangan yang masih menahan tubuh Orc, membuat Skylark berpikir dan langsung melakukan sebuah gerakan di mana gerakan tersebut dapat menghempaskan tubuh lawannya dengan mudah.

Skylark kemudian sedikit mendorong balik tubuh Orc dengan sangat kuat hingga membuatnya terhentak lalu setelah itu Skykark kembali menarik salah satu lengan dari Orc tersebut dan mencengkramnya dengan sangat kuat.

Setelah lengan musuhnya tersebut telah ia dapatkan kemudian Skylark membalikkan tubuhnya agar dapat mengangkat tubuh Orc dan langsung membantingnya ke tanah dengan sangat kuat hingga membuat tanah di bawahnya menjadi hancur berantakan akibat tak kuat menahan beban dari tubuh Orc yang sangat besar ketika di hempaskan oleh Skylark.

"Fiuhh! Tak salah jika tubuhmu sangat besar, ternyata tubuh itu cukup berat juga bagiku." ujar Skylark sambil melakukan peregangan setelah baru saja membanting Orc.

Belum sempat menarik napas, dari atas Laviant langsung menyerang Skylark dengan mengibaskan kedua sayapnya dimana dari kedua sayap tersebut melesat bulu-bulu yang sangat keras dan tajam ke arah Skylark, hal tersebut membuat Skylark langsung menyerang balik dengan menebaskan pedang suigetsu yang di selimuti kobaran api tepat ke arah Laviant.

Semua bulu dari sayapnya yang baru saja di lepaskan, langsung terbakar habis oleh kobaran api dari pedang suigetsu milik Skylark. Api tersebut membentuk sebuah cambuk panjang yang menyerupai naga mengarah tepat ke tubuh Laviant hingga membuat Laviant tidak sempat lagi untuk menghindar.

"Kurang ajar kau manusia!!" umpat Laviant sebelum tubuhnya tersambar oleh api dari pedang milik Skylark.

Tubuh Laviant pun langsung di selimuti kobaran api yang sangat panas setelah menerimanya dari pedang Skylark, hingga membuatnya tidak dapat terbang dan kemudian terjatuh dan menimpa tubuh Orc.

Dengan tubuh yang masih terbakar Laviant mencoba menggulingkan-gulingkan tubuhnya untuk memadamkan api tersebut, namun hal yang ia lakukan itu hanya sia-sia saja tubuhnya terus terbakar habis hingga hanya meninggalkan abunya saja.

Orc yang masih belum sadarkan diri akibat serangan balik dari Skylark di tambah dengan benturan cukup keras dari tubuh Laviant, membuat Orc sama sekali tak bergerak sedikitpun di tambah lagi api yang menempel pada sebagian tubuh Orc akibat benturan dengan Leviant menambah kesengsaraan bagi Orc.

Inilah kesempatan Skylark untuk menghabisinya, Skylark lalu mengangkat pedangnya dan mengarakhannya tepat ke arah leher Orc.

"Inilah balasan dari perbuatan jahat kalian," kata Skylark mengacungkan pedangnya.

Namun, hal tak terduga kembali terjadi dan belum sempat Skylark menebas leher Orc tiba-tiba saja Chimerea muncul kembali di hadapan Skylark, ia pun kemudian langsung melompat dan hendak menerkam Skylark.

"Sungguh merepotkan sekali, iblis rendahan ini!" umpat Skylark.

Belum sempat Chimerea menerkam tubuh Skylark, Skylark ternyata lebih dulu menyerang tubuh Chimerea dengan sebuah teknik mematikan yang di milikinya.

Seakan waktu seketika berhenti, ketika Skylark mulai memejamkan kedua matanya lalu membukanya kembali Chimerea yang berada di hadapan Skylark seketika bergerak sangat lambat.

"Kekuatan mu masih jauh lebih rendah dari kekuatan yang kumiliki, jadi jangan berharap kau masih bisa menang melawanku," ucap Skylark menatap Chimerea yang hendak menerkam dirinya.

Pedang Suigetsu di tangan Skylark pun langsung tancapkan ke rahang bawah Chimerea hingga menembus tengkorak kepalanya lalu, dengan pedang yang menancap itu Skykark langsung membelah tubuh Chimerea hingga terbelah menjadi dua.

Setelah berhasil menghabisi iblis tersebut kemudian seketika waktu kembali normal, dan tubuh iblis berkaki empat tadi pun terjatuh dan terpotong. Darah iblis itupun membanjiri tanah di bawahnya, nampak bahwa Iblis itu sepertinya sama sekali tidak merasakan sakit ketika tubuhnya terpotong dengan pedang milik Skylark dan tewas begitu saja.

"Fiuhh... Selesai juga akhirnya dengan begitu aura iblis yang tersisa dari tubuh mereka dapat ku serap untuk menambak kekuatanku," gumam Skylark.

Namun anehnya Skylark hanya merasakan 2 buah aura iblis saja yang masih ada, sedangkan ia merasa bahwa ketiga iblis tersebut telah ia bunuh.

Skylark pun berpikir akan ke anehan tersebut, dan seketika ia tersadar bahwa sepertinya Orc lah yang belum terbunuh olehnya. Skylark pun membalikan kembali tubuhnya dan melihat ke arah di mana Orc berada, akan tetapi Orc telah hilang dari tempat tersebut.

"Brengsek! Kemana perginya iblis sialan itu," lirih Skylark yang mencari keberadaan iblis yang menghilang itu.

Lalu, dari atas kepala Skylark terlihat ada sebuah bayangan gelap yang semakin mendekat dengan dirinya, Skylark pun mendongak ke atas dan ternyata itu adalah Orc. Entah dari mana asalnya tiba-tiba saja iblis tersebut sudah berada tepat di atas kepalanya.

Skylark kemudian melompat ke arah depan untuk menghindari serangan Orc tersebut.

"Boom ...!" suara Orc yang mendarat di tanah.

"Cih! Hampir saja ... Ternyata iblis ini masih hidup, walaupun keadaannya sudah babak belur," gumam Skylark menatap ke arah Orc.

"Sepertinya aku harus lebih serius, melawan yang satu ini," sambungnya.

Dengan memasang sebuah kuda-kuda, dengan menekuk kedua kaki, dengan menfokuskan kekuatan pada kedua kakinya Skylark langsung melesat maju ke arah Orc. Bersamaan dengan Pedang Suigetsu yang ia letakan tepat di samping tubuhnya,

Iblis yang bernama Orc tersebut menerima sebuah tebasan kilat dari Skykark tepat pada bagian lehernya hingga membuat kepala Orc tersebut putus dan terlempar ke tanah.

Tubuh Orc yang awalnya masih berdiri tegap, sektika ikut tumbang setelah menerima serangan mematikan dari Skylark.

"Iblis yang satu ini, ku akui memanglah sangat tangguh. Ia sungguh sulit untuk di kalahan walupun ia termasuk golongan iblis level 1 akan tetapi kekuatannya seperti iblis 2 tingkat di atasnya," jelas Skylark.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Ayahnya tewas di tangan Rufus Black, memicu Calista Kaz menyadari kekuatan psikokinesis serta darah penyihir miliknya. Demi mewujudkan ramalan pembangkit naga, ia pergi ke Lembah Crystal bersama Darren, Ness, dan Brisa. Sayang, kegagalannya memicu serangan Zorca yang menghancurkan lembah itu. Kini, di bawah perlindungan Elf Amorilla, Calista harus membangkitkan roh Arkhataya untuk laga final, sembari menyelesaikan romatikanya.
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming memercayai Diandra, putri piatu dari asisten rumah tangganya, sebagai reinkarnasi Perempuan Naga. Sejak kecil, ia memperlihatkan tanda spiritual kuat selaku titisan Dewi Kesayangan Langit. Diandra pun harus menghadapi rintangan berat serta tragedi hidup demi menggapai keberhasilan. Perjalanan takdirnya yang penuh liku diwarnai oleh kisah cinta yang mendalam serta sisi erotis yang membara.
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang menyiksa akibat perintah sistem aneh yang mengikatnya. Kemarahannya memuncak saat sistem menargetkan gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, ia tidak berdaya melawan otoritas tersebut. Sambil meratapi nasib tragisnya, Dana terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa menghindar sedikit pun.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo melepas takhta Kerajaan Krendobumi demi misi kemanusiaan. Menguasai Rajah Cakra Geni, sang Pendekar Kembara Semesta ini menjelajahi jagat raya dan menghadapi berbagai ujian berat. Suro terjerat dalam perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kedahsyatan Tombak Siung Sardula. Konflik harta Goa Barong juga menyeretnya ke dalam bahaya. Kini, ia harus bertarung melawan Putri Siluman Alas Waru demi menegakkan keadilan.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang pewaris bangsawan yang jatuh miskin, kini terhina sebagai budak samsak bagi sepupunya. Namun, sebuah insiden misterius mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak tertandingi. Di tengah kekacauan konflik antar klan, Zen bangkit membawa dendam membara. Berbekal tubuh sekuat pusaka, ia menantang para petarung tangguh demi meraih keabadian. Mampukah ia mendominasi takdirnya dan menjadi legenda baru?
Sampul Novel WURAKE
8.3
Wurake adalah penganut ilmu hitam yang mengincar janin, bayi, serta ibu hamil dan nifas demi memuaskan dahaga mereka. Berbeda dengan Kuyang, sosok Wurake bisa berupa pria maupun wanita, dengan ancaman nyata yang mengintai siapa saja tanpa memedulikan umur atau gender korban. Kisah misteri berbalut horor fantasi ini merupakan karya fiksi belaka, sehingga jika terdapat kesamaan nama tokoh ataupun lokasi, hal tersebut hanyalah unsur ketidaksengajaan.