APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembantu Rasa Bos

Pembantu Rasa Bos

Maharani, seorang mantan istri pengusaha, rela bekerja keras sebagai asisten rumah tangga demi membiayai kuliah anaknya. Rasa sakit akibat dikhianati di masa lalu membuatnya enggan meminta bantuan sang mantan suami. Kini, ia harus melayani seorang bos duda beranak satu. Namun, Maharani mulai bimbang saat tugas-tugasnya perlahan berubah layaknya seorang nyonya rumah. Sanggupkah ia tetap mempertahankan batas profesionalitas dalam pekerjaannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan.

Anita, karyawan senior di rumah ini mengantarku ke rumah Tuan Kusuma Adijaya.

Dalam perjalanan, Anita menjelaskan tentang beliau. Beliau anak sulung Nyonya Besar, mempunyai anak satu perempuan bernama Amelia Adijaya. Anaknya sudah sekolah SMP kelas dua.

Tugasku adalah mengurus rumah dari A sampai Z dan setiap seminggu sekali Anita akan datang untuk mengecek semua berupa laporan tertulis. Termasuk memasak, belanja, bertanggung jawab dengan penataan rumah sampai laporan keuangan.

"Maaf Mbak Anita, pekerjaannya banyak sekali. Saya di sana sendirian?"

"Yang bertanggung jawab Bu Rani sendiri. Ada Pak Maman sebagai sopir dan Bik Inah yang akan bantu. Ada satpam tiga orang, jadwal sudah saya atur, nanti bisa diatur ulang. Namun, nantinya tetap mereka di bawah tanggung jawab Bu Rani" jelas Anita.

"Ini buku yang sudah saya rekap tentang jadwal Tuan Kusuma dan Nona Amelia. Di sini juga dijelaskan apa kesukaan dan apa yang harus dihindari. Lengkap. Ada juga nomor telpon saya yang bisa dihubungi kalau keadaan terpaksa. Bagaimana, Bu? Ada yang ditanyakan?"

Satu buku tebal ditaruhnya di pangkuanku. Dasar orang kaya, cari pembantu sampai seperti ini. Pantesan sampai berbulan-bulan tidak dapat pegawai. Ditraining saja sudah nyeremin.

"Mbak Anita, mau tanya, memang istri Tuan Kusuma ke mana? Apakah sibuk juga?" tanyaku heran, karena semua pekerjaan sepertinya tugas seorang istri bukan tugas pembantu. Apalagi disana juga sudah ada Bik Inah.

"Oya lupa saya. Tuan Kusuma duda. Istrinya meninggal ketika Amelia umur 5 tahun. Ada lagi tugas khusus, yaitu memperhatikan Nona Amelia. Dia sudah ABG, pesen Nyonya Besar harus mengurus keperluan dia. Siap ya, Bu?" kata Anita memastikan kesungguhanku.

"Insyaallah, siap."

*

Mobil sudah memasuki di rumah yang mempunyai gerbang tinggi, nyaris tidak kelihatan orang berdiri dari luar. Rumah design romawi, kelihatan mewah dengan asesoris mahal di sana-sini. Guci kuno, lampu kristal dan hiasan sclupture yang aku tahu itu harganya mahal.

"Ayo masuk, Bu Rani. Di rumah masih sepi. Non Amelia sekolahnya fullday, Tuan Kusuma di kantor sampai sore, jadi cuma Bik Inah yang di rumah."

"Rumah segede ini, hanya mereka berdua saja? Tetapi Bik Inah tinggal di sini, kan?"

"Bik Inah dan Pak Maman suami istri, dia tinggal terpisah di rumah belakang. Ini kamar Bu Rani, sebelah ini kamar Non Amelia, di ujung dekat taman kamar kerja Tuan Kusuma. Kalau kamar Tuan Kusuma ada di atas."

Kamarku besar sekali, ber-AC dan ada kamar mandi di dalamnya. Nyaman sekali. Ini terlalu mewah untuk kamar seorang pembantu. Letaknya berdekatan dengan kamar nona rumah ini. Karena tugas khusus itu, aku harus dekat dengannya.

Anita mengajakku keliling rumah. Rumah dua lantai ini sangat luas dan mewah. Aku harus mengingatnya dengan jelas, takut kesasar.  Setelah berkenalan dengan Bik Inah dan Pak Maman, kami ke ruangan dekat dapur.

"Ini ruang kerja Bu Rani. File semua ada di komputer. Berkas juga ada di folder ini. Maaf agak berantakan, saya tidak sempat merapikan karena harus mondar-mandir ke rumah Nyonya Besar," jelas Anita panjang lebar.

Ruangan ini seperti kantor saja. Ada meja kerja yang di atasnya ada komputer. Beberapa folder ada di rak berjajar rapi. Aku ini pembantu, tetapi kok seperti kerja kantoran. Pembantu yang mempunyai ruangan kerja.

Yang penting gajinya besar! Senyumku mengembang.

"Bu Rani, semua sudah saya jelaskan. Tolong dicari tahu sendiri. Ini ponsel untuk kerja, dan  ini ada brankas untuk simpan uang cash dan ini atmnya. Saldo bisa di cek di internet banking atau mobile banking, data ada di sini. Apa yang ditanya, bu?"

"Saya mengerti. Insyaallah, saya bisa," jawabku mengangguk mantap.

Pengalamanku pernah menjadi manager restoran, mengatur keuangan perusahaan mantan suami,  dan tentunya ibu rumah tangga, aku yakin sanggup.

"Sip kalau begitu. Ada waktu satu minggu untuk tanya-tanya ke saya. Saya mau cuti menikah, Bu," ucap Anita sambil tersipu. Dia masih muda sekitar 25 tahun, hebat dia bisa mengurus rumah besar dan rumah Tuan Kusuma walaupun sementara.

"Jadi, semua keperluan rumah di sini tanggung jawab Bu Rani, termasuk mengurus keperluan tuan dan nona. Sudah saya perinci di berkas yang tadi. Kalau begitu, saya permisi dulu."

Anita mengangguk permisi kembali dengan sopan. Tinggal aku sendiri di sini, Bik Inah masih di belakang mencuci baju dan Pak Maman merapikan kebun di depan.

Aku kembali ke meja kerja untuk mempelajari file di komputer. Uang cash yang ada Rp 8.659.000,- dan saldo di rekening Rp 35.879.453,-, kemudian aku cocokkan dengan laporan sebelumnya. Jadi, aku harus mengelola semuanya untuk keperluan rumah. Pantesan, Nyonya Besar bilang kalau harus jujur karena ini. Folder demi folder aku pelajari dan dimengerti benar. Kerjaan yang berat untuk seorang pembantu, pantas saja digaji tinggi.

Sudah mulai sore, dengan dibantu Bik Inah aku menyiapkan makanan. Sesuai jadwal menu: rendang, opor ayam, dan cah kangkung. Menu sudah ada resep yang harus diikuti, hanya aku modifikasi sedikit. Rendang ditambah koya kelapa, jadi terasa gurih dan lebih kering.

Sepertinya lauknya berat semua. Aku cek di dalam kulkas ada ikan laut, kayaknya enak kalau dibuat pepes bakar. Aku mempunyai resep sendiri, manis, asam, dan pedas sedikit, rasanya segar. Aku mencoba membuat ini, mungkin mereka suka.

Dan, menunggu Tuan Kusuma dan Nona Amelia.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Sahabat dan Cinta
9.5
Lima tahun bersahabat sejak SMP, hubungan erat Rania, Ray, dan Gia kini menghadapi ujian berat di kelas tiga SMK. Di tengah kepungan tawa dan air mata khas remaja, perasaan cinta yang lama terpendam mulai mengusik kebersamaan mereka. Mitos bahwa persahabatan lawan jenis tak pernah murni tanpa rasa asmara seolah menjadi nyata. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatakan cinta dengan risiko merusak geng, atau tetap diam selamanya.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO MESUM
9.8
Lewat aplikasi kencan, CEO Tokopedio bernama Jeff Sebastian terpikat oleh sosok Sarah. Di sana, Sarah mengaku sebagai lulusan Harvard dan pengusaha restoran. Namun, ia mendadak hilang tanpa jejak setelah memutuskan kontak. Rupanya, ia hanyalah Viola, seorang supervisor marketing biasa yang merasa minder dengan status sosial Jeff yang seorang miliarder. Meski Viola bersembunyi karena merasa tidak pantas, Jeff sebenarnya sudah tahu rahasia itu dan tetap berjuang mengejarnya.
Sampul Novel Menantu jadi pembantu
8.8
Pernikahan Sabira Prameswari dan Daffa Prasetya yang berawal dari media sosial justru berujung pilu. Sabira harus menghadapi kenyataan pahit akibat keegoisan sang suami dan campur tangan ibu mertua yang terlalu mendominasi rumah tangga mereka. Di tengah tekanan batin yang terus menyiksa dan konflik keluarga yang kian memanas, Sabira dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Akankah ia bertahan demi sebuah komitmen, atau memilih bercerai demi menyelamatkan dirinya?
Sampul Novel Pelakor Itu Sahabatku
9.7
Perceraian menyakitkan akibat pengkhianatan sang suami meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Senja. Trauma masa lalu tersebut membuatnya enggan membuka hati untuk pria lain. Di tengah keputusasaannya, muncul seorang CEO muda yang terus berjuang keras meluluhkan sikap dinginnya. Kini, Senja dihadapkan pada pilihan sulit: membuka lembaran baru bersama cinta yang baru, atau justru kembali rujuk dengan mantan suaminya yang dahulu telah memberi luka.
Sampul Novel Preman Jatuh Cinta
9.6
Rendi, seorang penipu telepon, justru terpikat pada korbannya, Mouza, yang memakinya saat beraksi. Ketertarikan itu membawa Rendi mendekati gadis SPBU yang dulu tak sengaja menyiramnya bensin. Demi Mouza, ia bertekad tobat dari dunia kriminal. Namun, masa lalu kelam membuat ekonomi keluarganya hancur hingga ia terpaksa merantau ke Jakarta. Di saat Mouza mulai mencintainya, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kontak dengan Rendi sekaligus menerima lamaran dari pria lain.
Sampul Novel Selimut Malam Tuan Muda
9.2
Impian Raina Paradisa kuliah sirna di usia tujuh belas tahun. Sang paman menjadikannya jaminan utang satu miliar kepada Alex Modero. Alex merupakan pebisnis sukses berumur tiga puluh lima tahun yang sangat angkuh dan menolak pernikahan. Demi melunasi utang keluarganya tersebut, kini Raina tidak memiliki pilihan lain selain menuruti semua kemauan Alex dan hidup melayani hasrat pria itu.