APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU

PEMBALUT SUAMIKU

Suami Laksmi yang telah lenyap tanpa kabar selama sepuluh tahun dan diduga meninggal, secara mengejutkan pulang ke rumah. Kehadirannya kembali justru memicu ketakutan dalam diri Laksmi. Ia mendapati sang suami memiliki tabiat ganjil yang mengerikan, yaitu mengoleksi dan menyembunyikan pembalut bekas secara rahasia. Kejanggalan aneh ini membuat Laksmi mulai mencurigai misteri besar di balik hilangnya sang suami selama satu dekade terakhir.
Bab
Bagikan

Bab 3

PEMB4LUT SUAMIKU (3)

"Laksmi! D-dari mana kamu dapat cincin ini, hah?!" bantak Mas Darma begitu kerasnya. Saking terkejutnya, hatiku seolah tersentak membuat kantuk seketika menguap begitu saja.

Suamiku itu seketika berdiri menatap nyalang padaku. Matanya memerah, antara amarah atau karena kantuk aku tak tahu. Yang jelas, kini tubuhku gemetar melihat begitu menyeramkannya Mas Darma.

Terlebih di remangnya cahaya. Rambut gondrong dan jambangnya membuatku menelan saliva getir.

Aku bangkit duduk dan meletakkan telunjuk di depan bibir. "Mas, tolong jangan keras-keras nanti anak-anak kebangun," ujarku pelan.

"Persetan soal anak-anak! Aku tidak peduli! Katakan dari mana kamu dapat cincin itu, hah?! Sudah kubilang jangan pernah menyentuh apapun barang pribadiku. Lancang kamu!" bentak Mas Darma menunjuk wajahku dengan tangannya. Ia bahkan tak mengindahkan pintaku.

Tak mau memperkeruh suasana, aku berlutut dan meminta maaf. Iya, aku rela berlutut di hadapannya. Hal itu kulakukan agar Mas Darma tidak lagi meninggikan suara dan membangunkan anak-anak.

"A-aku minta maaf, Mas. I-ini, aku menemukannya di dalam lemari." Kulepas cincin yang melingkar di jari tengahku.

"Maaf maaf dan maaf! Untuk kali ini kau ku ampuni. Tapi tidak dengan lain kali. Camkan ucapanku!" bentak Mas Darma lagi sembari melotot.

"B-buk, I-ibuk kenapa?" tanya Mira yang tiba-tiba masuk bersama Danu. Kamar mereka berada di sebelah, tentu saja mereka mendengar keributan ini. Ternyata usahaku sia-sia.

"Ibu hanya mimpi buruk, Nak," sahutku berbohong.

Mira dan Danu menatap Bapaknya yang tengah berdiri dengan gagah. Rambut gondrongnya berantakan. Alisnya menyatu matanya tajam menatapku.

"T-tapi tadi kita dengar Bapak marah-marah bentak Ibuk. Ada apa, Buk?" Mira tak putus asa.

"Buk, takut ...." Danu menghambur ke pelukanku.

Jangankan anak-anak, aku saja merasa ketakutan menatap Mas Darma. Tubuhku terasa panas dingin.

"Kalian kembali ke kamar, ya. Ibuk hanya mimpi buruk," bujukku sembari mengusap lengan keduanya.

Meski agak keberatan, Mira dan Danu pun menurut. Suara derap langkah kaki mereka terdengar keras di rumah panggung ini.

"Katakan dengan jujur dari mana kamu mendapatkan cincin ini?!" Mas Darma tiba-tiba mendekat dan mencekal lenganku begitu kuat. Namun, beruntungnya kali ini ia tidak meninggikan suara. Setidaknya Danu dan Mira tidak mendengar bentakan bapaknya.

"M-mas, aku sudah jujur. Aku menemukan ini di lemari," sahutku pelan.

"Bohong! Kamu pasti geledah tasku, kan? Rupanya kau tidak tahu takut, Laksmi!" Mas Darma makin menguatkan cekalannya di lenganku. Aku hanya bisa meringis menahan sakit.

"M-mas, aku minta maaf. Aku sudah mengembalikan cincin itu padamu." Aku mulai tergagap karena rasa takut.

"Sekali lagi kau berbuat lancang, awas kamu! Aku tidak main-main dengan ucapanku, Laksmi!"

Saking takutnya, aku bahkan tak berani menatap mata Mas Darma. Aku tak tahu kenapa sikapnya tiba-tiba berubah drastis seperti ini. Jauh berbeda seperti dulu sebelum ia meninggalkan kami merantau di wilayah orang.

***

Pagi ini aku ke pekarangan rumah, hendak memetik bayam liar dan kacang panjang yang kutanam.

Rumahku memang di kelilingi ladang. Agak jauh dari rumah tetangga. Yang paling dekat hanya rumah Budhe Yanti, itu pun dibatasi sepetak ladang.

Rumahku terletak di ujung jalan buntu. Hanya ada tumbuhan hijau sejauh mata memandang. Ketika pagi hari, biasanya ada banyak orang yang lewat hendak ke ladang masing-masing.

Itulah kenapa rumahku dibangun bentuk panggung. Khawatir ada hewan-hewan berbisa dan berbahaya yang menelusup masuk.

Kecuali bagian dapur. Dapurku berada di bawah beralas tanah. Kamar mandi juga berada di sana. Supaya lebih mudah mengisi air kamar mandi sebab aku harus menimba terlebih dahulu di sumur yang berada di belakang rumah.

Usai memetik bayam dan kacang panjang, aku hendak berbelanja ke warung Bu Santi di ujung jalan sana.

Saat hendak pamit, rupanya Mas Darma tengah mandi. Namun, tak terdengar suara percikan air sama sekali. Seperti tidak ada aktifitas apa pun di dalam sana.

"Mir, Bapak di mana?" tanyaku memastikan.

"Mandi, Buk. Kan sudah Mira bilang tadi kalau Bapak mandi. Sini deh, Buk!" Mira berbisik, memintaku mendekat. Dia berada di ujung tangga pembatas dapur dan ruang tengah.

"Kenapa?" tanyaku penasaran.

"Tadi, Bapak bawa sesuatu di perutnya. Besar, disembunyikan di perut kayak orang hamil," bisik Mira serius.

Aku mengamati wajahnya, khawatir dia bohong. Namun, aku tahu Mira bukan anak yang seperti itu.

"Kamu yakin?"

"Ibuk sih suka gak percaya sama Mira. Liat aja nanti kalau Bapak keluar," ujar Mira sedikit kesal karena aku tak kunjung memercayainya.

Eh, tapi bukannya perut Mas Darma memang buncit? Mungkin Mira salah sangka.

"Perut Bapak kan memang bun--"

"Ibuk ... Ibuk ...." Terdengar teriakan Danu yang melengking keras sebelum aku menyelesaikan perkataanku pada Mira.

Aku dan Mira sontak terperanjat mendengar teriakan Danu serta derap langkah kaki yang begitu keras menuju ke mari.

Danu menghampiri kami dengan wajah panik, ketakutan dan sepertinya juga shock. Dia begitu tegang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah karya lukis legendaris menyimpan misteri kelam di balik keindahan goresan kuasnya. Kanvas ini bukan pajangan biasa, melainkan saksi sejarah yang sarat intrik mengerikan. Perlahan, asal-usul karya seni tersebut mulai terungkap, membangkitkan teror masa lalu yang siap menghantui setiap mata yang memandangnya. Kisah mencekam ini akan mengungkap rahasia dan jejak kelam yang selama ini tersembunyi rapat di balik estetika semu.
Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Dijodohkan Hantu
8.7
Erina, gadis yatim piatu penyintas kebakaran yang bisa melihat makhluk halus, terus diikuti hantu wanita selama sepekan. Arwah itu memohon agar Erina menghibur suaminya yang tengah berduka. Walau awalnya enggan, Erina akhirnya bersedia menemui Eldrick Damiano. Tak disangka, pertemuan tersebut menumbuhkan rasa cinta di diri Erina. Sayangnya, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah setia selamanya kepada sang mendiang istri.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Kehidupan Adiba dan Syden di Rusia setelah pernikahan mereka di Pakistan berubah mencekam. Adiba bersama ibu mertuanya terus dihantui teror mistis di kediaman baru, meski Syden tetap tak percaya. Puncak kemalangan tiba saat Adiba kehilangan janinnya akibat keguguran. Dipenuhi murka, wanita Pakistan ini bersumpah atas nama Allah untuk menuntut balas atas kematian anaknya. Siapa sebenarnya sosok kejam yang tega menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.8
Mengusung genre cerita misteri yang mencekam, novel horor Ibu Angkat Psikopat mengisahkan kekejaman seorang wanita yang terobsesi mengonsumsi plasenta demi kesehatan. Demi memenuhi hasrat gilanya, ia mengadopsi sepasang anak kembar untuk dijadikan korban nafsu putranya, Donny. Sang adik awalnya mengira kehidupan mereka akan normal, hingga ia menyaksikan sendiri penderitaan kakaknya di malam hari. Setelah dipaksa melahirkan tiga kali untuk diambil plasentanya, sebuah petaka terjadi pada persalinan keempat yang membuat sang ibu angkat kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang
8.8
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan kegelapan dalam dirinya sendiri. Rentetan peristiwa aneh membuatnya ragu akan kesadarannya saat tragedi terjadi. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Teka-teki ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggilnya dengan nama Kala.