APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Silvia

Pembalasan Silvia

Silvia hancur saat tahu tunangannya berselingkuh dengan adik tirinya demi menguasai hartanya. Dipicu rasa sakit hati yang mendalam, ia merancang pembalasan dendam yang rapi. Silvia sengaja membiarkan kedua pengkhianat itu menikmati kebahagiaan palsu sebelum akhirnya menghancurkan mereka tanpa ampun. Ia bersumpah akan menyeret mereka ke dalam penderitaan yang begitu hebat, memastikan keduanya jatuh miskin dan tidak akan pernah bisa bangkit lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiga hari telah berlalu, Silvia dengan tekun melatih dirinya untuk audisi itu secara diam-diam di kamarnya. Dia bersikap seolah-olah tidak ada yang dikerjakan, dan hanya bermalas-malasan di kamarnya. Saat makan siang tiba Silvia turun dari kamarnya, tepat di saat itu juga dia berpapasan dengan Helena yang baru pulang dari perusahaan.

"Kakak, kau baru bangun jam segini?" tanya Helena pura-pura terkejut.

"Iya, memangnya ada apa? Kau keberatan?" tanya Silvia

"Silvia, contohlah adikmu, dia bekerja keras di perusahaannya, itu sebabnya popularitasnya meningkat dengan pesat. Akan tetapi, lihat dirimu, kau hanya bermalas-malasan sepanjang hari. Jangan mengandalkan David, meskipun dia tunanganmu dia tidak bisa terus menutupi sikapmu yang pemalas ini" ujar Ibu Helena.

Silvia melipat tangannya sembari menatap ibu Helena.

"Aku tidak perlu mengandal David. Tante, keluarga ku sudah sangat kaya raya turun temurun, bahkan jika aku tidak bekerja selama sepuluh tahun, aku tidak akan kelaparan. Aku hanya bermalas-malasan selama tiga hari di kamarku, bagaimana bisa David yang mendapatkan malu, tolong jangan buat lelucon di siang bolong" balas Silvia.

Jika dulu dirinya hanya diam di banding-bandingkan seperti ini. Sekarang Silvia merasa tidak terima direndahkan oleh orang yang bahkan tidak nikahi ayahnya. Kini, dia menatap ibu Helena dan Helena sama saja. Mereka mengandalkan tubuhnya untuk mendapatkan sesuatu. Benar, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itulah sebabnya kelakuan mereka sama.

"Kakak, ibuku hanya menasehatimu baik-baik, jangan terlalu sensitif" ujar Helena membela ibunya.

"Aku bukan kakakmu, dan aku juga tidak butuh nasehat darinya" ujar Silvia seraya berjalan menuju meja makan.

"Anak itu benar-benar kurang ajar padaku! Awas saja, jika ayahnya menikahiku, aku akan mengusirnya dari rumah ini" ujar ibu Helena geram.

"Ibu, jangan terpancing emosi, bagaimanapun juga saat ini posisi kita masih lemah untuk melawannya" ujar Helena

"Kau benar, jika sudah saatnya, aku akan segera melenyapkannya" ujar ibu Helena.

Silvia makan dengan tenang di meja makan yang besar itu sendirian. Ibu Helena dan Helena tidak pernah berani makan satu meja dengannya. Silvia pernah mengusir mereka menggunakan para pengawal yang ada di luar, karena mereka makan satu meja dengannya. Setelah Silvia tumbuh dewasa, dirinya baru mengerti bahwa ayahnya selingkuh dengan perempuan itu saat ibunya masih hidup. Itulah sebabnya ibunya pergi ke luar negeri menggunakan pesawat. Sayangnya, pesawat yang ditumpangi ibunya mengalami kecelakaan. Hingga saat ini, Silvia masih merasakan marah pada ayahnya atas kejadian itu. Apalagi jika dirinya melihat wanita itu, Silvia benar-benar ingin membunuhnya.

Ayah Silvia juga hanya diam saja saat melihat tingkah Silvia yang tidak mau dekat dengan kekasihnya. Dia sadar bahwa dirinya salah, di dalam hatinya, dirinya juga sedikit menyalahkan perselingkuhan yang dia lakukan, hingga membuat istri yang sangat disayanginya pergi dan meninggal dalam kecelakaan. Sejak ibunya meninggal, Silvia menjadi pendiam. Bahkan, sejak dirinya membawa kekasihnya pulang ke rumah, Silvia tidak pernah berbicara lagi dengannya, terakhir adalah saat ulang tahunnya kemarin. Walaupun hanya diberi sepotong kue tanpa bicara apapun, dirinya sedikit terkejut, karena biasanya yang mendapatkan kue pertama dari Silvia adalah para pelayan yang sudah lama bekerja di rumah mereka.

Silvia melihat jam yang menempel di dinding sudah menunjukkan pukul satu, dirinya ingat bahwa hari ini dia dan David berencana mendaftarkan pernikahan mereka terlebih dulu. Setelah itu, pesta akan digelar dua bulan kemudian. Silvia hanya ingin mengikuti alur permainan David. Setelah dirinya menikah dengan David, Silvia akan menceraikan David terlebih dahulu dan membeberkan perselingkuhan David di pengadilan. Sehingga David harus membayar atas kesalahannya.

Silvia telah bersiap menuju kantor catatan sipil, saat dia turun dari tangga, dirinya juga melihat mobil Helena keluar dari rumah.

"Cih, benar-benar sibuk" ejek Silvia.

Saat dirinya tiba di kantor itu, batang hidung David sama sekali tidak kelihatan. Tidak lama setelah dia turun dari mobil, ponselnya berdering, itu dari David.

"Halo" jawab Silvia.

"Silvia, maafkan aku, bisakah kita menunda pernikahannya? Perusahaan sedang tidak stabil saat ini, jadi banyak pekerjaan yang harus aku lakukan dan aku tidak bisa meninggalkannya" tanya David.

"Baiklah, sesuai permintaanmu" jawab Silvia singkat.

"Aku janji bulan depan kita akan mendaftarkan pernikahan kita" ujar David.

Silvia langsung menutup telponnya dan tertawa sinis.

"Bahkan langit tidak mengijinkan aku menikahi orang seperti dia" ujar Silvia.

Saat Silvia berjalan menuju mobilnya, tiba-tiba ada mobil Maybach hitam yang berhenti tepat di samping kanan mobilnya. Seorang pria yang tampan turun dari mobil itu menggunakan jas dan melepaskan kacamatanya, dia berdiri dan melihat ke sekeliling seperti mencari seseorang.

"Tuan, katanya nona Lili terlambat datang lima belas menit" ujar seseorang yang terlihat seperti asisten pribadinya.

"Kalau begitu ganti dia, cari yang lain" perintah pria itu

Silvia tiba-tiba tersenyum dan mendekati mobil pria itu. Walaupun jantungnya berdebar kencang, Silvia sekuat tenaga memberanikan diri untuk bicara.

"Tuan, pengantin laki-lakiku tidak bisa datang, dan pengantin wanitamu sekarang tidak ada, karena kondisi kita yang mirip ini, maukah tuan menikahi saya?" tanya Silvia.

"Apa aku mengenalmu?" tanya pria itu.

"Tidak, tapi karena nasib kita hampir sama, tidak bisakah tuan menolong saya? Saya akan menjadi istri yang penurut untuk tuan," jawab Silvia.

"Menolongmu? Aku bukan dewa," ujar pria itu.

Tiba-tiba laki-laki yang berdiri disamping pria itu berbicara padanya.

"Tuan muda, tuan besar besar bilang, dia tidak peduli siapapun yang anda nikahi, bahkan jika dia adalah seorang gelandangan, anda harus menikah hari ini" ujar laki-laki itu.

Silvia tersenyum sambil mengangkat bahunya kepada pria tampan itu. Pria itu memandang wajah Silvia yang cantik lalu meminta asistennya untuk mencari tahu tentang Silvia. Beberapa saat kemudian, dengan sedikit berbisik asisten itu menyampaikan laporannya, lalu mengangguk.

"Tuan, dia bersih," ujar nya.

"Baiklah, ayo kita ke dalam," ujar pria itu.

Silvia berjalan dengan mantap di samping pria itu di bawah tatapan pasang mata. Mereka berdua tampak begitu serasi, yang pria begitu tinggi dan tampan, sedangkan sang wanita sangat cantik. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.

Mereka menyelesaikan urusan dengan cepat dan Silvia keluar dengan membawa sebuah buku kecil berwarna merah, akta pernikahan.

Pria itu meminta Silvia memasuki mobilnya. Silvia menurut saja karena biar bagaimanapun, sekarang pria itu adalah suaminya. Suasana di dalam mobil begitu hening dan menegangkan, pria itu juga tidak kunjung bicara untuk mencairkan suasana. Akhirnya, Silvia mencoba untuk membuka pembicaraan.

"Tuan, aku memiliki permintaan untuk di ajukan padamu," ujar Silvia.

"Bicaralah," ujar pria itu.

"Aku ingin pernikahan kita dirahasiakan terlebih dahulu, aku akan menjaga diriku dan tidak akan bergaul dengan laki-laki lain kecuali menyangkut urusan pekerjaan," ujar Silvia.

"Baiklah, tetapi aku memiliki peraturan, karena kau adalah istriku, maka kau harus tinggal satu atap denganku," ujar pria itu.

"Tentu, aku akan mematuhinya. Bolehkan aku pulang telat? Karena aku juga bekerja," tanya Silvia.

"Jika kau pulang telat, sopir akan menjemputmu," jawab pria itu.

"Baiklah kalau begitu. Tuan, benarkah namamu adalah Angga Al Fatih?" tanya Silvia.

"Benar, namaku Angga Al Fatih" jawab pria itu.

Silvia merasa nama ini begitu familiar, tapi dimana dia pernah mendengarnya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Dinikahi Mas Pandu
7.8
Zita memulai hidup baru di kota tempat Pandu bekerja setelah lamaran kilat dan pernikahan kilat dalam empat jam. Meski sering dibuat kesal, Zita bertekad mengabaikan godaan sang suami yang masih sabar menanti malam pertama mereka. Namun, prinsipnya goyah saat melihat Pandu bersikap kelewat ramah pada orang lain. Cemburu mulai membakar hatinya. Akankah pertahanan Zita runtuh oleh rasa cemburu, atau ia sanggup bertahan?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Kepergian Elena memaksa Rio mengasuh Zain, anak tirinya yang menyimpan kemampuan meramal misterius. Walau tak sedarah, Rio berusaha menjadi sosok ayah terbaik. Namun, kebenaran kelam tentang masa lalu Elena sebagai pelacur perlahan terungkap. Zain tiba-tiba memperingatkan Rio mengenai rencana jahat Elena dan Sarah yang ingin menjebaknya menggunakan obat-obatan malam ini. Kini, Rio menghadapi dilema besar antara melindungi dirinya atau menjaga kebahagiaan sang putra.
Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
9.6
Pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, sindikat mafia terkuat, menyeret Arabella ke dalam pilihan hidup mati. Kini, keselamatannya terancam hebat. Ia dihadapkan pada dua opsi mutlak: mengurung diri sebagai tawanan pribadi di kamar pemimpin mafia yang kejam, Tuan Stanley, atau kabur ke luar dan menjadi buruan anggota Limson yang siap menghabisinya. Arabella pun terpaksa menjalani takdir kelam demi bertahan hidup.