APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat

Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat

Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya, Sarah, yang bersekongkol memalsukan kematian otak putrinya demi mencuri jantung sang anak untuk putri Sarah, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Terbangun kembali di hari penandatanganan donor organ, ia bertekad melindungi putrinya yang terbaring di rumah sakit. Dengan ingatan dari masa depan, ia memulai aksi balas dendam yang penuh misteri untuk menuntut balas atas setiap rasa sakit dan nyawa yang telah direnggut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di momen yang menegangkan itu, seseorang tiba-tiba datang dan memegang Axel.

"Nak, Nak, kamu nggak apa-apa?"

Itu adalah ibu mertuaku. Dia melihat wajah bengkak Axel dengan sedih, lalu berbalik untuk memarahiku.

"Laras! Bagaimana bisa kamu memukul Axel seperti ini? Kamu bertingkah seperti setan!"

"Situasi Miyu sudah nggak bisa diselamatkan, ini bukan salah Axel, jadi jangan melampiaskannya pada dia!"

"Selain itu, apa salahnya menandatangani sebuah perjanjian donor? Seseorang yang sudah mati nggak mungkin bisa hidup lagi! Pokoknya, dia akan dikremasi. Apa kamu akan terus mengurusnya di rumah?"

Makin berbicara, ibu mertuaku menjadi makin gelisah. Lama-kelamaan perkataannya menjadi absurd. Aku pun marah, dengan mata memerah, aku mengangkat tanganku dan menampar pipi kiri Axel dengan keras.

Setelah dua tamparan, Axel tampak tercengang. Ibu mertuaku tidak menduganya, dia berteriak sambil menyentuh wajah putranya dengan sedih.

Aku menatap dingin telapak tanganku yang merah.

"Apa sakit? Harusnya sakit. Seharusnya kamu bisa merasakan penderitaan anakmu!"

"Cepat pergi! Kalau kamu bicara lagi, aku akan memukulmu dengan termos!"

Ibu mertuaku melotot, mulutnya gemetar saking marahnya.

"Setan! Dasar setan!"

Situasi pun menjadi kacau. Axel menahan amarahnya dan bertanya padaku, "Laras, apa kamu sudah puas memukul dan mengomel? Apa kamu sudah puas melampiaskan amarahmu?"

"Ikut aku tanda tangan! Nggak ada lagi yang perlu dibicarakan, sebelumnya kamu sudah mengangguk di ruang dokter. Kamu nggak bisa menarik kata-katamu lagi!"

Setelah mengatakan itu, dia merebut ponselku dari tanganku dan dengan paksa mencengkeram kedua lenganku. Dia mendorongku dengan bantuan Ibu mertua.

Aku menggertakkan gigi dan sekuat tenaga memberontak. Melihat bahwa aku tidak bisa melawan mereka berdua, aku pun berteriak, "Dokter! Suster! Satpam?! Di sini ada orang yang mau menculikku!"

Beberapa suster buru-buru datang. Namun begitu melihat Axel yang tak asing, mereka pun ragu-ragu berhenti.

Axel memaksakan sebuah senyum.

"Bukan apa-apa, istriku hanya sedikit emosional. Kami nggak akan merepotkan kalian."

Aku dengan keras kepala terus berteriak, "Merekalah yang memulainya. Kalau kalian nggak menghentikan mereka, aku akan terus berteriak sepanjang perjalanan dan membuat semua keluarga pasien keluar dan melihat!"

Para suster pun bertukar pandang dan terpaksa maju untuk menghalangi kami.

Axel dengan enggan melepaskan cengkeramannya, jantungku yang berdegup kencang akhirnya menjadi tenang. Aku cepat-cepat melirik jam.

Masih ada 1 jam sampai tim pemindahan datang.

Selama aku bisa bertahan 1 jam lagi, aku bisa membawa putriku pergi dari sini selamanya!

"Axel, ada apa? Kami sudah menunggu tapi kalian nggak datang juga."

Terdengar suara yang memesona, itu adalah Sarah.

Wanita itu menatap Axel dengan penuh kasih sayang. Melihat wajah bengkak Axel, dia buru-buru mendekat untuk memeriksa.

Begitu melihatnya, sikap kasar Axel seketika menjadi lembut.

"Bukan apa-apa. Sarah nggak mau menandatanganinya, jadi kami sedikit bertengkar."

Sarah mengangkat kepalanya dan melihatku yang memiliki rambut berantakan.

"Bu Laras, putrimu sudah mengalami kematian otak. Menandatangani perjanjian donor adalah sesuatu yang telah kamu setujui sendiri."

"Rumah sakit sangat berterima kasih atas kebajikan dan kontribusimu. Aku juga mengerti, bahwa selalu ada hambatan psikologis yang harus susah payah diatasi dalam hal seperti ini."

"Tenang saja. Meskipun anak itu sudah nggak lagi di sini, hidupnya akan terus berlanjut dengan cara lain ...."

Aku berteriak dan menyela pidatonya yang munafik itu, "Omong kosong, anakku nggak mati otak. Diagnosismu palsu! Tanda tangan perjanjian apanya, sekarang juga aku mau pindah dari rumah sakit ini!"

Sarah menggelengkan kepalanya, berpura-pura teraniaya.

"Bu Laras, aku tahu kamu sedih, tapi tolong jangan fitnah aku. Oke?"

"Aku telah berusaha menyelamatkan putrimu selama hampir 10 jam, aku terjaga sepanjang malam dan masih harus mengobati pasien lain. Tapi, kamu malah memandangku sebagai dokter gadungan!"

"Seluruh tim kami sudah siap untuk penandatanganan perjanjian, wartawan juga sudah menunggu. Bagaimana kamu mau aku menjelaskan hal ini kepada mereka?"

Para pasien dan suster di sekeliling pun tak bisa menahan diri dan mulai berbisik-bisik.

"Dokter Sarah adalah salah satu dokter terbaik di rumah sakit, bagaimana mungkin dia salah diagnosis?"

"Menurutku ibu ini terlalu emosional, sehingga membuat keributan."

"Hei, walaupun kasihan, dia tetap salah. Dokter Sarah sudah bekerja keras dan malah diomeli seperti ini, bukankah ini termasuk penyerangan!"

Melihat penonton yang mengkritikku, Axel menunjukkan senyum angkuh.

"Laras, sekarang kamu terlalu emosional. Ayo kita masuk ke dalam kantor dan berbicara, oke?"

Sambil berbicara, dia hendak menarikku lagi.

Aku dengan waspada melangkah mundur.

"Siapa pun jangan sentuh aku!"

Di samping, Sarah memberi isyarat kepada suster lainnya.

Seorang satpam tiba-tiba datang entah dari mana, satpam itu mencengkeram bahuku dan dengan paksa menahanku ke dinding.

Sarah menginstruksikan suster yang ada di sana, "Dia terlalu emosional, dia harus segera disuntik obat penenang!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Jenni yang dulu lemah kini telah berubah menjadi wanita tangguh setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri, serta menjadi korban perundungan. Didampingi sahabat setianya yang selalu mendukung, Jenni kini merancang rencana balas dendam yang matang untuk membuktikan kekuatannya. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membalas semua rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Jenni dalam menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Comeback With You
8.1
Sejak SMP, Laluna terjebak dalam lingkaran perdagangan manusia dan utang di Nepal. Demi bertahan hidup, gadis asal desa di Indonesia ini tumbuh menjadi kriminal tangguh. Ia memilih jalan sebagai pencuri untuk menghidupi keluarga serta membebaskan sahabat-sahabatnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang tentara Indonesia yang tengah menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama-sama, mereka kini harus berjuang melawan sindikat kejam demi bisa pulang ke tanah air.
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Niat Laras menyelamatkan diri dari rumah justru berujung petaka ketika ia dan ketiga anaknya diculik sopir travel. Di tempat penyekapan yang kejam, ia harus kehilangan salah satu buah hatinya. Tragedi memilukan ini menyalut dendam mendalam, memicu tekadnya membongkar dalang serta motif di balik aksi keji ini. Kini, Laras harus berjuang demi menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa sekaligus meloloskan diri dari ancaman maut yang mengintai.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun menjadi asisten detektif Arsen dalam misi berbahaya, Leina diam-diam mencintainya. Namun, Arsen selalu menolak perasaan itu karena jurang usia dan ancaman musuh yang mengintai pekerjaan mereka. Meski terluka oleh sikap dingin sang detektif, Leina enggan menyerah. Bahaya kini mengancam saat para musuh mulai mengincar Leina untuk menjatuhkan Arsen. Akankah Arsen tetap menjauh demi melindunginya, atau justru menyerah pada cinta?
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Impian pernikahan Dissa dan Daniel terancam batal ketika Daniel memutuskan bertugas sebagai dokter relawan di wilayah konflik Gaza. Meski hubungan jarak jauh mereka awalnya berjalan baik, Daniel mendadak hilang tanpa kabar. Kecemasan Dissa memuncak saat ia menerima kiriman foto tunangannya bersama Jesika, mantan sahabatnya sendiri. Kini, ia didera kebimbangan untuk membatalkan pernikahan atau tetap bertahan memercayai Daniel, tanpa tahu bahaya nyata yang sedang dihadapi kekasihnya di sana.