APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Carly Hamilton

Pembalasan Carly Hamilton

Carly Hamilton menjalani hidup miskin sebagai mantan penjaga bar sebelum terjebak pernikahan paksa dengan wanita dari keluarga kaya raya. Setiap hari, ia terus menerima hinaan serta caci maki yang menyakitkan dari orang-orang sekelilingnya. Berbagai cobaan berat tiada henti menghantam hidup Carly. Namun, titik balik besar akhirnya datang saat keberuntungan berpihak padanya. Carly pun bangkit untuk membalas dendam dan memaksa mereka yang dulu meremehkannya berlutut memohon ampun.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lelaki tua itu berjalan menuju mobil mewah yang terparkir di taman.

"Ayo masuk." Ajak lelaki tua.

"Maaf Pak, sepertinya saya tidak cocok menaiki mobil mewah bapak." Ungkap Carly yang takut akan mengotori mobil itu dengan sepatu dan baju baunya.

"Tidak apa-apa. Kamu masuk saja." Paksa lelaki itu dengan wajah penuh senyuman.

"Baiklah."

Dengan sedikit gugup, Carly menaiki mobil mewah itu dengan hati-hati takut ada yang lecet karena itu pertama kali Carly menaiki mobil mewah seharga ratusan juta dollar.

Beberapa menit berlalu, mobil yang ditumpangi Carly telah sampai di perusahaan besar yang terletak ditepian kota Rocburn.

Carly mengikuti langkah pak Halbert memasuki ruangannya.

"Perkenalkan, saya Davidson Halbert. Kamu bisa memanggil saya pak Halbert." Ungkap pak Halbert sembari mengajak Carly duduk di sofa mewah yang tersedia di ruangan itu.

"Baik pak Halbert."

"Saya tadi tak sengaja membaca kertas riwayat hidupmu. Jadi, sebelum menjadi penjaga bar, kamu pernah bekerja dimana saja?" Tanya pak Halbert.

"Hmm... Saya pernah menjadi office boy disebuah perusahaan pak. Maklum pak, saya hanya tamatan sekolah menengah atas. Sudah memiliki pekerjaan saja, saya udah senang pak." Ungkap Carly.

"Ohh begitu... Sebenarnya saat ini lowongan di bagian office boy sedang kosong. Tapi, bagian staff marketing membutuhkan orang. Jika kamu berminat, asisten saya bisa membantu untuk mempelajarinya."

"Apa itu tidak berlebihan pak? Masih banyak orang yang pantas mendapatkan posisi yang sesuai dengan kebutuhan bapak." Carly tak ingin merepotkan orang lain hanya keterbatasan pengetahuannya.

"Justru, orang seperti kamu pantas mendapatkan pekerjaannya. Karena, kamu bisa belajar dengan pekerjaan itu."

Entah apa yang diinginkan pak Halbert, tampaknya ia sangat memperjuangkan Carly untuk bekerja di perusahaannya meski hanya tamatan sekolah menengah atas.

"Apakah bapak serius menjadikan saya bagian dari perusahaan bapak?" Tanya Carly kembali.

"YA!"

"Terimakasih banyak pak."

"Baiklah... Sekarang kamu bisa pulang untuk mempersiapkan diri kamu untuk bekerja besok."

"Dan satu lagi, asisten saya akan memberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan."

"Baik pak."

Carly keluar dari ruangan dan diarahkan oleh salah satu asisten pak Halbert untuk mengambil semua file yang harus dipelajari Carly.

"Kamu bisa pelajari dan kamu bisa bertanya kepada saya jika tidak memahaminya." Ujar asisten pak Halbert yang bernama Sean Andreas.

"Baik pak. Terimakasih sudah mau membantu saya."

Sean hanya menganggukkan kepala lalu meninggalkan Carly dengan senyuman sinis terukir disudut bibirnya.

Carly segera pulang untuk memberitahukan kabar gembira pada Bianca.

"Carly? Ada apa denganmu?" Tanya Bianca yang kebingungan dengan suaminya.

"Aku ada kabar baik untukmu!"

"Besok saya sudah bekerja disebuah perusahaan pada bidang marketing." Carly dengan lantang memberitahukan kabar baik itu.

"Apakah benar? Kenapa saya merasa aneh?!" Ungkap Bianca yang sedikit paham dengan alur rencana sebuah perusahaan. Apalagi, Bianca sempat bekerja di perusahaan Jason Abraham.

"Aneh apanya? Seharusnya kamu bahagia kalau saya mendapatkan pekerjaan yang layak untuk kita berdua."

"Saya bahagia, tapi saya merasa ada orang yang ingin kembali menjebak kamu."

"Tidak mungkin! Pemilik perusahaan itu adalah orang ternama. Bahkan saya juga mencaritahu siapa dia di laman website."

"Baguslah. Jadi secepatnya mungkin kita bisa membayar uang sewa rumah."

"Kamu tenang saja. Jika sudah mendapatkan gaji, saya akan membayar sewa rumah untuk 6 bulan kedepan."

"Baiklah."

Keesokan harinya...

Carly berangkat kerja lebih cepat karena takut terlambat. Apalagi, hari itu adalah hari pertama ia bekerja disebuah perusahaan besar.

"Selamat pagi pak Sean." Sapa Carly pada asisten pak Halbert yang berdiri didepan lobi kantor.

"Selamat pagi." Sahut Sean dengan dinginnya.

"Sekarang, ayo ikut saya untuk membantu perusahaan menjual stok barang yang masih bertumpukan di gudang."

"Baik Pak."

Carly dengan patuh memasuki mobil dan dibawa ke sebuah daerah yang bisa dibilang cukup sepi dan jauh dari perkotaan.

"Apakah gudangnya jauh dari kantor pak?" Tanya Carly.

"Benar. Karena barang-barang ini tak bisa dibawa ke kantor. Jadi harus ditampung didaerah lain." Jawab Sean.

"Kamu sudah mempelajari cara pemasaran barang kita kan?" Sambung Sean bertanya pada Carly.

"Sudah pak."

"Kamu jangan sampai melupakan peringatan yang tercatat diakhir file."

"Baik pak."

Carly sebenarnya merasa curiga. Namun, tak mungkin perusahaan ternama melakukan hal yang melanggar peraturan kota.

Hampir satu jam berlalu, Carly telah sampai di gudang milik perusahaan pak Halbert.

Sebuah bangunan yang jauh dari kota dengan pagar yang tinggi dan lahan yang luas.

Gudang itu dijaga oleh beberapa lelaki berbadan kekar dan berwajah sangar.

"Tuan Halbert sudah menunggu pak Sean di ruangannya." Ucap salah seorang penjaga.

"Baik."

Sean segera mengajak Carly menemui pak Halbert. Didalam gudang, terlihat banyak pekerja yang tengah memproduksi sebuah minuman.

"Carly! Untuk pertama kalinya, kamu saya tempatkan didaerah ini. Kamu membantu penjualan minuman didaerah ini. Jika kamu berhasil menaiki penjualan disini. Saya akan memberikan gaji yang fantastis untukmu."

"Saya akan mengusahakan itu semua pak."

"Untuk akses pulang, saya sudah menyiapkan seorang sopir yang akan mengantar dan menjemputmu bekerja."

"Baik pak. Terimakasih banyak sudah membantu saya."

"Ayo Sean. Kita kembali ke kota."

Pak Halbert dan asisten meninggalkan Carly untuk mengelola gudang.

Dihari pertama, Carly mencoba memasarkan minuman pada bar-bar kecil yang berada dikota itu.

Bisa dibilang, semua toko mau menerima minuman yang dipasarkan oleh Carly.

Pesanan minuman semakin meningkat setiap harinya. Hampir dua minggu Carly mengelola gudang, stok yang diproduksi semakin menipis.

Pak Halbert cukup bangga dengan prestasi Carly yang sangat bertanggungjawab dengan pekerjaannya.

"Saya tak salah memilih orang. Sudah berbulan-bulan gudang ini tak ada kemajuan. Tetapi, kamu berhasil menunjukkan prestasimu untuk memasarkan produk saya." Puji pak Halbert.

"Terimakasih pak, sudah mempercayakan saya."

"Ini ada uang untuk kamu sebagai ucapan terimakasih saya."

Sean memberikan satu ikat yang yang senilai 10 juta dollar.

"Apakah ini tidak berlebihan pak? Apalagi nominal uangnya yang tidak sedikit."

"Kamu ambil saja. Uang itu adalah janji saya saat kamu pertama kali bekerja disini."

"Sekali lagi, terimakasih pak Halbert."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Barter libido yuk, say !
8.8
Kenny Reagen pemuda tampan dan ber-image baik dari latar belakang keluarga kaya raya pemilik perusahaan ekspedisi terkemuka, membuat gebrakan gila dengan menawarkan barter sex pada Cherry gadis cantik, baik, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dan terkenal tunduk pada pacarnya. Apa Cherry dan pacarnya setuju dengan barter gila dan tidak masuk akal ?
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Krystal dihadapkan pada pilihan sulit demi menyelamatkan adiknya yang sedang sakit. Ia terpaksa berutang budi pada miliarder bernama Kaivan Bastian Mahendra demi biaya pengobatan. Namun, bantuan finansial itu menuntut imbalan yang sangat berat. Krystal harus rela dinikahi sebagai istri kedua Kaivan. Kini, ia terperangkap dalam mahligai pernikahan rumit yang penuh tekanan. Sanggupkah Krystal bertahan di tengah belenggu takdir dan cinta yang sarat pengorbanan ini?
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Kehidupan seorang wanita hancur ketika ibunya kritis akibat diserang anjing milik Helena. Bara, tunangannya yang kaya raya, justru membela hewan tersebut dan pamit pergi ke luar negeri demi pekerjaan. Namun, kebenaran pahit terungkap setelah sang ibu meninggal. Bara berbohong; ia tidak ke Singapura, melainkan berlibur mewah dengan Helena di Maladewa. Di makam ibunya, wanita ini sadar bahwa cinta sang miliarder palsu belaka. Pengkhianatan keji ini pun mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Nayara terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya demi melunasi utang. Kejadian ini membuat Arkan Ravendra kehilangan calon pengantinnya dan bersumpah untuk merebut Nayara kembali. Di sisi lain, Laras yang merupakan istri sah Darryl merasa dikhianati hingga terjerumus ke dalam perselingkuhan. Kini, Nayara terjebak di antara obsesi keluarga Arkan dan hinaan keluarga Darryl. Akankah ada cinta yang tumbuh di tengah paksaan, atau justru kehancuran yang tersisa akibat balas dendam?
Sampul Novel Suamiku Pura-Pura Buta Demi Menyembunyikan Kebohongan Besar
8.7
Tepat setelah akad, Selena Atmadja diceraikan Davin Hartanto akibat skandal kehamilan wanita lain. Demi menjaga nama baik, Madame Ratih memaksa Selena menikahi putra keduanya, Leonard Hartanto, pria dingin yang misterius. Meski sempat menolak, Selena akhirnya terjebak dalam pernikahan hampa ini. Segalanya berubah ketika Selena mengungkap rahasia besar bahwa Leonard hanya berpura-pura buta. Apa motif di balik sandiwara ini dan mampukah ia bertahan?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.