APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelarian Cinta Yang Terlarang

Pelarian Cinta Yang Terlarang

Pasca kematian sang ibu, Elara yang berumur sepuluh tahun diadopsi Thorne, pria yang dicurigai hampir meracuni ibunya. Elara harus tinggal bersama Thorne yang sangat obsesif dan posesif. Demi melawan kendali ayah angkatnya itu, ia berubah dari gadis manja menjadi sosok pemberontak. Saat menyadari Thorne menyimpan perasaan gelap padanya, Elara kini berjuang keras untuk meloloskan diri dari jeratan berbahaya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Elara mengunci pintu kamarnya dengan suara pelan, seakan takut dunia di luar sana mendengar langkahnya. Suasana rumah ini seakan memeluknya dalam cengkraman yang semakin erat. Ruangan itu terasa sempit, meskipun sebenarnya cukup luas. Setiap sudutnya dipenuhi dengan bayangan masa lalu-bayangan yang tak bisa ia buang, tak bisa ia lupakan. Bayangan ibunya, yang dulu selalu mengajarkan untuk hidup bebas, untuk tidak terikat pada apapun yang bisa menghalangi kebahagiaan. Tapi sekarang, semua itu terasa jauh.

Ia berjalan menuju jendela, memandang keluar, menatap langit senja yang berwarna merah keemasan. Seharusnya ia merasa tenang, tapi tidak. Perasaan itu, perasaan terperangkap, terus menghantui. Ketika ibunya bunuh diri, dunia Elara berubah dalam sekejap. Dan sekarang, ia terjebak di dalam rumah besar ini, rumah yang dibangun dengan ambisi, dengan kekuasaan yang tidak dapat ia mengerti sepenuhnya.

Tapi ada satu hal yang jelas. Thorne. Pria itu, yang selama ini mencoba untuk tampil seperti ayah, ternyata lebih mirip seorang penjara. Seorang tiran yang melihatnya bukan sebagai seorang anak, tetapi sebagai seseorang yang bisa dikendalikan. Sering kali, Elara merasa seperti boneka yang terikat tali, bergerak hanya sesuai dengan kehendaknya. Thorne selalu punya cara untuk membuatnya merasa kecil, tak berdaya, terjatuh dalam jurang kebingungannya sendiri.

Namun ada satu hal yang lebih menakutkan lagi-Thorne sepertinya tidak hanya ingin mengendalikannya. Ada sesuatu yang lebih gelap di balik perhatian yang diberikannya. Sesuatu yang membuat Elara merasa tidak nyaman, yang bahkan tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Bagaimana mungkin seorang pria yang sudah menghancurkan segalanya untuk ibunya, bisa mendekatinya begitu saja dengan cara yang hampir penuh kasih?

Sebuah ketukan pelan di pintu membangunkan Elara dari lamunannya. Ia menoleh, jantungnya berdebar kencang. Dalam sekejap, Thorne sudah berada di sana, berdiri di ambang pintu, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Hanya mata yang tajam, penuh makna.

"Ada apa?" tanya Elara, suaranya terdengar lebih dingin dari yang ia niatkan.

Thorne mengangkat alisnya sedikit, seakan terkejut dengan sikapnya. "Makan malam hampir siap," katanya tanpa mengubah nada suaranya. "Kamu tidak mau terlambat lagi, kan?"

"Jangan perintah aku," jawab Elara dengan nada tajam. "Aku tidak anak kecil lagi, Thorne."

Thorne hanya diam, seolah kata-kata Elara tak pernah ada. Matanya tetap menatapnya dalam, penuh dengan ketenangan yang begitu mengganggu. Ia melangkah lebih dekat, begitu dekat hingga Elara bisa merasakan hembusan napasnya. Bau cologne yang kuat mengelilinginya, menambah ketegangan yang semakin menyelimuti ruangan itu.

"Elara," Thorne akhirnya bersuara, suaranya kali ini lebih dalam, lebih menekan. "Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Jangan buat semuanya lebih sulit daripada yang seharusnya."

Elara menahan napas. Kata-kata itu. Kata-kata yang selalu sama. Yang terbaik untuknya. Apa yang terbaik untuknya dalam hidup yang penuh dengan kontrol ini? Apa yang terbaik untuknya dalam hidup yang dipenuhi dengan ancaman dan manipulasi? Ia ingin berteriak, tapi malah hanya bisa menatapnya dengan mata penuh kebencian.

"Tapi itu tidak ada hubungannya dengan aku," ujar Elara pelan, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh kekuatan. "Kamu tidak tahu apa yang terbaik untukku. Dan aku tidak butuh kamu untuk menunjukkan jalan."

Thorne hanya tersenyum tipis, senyum yang tidak menyembunyikan apapun selain ketegangan yang semakin mencengkeram. Ia mundur selangkah, memberikan ruang antara mereka.

"Apapun yang terjadi, Elara," katanya, "ingat satu hal. Kamu tidak pernah bisa melarikan diri dariku. Aku akan selalu ada, mengawasi."

Elara merasakan darahnya mendidih. Kata-kata itu, ucapan yang penuh ancaman, bukan lagi hanya tentang kontrol-itu adalah permainan. Permainan di mana ia hanya sekadar pion.

Thorne menoleh dan berjalan menuju pintu, meninggalkan Elara yang masih berdiri di sana, terjebak dalam perasaan yang sulit ia artikan. Semua yang terjadi-setiap tindakan, setiap kata-semakin membuatnya ragu. Dia tidak tahu apa yang lebih buruk: terjebak dalam permainan ini atau mencoba melawan dan kehilangan semuanya.

Namun satu hal yang jelas, tak ada jalan keluar yang mudah. Thorne akan selalu ada, mengintai, menunggu kesempatan untuk menariknya lebih dalam ke dalam dunia yang tidak pernah ia pilih.

Elara tahu ini baru permulaan. Dan dia tidak akan tinggal diam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Sering direndahkan keluarga suaminya, Andi, karena hidup sederhana, Nur bertekad mengubah nasib. Rasa sakit hati itu ia jadikan cambuk untuk merintis usaha sendiri dari bawah. Berkat perjuangan kerasnya, Nur berhasil menjelma menjadi pebisnis sukses yang kaya raya. Namun, saat berada di puncak keberhasilan finansial tersebut, ia justru harus menghadapi ujian berat berupa pengkhianatan dari sosok yang sangat ia percayai.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Demi Lisna, Andika rela melepas statusnya sebagai putra konglomerat walau ditentang keluarga. Namun, pengorbanan itu berujung pilu saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi perih: Lisna kini telah bersama pria lain. Meski terluka, Andika menolak menyerah dan terus berjuang merebut kembali hatinya. Akankah cinta mereka berakhir bahagia, ataukah perpisahan ini selamanya?
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman
8.7
Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Kehadiran Miko sebagai rival terberat selalu memicu emosi yang tak terduga. Di balik persaingan sengit mereka, tumbuh getaran hebat yang perlahan mengacaukan logika dan perasaan. Hubungan benci tapi rindu ini membawa badai emosional yang rumit, mengubah musuh bebuyutan menjadi sosok yang paling memengaruhi jiwa. Ikuti perjalanan mendalam dua hati yang terjebak dalam pusaran konflik dan asmara modern yang membingungkan.