APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Permana Brata, anak hasil hubungan gelap Prabasari dan Baron Smith, bertekad mencari ayahnya yang hilang. Mengandalkan warisan Pedang Kebenaran Sejati serta ajaran ilmu Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dari Ki Sasmaya, ia berani mengarungi dunia persilatan yang kejam. Berbagai musuh dan rintangan berat tidak menyurutkan langkahnya. Petualangan penuh aksi ini menjadi pembuktian keteguhan hati Permana dalam menghadapi pahitnya konflik demi menuntaskan misinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Cepat pendekar Pedang Biru itu pasang kuda-kuda. Dia menyadari bahwa orang yang melesatkan panah pendek itu berilmu tinggi dalam menggunakan senjata panah. Juga memiliki tenaga dalam yang luar biasa. Terbukti, panah yang panjangnya cuma serentangan ibu jari dan kelingking itu bisa menumbangkan pohon besar yang kokoh!

Kalau orang ini punya niat jahat, aku pasti sudah mati sekarang. Kata Permana dalam hati. Karena bidikannya tepat, kecepatan lemparnya sulit dilihat, dan kekuatan tenaga lemparnya sangat kuat. Sungguh hebat si pelempar panah ini. Tapi siapa dia? Apa tujuannya dengan melemparkan anak panah tersebut? Untuk tujuan baik atau jahat? Dia sampai saat ini kelihatannya tidak bermaksud jahat padaku. Kalau niatnya jahat, misalnya ingin membunuhku, maka dia tinggal mengarahkan anak panah itu di leher atau jantungku, maka matilah aku dalam sekejap. Tapi kenapa dia tidak membunuhku? Atau barangkali cuma belum saja? Siapa tahu dia ingin membunuhku secara ksatria. Berhadapan dan bertarung secara jantan layaknya seorang ksatria di medan laga!

“Kuharap kisanak menampakkan diri bila tidak keberatan…!” kata Permana sopan. “Aku ingin mengenal kisanak lebih dekat lagi….”

“Hehehe…, aku pun juga ingin menampakkan diri kok,” sahut sebuah suara lirih. “Asalkan tidak ada sinar matahari yang menerpa wajahku….”

Lalu turunlah sebuah bayangan manusia yang pakaiannya menutup rapat badan, kaki, dan tangannya. Pakaian yang dia kenakan berwarna coklat tua. Wajahnya kurang jelas terlihat karena terlindungi bayangan caping lebar yang menutup kepalanya. Caping, penutup kepala yang terbuat dari anyaman bambu itu melindungi kepala dan tubuhnya dari sengatan terik matahari.

Permana terpana melihat sosok pendekar tinggi langsing yang berdiri di depannya. Seluruh tangan sampai jari-jarinya terbungkus kain. Bahkan sampai ujung jari-jari kakinya juga demikian. Benar-benar terbungkus rapat. Tak ada pori-pori kulitnya, kecuali kulit wajah, yang bisa ditembus sinar matahari. Semua rapat, tak mungkin bisa tersentuh oleh sinar mentari.

Keterpanaan Permana disebabkan rasa kaget dan tak menduga bertemu sosok pendekar yang kini berdiri di depannya. Wajahnya tampan, tapi tidak tampak seluruhnya karena sering menunduk. Hanya bagian mata ke bawah yang tampak, itu pun dalam bayangan buram karena terlindung caping lebarnya yang juga berwarna coklat tua. Dia mengira bahwa cerita dari Ki Sasmaya –guru Permana—hanyalah dongengan belaka. Tapi ternyata ada.

Nyatanya demikian.

Sosok pendekar yang berdiri di depannya itu, menurut cerita Ki Sasmaya, bernama Gupita. Punya julukan Si Anti Matahari. Itu terlihat dari penampilan fisik yang telah digambarkan tadi. Permana ingat, berdasarkan cerita Ki Sasmaya, Gupita ini berwatak aneh. Pendiam, tapi pada suatu saat bila bertemu dengan orang yang dia cocoki, akan ngoceh terus. Akan banyak berbicara, bahkan juga bercerita. Gupita juga sulit dikelompokkan. Dia itu termasuk dalam golongan pendekar beraliran putih ataukah golongan hitam? Karena dia bisa akrab dengan kedua macam golongan itu. Atau paling tidak, Gupita kenal para pendekar dari dua golongan yang selalu berserteru itu. Karena pusingnya dalam mengelompokkan, ada sebagian pendekar yang dengan kesal menjulukinya Pendekar Golongan Abu-abu!

“Wah…, ternyata banyak pendekar yang telah mendengar adanya Kitab Daun Putih. Terbukti, saudaraku yang bernama Permana Brata, si Pendekar Budiman Pedang Biru ini jauh-jauh datang kemari untuk mendapatkannya,” kata Gupita dengan suara tenang. Tapi mendalam. “Dugaanku ini benar kan?”

Kurang ajar! Ternyata dia tahu namaku. Kata hati Permana. Darimana dia tahu namaku? Padahal selama ini aku belum pernah kenalan dengannya. Bahkan bertemu saja baru sekarang. Apakah dia telah membuntutiku sejak dari Pulungwarih?

“Jangan merasa heran, Permana…!” kata Gupita seolah-olah tahu kata hati Permana. “Aku mengenalmu karena kau pendekar terkenal. Bahkan sangat terkenal di seantero jagat ini. Kau mudah dikenal karena Pedang Biru yang tersandang di punggungmu. Dan aku mengenalmu karena aku telah mengenal gurumu, Ki Sasmaya. Kalau kau datang ke hutan ini untuk memperebutkan Kitab Daun Putih, kurasa merupakan sesuatu yang wajar. Karena dalam kitab itu terdapat ribuan petunjuk untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Siapa tahu dengan menguasai kitab itu maka kau nantinya bisa menyembuhkan penyakit aneh yang diderita gurumu. Iya kan, hehehehe….”

“Maaf kisanak Gupita, aku tidak bermaksud begitu!” kata Permana jujur. “Jangankan ingin memiliki kitab yang kau katakan itu, mendengar namanya saja baru sekarang. Mana mungkin aku ingin memilikinya? Aku datang kemari dengan tujuan lain.”

“Jangan berbasa-basi, Permana! Aku tahu kok, kau berkata begitu supaya aku tidak menghalangimu dalam memperoleh kitab itu. Dengan berkata begitu, kau kira aku akan membiarkanmu lewat begitu saja? Tidak, Permana, tidak! Aku akan menghalangimu untuk mendapatkan kitab itu karena hanya aku yang paling pantas memiliki Kitab Daun Putih milik Ki Jungkung Kuning alias Ki Cemunduk itu.”

“Siapa ki Jungkung Kuning alias Ki Cemunduk itu?’

“Ah…, kamu ini kok pintar sekali berpura-pura, Permana? Itu pendekar yang badannya tinggi dan kulitnya kuning, sehingga orang menyebutnya ki Jungkung Kuning. Dia badannya sedikit kelihatan membungkuk, dan kalau menghormati orang lain memang suka membungkuk-bungkuk, maka ada pula yang menyebutnya Ki Cemunduk.”

Permana malah terlongong-longong bengong mendengar penjelasan Gupita. Dalam hati dirinya berterima kasih kepada pendekar aneh di depannya itu atas penjelasannya. Karena dirinya baru mendengar sekali ini tentang pendekar bernama Jungkung Kuning itu. Dia juga baru mendengar nama Cemunduk, yang merupakan nama lain atau alias dari nama Jungkung Kuning. Siapa sebenarnya pendekar yang bernama ki Jungkung Kuning itu? Yang jelas dia punya Kitab Daun Putih yang kelihatannya sekarang jadi rebutan para pendekar di dunia persilatan. Yang jelas lagi, ki Jungkung Kuning tinggal di hutan ini. Semoga dia kenal ayah. Bila aku berkesempatan bertemu dia, akan kutanyakan tentang keberadaan ayah kepada ki Jungkung Kuning. Siapa tahu dia kenal ayahku!

“Begini saja, Permana…, kau kembali ke Pulungwarih! Tinggalkan tempat ini! Soal Kitab Daun Putih, biar aku saja yang memperebutkannya dengan para pendekar dari berbagai golongan,” pinta gupita. “Nanti kalau sudah kudapatkan, aku yang akan menyembuhkan Ki Sasmaya berdasarkan kitab itu.”

“Tidak bisa, aku bukan bermaksud memiliki kitab itu. Kedatanganku kemari dengan tujuan lain, yang akan kurahasiakan terhadap siapa pun.”

“O…, jadi kau mau nekad meneruskan perjalananmu, Permana?”

“Ya.”

“Baiklah, kalau begitu kau harus berhadapan denganku. Hiaaat…!”

Gupita menyerang dengan tangan kosong. Dia cecar lawannya dengan pukulan-pukulan beruntun. Dipadu dengan beberapa tendangan yang cepat. Membuat Permana kerepotan juga. Dalam benaknya, pendekar muda itu mengakui bahwa lawannya tidak bisa dianggap enteng. Dia waspada menghadapi serangan lawan.

Beberapa kali Permana menangkis bila perlu. Tapi lebih banyak menghindar. Karena dirinya merasa tidak perlu melayani pendekar yang berwatak aneh itu. Gupita juga dia anggap salah paham atas kedatangannya ke dalam hutan ini. Maka dalam benaknya terlintas sebuah rencana.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Mantra Cinta
8.7
Tiga hari menjelang pernikahan, dunia Tasya runtuh karena perselingkuhan Ravi, sang tunangan. Setelah sebulan tenggelam dalam kesedihan, ia tak sengaja menemukan akun Twitter misterius @yourwitch yang menawarkan kutukan. Iseng, Tasya meminta agar mantan kekasihnya itu menjadi impoten. Tak diduga, Ravi tiba-tiba mendatangi apartemennya dengan ketakutan. Sambil bersimpuh memohon maaf, ia mengaku kehilangan kejantanannya akibat karma instan yang aneh.
Sampul Novel Pembalasan Pamungkas Mantan Istri
9.4
Baskara tega mengakhiri hidup demi adik angkatnya, Bunga, sekaligus menyerahkan seluruh harta kami. Padahal, obsesinya pada Bunga telah merenggut nyawa putra kami. Aku pun mati dalam kepahitan. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa remaja di panti asuhan. Di sana, Baskara yang juga terlahir kembali memohon ampunanku. Janji manisnya kini tak lagi berarti. Aku bertekad tidak akan membiarkan sejarah kelam itu terulang kembali.
Sampul Novel Pendekar Naga Biru
9.3
Keberadaan naga di Kamandaria lama dianggap dongeng belaka, sampai Candaka muncul sebagai titisan Pendekar Naga Biru. Demi membebaskan rakyat dari raja tirani, ia memulai misi membuktikan legenda naga dan memburu Kitab 9 Naga, pusaka beladiri tiada tanding. Di tengah petualangan menegangkan ini, Candaka harus menumbangkan penguasa kejam, menaklukkan Iblis Naga Hitam, dan mengklaim takhta demi membawa kedamaian bagi Bumi Karimun.
Sampul Novel Putra Rahasia Jodoh Alfaku, Penolakan Terakhirku
8.9
Sebagai penerus Serigala Putih, aku dikhianati Alpha Kaelan yang punya keluarga rahasia. Orang tuaku sendiri tega mencuri dana kawanan demi wanita simpanannya. Aku cuma dijadikan alat pembuat anak sebelum dibuang. Saat mereka berniat membiusku di ulang tahun ke-18, aku pura-pura pingsan dan kabur. Namun, sebelum pergi jauh, aku mengirim kado berisi bukti kejahatan mereka demi menghancurkan semuanya.
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.