APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Passionate Hubby

Passionate Hubby

Di usia 22 tahun, Ayyana Binar Keana mendambakan pernikahan yang penuh kehangatan. Namun, realita berkata lain karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berusia 29 tahun, mengidap kelainan medis tertentu. Kondisi ini membuat rumah tangga mereka yang berjalan sebelas bulan belum dikaruniai anak. Akibat sang suami tak bisa menunaikan nafkah batin, Ayyana pun masih menjaga kesuciannya. Hal ini memicu konflik mendalam di antara keduanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sangat gerah siang ini. Aku memutuskan mandi untuk menyegarkan tubuh. Mulai dari daster khas ibu rumah tangga pada umumnya, aku tanggalkan, menyusul semua kain di tubuh. Di bawah pancuran shower, aku berdiam diri menikmati segarnya air. Ugh, rasanya sangat melegakan setelah bersih-bersih rumah setengah harian ini.

Ceklek!

Tubuhku bergerak refleks menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Terpampang seorang pria membatu di celah pintu. Ia menatapku beberapa detik, lalu menurunkan pandangannya.

“Maaf. Saya kira tadi airnya menyala sendiri.” Hanya itu yang dia ucapkan, lalu menutup pintu kamar mandi dengan pelan tanpa menimbulkan suara.

Selama beberapa saat, aku ikut mematung di tempat. Kemudian mengusap wajah, lalu mengambil handuk yang menggantung. Menggunakannya di tubuh, lalu keluar kamar mandi.

“Mas mau makan siang?” tanyaku saat melihat pria itu sibuk memilah beberapa map di atas meja.

“Kamu lihat map biru di sini. Tadi saya kelupaan, makanya saya pulang mau ambil.” Dia tidak sedikitpun menoleh padaku, dan sibuk mengobrak-abrik kertas di mejanya.

Aku berjalan menuju rak dekat meja kerjanya. Mengambil map yang ia cari, lalu menyerahkannya.

“Ah, terimakasih.” Dia tersenyum simpul padaku saat menerimanya. Lalu berbalik hendak pergi.

“Mas nggak mau makan siang bareng?” tanyaku.

“Maaf, ya. Sekarang belum bisa. Saya ada pertemuan di restoran dengan klien. Lain kali, ya?”

“Okey.” Aku menjawab lemah seraya tersenyum meski ia tidak melihat. Aku terus menatap punggungnya yang dibalut kemeja maroon hingga tubuhnya benar-benar pergi.

Kalau dilihat sekilas, pernikahan kami baik-baik saja. Di mata tetangga, kami adalah keluarga paling bahagia. Di mata keluarga, kamilah pasangan paling beruntung. Namun, untukku ini hanya seperti kehidupan dua orang asing dalam satu rumah.

Pernikahan kami sudah berjalan 11 bulan, tetapi seperti ini. Lihat saja bagaimana respon Mas Aiden tadi. Dia tidak pernah tertarik dengan tubuhku. Jadi, keinginan untuk menjalin cinta dengan suami pupus di malam pernikahan dulu, kala pertama kali aku tahu dia tidak memiliki ketertarikan pada wanita.

Ah, bahkan 2 bulan pernikahan dulu, aku nekat menggodanya dengan lingerie super seksi pemberian sahabatku. Namun, responnya hanya, “wah, bajunya bagus. Tapi apa kamu tidak kedinginan, Ayya? Kainnya terlalu tipis.”

Dia benar-benar tidak memiliki ketertarikan untukku. Dan ini membuatku sedikit frustasi.

Sudahlah, tidak perlu meratapi ini. Aku menuju ke walk in closet untuk memakai pakaian. Namun, dering ponsel membatalkan niatku. Telepon dari Ibu.

“Halo, assalamualaikum,” sapaku lebih dulu.

“Wa alaikumussalam. Nduk, kamu sudah tau belum? Adik sepupumu, Naisha, sudah hamil, loh.”

Oh tidak. Aku benci topik pembicaraan ini. Bibir bawah aku gigit karena gelisah.

“Mereka baru nikah sebulan, loh. Kamu kapan nyusulnya, Nduk?”

Kan ...!

“Hehe ... Alhamdulillah, ya, Bu. Keluarga kita bakalan tambah. InsyaaAllah, kalau Allah sudah kasih rezeki ke kami, kami juga akan segera menyusul.”

Hanya ini yang bisa aku katakan. Tidak mungkin aku terus terang pada Ibu bahwa anaknya ini masih tersegel.

“Kamu banyakin usaha sama suamimu. Sekali-sekali, luangkan waktu buat bersama. Suamimu sepertinya terlalu sibuk bekerja. Capek juga bisa bikin stamina pria berkurang.”

Tanpa kerja pun, staminanya di ranjang tetap tidak ada, Bu.

Pengennya jawab begitu, tapi itu aib suamiku.

“Iya, Bu. Nanti Ayya bilangin sama Mas Aiden.”

“Kamu jangan lama-lama tunda punya anaknya. Ibu kan pengen juga punya cucu langsung dari putri tunggal Ibu. Kamu juga sebagai istri, sering-seringin goda suami kalau perlu. Jangan malu-malu kalau sama suami sendiri.”

Ya Allah, Bu. Ini stok hot pants sama tank top-ku banyak demi goda Mas Aiden. Tapi, tidak pernah mempan.

“Iya, Bu.” Tidak mau melawan, jadi aku hanya bisa menyetujui ucapan Ibu sembari menggaruk kening.

“Kamu jangan kecapean, ya. Jangan banyak stres, supaya subur. Ibu tunggu cucunya, ya.”

“Iya, Bu.”

“Ayya bahagia ya, di sana. Ibu sayang Ayya.”

“Ayya juga sayang Ibu. Assalamu'alaikum.”

“Wa ‘alaimussalam.”

Langsung saja aku matikan sambungan telepon. Lalu memukulkan benda pipih itu di kepala.

Stres!

Tambahan tuntutan cucu membuatku semakin sulit berpikir. Harus aku apakan Mas Aiden agar tertarik padaku?

***

Menjelang magrib, Mas Aiden sudah tiba di rumah. Aku menghampiri untuk mencium punggung tangannya. Jasnya aku bantu lepaskan, serta tas kerja aku bawakan.

“Aku udah siapin air hangat, Mas,” ucapku memberitahu seraya mengekor pada Mas Aiden. “Mau minum kopi, Mas?”

“Tidak perlu. Saya butuh istirahat malam ini.”

“Baik, Mas.”

Rutinitas ini terjadi setiap hari selama pernikahan. Bahkan, setiap sudah menjadi kebiasaan. Sehingga kadang, di hari libur, aku akan merasa aneh jika tidak menyambut Mas Aiden seperti ini.

“Mas?” panggilku saat Mas Aiden akan masuk kamar mandi.

Rasanya aku agak segan mengatakan ini, karena sejak ia jujur mengenai kelainannya, aku berjanji menerima Mas Aiden apa adanya. Tapi, rasanya aku akan berkhianat setelah tekanan cucu dari keluarga besar.

“Nanti, bisa kita bicara?”

“Bisa. Kenapa bukan sekarang? Saya masih punya waktu.”

Dia langsung berbalik padaku. Pria ini memang terlalu sopan dan baik. Seandainya bukan karena kelainannya itu, aku akan menjadi istri paling bahagia di dunia.

“Nanti aja, Mas, kalau udah makan malam. Biar lebih santai gitu.”

Mas Aiden mengangguk-angguk. “Bisa.”

***

Kesempatan yang aku minta tadi sudah tersedia sekarang. Malah, aku jadi semakin kikuk saat Mas Aiden menagih pembicaraan yang aku tawarkan tadi.

“Anu, Mas. Maaf sebelumnya, ya, Mas. Ini itu permintaan Ibu. Ibu mau punya cucu ....” Aku menatap wajah Mas Aiden hati-hati. Raut ramahnya hilang seketika. “A-aku nggak nuntut apa pun kok, Mas. Cuman mau cerita aja. Sekalian, mau minta saran alasan gitu dari Mas. Nantinya mau jawab apa pertanyaan Ibu.”

“Kamu bisa ceritakan kekurangan saya.” Jawabannya ketus, jelas bukan Mas Aiden sekali.

“M-maaf, Mas. Aku ... Aku cuma ....” Aku menelan ludah, sembari mengalihkan perhatian. Tidak punya jawaban lagi untuk menenangkan hatinya. “Maaf, kalau bikin Mas tersinggung.” Aku hanya bisa menunduk.

Desah napas Mas Aiden terdengar kasar. “Saya yang harusnya minta maaf, Ayya. Karena saya, kamu jadi harus tertekan seperti ini.” Mas Aiden lalu memegang pipiku, membuatku menengadah menatapnya lagi. “Kamu mau menikah sama pria lain saja, Ayya? Setidaknya, kamu akan bisa dapat hak kamu sebagai istri. Saya tidak akan bisa memberikan kamu kebahagiaan batin.”

Mas Aiden sudah luluh. Sisi dalam diriku malah ingin sedikit memberontak lagi. “Mas ....” Aku memegang tangannya di pipiku, lalu menciumnya. “Apa nggak ada jalan lain gitu? Ke dokter?”

“Saya sudah coba, tidak bisa membantu.” Mas Aiden hendak menarik tangannya, tetapi aku menahan. Tetap menggenggam tangan dengan beberapa urat hijau menonjol itu.

“Terus, nggak bisa dipaksa gitu, Mas?” ucapku berbisik. “Kayak ... em ... kita pemanasan dulu gitu. Siapa tau kepancing, kan, ya?” Terakhir, aku hanya bisa nyengir malu.

“Tidak bisa, Ayya.”

Aku langsung menunduk lesu.

“Oke, kalau kamu mau coba.”

Aku langsung antusias dengan keputusannya itu.

“Tapi, jangan kecewa kalau apa yang kamu harapkan tidak terjadi.”

“Yang penting, coba dulu, Mas.”

Asek ... Mau wik-wik kita.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model rupawan asal Prancis, memilih berpindah keyakinan demi menikahi lelaki idaman walau terhalang perbedaan iman. Namun, pengorbanan besar tersebut justru menyeretnya ke dalam penderitaan mental yang menghancurkan hidupnya. Di tengah badai nestapa, ia mulai meragukan keputusannya memeluk Islam. Kini, sanggupkah Anna bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati diri yang sempat hilang dalam duka?
Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Akibat kalah taruhan saat mabuk, Prakas melewati malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi melunasi utang sang ibu. Usai mengusirnya, Prakas syok saat tahu Miona adalah anak Pak Imam, OB yang sangat ia hormati bagai ayah kandung. Demi menebus rasa bersalah, Prakas melunasi utang mereka dan meminta Miona keluar dari dunia kelam. Namun, Miona yang telanjur sakit hati menolak mentah-mentah bantuan itu dan bertekad mengembalikan semua uangnya.
Sampul Novel Derita Penantian Cinta
8.6
Almira, sarjana desa yang bekerja di perusahaan swasta, menghadapi tekanan berat dari sang ayah untuk segera menikah. Hal ini dipicu oleh pertunangan adiknya, yang menurut sang ayah akan menjadi aib jika melangkahi kakaknya karena bisa membuat Almira sulit jodoh. Meski dipaksa menjalani berbagai perjodohan, Almira menolak semua pria tersebut karena tidak merasa cocok. Penolakan ini memicu kemarahan ayahnya, yang kini melabelinya sebagai gadis sombong dan pemilih.
Sampul Novel Dosa Termanis dengan Calon Iparku
9.6
Safira menghadapi pilihan sulit usai menyetujui kesepakatan dengan Kai, adik calon suaminya, Arkana. Alih-alih menjaga kesetiaan, ia justru hanyut dalam pesona Kai hingga melanggar batas. Hubungan rahasia ini berujung rumit ketika Safira menyadari dirinya tengah mengandung anak Kai. Diimpit rasa bersalah dan pengkhianatan, ia kini harus menentukan arah hidupnya. Haruskah ia bertahan demi tanggung jawab, ataukah mengikuti kata hatinya kepada salah satu dari mereka?
Sampul Novel Princess and The Secret
9.7
Zia, seorang supermodel ternama berdarah bangsawan Timur Tengah, harus menyamar sebagai Ara Bella demi menyelamatkan keluarganya dari krisis hebat. Namun, misi rahasia ini berakhir tragis bagi kisah cintanya. Reikhan Edward merasa sangat dikhianati dan meragukan ketulusan cinta mereka. Zia pun terpaksa mengakui bahwa ia mendekatinya hanya untuk mengungkap kebohongan keluarga Reikhan, meskipun hatinya sendiri kini hancur lebur.