APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Perceraian Kayla Sandio mendadak gempar saat draf kontraknya bocor ke publik, menyebut Theo Oliver tidak kompeten sebagai suami. Malam itu juga, Theo menuntut pembuktian secara langsung. Setelah resmi berpisah, Kayla bertransformasi dari pekerja biasa menjadi ahli restorasi budaya yang sangat sukses. Namun, sang mantan suami justru terus membayangi langkahnya. Saat Kayla meluapkan kekesalannya di sebuah perjamuan, Theo langsung membawanya pergi dan menunjukkan bahwa mereka berdua sama-sama tidak mau kalah.
Bab
Bagikan

Bab 5

Mencambuknya dengan Ikat Pinggang

Di sepanjang jalan, keadaan di dalam mobil sangat hening. Suasana tegang ini membuat Paman Dafa tidak berani mengubah kecepatan mengemudi.

Setelah sampai di tempat parkir sebuah vila yang terletak di pinggiran kota, dia baru menghela napas panjang dan turun untuk membuka pintu mobil.

Kayla tidak sesombong Theo dan tidak suka "dilayani". Ketika dia hendak membuka pintu, Theo berkata dengan santai, "Aku suka cewek bodoh yang berdada besar?"

...

Kayla hampir tersedak. Kalau Theo tidak mengungkit hal itu, dia mungkin sudah lupa. Dia mengucapkan hal seperti itu hanya untuk memfitnah Theo, bagaimana mungkin dia tahu jenis wanita yang disukai Theo!

Dia menoleh dan mata Theo kebetulan mendarat di bawah tulang selangkanya. Baik disengaja ataupun tidak, terkandung maksud lain dari tatapan Theo.

Kayla dapat memahami maksud lain dari tatapan ini, yaitu merendahkan.

"Bukannya wajar kalau pria suka dada besar?"

Karena itu, setelah tiga tahun menikah, Theo bahkan tidak mempunyai sedikit pun hasrat padanya. Namun, badan Raline juga biasa saja.

Theo mengerutkan keningnya sambil berkata, "Aku nggak suka."

Kayla tersenyum masam. Terdapat kecentilan yang luar biasa dalam kecantikannya. Kalau dia tersenyum seperti itu pada pria biasa, mungkin jiwa pria tersebut sudah melayang, tetapi Theo hanya menatapnya dengan tenang dan datar.

Kayla berkata, "Suka atau nggak bukan urusanku. Tapi aku suka yang kompeten. Inilah salah satu alasan aku ingin bercerai denganmu."

Ekspresi Theo berubah muram dan suasana di dalam mobil menjadi sangat canggung.

Peredam suara mobil kurang bagus, jadi Paman Dafa yang berdiri di luar mobil dapat mendengar obrolan mereka berdua. Saat ini, keringat dingin bercucuran di dahinya. Melihat Theo akan segera marah, dia buru-buru memberanikan diri untuk membuka pintu mobil.

"Tuan Muda, Nyonya Kayla, kita sudah sampai di rumah."

Kayla turun terlebih dahulu dari mobil dan langsung melihat Evi sedang berjalan keluar dari vila sambil tersenyum cerah. Dia meraih tangan Kayla, lalu berjalan memasuki vila sambil berkata, "Kay, aku meminta Bibi Warni memasakkan sarang burung untukmu dan secara khusus menambahkan beberapa ramuan kecantikan."

Evi mengabaikan Theo yang masih duduk di dalam mobil.

Setelah masuk rumah, Evi bertanya dengan lembut, "Apa bocah nakal itu menindasmu?"

Dia sudah melihat berita kemarin dan khawatir Kayla akan sedih, jadi malam ini dia menyuruh mereka berdua pulang untuk menginap.

"Bu, aku dan dia ...."

Tepat ketika Kayla hendak mengatakan bahwa dia dan Theo akan bercerai, dia disela oleh Evi, "Kalau anak itu menindasmu, katakan saja padaku. Aku akan menyuruh ayahnya mencambuknya dengan ikat pinggang! Jangan mengalah padanya. Nanti, akan kukirimkan menu makanan yang dia sukai. Mulai besok, pesankan makanan-makanan itu selama sebulan untuknya. Aku juga sudah menelepon Axel dan memperingatkannya untuk nggak membantu Theo, kalau nggak, dia akan dipecat!"

Evi sama sekali tidak menyebut Raline karena takut Kayla akan sedih ketika mendengar nama itu.

Bibi Warni berjalan menghampiri mereka sambil membawa syal. "Nyonya, Anda sedang nggak enak badan, kenapa tidak memakai syal saat keluar? Nyonya Kayla, Anda harus menasihati Nyonya Evi, dia harus lebih peduli pada kesehatannya."

Dengan begitu, Kayla sama sekali tidak punya kesempatan untuk mengatakan kata "bercerai".

"Bu, Anda sakit apa? Sudah panggil dokter?"

Evi melambaikan tangannya sambil berkata, "Haih, penyakit biasa cukup istirahat saja. Tengah malam begini, nggak perlu panggil dokter datang ke tempat terpencil seperti ini."

Sekarang memang sudah cukup larut. Evi menemani Kayla minum sarang burung, lalu meletakkan liontin yang sudah selesai dibuat di tangan Kayla. Kemudian, mereka pun naik ke atas untuk tidur.

Sebelum naik, dia mendelik Theo dengan galak sambil berkata, "Bocah nakal, kalau malam ini kamu nggak membujuk Kayla baikan denganmu, aku akan memukulmu sampai mati!"

Theo terdiam.

Sejak pulang, dia sama sekali tidak berbicara, tetapi sudah dimarahi?

Kamar Theo dan Kayla berada di lantai dua. Karena tahu mereka akan pulang, Bibi Warni sudah mengganti seprai.

Kayla pergi mengambil piama untuk mandi, tetapi ketika dia membuka lemari, dia menemukan bahwa piama katunnya sudah hilang dan digantikan oleh ... berbagai baju tidur sutra berleher rendah yang seksi. Bahkan ada dua kostum peran di antaranya.

Semua orang di vila tahu bahwa Evi ingin menggendong cucu dan sudah menyiapkan kamar bayi sejak mereka menikah. Dia bahkan sudah membeli berbagai macam mainan serta pakaian untuk anak laki-laki dan perempuan.

Pakaian-pakaian ini disiapkan agar mereka segera melahirkan cucu untuknya ....

Kayla agak mengasihaninya. Kalau dia tahu bahwa mereka tidak pernah berhubungan suami istri selama tiga tahun menikah, apakah dia akan emosi hingga mengusir Theo dari rumah?

Kayla berbalik dan mendapati Theo juga sedang melihat pakaian di lemari. Tatapannya sedingin biasanya.

Theo memandangnya sambil berkata, "Semua ini nggak cocok untukmu."

Kayla tertegun.

Dia memilih pakaian yang paling bisa menutupi badannya. Ketika dia hendak meraih pakaian itu, Theo melemparkan sebuah kemeja ke arahnya sambil berkata, "Pakai ini."

Kayla mengambilnya. Tubuh pria itu tinggi dan tegap, kemeja Theo dapat menutupi sampai lutut, memang lebih bagus daripada baju-baju tidur seksi ini. Dia tidak menolak dan langsung membawa kemeja itu pergi ke kamar mandi.

Menurut hukum, setengah dari seluruh properti milik Theo adalah miliknya. Dengan begitu, kemeja ini juga adalah miliknya.

Setelah mandi dan mengeringkan rambut, Kayla keluar dan melihat Theo sedang berdiri di balkon sambil merokok. Lapisan asap yang tipis pun menyelimuti wajah galak pria itu hingga tampak agak ramah.

Entah itu ilusi atau bukan, tetapi ketika mata Theo tertuju pada Kayla, pupilnya menjadi lebih gelap. Namun, hal itu berlalu dengan cepat.

Sembari mengisap rokok, pria itu berjalan masuk. Dia berjalan melewati Kayla tanpa berhenti sejenak pun.

Kayla sudah lama terbiasa dengan sikapnya ini sehingga tidak merasakan emosi apa pun.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Bibi Warni membawa semangkuk sup sambil berkata, "Nyonya Kayla, Nyonya Evi yang memasakkan ini untuk Tuan Muda. Pastikan dia meminum habis, jangan menyia-nyiakan tenaga Nyonya. Demi memasak sup ini, tangan Nyonya terluka .... Dia hanya berpura-pura keras, meskipun tadi dia nggak mengatakan apa pun, dia sangat peduli pada Tuan Muda. Dia khawatir nutrisi Tuan Muda nggak tercukupi dan menyuruhku mengantarkan ini."

"Oke."

Kayla dapat memahami perasaan Evi. Bagaimanapun, Theo adalah putra kandungnya, bagaimana mungkin dia tidak peduli pada Theo?

Theo sudah selesai mandi. Begitu keluar, dia langsung melihat sup yang ditaruh di atas meja.

Kayla berkata, "Ibu yang memasaknya, cepat minum."

Theo hanya melirik dan tidak mengatakan apa pun. Dia juga tidak berniat minum.

Melihat sikap Theo, Kayla teringat pada kata-kata Bibi Warni dan ... rasa sakit yang dia rasakan saat Theo tidak pernah memakan makanan darinya selama beberapa tahun ini. Seketika, dia menjadi agak kesal. "Theo, tangan Ibu terluka karena memasak sup ini. Apa kamu tega mengecewakannya?"

"Mengecewakannya ...." Sepertinya Theo tertarik pada kata ini.

Dia memandang Kayla dan sudut bibirnya tiba-tiba terangkat. Kemudian, dia bertanya dengan nada main-main, "Kamu benar-benar mau aku meminumnya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Menyamar sebagai gadis bisu di kuil Ezen, Asha menyembunyikan kemampuan terlarang membaca memori dari sisa abu. Di kekaisaran pemuja api ini, ia mengungkap sejarah perang masa lalu bersama Kael, seorang pejuang misterius. Saat konspirasi besar dan pemberontakan mulai pecah, benih cinta tumbuh di antara mereka. Melalui ritual kuno serta pelarian yang mengancam nyawa, kekuatan unik Asha kini menjadi penentu mutlak apakah dunia mereka akan bangkit atau lenyap selamanya.
Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Kehidupan Dominic sebagai ayah angkat Bee terusik sejak Nathan, seorang dosen tampan, hadir di antara mereka. Hubungan trio ini pun berkembang menjadi sangat kompleks dan sarat emosi. Konflik batin serta ketegangan asmara mewarnai setiap langkah, membawa pembaca menyelami sisi dewasa dari arti sebuah komitmen. Kisah romansa modern ini menguji batas antara rasa ingin melindungi dan cinta yang mendalam.
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Himpitan masalah ekonomi akhirnya meretakkan rumah tangga yang sudah lama dibangun. Keadaan kian memburuk ketika sang istri curhat di media sosial demi mencari simpati lelaki lain. Terlena rayuan pria beristri, ia mengabaikan risiko bahwa obsesi fisik kerap berujung pengkhianatan. Kini, ia terjebak konflik batin antara kenyamanan semu dan komitmen pernikahan. Hukum tabur tuai pun mulai membayangi mereka yang nekat bermain api.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
8.5
Empat tahun mengabdi sia-sia, Hannah dicampakkan suaminya demi perempuan lain. Sadar cintanya tak berbalas, ia bangkit dari kehancuran dan menjelma menjadi sosok mandiri yang memesona. Saat sang mantan suami mengira Hannah masih mengemis cinta, ia justru kembali dengan megah. Kini, seorang CEO dominan berdiri di sampingnya, dengan bangga mengakui Hannah sebagai istri di hadapan pria sombong yang dulu membuangnya tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
8.5
Ketenangan hidup seorang figur publik yang bersih dari gosip seketika runtuh setelah bertemu Thalita, anak kecil yang berniat membelinya. Kejadian itu membuat ayah sang bocah, Aksa Malvino Alexander, seorang duda kaya raya, mulai mengejarnya. Reputasi sang artis pun hancur akibat rumor viral karena status sosial Aksa yang luar biasa. Walau Aksa sangat narsis dan memaksa saat melamar, ia tetap kokoh menolak meski dicap bodoh karena menolak miliarder itu.