APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacarku Anak Jendral

Pacarku Anak Jendral

Demi menghindari paksaan sang ayah untuk ikut seleksi tentara, Sam memilih kabur ke Malang. Siapa sangka, keterlibatannya dalam perkelahian melawan komplotan pencopet justru membuatnya diangkat sebagai ketua baru mereka. Di bawah arahan Sam, kelompok ini mulai berbenah menuju jalan kebaikan. Di masa transisi hidupnya tersebut, Sam juga dipertemukan dengan seorang mahasiswi yang langsung berhasil memikat hatinya sejak pandangan pertama.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tanpa mereka sadari, ditempat yang tidak jauh dari sana Dito sibuk memegang hp dengan menyedot es teh di tangan satunya. Kamera handphone tentu saja mengarah pada Nada. Semua gerak-gerik Nada serta temannya terlihat jelas dalam panggilan Vidio call. Sejak di area masuk pasar Minggu, Sam sudah menyuruh Dito untuk melakukan panggilan Vidio Call, sebenarnya Sam ingin membuntuti Nada sendiri, entah mengapa Sam merasa sangat ingin dekat dengan Nada, tapi dia gugup dan takut salah tingkah sehingga meminta Dito untuk mengikuti Nada.

Sam melihat Nada kesulitan memilih bando yang akan dibelinya, setelah mencoba beberapa kali, kedua bando tersebut di letakkan kembali ke tempat asalnya dan Nada pergi dengan muka cemberutnya.

Sam mengerutkan dahi, entah apa yang dipikirkan Nada sehingga dia tidak jadi membelinya.

Ada sedikit senyuman di bibirnya dan berkata pada Dito untuk membawanya pergi ke kedai bando tadi "To, bando yang dipilih Nada tadi sekarang kamu beli" pinta Sam.

***

Setelah puas berkeliling Nada dan kedua temannya merasa lapar sehingga memutuskan membeli sarapan disana.

Mita melihat sesosok orang yang disukainya masuk ke kedai bubur sehingga mengajak Nada dan Saras sarapan bubur juga.

Saat masuk kedalam kedai Mita langsung memasang muka manisnya.

"Eh Toni, lagi mau sarapan ya? Kebetulan sekali kita ketemu disini" tak lupa juga senyum manis menyertai ucapannya.

Toni pun tersenyum dan membalas sapaan Mita, "iya, kamu juga mau sarapan bubur juga ya".

"Iya, tentu saja, boleh duduk sini kan?".

"Boleh".

Di tempat lain Sam yang melihat Nada makan bersama beberapa orang laki-laki hatinya merasa tidak enak dan meminta Dito untuk tidak mematikan panggilan vidionya.

Erga melihat ada Nada diantara mereka kemudian menyunggingkan senyum, sebenarnya dia menyukai Nada, akhirnya ada kesempatan makan bersama meskipun bersama teman yang lain tapi dia masih sangat senang.

Setelah melihat Nada duduk Erga bertanya "Nad, kemarin katanya kamu kecopetan ya?".

Rupanya kejadian ini sudah menyebar dan banyak orang tau, Nada tersenyum tapi masih menjawabnya "Iya".

Erga yang melihat Nada enggan untuk berbicara, dia tidak melanjutkannya lagi. Rencananya untuk PDKT dengan Nada tidak boleh terburu-buru apalagi yang ia tanya sepertinya membuat kesal Nada, tentu saja pembahasan ini tidak boleh dilanjutkan. Ya kan?.

Setelah sarapan Toni menawarkan untuk mengantar Mita, Saras dan Nada kembali ke kos. Mita tentu saja langsung setuju. Kapan lagi bisa dekat dengan Toni, kesempatan seperti ini tidak mungkin dilewatkan. Sampainya diparkiran muncullah sebuah masalah. Mobil Toni berbentuk sedan dan hanya bisa menampung empat sampai lima orang. Sedangkan mereka berjumlah enam orang.

Toni lupa jika mobilnya tidak cukup untuk mengungkapkan semua orang, tiba-tiba dia teringat sepertinya Erga tertarik pada Nada, sebab Erga beberapa kali menanyakan tentang Nada yang satu kelas dengannya.

Toni menoleh pada Erga dan berkata "Erga sepertinya kamu tadi bawa motor, berarti gak ikut mobil aku kan, kalau gitu goncengin Nada aja" sambil mengedipkan sebelah matanya sebagai tanda.

Erga melihat tanda dari Toni seketika paham apa maksudnya

"Iya.. iya... Nada kamu aku goncengin aja yuk, kan di mobilnya Toni gak cukup, lagian kamu kan pakai celana".

Nada memang tidak menyadari maksud Toni dan Erga. Dia melihat kedua temannya memang memakai rok dan dia sendiri memakai celana panjang. Tentu saja yang harus mengalah adalah Nada. Nada pun menyetujuinya.

Dito meskipun tidak melakukan Vidio call lagi dia tetap membuntuti Nada, dan juga mengambil beberapa jepretan Nada dan Erga boncengan naik sepeda motor sebagai oleh-oleh untuk Sam dari pasar Minggu.

***

Pagi hari seperti biasa Nada dan kedua temannyannya berangkat ke kampus, sampainya di depan kos ternyata seseorang telah menunggu.

Mita kemudian menyapanya "Erga kenapa pagi-pagi sudah disini?".

Erga tersenyum dan berkata "Jemput Nada".

Nada yang mendengar perkataan Erga sontak kaget dan sedikit bingung, mereka tidak janjian dan Erga kemarin tidak bilang hari ini akan menjemput dirinya.

Saras dan Mita menyenggol-nyenggol lengan Nada yang masih terbengong.

"Udah sana", sambil mendorong Nada ke arah Erga

"Baiklah", meskipun enggan Nada tetap pergi dengan Erga karena tidak ingin membuat Erga datang dengan percuma.

Sam yang selalu bangun pagi selalu menyempatkan berolah raga setiap hari, mendengar hpnya berbunyi, dia menurunkan barbel di tangannya, ada kiriman foto dari Dito.

Raut wajah Sam langsung menjadi kusut, kemarin melihat Nada dibonceng pulang oleh laki-laki membuat perasaan tidak nyaman, sekarang malah Nada dijemput pergi ke kampus, hati Sam bagaikan ditusuk pisau.

Sam punya firasat kalau Erga juga menyukai Nada. Segera Sam pergi mandi dan ikut pergi ke kampus.

***

Perkuliahan semester depan belum dimulai, namun para siswa sedang mempersiapkan diri memilih kelas yang akan diambil, sehingga kegiatan perkuliahan sangat longgar, selesai mengurusi administrasi perkuliahan Nada ingin segera pulang ke kos, tidak seperti teman-teman yang lainnya bisa hang out setelah urusan kampus selesai, dia memilih untuk berhemat. Kali ini Nada pulang sendiri sebab Saras masih menemani Mita yang sedang stalking Toni di perpustakaan.

"Ya udah aku pulang duluan ya", Nada berpamitan pada kedua temannya

"Oke".

Sampai di depan perpustakaan, barusaja kakinya sampai di aspal tiba tiba ada sebuah motor berkecepatan tinggi berhenti di depannya.

Nada melindungi kepalanya dengan kedua tangan, dia menyangka akan tertabrak dan masuk rumah sakit tentunya.

Nada yang gemetaran melirik pengendara motor itu, pengendara itu kemudian membuka helmnya.

"Sam".

Dia lagi dia lagi ucap nada dalam hati. Kenapa akhir-akhir ini dia masih berurusan dengan orang ini, mungkinkah Sam akan balas dendam dengan dirinya. Pikiran Nada mulai melayang ke hal yang buruk, kalau tidak masuk rumah sakit pasti masuk liang kubur. Ya Tuhan dia masih ingin hidup seratus tahun lagi.

Sam yang melihat tingkah Nada berfikir mungkin dirinya mengagetkan Nada, tidak seharusnya dia mengerem motor mendadak di depan Nada, kebetulan dia punya air mineral yang sudah diminum separuh lalu diberikan pada Nada.

Sam mengulurkan tangan hanya dilihat saja oleh Nada, sekarang dia tambah bingung mengapa Sam memberikan air mineral, apakah ada racun di dalamnya. Saat dia sedang mempertimbangkan akan mengambilnya atau tidak Erga dari sisi berlawanan datang dengan motornya.

"Nad, mau pulang kah? Ayo aku antar". Erga menatap Sam, siapakah orang ini, tampangnya penuh dengan kumis brewok, pakaiannya juga seperti preman, tapi kenapa bersama dengan Nada.

Nada yang sedang dalam dilema, karena kehadiran Erga dia merasa lega, dan bergegas ikut ke motor Erga.

Sam pun hanya bisa melihat Nada pergi dengan Erga, namun siapa sangka tangannya mengepal sangat erat menunjukkan ketidak senangannya.

Sampainya di kos Erga pun bertanya pada Nada "Siapa orang tadi itu Nad".

"Hah" Nada tidak siap dengan pertanyaan Erga, dia harus jawab apa.

"Dia... Orang tanya alamat", cuma alasan ini yang terfikir saat ini.

"Ohh", Erga pun tidak ambil pusing, suasana hatinya sedang baik, dia merasa Nada tidak menolak untuk dia dekati.

"Kalau gitu aku pulang ya, bye".

"Bye".

***

Siang hari, Sam mengajak bertemu dengan Alex dan Jerry di sebuah dealer motor.

"Woi... Ada apa nih, kenapa ngajak ketemuan di tempat ini, mau beli motor ya".

Jerry yang baru datang langsung bertanya pada Sam.

"Sudah tau tanya, "Jawab Sam santai.

Alex mengerutkan dahinya "Kamu punya uang Sam?".

"Sudah ayo pilih", Sam beranjak dari tempat duduknya dan mulai melihat-lihat motor yang berpose manja minta untuk dibeli.

Alex dan Jerry cuma bisa mengikuti si Bos Muda itu.

Setelah dia melihat lihat, rupanya pilihannya jatuh pada motor gede sejenis ninja. Tanpa sadar dia bergumam "Nada suka warna apa ya?".

Meskipun suaranya kecil namun Alex dan Jerry bisa mendengar, mereka menoleh satu sama lain. Jadi ini ada hubungannya dengan Nada.

Pagi tadi tidak ada angin tidak ada hujan Sam menemui Alex pagi-pagi katanya mau daftar kuliah. Sedangkan pendaftaran mahasiswa baru sudah ditutup. Jadi dia memaksa Alex dan Jerry untuk mencari cara agar dia bisa diterima di kampus itu. Masalah belum ditemukan malah Sam beli motor baru.

Alex ragu-ragu namun tetap bertanya "Jadi ini semua berhubungan dengan Nada?".

Sam mengerutkan mulutnya dan mulai menceritakan kejadian tadi di kampus saat menemui Nada.

Alex dan Jerry yang mendengar cerita itupun tidak dapat menahan tawa, keduanya tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya.

"Sam, kamu tau tidak kalau itu tandanya Nada takut sama kamu", Jerry bicara masih sambil memegangi perutnya.

Sam membelalakkan matanya "Kenapa, takut sama aku?!".

Alex dan Jerry jadi tertawa lebih kencang.

Jerry yang terkenal playboy di kampus akhirnya memberikan saran ke Sam "Gini Sam, gadis itu rata-rata suka hal yang bagus, mewah dan mahal".

"Maksudmu?, Aku beli motor ini untuk mengalahkan si Erga itu, mungkin kalau motorku lebih bagus dari Erga Nada mau aku bonceng, ini sudah benar kan?".

Jerry tersenyum dan berkata "Dalam kasus ini kamu benar, sebagai cowok memang harus punya gengsi, tapi itu yang pertama".

Sam hanya diam dan menatap Jerry sebagai isyarat untuk melanjutkan perkataannya.

"Yang kedua penampilan, semua gadis pasti suka tampang yang ganteng dan keren, kamu sebenarnya sudah tampan cuma kurang keren."

Sam mendengarkan sambil melihat-lihat pakaiannya.

"Tampangmu sekarang seperti preman, meskipun kamu bawa motor bagus Nada pasti masih kabur", sahut Alex.

"Ada juga yang ketiga, yang ini jurus bikin para gadis klepek-klepek, nanti aku kasih tau ke kamu", tambah Jerry.

"Gak rugi aku punya sahabat seperti kalian", Sam memandangi temannya dan tersenyum manis seolah dia mempunyai harta yang berharga.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam seorang ibu
8.3
Kehidupan Maya runtuh seketika setelah putrinya tewas di tangan anak pejabat yang kebal hukum. Sadar bahwa keadilan tak akan pernah berpihak padanya lewat sistem yang korup, sang ibu memutuskan bergerak sendiri. Ia merancang pembalasan dendam yang matang demi menghukum sang pelaku, meski nyawanya menjadi taruhan. Akankah misi berbahaya ini membawa kedamaian yang ia cari, atau justru menghancurkan sisa hidupnya? Inilah perjuangan nekat seorang ibu demi kebenaran.
Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Putri Yun Shang terlahir kembali ke masa lalu saat dirinya masih berumur delapan tahun. Di balik raga kecilnya, ia memikul memori pahit dari masa depan tentang pengkhianatan sang suami, hilangnya buah hati tercinta, serta kekejaman kakak perempuannya. Berbekal kepedihan dan ingatan masa lalu, Yun Shang bertekad mengubah takdirnya. Ia menolak menjadi sosok lemah dan bersiap membalas dendam kepada semua orang yang dahulu menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner kini harus mengemban tugas sebagai pengawal pribadi Avyana Burcardo. Avyana, seorang putri mafia dengan hobi mengoleksi pria rupawan, terus melancarkan godaan intens yang menguji keteguhan hati Drystan. Meski mulai goyah, sang bodyguard tetap berupaya keras menjaga profesionalitasnya. Hal ini membuat Avyana geram karena Drystan selalu mempertegas batasan status mereka. Mampukah sang putri mafia mengubah pengawal yang polos ini menjadi sosok pria yang lebih agresif?
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.