APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ORANG KETIGA

ORANG KETIGA

Menjadi perebut Varrell Damington dari kekasihnya bukanlah impian Lea Khalilea. Namun, kepahitan hidup mendesak Lea mengambil keputusan nekat hingga terjebak dalam pusaran takdir yang tak pernah ia duga. Melalui perjalanan ini, ia berharap publik mau memahami motifnya sebelum melayangkan kecaman. Inilah sudut pandang berbeda dari sebuah perselingkuhan, yang mengungkap betapa rumitnya dinamika asmara dan realitas hubungan modern saat ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

****

Lea Kalilea.

Apa yang kau pikiran dari nama tersebut diatas?

Imut bukan namanya? Mungkin dia juga sosok yang cantik dan sangat smart di dunianya. Dia juga seorang periang dan mungkin anak dari seorang milyuder. Mungkin.

Namun tepis saja nama imut dan cantik itu dari otakmu karena sosok Lea di sini mungkin akan membuatmu harus berpikir ulang tentang sosok yang cantik ataupun imut tersebut.

Tidak. Ia tidak jelek, cantik malah. Dia tidak bodoh, dia pintar dan terbukti bahwa nilai kuliahnya juga bagus dan memiliki prestasi membanggakan. Lalu apakah yang buruk dari seorang Lea Kalilea?

Orang ketiga.

Siapa sangka dibalik wajahnya yang polos, ia mampu berperan apik sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Varrel Damington yang baru berumur jagung. Kenapa wajah cantik dan prestasi yang bagus harus ia sia-siakan hanya untuk memikat hati seorang Varrel Damington, seorang pengusaha muda yang bahkan tidak ia kenal sama sekali dan tentunya sudah beristri?

Kenapa juga seorang Varrel Damington, yang berpendidikan dan memiliki segalanya mau menjadikan anak bau kencur itu menjadi selingkuhannya dan memeliharanya seperti gundik?

Baik Lea maupun Varrel punya tujuan masing-masing. Jika orang secantik Lea berani mengambil langkah dan itu adalah langkah yang menurut orang dianggap salah, itu bukan karena tanpa alasan. Lalu alasan yang bagaimana yang membuat gadis itu rela melibatkan diri dalam rumah tangga orang?

Kenapa harus Varrel? Kenapa tidak pria lain saja yang harus ia pikat?

Ada apa dengan Varrel?

Bagi Lea, apapun langkahnya ia tidak pernah merasa bersalah. Orang ketiga butuh hidup, butuh cinta. Ia juga ingin normal meskipun melalui cara dicintai dan mencintai suami orang.

Semua orang menganggapnya buruk, menyalahkan dirinya seolah mereka yang menyalahkan adalah malaikat yang tidak pernah berdosa sama sekali.

Meskipun begitu, Lea Kalilea adalah orang ketiga. Orang yang selalu dicap perusak rumah tangga orang padahal kenyataannya nihil. Mereka.... Mereka hanya tidak tahu sebesar apa perjuangan mereka hingga akhirnya memutuskan menjadi pihak ketiga.

Karena tidak semua orang ketiga itu SALAH.

*****

Varrel Damington memasuki apartemen mewahnya dengan santai, selintas ia bisa melihat gadis itu meringkuk di meja belajarnya. Ia tersenyum tipis, tadi malam ia tidak pulang ke apartemennya karena istrinya Bella menuntutnya untuk pulang dan makan malam bersama.

Perlu digarisbawahi jika Varrel rela menyewa apartemen mewah lain hanya untuk menyembunyikan kekasihnya, Lea Kalilea. Mereka bisa tinggal bersama kapanpun Varrel mau. Pria itu juga yang menanggung semua kebutuhan Lea dari uang saku sampai uang kuliah.

Kenapa Varrel mau melakukannya? Karena yang Varrel inginkan adalah tubuh gadis itu.

Varrel bukanlah pria cassanova, ia pria yang baik-baik. Namun setiap melihat Lea, ada sesuatu dalam jiwanya yang sepertinya "lapar dan haus" akan sosok Lea. Bahkan Bella, istrinya tidak bisa memberikan perasaan yang sama kepadanya sama persis seperti yang Lea berikan padanya.

Senyum manis Varrel Damington masih mengukir, perlahan ia mendekati Lea dan mengusap pundaknya dengan lembut. Ia sengaja datang ke apartemen sepagi mungkin karena ia tahu, Lea akan menunggunya hingga ketiduran di meja belajarnya.

"Lea..." bisiknya guna membangunkan sosok Lea yang masih meringkuk beralaskan tangan.

Varrel mengusap rambut halus gadis itu penuh sayang hingga akhirnya sang gadis membuka mata dan mulai mengerjapkan-ngerjapkan kedua matanya yang masih pedas.

"Arrell...." bisik Lea diantara sadar dan tidak sadar seraya berusaha menegakkan lehernya yang masih lemas. Matanya masih mengatup karena ia baru saja tertidur selepas dini hari hanya karena menunggu Varrel pulang.

Arrel, nama panggilan manja Lea pada Varrel. Pria itu bahkan tak keberatan jika gadis muda yang usianya 7 tahun di bawahnya itu memanggilnya seperti itu.

Dengan masih menyunggingkan senyum, Varrel mendekatkan wajahnya pada Lea. Tanpa merasa malu, Varrel menangkup wajah Lea yang masih setengah tertidur lalu menyerang bibir Lea penuh gairah.

"Mnn....." Lea berusaha mengelak namun Varrel terus menyerangnya.

Ciuman pagi itu cukup memabukkan bagi Varrel, ciuman yang tidak sepanas ia lakukan dengan Bella, istrinya sendiri. Entah kenapa jika dengan Lea semua terasa begitu menyenangkan.

"Bangunlah... Kau tidak bisa tidur seperti itu, Lea." bisiknya lagi setelah habis melumat bibir mungil Lea.

"Aku masih mengantuk." bisik Lea lirih seraya mencoba membuka matanya yang terasa begitu perih.

"Sepertinya kau perlu olahraga dulu." ucap Varrel nakal lantas mengangkat tubuh Lea yang kecil menuju ke ranjang.

Lea hanya terdiam dan menurut tatkala tubuh ringannya terhempas ke ranjang yang empuk di seberang meja belajarnya. Ia hanya menatap biasa tatkala Varrel melonggarkan dasinya dan mulai menaiki tubuhnya seakan sedang turn on.

"Kau harus bekerja, Arrel. Kau harus mencarikanku uang kuliah." ucap Lea lirih ketika Varrel mendekatkan wajahnya.

"Berapa uang yang kau inginkan? Bayar dulu dengan tubuhmu maka akan kuisi penuh kartu kreditmu dengan uangku2." jawab Varrel enteng lantas mulai menyerang bibir mungil di depannya.

"Arrel, kau sudah rapi jangan membuat penampilanmu menjadi lusuh. Sebaiknya kau segera mencari uang untukku." ucap Lea sembari membungkam mulut Varrel.

Pria itu menatap Lea dengan seksama, perlahan ia mengalihkan tangan Lea dan menguncinya dengan rapat. Sejenak mereka saling pandang hingga akhirnya....

"Aku bisa mandi lagi atau aku akan berangkat siang. Kau tahu, aku tidak bisa berjauhan denganmu Lea. Berapapun uang yang kau inginkan pasti akan kuberikan padamu. Namun aku mohon jangan sekali-sekali kau menolak keinginanku." bisik Varrel seolah memberi peringatan.

Lea terdiam, ia tak bisa berkata-kata lagi ketika pria tampan di atasnya kembali mengecupi wajahnya seakan penuh rindu. Ia juga menurut tatkala tangan nakal Varrel terus menjelajahi tubuh mungilnya hingga akhirnya berhasil melucuti sweeternya.

"Kau yakin, Arrel?" tanya Lea ragu ketika Varrel melucuti pakaiannya hingga setengah telanjang.

"Kenapa? Apa kau keberatan? Apa kau sudah tak menyukaiku? Ayolah, kita sudah melakukannya berkali-kali, Lea. Aku merasa ketagihan padamu." bisik Varrel lirih lalu mengecup leher Lea penuh nafsu.

"Bukankah tadi malam kau dan Bella...."

"Aku hanya bernafsu denganmu, bocah. Jangan menyebut nama Bella lagi di ranjang ini, kau mengerti?!" peringat Varrel tanpa berhenti mencumbui tubuh Lea.

Gadis itu terdiam, ia hanya mengangguk pelan dan mulai mengikuti permainan yang Varrel ciptakan pada tubuhnya. Bahkan sepagi ini, Varrel tanpa rasa malu meminta jatah kepadanya.

Pria itu... Pria yang memberi kehidupan baru bagi Lea. Di dunia ini apa yang bisa diharapkan oleh gadis yatim piatu seperti dirinya. Gadis yang ditinggal pergi oleh Ibunya dan harus turut menghidupi ketiga adiknya yang masih sekolah.

Kehidupan Lea sangat pelik, kerja paruh waktu pun tak cukup membiayai hidupnya hingga akhirnya Tuhan menawarkan Varrel sebagai solusinya. Hanya pria itu yang bisa menolongnya, pria yang sanggup menanggung hidupnya dan bersedia menampung benalu seperti dirinya.

"Kenapa kau terus menatapku?" tanya Varrel ketika sadar bahwa Lea terus menatapi wajah rupawannya.

"Kau... Kau sangat tampan." bisik Lea tanpa melepas pandangannya membuat wajah Varrel memerah.

"Kau salah memujiku, Lea. Harusnya kau memuji keperkasaanku bukan ketampananku." ucap Varrel lirih.

"Aku jujur, Arrel." dengus Lea lirih setengah berbisik sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Varrel.

"Tapi kau tak pernah jujur soal kejantananku, Lea." ucap Varrel lagi membuat Lea kembali membungkam mulutnya.

"Aargh..." pekik Lea lirih sembari meringis menahan sakit ketika sesuatu di bawah sana sedang menusuk dan menghimpitnya.

"Kenapa? Apa masih sakit? Apa aku terlalu kencang? Bicaralah padaku Lea, mendesahlah!" bisik Varrel di telinga Lea penuh nafsu.

"Kau selalu terburu-buru." dengus Lea sambil memukul kecil pundak Varrel Damington.

"Oh ya? Itu karena aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi, Lea. Tubuhku hanya mau denganmu bukan dengan yang lainnya." bisik Varrel lalu menciumi leher Lea.

Gadis yang sedang ia himpit, hanya terdiam dan menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa sakitnya. Hal itu membuat seorang Varrel Damington, pria yang mengenal sekali dunia percintaan menjadi sebal-sebal gemas. Tanpa peduli dengan wajah Lea yang polos dan penuh rasa sakit itu, ia menghentak lebih kencang membuat sang gadis hampir menjerit.

"Aaaarghh.... Aarrell...."

Varrel tersenyum tatkala Lea mulai menyukai permainan panasnya. Wajah gadis itu memerah, menunjukkan sikap imutnya membuat Varrel makin gemas dan ingin menghabiskannya pagi ini.

"Arreeelll....." ceracau Lea mulai tak karuan. Varrel tak menjawab, ia semakin meningkatkan hentakannya dan membuat Lea semakin tak karuan.

"Aarrell... Aku.. Mohon... Jangan sekeras itu." ucap Lea hampir tak terdengar.

Justru Varrel terus bergairah, melihat Lea tak berdaya seperti itu membuat jiwa buasnya terus meledak liar.

"Aarreellll....."

"Mmnnn....." mulut Lea terkunci oleh mulut Varrel. Gadis itu hanya bisa menggelepar tak berdaya di bawah permainan Varrel Damington.

Pria itu selalu mencicipi tubuhnya siang malam dan Lea tak keberatan sama sekali. Mungkin ia bodoh namun hanya inilah satunya cara ia bisa bertahan hidup dengan adik-adiknya. Menjadi hina dan begitu buruk di masyarakat.

Lalu jika ia tidak begini, siapa lagi yang harus ia andalkan?

"Lea... Uugh... Aku...." desah Varrel ketika ia sampai ke puncaknya.

"Arrel... Aku tidak mau...."

"Tapi aku mau...."

"Arreell....."dengus Lea dengan kesal ketika Varrel dengan sengaja menumpahkan benih terlarangnya.

"Aku masih kuliah, aku masih memikirkan adik-adikku." ucap Lea dengan wajah sesal.

Varrel tersenyum tipis, tubuhnya berpeluh hebat. Perlahan ia mengusap wajah imut Lea Kalilea.

"Aku tahu dan jika kau hamil, aku akan menikahimu." bisik Varrel lembut.

"Apa? Kau bercanda."

"Tidak, Lea. Aku akan menikahimu, serius. Apa kau mulai meragukan keseriusan Varrel Damington?"

Lea menggeleng pelan membuat Varrel kembali mengusap pipi imut Lea dan mencubitnya gemas.

"Bagus, Lea."

"Tapi ada Bella...."

"Ada kamu di hatiku." sahut Varrel membuat Lea kembali membungkam dan menatap mata Varrel.

"Meskipun ada Bella, ada orangtuaku... Tetaplah di sampingku, jangan pernah melepas genggamanku ataupun mencoba pergi dariku. Jangan pernah sekalipun kita akhiri hubungan ini."

****

"Cari tahu soal gadis ini!" perintah Bella dengan wajah memerah ingin menangis.

Bella Brandon, wanita yang baru 2 bulan menjadi nyonya Varrel Damington hanya bisa melamun dan terus melamun tatkala suaminya terus menjauhinya. Selama dua bulan ini ia hanya sesekali disentuh oleh Varrel Damington. Itupun dalam keadaan marah ataupun sedang mabuk.

Ketika ia tahu bahwa suaminya ada main belakang, hatinya hancur bukan kepalang. Ia tahu bagaimana perasaannya saat ini, ia adalah wanita baik dan terhormat lalu kenapa ada saja wanita lain yang tega kepadanya?!

Bella adalah orang yang murah hati meskipun ia begitu lemah dan gampang menangis, ia juga bukanlah orang yang suka menyakiti orang lain. Lalu kenapa Varrel tega memperlakukannya seperti ini?

"Tolong Paman, selidiki gadis ini! Aku ingin cari tahu soal gadis ini." pinta Bella lirih sembari menahan airmatanya yang mau keluar.

"Anda yakin, Nyonya?" tanya Paman Henry si sopir pribadi Bella seraya menerima foto gadis bersama Varrel dari tangan Bella.

"Ya, Paman. Aku harus tahu semuanya, aku harus tahu kenapa ia tega merebut Varrel dariku?! Aku harus tahu segalanya." tutur Bella bersikeras lalu meneteskan airmatanya yang bening.

"Saya harap anda tegar, Nyonya." hibur Henry sedih lalu bangkit dan pergi membawa foto itu bersamanya.

Bella terdiam lalu terisak sendiri. Beberapa hari lalu tanpa sengaja ia melihat-lihat isi ponsel suaminya dan menemukan foto itu. Bagi Bella daripada ia mati berdiri karena memikirkan foto itu, alangkah baiknya jika ia mencari tahu sendiri siapa wanita itu.

"Sayang sekali, kenapa usia semuda itu kau gunakan waktumu hanya untuk menggaet suami orang? Apa tidak ada pria lain dalam hidupmu? Lalu kenapa harus suamiku? Kenapa Varrel? Kenapa??"

**************

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Benci
8.2
Demi wasiat sang ayah, Hera terpaksa menikah dengan Gama Dirgantara. Namun, pria berstatus duda itu bersikap sangat dingin karena belum bisa melupakan Karin, masa lalunya. Gama bahkan berjanji tidak akan pernah memberikan hatinya kepada Hera. Keadaan berubah total sejak peristiwa tak terduga terjadi saat Gama mabuk. Di tengah penolakan dan rasa benci, sanggupkah Hera bertahan demi menyelamatkan pernikahan penuh luka ini dan meluluhkan hati Gama?
Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Di usia 19 tahun, Vintari terpaksa mengubur mimpinya demi pernikahan kontrak akibat perjodohan orang tua. Bersanding dengan Zeus Ducan yang jauh lebih dewasa terasa bagai siksaan, sementara Zeus hanya menganggapnya gadis ceroboh yang merepotkan. Namun, ketika rasa nyaman mulai hadir, sebuah kenyataan pahit terbongkar. Zayn, lelaki yang selama ini dicintai Vintari, rupanya adik tiri dari suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dilema rumit antara Zeus dan cinta masa lalunya.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Sesekali Aida melirik genit sambil memberi kode lewat gerakan alisnya. Dari posisi jongkoknya, daster tipis yang ia kenakan tak mampu menyembunyikan lekuk paha mulus serta detail pakaian dalamnya yang menerawang akibat sorotan cahaya matahari sore. Pemandangan menakjubkan itu seketika membuatku terpaku. Aku terpaksa menahan gejolak hasrat liar dan berulang kali menelan ludah, merasa sangat haus akan godaan nyata yang kini tersaji tepat di depan mataku.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.1
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, dari serangan perampok yang menewaskan ibunya. Sejak itu, sang ayah yang bipolar melindunginya secara ekstrem dari siapa pun yang mengusik Kiara. Setelah menjalani operasi pemulihan mata di luar negeri, Kiara pulang untuk menyambut pernikahan baru ayahnya. Namun, ibu tiri yang diklaim lembut justru menculik Kiara ke pabrik kosong. Menuduhnya ingin merebut suami orang dan mencuri perhiasan mendiang istri pertama, sang ibu tiri kini mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah seorang arsitek hancur setelah kecelakaan merenggut ingatan suaminya, taipan Adrian Wijaya. Di bawah kendali Helena yang licik, Adrian berubah kejam: membunuh adik sang istri, melumpuhkannya, hingga merebut pita suaranya untuk Helena. Pengkhianatan ini menyulut dendam membara. Setelah memalsukan kematian, sang istri siap bangkit menghancurkan kerajaan Adrian dan membalas semua kekejamannya.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
Di SMA Melody, Kayana Setyawan, si Ratu Es kaya raya, terlibat rivalitas sengit dengan Naruga Indra, pemuda sederhana yang genius fisika. Perbedaan kasta memicu perseteruan tajam di antara mereka. Namun, sebuah insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bersatu. Memadukan kekuasaan harta Kayana dan logika tajam Ruga, mereka menyelidiki misteri siswa yang koma. Di tengah persaingan ini, benih cinta tak terduga mulai menguji integritas dan menyatukan perbedaan dunia mereka.