APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Oh My Beebu

Oh My Beebu

Masa dewasa muda Angela yang tenang seketika terusik oleh kehadiran tiga pria berinisial R. Mereka adalah Randy sang mantan pacar yang sulit dilupakan, Raffa si adik kelas yang kerap memberi kejutan, serta Revin, mantan kakak kelasnya dahulu. Interaksi dengan ketiga lelaki ini menghadirkan berbagai cerita berbeda yang rumit, membingungkan, sekaligus menguras emosi. Angela kini harus menghadapi dinamika hubungan pelik dalam kisah romansa remaja yang penuh liku ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Angela berdiri di depan kelasnya Raffa. Ini jam istirahat. Angela celingukan ke arah dalam kelas untuk mencari Raffa. Beruntunglah Raffa ada di kelasnya di jam istirahat inj. Kalau saja Raffa tak ada di kelasnya, Angela berniat tanya pada teman sekelasnya dimana Raffa sekarang. Ada hal yang menurutnya penting untuk dibahas bersama Raffa.

”Raffa !” panggilnya.

Raffa yang sedang mengobrol dengan temannya segera menoleh ke arah Angela. Wajahnya terlihat terkejut

”Kak Angela kok ke sini ?” tanyanya ketika Angela sudah mendekati bangkunya. Ia yang semula duduk mengobrol dengan temannya langsung berdiri menyambut Angela.

”Memangnya kenapa ? Kelasmu nggak boleh dimasukin murid dari kelas lain gitu ?”

”Nggak kak. Bukan. Bukan itu. Maksud saya, kenapa kak Angela nggak ke ruang OSIS saja, terus nyuruh saya nemuin kakak di sana,”

Angela meresponnya dengan senyuman lebar.

”Itu karena kelasmu lebih dekat dari tangga ketimbang ruang OSIS,” jawabnya.

Raffa tertawa ringan. Tiga orang temannya Raffa yang tadi mengobrol bersama ikutan tersenyum mendengar jawaban Angela itu.

”Mari, Kak silahkan duduk sini !”

Raffa mempersilahkan Angela duduk di bangku nomor dua dari depan. Tempat yang tadi ia duduki sewaktu mengobrol. Tiga orang teman Raffa langsung menyingkir.

Sedangkan Raffa menarik kursi yang ada di depannya agar menghadap ke arah Angela. Setelah keduanya duduk saling berhadapan barulah Angela memulai percakapan. Ia menyodorkan proposal yang kemarin diberikan Raffa kepadanya.

”Ini soal anggaran mendatangkan artis, beneran nih cuma segini ini besarnya anggaran yang dibutuhkan ?”

”Iya kak,”

”Kok murah ? Tahun lalu biaya ngedatengin artisnya nyampai 2 x lipat dari harga ini lho,”

”Oh itu. Begini kak, acara Pensi tahun ini kan ada unsur kegiatan amalnya, saat ini kan lagi banyak musibah, seperti gunung meletus dan banjir, jadi kami panitia Pensi mengupayakan kalau penjualan tiket nanti setelah dipotong untuk segala keperluan Pensi, keuntungannya akan disumbangkan di komunitas yang menangani kegiatan sosial semacam ini. Dan sewaktu tahu kalau Pensi nanti ada unsur kegiatan amalnya, artisnya ngasih harga khusus gitu kak,” jelas Raffa panjang lebar.

Angela terkejut. Dahinya terlihat mengerut. Mulutnya melongo.

”Serius ini, Raff ?”

”Iya kak. Saya udah ketemu sama artis dan managementnya. Kakak saya kebetulan kerja di radio. Artis yang akan kita undang nanti itu, baru aja promo album di radio tempat kakak saya kerja. Makanya saya bisa nemuin artis itu lebih dulu. Terus dibantuin kakak saya melobby juga sih. Dan akhirnya dapat harga segitu itu,”

”Wouw...jadi kamu sudah ketemu artisnya dan melobby-nya langsung ?” sahut Angela tak percaya.

”Sudah kak...artis dan manajemennya sudah saya temui beberapa hari lalu sebelum saya membuat proposal ini dan menyerahkannya ke kakak ?”

”Wah, hebat ! Udah bisa jalan sendiri melobby artis. Tahun lalu panitia sampai dibantu Wakasek Kesiswaan buat melobby-nya,”

Raffa hanya tersenyum tipis.

”Kebetulan aja mungkin kak. Nasib baik. Niat awalnya sih buat cari info biaya mengundang dia, sekalian cek info jadwalnya dia kosong apa nggak pas Pensi kita nanti. ” jelas Raffa.

Angela meresponnya dengan senyuman tipis. Karena apa yang ditanyakannya sudah dapat jawaban yang jelas, Angela segera minta Raffa menggandakannya.

”Ya udah kalau gitu, gandakan jadi 3 jilidan proposalnya ya ! Satu buat file OSIS. Satu nanti buat diberikan ke kepala sekolah, dan yang satu lagi untuk diserahkan ke yayasan,”

Raffa mengangguk.

”Kalau sudah digandakan, nanti serahkan ke aku! Ntar aku tandatangani. Terus kita bareng-bareng nemui kepala sekolah dan pihak yayasan,”

Kembali Raffa mengangguk. Setelah merasa urusannya dengan Raffa selesai, Angela segera beranjak dari duduknya. Ia berniat meninggalkan kelasnya Raffa. Jam istirahat berakhir sebentar lagi. Raffa juga ikut berdiri saat melihat Angela berdiri.

”Raffa, boleh aku minta nomor teleponmu ? Biar aku bisa komunikasi sama kamu lewat WA gitu?”

”Boleh kak. Boleh banget,” sahut Raffa sembari tersenyum.

Angela mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. Ia menyerahkan ponselnya ke arah Raffa.

”Coba kamu tulis sendiri nomormu di sini !” kata Angela.

Raffa meraih ponsel milik Angela. Ia lantas mengetikkan nomor ponselnya. Beberapa detik kemudian ia mengembalikan ponsel itu ke Angela.

”Kalau sudah punya nomor gini kan enak, bisa komunikasi cepat kalau ada yang perlu kita bahas dengan segera,” kata Angela seraya menekan tombol panggilan dari ponselnya. Terdengar bunyi ponsel dari arah saku bajunya Raffa.

”Itu nomorku. Save ya Raff !”

Raffa mengangguk. Tangannya bergerak mengambil ponselnya dan menekan tombol menyimpan kontak.

”Kemarin waktu saya ketemu Kak Angela, sebenarnya juga mau nanyain nomor teleponnya kakak, tapi karena takut dikira kurang sopan, akhirnya saya nggak jadi minta nomornya Kak Angela,” ujar Raffa sembari memasukkan lagi ponselnya ke dalam saku.

”Ya nggaklah Raff. Kalau untuk urusan OSIS gini masih sopan-sopan aja kok minta nomor ponselku,” ujar Angela seraya tersenyum.

Usai berkata seperti itu Angela pamitan kembali ke kelasnya. Saat ia keluar dari kelasnya Raffa, bel masuk pelajaran terdengar. Angela bergegas turun ke bawah.

Sementara itu, di dalam kelas, Raffa diledek teman-temannya.

”Cieeee....dimntain nomor teleponnya sama ketua OSIS....,” seloroh salah satu temannya.

Raffa hanya meresponnya dengan cengiran di mukanya.

”Boleh aku minta nomornya Kak Angela ?” pinta salah seorang teman Raffa yang bertubuh jangkung, kurus dengan potongan rambut belah tengah.

”Jangan...nanti kalian mengganggunya,” sahutnya. Raffa menonaktifkan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas ranselnya.

”Eh, dia jomblo sekarang. Udah putus sama pacarnya yang kemarin itu. Jadi siapa pun boleh mendekatinya,” kata teman Raffa yang bermata sipit.

Raffa kembali membuat cengiran di wajahnya

”Pepet terus, Raff ! Siapa tahu kamu bisa jadi pacarnya,” canda temannya yang berkulit gelap.

Lagi-lagi cuma cengiran yang ditunjukkan Raffa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
8.7
Rina adalah seorang guru sejarah di sebuah SMA. Dia berusia 30 tahun, bercerai tanpa anak. Orang bilang dia mirip Demi Moore di film "Striptease". Tingginya 170 cm, berat 50 kg, dan payudara 36B. Semua muridnya, terutama yang laki-laki, sangat ingin melihat tubuh polosnya. Suatu hari, Rina harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya untuk tes rias wajah. Anto harus mengulang ulangan karena ketahuan menyontek di kelas. Anto juga dikenal dengan tubuhnya yang kekar karena sudah berlatih bela diri sejak SD sehingga harus menjaga kebugaran fisiknya. Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Dia diam-diam naksir dia. Itu sebabnya dia bermaksud memberinya beberapa "pelajaran tambahan" pada Minggu sore ini. "Sudah selesai, Anto?" Rina kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto sendirian selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang dilontarkannya. "Hampir, Nona." "Kalau sudah selesai, datanglah ke ruang tamu. Aku akan berada di belakang." "Oke." "Mbak Rina, aku sudah selesai," Anto memasuki ruang tamu dengan pekerjaannya. "Dimana Kak Rina?" "Dia di kamarnya Anto, sebentar," Rina mencoba membetulkan kausnya. Ia sengaja melepas branya untuk membangkitkan gairah muridnya. Di balik baju longgarnya, bentuk payudaranya terlihat jelas, terutama putingnya yang menonjol. Begitu dia pergi, mata Anto hampir melotot melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai, tidak seperti penampilannya biasanya di depan murid-muridnya. “Kenapa kamu tidak duduk dulu, biar aku periksa…” Wajah Anto memerah karena malu saat Rina tersenyum saat tatapannya terfokus pada payudaranya. "Bagus... bagus... Kamu bisa berbuat curang seperti itu?" “Maaf, Nona. Saya lupa belajar hari itu.” "Ah, benarkah?" "Anto, bisakah kamu membantuku?" Rina mendekat padanya di atas karpet. “Ada apa, Nona?” Tubuh Anto gemetar saat tangan gurunya memeluknya, sementara tangan Rina yang lain membelai area miliknya. "Tolong, bantu aku, dan berjanjilah untuk tidak memberitahu siapa pun." "Tapi...tapi...aku..." "Kenapa? Oh...kamu masih perawan?" Wajah Anto memerah mendengar perkataan Rina. "Ya." "Tidak apa-apa. Biarkan aku membimbingmu." Rina lalu duduk di pangkuan Anto dan Anto hanya menurut saja saat tubuh hangat gurunya menempel di tubuhnya. Dia bisa merasakan dada Rina mengeras. Keduanya berciuman mesra. Setelah memuaskan diri, Rina berdiri di hadapan muridnya yang masih tertegun. Rambut panjangnya tergerai seperti sutra di tubuhnya. "Ah, cepatlah Anto," erang Rina tak sabar. Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. "Anto...letakkan tanganmu di dadaku," dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina, merasakannya naik turun.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida menghadapi kepedihan luar biasa setelah suaminya tega berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini mengoyak hatinya hingga ia terpuruk dalam kehampaan. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Farida justru terjerumus ke dalam jerat hasrat dan gairah yang tak terduga. Kisah romansa dewasa ini menyoroti luka batin serta pelarian emosional yang seketika mengubah arah hidup sang istri selamanya.
Sampul Novel Istri Pengganti Sang Miliarder
8.7
Identitas aslinya terbongkar, memaksa Hailey membalas budi pada keluarga Brantley. Ia pun terpaksa menggantikan sang kakak menikahi miliarder yang dirumorkan telah renta. Namun di pelaminan, ia terkejut mendapati Mathias, pemuda tampan yang menjadi suaminya. Ketegangan memuncak saat malam pertama ketika Mathias menyudutkan Hailey ke dinding, mengungkap fakta bahwa ia tahu sang istri bukanlah putri sulung yang seharusnya ia nikahi.
Sampul Novel Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).
7.9
Kepulangan Hwanhee setelah tiga tahun justru berujung pada paksaan sang ayah untuk menikahi Ayda Hannah Elsworth demi ambisi keluarga. Di sisi lain, Hannah yang keras kepala curiga rahasianya dimanfaatkan sebagai alat kendali, sehingga ia menolak menjadi menantu boneka. Meski kewalahan menghadapi sikap Hannah yang rumit dan liar, kemandirian wanita itu perlahan memicu dinamika benci jadi cinta yang tak terduga di antara keduanya.
Sampul Novel Penyesalan Abang dan Calon Suami
8.8
Setelah dikhianati hingga bangkrut oleh abang dan tunangannya demi sang sahabat, Rose mendapatkan kesempatan kedua dengan kembali ke masa tiga tahun lalu. Menyadari ketidakadilan mereka yang diam-diam memberikan proyeknya kepada orang lain, Rose memilih menyerah dan pergi ke luar negeri, yang justru dirayakan oleh keduanya. Namun, penyesalan terdalam menghampiri mereka saat Rose kembali tiga tahun kemudian sebagai istri dari presdir Grup Arkava di sebuah acara tender besar.