APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsession of teacher

Obsession of teacher

Dunia seorang mahasiswi tingkat akhir di universitas elite New York runtuh seketika. Perlakuan keji dari dosennya sendiri meninggalkan trauma psikologis yang sangat mendalam. Pasca-kejadian tragis tersebut, ia harus berjuang menghadapi depresi hebat dan dorongan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah pilu ini menyoroti pergulatan batin seorang wanita yang hancur akibat obsesi menyimpang sang pendidik.
Bab
Bagikan

Bab 2

Axton semakin merapatkan tubuhnya, menghirup aroma lavender yang melekat dari tubuh Quinza, dan mencium Quinza lebih dalam lagi.

Tidak sampai disitu, tangan kanan Axton pun sudah memegang bokong sintal milik Quinza meremas bokong Quinza dengan kasar, hingga tangan Axton pun turun ke bawah mengelus paha quinza yang mulus, menyingkap rok Quinza agar Axton lebih leluasa mengelus bagian dalam paha Quinza.

Axton yang sudah di selimuti gairah melepaskan ciumannya tanpa memper kikis jarak antara mereka, memberikan Quinza ruang untuk menghirup udara sebanyak banyak nya, tanpa melepaskan pandangannya ke arah Quinza.

Melihat sudut bibir Quinza berdarah, Axton menghapus darah yang berada di sudut bibir mungil Quinza dengan ibu jarinya, dan mengatakan sesuatu pada Quinza.

“Itu baru permulaan sugar, jika kau berani terhadapku bahkan kau berani bermain dengan ku, aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman yang lebih berat dari pada ini,” ucap Axton, menatap Quinza tajam, dan pergi meninggalkan Quinza yang sudah terisak atas perbuatannya.

Quinza terisak dalam diamnya, tidak berani untuk membalas ucapan Axton, bagi Quinza axton terlihat seperti malaikat dari luar tetapi jika dilihat lebih dalam lagi Axton seperti devil. Like an angel and devil itulah yang berada di dalam pikiran Quinza.

Merasa dirinya sudah sedikit tenang, Quinza segera pergi dari kelasnya tanpa mengikuti mata pelajaran selanjutnya. Axton pun hanya menatap kepergian Quinza dari kejauhan sampai punggung gadis itu menghilang. Dari hadapannya.

••••••••

Quinza menjalankan mobil audi R8 miliknya menuju salah satu tempat yang sering quinza kunjungi untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau.

Beberapa menit kemudian, Quinza sampai di tempat tujuannya, di sebuah tempat yang selalu bisa menenangkan hati dan pikirannya, dengan cepat Quinza membuka pintu mobilnya dan keluar, tidak sabar untuk menemui seseorang

Setibanya di halaman rumah yang sangat sederhana, seorang wanita paruh baya telah menunggu Quinza di depan pintu, Quinza langsung memeluknya, menenggelamkan kepala di ceruk leher wanita itu.

"Aku merindukanmu, maaf, aku jarang sekali menemuimu, bagaimana dengan kabar mu bibi elia dan juga anak anak panti disini?" tanya Quinza, ya sekarang ia berada di salah satu panti asuhan di kawasan New York, letaknya tidak terlalu jauh dari kampus Quinza, tempat yang sering Quinza kunjungi, menemani anak anak yatim yang kehilangan keluarganya atau dibuang dari keluarganya.

"Bibi baik darling, anak anak di panti ini juga sangat baik, mereka selalu menanyakan mu dan merindukan mu, masuklah dan temui mereka, mereka sedang bermain di halaman belakang." jawab bibi Ellia wanita paruh baya berusia 54 tahun, pengurus dan pemilik panti tersebut.

Quinza tersenyum sebagai jawabannya lalu masuk kedalam rumah panti menuju halaman belakang, melihat anak anak panti yang sedang bermain, hati dan pikiran quinza menjadi hangat melihat mereka yang sedang asyik bercengkrama dengan anak anak panti lainnya

"Apa aku mengganggu kalian semua yang sedang asyik bermain?" tanya Quinza, tersenyum pada anak anak panti, yang mendengar ucapannya, salah satu di antara mereka bernama emi menghampiri Quinza, memeluk kaki quinza dengan manja.

"Kenapa kamu jarang datang kesini, aku sangat merindukanmu juga masakan mu," Ucap Emi manja. Pada Quinza

Quinza terkekeh mendengar ucapan Emi, "ckk.. Really Emi, kau merindukan ku hmm?" Tanya Quinza, mensejajarkan tingginya pada emi, sambil mengacak rambut blonde milik Emi dengan tangannya,

"jika kau merindukan ku, berikan aku satu buah kecupanEmi, dan aku akan memasak makanan kesukaan kalian, bagaimana apa kalian setuju"

Anak panti bersorak gembira mendengar quinza ingin memasak untuk mereka. Elia ikut senang melihat mereka bergembira, sudah lama rasanya tidak melihat anak anak panti seperti ini.

"Thanks Quinza, kau membuat mereka begitu gembira hari ini," ucap bibi Elia tersenyum pada Quinza.

Quinza menoleh ke arah samping kanannya, melihat bibi elia sudah berada di sampingnya, Quinza tersenyum mendengar ucapan bibi elia lalu Quinza memeluk bibi Elia, "bibi tidak perlu berterima kasih, itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menghibur mereka dan membuat mereka tersenyum bahkan bergembira, bagi ku mereka semua adalah nya malaikat malaikat ku, penawar rasa lelah ku disaat aku membutuhkan ketenangan, aku sangat menyayangi mereka, merekalah penyemangat ku bibi," kata Quinza yang sudah terisak di atas pundak bibi elia.

"Don't cry honey, kamu bisa menceritakan keluh kesah mu pada ku, kau sudah kuanggap seperti anak kandung ku sendiri, berbagilah kesedihanmu, aku sangat senang jika kamu menceritakan semuanya."

Quinza beruntung ada seseorang yang masih mau memperdulikannya di saat Quinza membutuhkan teman bercerita.

Tidak terasa Quinza menghabis kan waktu nya bersama mereka panti asuhan, mengajarkan anak-anak menulis dan membaca, sampai mengajarkan anak anak panti bermain piano. Hingga hari pun sudah mulai gelap, hingga Quinza pamit pada mereka dan pada bibi Elia.

"Ingat kalian jangan nakal dan menyusahkan grandma Ellia, aunty pamit pulang, minggu depan aunty mengunjungi kalian lagi," pamit Quinza pada mereka.

Quinza yang hendak menaiki mobil nya mendengar suara pertikaian tidak jauh dari rumah panti asuhan itu.

©©©©©©

"Ku mohon tuan, maafkan saya, saya berjanji tidak akan membocorkan rahasia itu pada orang lain.

"Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu, kau salah mencari musuh, kau tau bukan siapa aku, aku tidak akan segan membunuh seseorang yang berani berkhianat dengan ku.

Pukulan, tendangan bahkan sayatan dan tusukan dia berikan pada orang itu sampai terkulai lemas, melihat orang itu sudah tidak berdaya , dia pun tertawa menarik rambut orang itu sampai mendongakan kepala ke arahnya.

"Kau dengar baik-baik perkataan ku, aku tidak akan puas jika orang yang aku siksa dengan mudahnya mati begitu saja, dan ini baru permulaan aku menyiksamu." Ujar Axton dengan intonasi suara dingin

Suara teriakan menggema di sepanjang jalan yang terlihat sepi, tidak ada satu orang pun yang melintasi jalanan itu.

Quinza yang baru pertama kali melihat kejadian itu pun terkejut sampai dirinya menutup mulut dengan kedua Telapak tangannya.

Quinza menyaksikan dengan begitu seksama. Melihat, bagaimana cara dia menyiksa orang itu sampai kondisinya lemah tak berdaya.

Tidak sampai disitu, Quinza melihat orang itu yang sudah terkapar lemah, diberikan siksaan yang lebih parah bahkan tidak segan orang yang menyiksanya itu, memberikan goresan dan tusukan yang bertubi tubi.

"Jangan pernah bermain dengan ku, jika kau hanya ingin menemui neraka mu, hahahaha, bagaimana rasanya, apa kau masih ingin mendapatkan siksaan dari ku lagi, atau kau menyerah untuk langsung ku bunuh"

"Ckkk.. kau memang iblis berbentuk malaikat, Bunuhlah lah aku sekarang juga, dari pada kau terus menyiksaku seperti ini."

Mendengar permintaan nya, pria pun langsung membunuh orang itu dengan menikam jantungnya bertubi-tubi dan terakhir menembak orang itu dengan menggunakan handgun tepat di bagian kepalanya.

Axton tersenyum puas saat melihat korbannya mati secara mengenaskan di tangannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Keluarga
8.2
Dalam novel modern Antara Cinta dan Keluarga, kedatangan kakak sepupu pacar yang baru bercerai mengacaukan segalanya. Sambil membawa anak berusia lima tahun dalam kondisi hamil besar, wanita itu menumpang tinggal dan memperlakukan kekasih protagonis seolah miliknya sendiri. Ketegangan memuncak di sebuah acara keluarga ketika anak tersebut menyiramkan minuman dan berteriak menuduh protagonis telah merebut ayahnya.
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena mengalami penderitaan mendalam sejak diculik oleh Jeno Kusuma, anak bos mafia kejam dari kelompok Sembilan Naga. Jeno melakukan tindakan nekat tersebut demi membalas dendam, karena ayah Selena dituduh membunuh papanya dan mencuri stempel rahasia milik organisasi. Selama disekap sebagai pemuas nafsu, Selena berulang kali mencoba melarikan diri hingga berniat mengakhiri hidupnya. Mampukah ia melepaskan diri, atau justru harus tunduk selamanya?
Sampul Novel Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
9.5
Di puncak kesuksesan kariernya setelah tiga tahun menikah, Aluna siap menanti kehadiran buah hati. Namun, kebahagiaan saat ingin membagikan kabar kehamilannya sirna seketika. Di kantor, ia memergoki Raka bersama wanita lain dan seorang anak kecil. Tanpa penyesalan, sang suami justru dingin meminta cerai demi mereka yang tak sedarah. Akankah Raka menyesal nanti setelah sadar telah membuang darah dagingnya sendiri?
Sampul Novel KETIKA CINTA BERTASBIH
9.3
Walau usaha terbaik telah dilakukan, takdir akhir sebuah hubungan tetap berada di tangan Tuhan. Cerita ini mengulas dilema asmara beda agama dari dua insan yang tidak mungkin menyatu dalam ibadah. Sebagai hamba-Nya, mustahil baginya memilih seseorang yang berbeda keyakinan menjadi imam hidupnya. Namun, rasa cinta yang telanjur mendalam membuatnya sangat sulit merelakan. Akankah cinta ini berakhir di pelaminan, atau ia harus mengikhlaskan perpisahan demi prinsip teguhnya?
Sampul Novel MANDUL
9.7
Bertahun-tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati membuat hidup Izza dipenuhi tekanan. Setiap hari, ia harus tabah menghadapi cemoohan orang sekitar. Beban batinnya kian berat saat pihak keluarga mulai membandingkan dirinya dengan Asih, menantu baru yang langsung berbadan dua di bulan pertama pernikahan. Di tengah runtuhnya rasa percaya diri dan tuntutan keluarga yang menghimpit, sanggupkah Izza bertahan? Simak perjuangan batin Izza demi menjemput impiannya.
Sampul Novel Miss Liar
8.1
Sandra, gadis yatim piatu yang kabur dari kejaran rentenir desa, nekat memakai ijazah palsu demi bertahan hidup di kota besar. Sambil mencari ibu kandungnya, ia memendam hasrat balas dendam atas masa lalunya. Perjalanannya mempertemukan Sandra dengan Hardy, seorang CEO stasiun TV yang peduli padanya, serta Bayu, miliarder pemilik hotel yang menyamar. Di tengah persaingan cinta dan ambisi ini, Sandra juga harus menghadapi pengkhianatan dari sahabat kecilnya, Nina.