APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi Mafia Tampan

Obsesi Mafia Tampan

Terperangkap dalam dunia model dewasa, nasib Haruka Arsya kian malang setelah diculik oleh penggemar fanatiknya, Agaskara Angkasa. Demi memiliki Haruka, pria itu nekat memakai obat terlarang untuk merusak hubungan Haruka dengan kekasihnya. Upaya kabur Haruka justru membawanya ke dalam bahaya baru ketika ia disandera oleh musuh Agaskara. Kini, Haruka terjebak di tengah perseteruan kejam dunia mafia dan obsesi gila yang mengancam keselamatan jiwanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 03. Awal Sebuah Dendam

Suara tembakan kembali terdengar, "Awas!!" teriak Agaskara melempar tubuhnya pada Haruka yang hampir terkena senapan yang sejak tadi membidiknya. 

Dengan sigap pria misterius yang mereka tolong tadi, mengarahkan beceng itu pada pria yang tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi. 

"Kamu tidak apa-apa. Haruka?" tanya Agas padanya yang terlihat pucat karena peluru hampir mengenai kepalanya, terlebih lagi pria tadi juga menodongkan beceng tepat di tengah dahinya. Tapi, ia justru mengubah sasarannya. 

"Ak-aku baik-baik saja. Tapi, kemana pria tadi?" Haruka mencari pria itu, setelah meluncurkan satu peluru pada pria yang hampir menembaknya.

"Pikirkan saja dirimu," ucap Agaskara. 

Tidak berselang lama suara helikopter mendarat di luar bangunan, "Tuan. Apa anda tidak apa-apa?" tanya Leonard kaki tangan Agaskara. 

"Aku tidak apa-apa, bawa Haruka pergi dari sini. Ini masih berbahaya," ucapnya melepaskan satu perintah pada Leonard. 

"Baik Tuan."

"Tunggu Agas, kamu tidak ikut?" Haruka khawatir pada pria ini, karena kota masih cukup kacau. 

"Tidak apa-apa, Haruka. Aku akan baik-baik saja, masih banyak yang harus aku lindung disini." 

Mendengar ucapan Agaskara, dia sedikit memahami dirinya. Meskipun seorang kriminal pun dia masih memiliki tanggung jawab untuk melindungi orang-orang di kota Gores. 

"Mari saya antar, Nona," ujar Leonard menunjukan jalan padanya untuk naik ke dalam helikopter yang sudah mereka siapkan. 

Setelah lepas landas, Haruka mengingatkan Agaskara untuk kembali dengan selamat. Dari bawah dia hanya mengulum senyum pada wanitanya. 

"Tuan, saya sudah berhasil menemukan lokasi persembunyian. Malvin," ucap salah satu pemuda dengan tubuh kurus. Christopher adalah salah satu anak buah Agaskara. Dia bertugas melacak pergerakan musuh dari jauh, bisa dibilang dia adalah hacker. 

"Tunjukan aku lokasinya, kumpulkan anak-anak yang masih tersisa. Ringkus tikus itu dan bawa ke tempat aman." Netranya memerah karena musuhnya berhasil memporak porandakan kota Gores dengan brutal. Tidak hanya itu, mereka hampir melukai wanitanya. 

"Baik Tuan." Gegas dia melaksanakan tugas dari bosnya. 

Tidak butuh waktu lama, anak buah Agaskara berhasil meringkus bos dari klan Teratai Putih. Pria paruh baya yang masih sehat dengan jenggot tebal, duduk dengan tangan terikat. Dia ditangkap setelah melepas satu bom berbentuk tabung ke arah markas klan Naga. 

Buk… buk.. 

Suara pukulan mendarat tepat pada wajahnya, dia tampak lemah karena tenaganya habis karena bertarung melawan Christopher. 

Dengan keren Agaskara masuk ke markas, "Berani-beraninya kau menyerang wilayahku!" sarat wajah Agaskara benar-benar menakutkan. Rahangnya mengeras menatapnya. 

"Ini belasan karena kau menyelundupkan sabu ke wilayahku." Dengan suara berat dia menatap Agaskara. Malvin Cron adalah salah satu pemimpin klan Teratai Putih. Dia begitu marah pada klan Naga karena sudah menyebarkan beberapa bubuk sabu ke beberapa area kekuasaannya. 

Mendengar hal tersebut, tentu saja Agaskara tidak tahu. Mereka hanya memasok barang terlarang pada wilayah tertentu, sebagai bentuk penjajahan. 

"Tidak sekalipun aku memerintah anak buahku untuk memasukan barang itu ke wilayahmu," ucap Agaskara yakin.

"Cih, jangan menipuku. Aku menemukan bukti dari tindakan kalian, kau bahkan memberikan benda itu pada putraku. Sekarang dia menjadi pecandu, dan kau harus membayarnya?!" Malvin meludahinya dengan penuh benci. Jika saja tidak terikat, ia ingin sekali mencabik-cabik wajahnya. 

Tidak terima dengan tuduhan tersebut. Dengan keras Agaskara melayangkan kembali tinjunya, sehingga Malvin mengeluarkan darah di area bibir, apalagi benda padat di dalam mulutnya jatuh ke bawah. Malvin hanya menatap tajam ke arah Agaskara dengan pandangan buram. Meskipun begitu Malvin tidak pernah berteriak sedikitpun walau dipukuli bertubi-tubi. 

"Dengarkan baik-baik! Jangan menuduh sembarangan jika kamu tidak memberikan bukti apapun?!" Agaskara mengerang dengan rahang mengeras, dengan tuduhan Malvin. 

Amarahnya benar-benar tidak mereda, dia dengan tanpa ampun ingin menarik pelatuk beceng yang sedari tadi ia genggam. Lalu mengarahkan ujung beceng tersebut tepat di jidat pria tua tersebut. 

Dor… Dor.. 

Dua peluru langsung menebus bagian jantungnya. "Ini harga karena telah menghilangkan setengah dari penduduk kota Gores?!" 

Ruangan eksekusi menjadi lautan merah. "Kirim dia ke wilayah Amora, katakan, ini adalah peringatan karena telah mengganggu wilayahku?!" perintahnya pada kedua anak buahnya. 

Mereka bertiga membersihkan jenazah itu dan memasukkannya ke dalam peti yang sudah mereka siapkan. Agaskara tidak kenal ampun, dia memiliki harga diri yang tinggi, terlebih lagi dia tidak suka dengan tuduhan. 

Di kota Amora perbatasan dengan kota Gores, Axel Chloe anak tertua dari Malvin melihat peti dengan mayat di dalamnya. Seketika hati pria berperawakan TNI itu meraung, menangisi kepergian sang ayah. 

"Siapa yang melakukan ini?!" teriak Axel pada bawahan ayahnya. Dia sangat marah melihat tubuh pria yang selama ini menyayanginya terbujur kaku tanpa nyawa, sementara ibu Axel tidak bisa menahan tangisannya kala melihat suaminya hanya berlumur darah. 

Tidak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan Axel, karena keluarga Angkasa sangat menakutkan. Axel dengan gila mengeluarkan beceng miliknya menodongkan ke semua anak buah ayahnya yang masih membungkam. 

Mau tidak mau bibir mereka mulai terangkat dan memberi tahukahnya. "Bos dari klan Naga Hitam yang telah melakukan ini," ucap salah satu pengawalnya. 

Mendengar hal tersebut, emosinya kembali menguap. Axel benar-benar emosi pada pria yang sudah merenggut nyawa ayahnya. 

Axel bangun dari duduknya, sambil memanggang beceng miliknya. Dia berniat mendatangi Agaskara. "Aku akan membunuhnya?!" 

Beruntung Tommy paman Dari Axel menghentikan niat keponakannya. Keluarga mereka masih berkabung, tidak memungkinkan untuk balas dendam. Apa lagi lawan mereka adalah Agaskara, mereka butuh strategi untuk menghancurkannya.

"Pikirkan Axel. Kamu tidak cukup kuat melawannya." Tommy menasihati keponakannya. Tidak terima dengan nasihat itu, dia menembaki salah satu pengawalnya. Sebagai bentuk amarah yang tidak bisa ia tahan. 

Melihat Axel masih menggila, Tommy meminta pada Jerry anaknya untuk mengurung Axel. Dia tidak ingin menyatakan peperangan pada Naga Hitam, karena ia tahu bahwa yang memulai kekacauan adalah saudaranya sendiri. 

"Bawa Axel. Berikan obat bius jika dia memberontak." Perintahnya pada anaknya dengan rahang mengeras. 

"Lepaskan aku! Biarkan aku membunuh bajingan itu?!" pekik Axel memberontak.

 "Mereka harus membayar harga dari nyawa ayahku!!" sambungnya dengan netra memerah. 

Tidak tahan atas sikap ketidaksabaran Axel, Jerry pun menyuntikan obat bius padanya hingga tubuhnya melemah. Setelah itu dia memapah tubuh sepupunya ke kamar. 

Kembali ke markas Naga Hitam. Agaskara terlihat mematikan puntung rokok yang sedari tadi ia gunakan. "Siapkan aku helikopter, aku akan kembali malam ini."

"Baik Tuan." 

"Bos. Komandan Bimantara ingin bertemu dengan anda," ucap Christopher menghentikan langkahnya. 

Agaskara mengernyit heran. Karena kedatangan pasukan militer di markasnya. Beruntung tidak ada obat-obatan yang ada di markas tempat ia mengeksekusi Malvin. "Bawa mereka ke kamp, jangan biarkan mereka datang kesini."

Christopher, kembali undur diri dan menyampaikan perintah bosnya. Sementara itu Komandan Bimantara bersama dua rekannya diarahkan ke sebuah kamp milik klan Naga Hitam.

"Bukankah ini tidak sopan?" sesal salah satu rekannya. Karena Agaskara tidak langsung menyambutnya. 

"Diamlah Uskup, kau mau melihat Komandan marah," ucapnya menyuruh teman satu timnya menjaga bibir.

Tidak berselang lama, Agaskara mendatangi mereka bertiga. "Sudah lama kita tidak bertemu, Agaskara," ucap komandan Bimantara padanya. Mereka sudah lama mengenal, meskipun Agaskara seorang mafia bandar sabu, ia tidak pernah lalai dari tugasnya untuk memburunya. 

"Sangat lama, Bima." Agaskara tersenyum mengangkat setengah alisnya. 

Suara napas berat kembali memburu Christopher, dia dengan cepat memberikan kabar buruk itu pada bosnya. 

"Tuan. Nona Haruka….!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO
9.7
Chayana menghadiri resepsi pernikahan Ray, sang CEO, demi menyelidiki pengkhianatan Damian. Namun, ia justru mendapati pacarnya bermesraan dengan perempuan hamil. Saat dunianya runtuh, Ray tiba-tiba menyeret Chayana ke pelaminan dan menikahinya secara paksa. Setelah akad nikah usai, nasib Chayana berubah drastis. Ia kini terikat dengan suami baru yang tidak pernah ia duga, tanpa menyadari kegilaan yang tersimpan rapat di balik sosok dingin Ray.
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA
9.2
Alka menyerahkan sebuah kartu bersaldo melimpah kepada Mira, istrinya. Setelah memberitahukan sandi akses 222222, ia membebaskan Mira memakai uang tersebut. Sempat tertahan di ambang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan begitu kaku lalu pergi begitu saja. Di malam pertama pernikahan mereka, Mira pun harus menelan pil pahit. Ia terpaksa melewati malam dalam keheningan dan kesendirian setelah ditinggal pergi oleh sang suami.
Sampul Novel Partner di Atas Ranjang
8.0
Kehidupan Kasih yang hangat berubah kelam sejak sang ibu mengalami kecelakaan hebat. Saat ia harus menanggung biaya perawatan medis yang sangat besar, sang suami malah pergi merantau dan hilang tanpa jejak. Karena sangat butuh uang, Kasih langsung menerima tawaran kerja dari temannya. Pilihan itu berujung penyesalan besar ketika ia terperangkap menjadi pemuas nafsu pria bernama Gilang demi bertahan hidup di tengah himpitan nasib buruknya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti
9.6
Pernikahan sempat menyembuhkan luka masa lalu Ainayya Hikari Salvina, namun kebahagiaan itu sirna akibat pengkhianatan yang memaksanya pergi dari rumah. Kini, penyesalan mendalam menghantui Albara Demian Dominic atas kehancuran rumah tangga yang ia perbuat sendiri. Albara pun harus berjuang keras demi menebus kesalahan besar dan mengobati luka hati sang istri. Akankah perjuangan panjangnya berhasil merebut kembali cinta berharga yang pernah ia sia-siakan?
Sampul Novel Pernikahanku, Bukan Denganmu
9.5
Lima tahun lalu di Puncak, aku merelakan penglihatanku demi menyelamatkan tunanganku. Namun, pengorbanan itu dianggap sandiwara belaka. Ia lebih memprioritaskan sahabatnya, Amara, bahkan mengubah tempat pernikahan dan membelikannya gaun mewah. Saat hari pernikahan tiba, ia justru menemani Amara dan menelantarkanku di altar. Dia mengira aku akan terus tunduk, tetapi dia keliru. Ketika ia mencariku di Bali, aku sudah pergi ke gunung untuk menikah dengan lelaki lain.
Sampul Novel Pria Bajingan Itu Ayah Anakku
9.0
Demi amanat Yani, mendiang sahabatnya, Ninda rela mengubah jalan hidupnya untuk merawat Leon yang masih berumur empat tahun. Selebgram ini berjuang keras demi masa depan anak tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika Fino Vasikal Gantara, pria berkuasa sekaligus ayah biologis Leon, datang merebut hak asuh. Walau mendapat ancaman dari Fino, Ninda tetap bertahan demi memenuhi janjinya. Ia siap melawan kekuatan sang miliarder demi melindungi Leon.