APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel OBSESI CINTA MANUSIA VAMPIR

OBSESI CINTA MANUSIA VAMPIR

Kehidupan damai Aleeta seketika sirna sejak Leon, pria asing misterius, menerobos masuk ke kamarnya. Sambil mengintimidasi dan mengancam Aleeta, Leon menuntut tempat persembunyian dari kejaran sekelompok pria berbadan besar yang mengincarnya. Keadaan kian menegangkan saat Leon nekat mencium paksa Aleeta. Kini, Aleeta terjebak dalam bahaya besar, terperangkap di antara ancaman luar dan misteri identitas gelap Leon yang perlahan mulai mengintai keselamatannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

CRUSH

Aleeta terkejut, ketika melihat kosannya dalam keadaan rapih dan bersih. Biasanya dia selalu membiarkannya berantakan. Aleeta malas soal merapihkan. Ternyata pria itu membersihkan semuanya. Berbanding terbalik dengan dia yang selalu meletakan barang dengan sembarangan, asal taruh saja.

"Kamu yang membersihkan semua ini?"

Pria itu mengangguk kecil.

"Aku tidak suka tempat tinggal yang kotor" ejeknya.

Aleeta sedikit kesal bercampur malu. Harusnya kebersihan adalah habit nya perempuan bukan? Tapi malah laki-laki ini yang lebih bersih darinya.

"Ini makanannya!"

"Ini uang tipnya," pria itu langsung menyodorkan uangnya. Mata Aleeta seketika berbinar terang. Dia dapat amplop setebal ini. Dia menerka-nerka. Apakah dia ini orang kaya yang minggat dari rumahnya.

"Aku belum tahu namamu, siapa namamu?"

"Leon," jawabnya singkat. Tangannya sibuk membuka bungkus makanan.

"Pasaran sekali," hina Aleeta.

"Apa kau bilang? pasaran? Syukurlah kalau begitu."

Aleeta kira dia akan marah. Ternyata tidak.

"Leon saja?"

"Kenapa? kamu mau tau nama lengkapku? Kita lagi gak perkenalan anak SD kan?"

Aleeta membelalakan matanya malas.

"Ya karena di kampusku banyak yang namanya Leon, ada tiga lah kira-kira," terang Aleeta lagi.

"Giliranmu," pria itu menatapnya.

"Apanya?" Aleeta salah tingkah.

"Beritahu namamu lah! Apa lagi?"

"Aku Aleeta."

"Aleeta ya." Leon mengangguk pelan. Dia mulai mengunyah-ngunyah makanannya.

Aleeta mulai memperhatikannya. Wajah itu seperti pernah dilihatnya. Seperti wajah-wajah orang terkenal dan hebat. Tanpa dia sadari dia sudah terpesona dengan Leon. Leon memiliki wajah paripurna. Dilihat dari sudut pandang manapun tetap tampan. Dari depan, dari belakang, dari samping kanan dan kiri tetap saja dia terlihat sempurna. Bahkan tubuhnya pun bak seorang model. Tinggi jangkung tidak terlalu kurus.

Leon menatap balik Aleeta. Aleeta salah tingkah lagi.

"Kenapa kamu melihatku seperti itu?"

"Oh gak, sudahlah teruskan makannya!"

"Aku terlalu tampan ya?" akuinya sendiri. Mata indah berwarna hijau milik Leon menatapnya dengan lembut. Alis hitamnya itu, bibir ranumnya itu, pipi mulusnya itu, rambut hitamnya itu dan hidung mancungnya itu. Dia tidak berbohong soal dirinya. Tuhan menciptakan dia dengan sempurna. Aleeta ingin mengelaknya tapi kenyataan seperti itu adanya.

Kenapa bisa Aleeta dipertemukan dengan seorang Leon dengan cara seperti ini. Apa mungkin dia seorang malaikat yang turun ke bumi?

"Aku lupa hari ini banyak tugas dari pak Zean, aku akan habiskan ini secepatnya." Aleeta mengalihkan pembicaraan karena wajahnya saat itu sudah terasa panas. Dia malu. Perutnya terasa tergelitik melihat wajah Leon.

"Jangan terburu-buru nanti kamu tersedak," suruh Leon dengan nada yang dilembut-lembutkan.

Aleeta malah tersedak beneran.

"Ini minum." Leon menyeringai jahil. Aleeta mulai ketakutan saat teringat kembali pada malam itu. Ciuman mereka berdua. Ciuman paksa yang menyebalkan.

Aleeta pergi berusaha menjauh dari pesonanya itu. Dia bisa gila jika berlama-lama di situ bersama Leon. Bisa hilang kewarasannya. Dia pun bergegas akan berangkat kerja. Jadi setelah makan dia langsung mandi.

Sementara Leon sangat puas mengerjainya. Dia bangga dan senang melihat Aleeta kewalahan. Sebelumnya dia tidak pernah melakukan ini pada seorang perempuan. Karena kehidupannya yang jauh dari kata sosialisasi. Kerja, kerja dan kerja. Dan selalu dalam ruangan yang formal bersama orang-orang formal.

"Dia bilang dia banyak tugas," gumamnya. Leon penasaran dan membuka tas Aleeta. Dibuka buku itu satu persatu.

"Dia cukup pintar," pujinya.

Gadis seperti Aleeta sangat jarang ditemuinya. Dia bersekolah sambil bekerja itu lumayan melelahkan. Apalagi dia seorang wanita dan hidup sebatang kara. Ditambah lagi pekerjaan yang membutuhkan tenaga. Leon jadi ingat saat Aleeta mengangkat kardus-kardus besar di toko. Baginya itu adalah pekerjaan lelaki. Tapi dia bisa melakukannya. Mungkin Aleeta sudah terbiasa mengangkat kardus-kardus itu. Tapi tetap saja Leon merasa kasihan padanya.

***

Sore itu toko tidak terlalu ramai. Jadi Aleeta dapat beristirahat karena banyak waktu senggang. Dia mengambil beberapa makanan untuk dia makan. Bukan makanan gratis yang sengaja dia ambil. Dia membelinya juga. Bagaimanapun itu punya bosnya. Bukan tokonya sendiri.

Suara TV terdengar. Baru saja pak bos menyetelnya. Dia tertarik dengan siaran berita di Kanal utama. Pembawa berita membawakan beritanya dengan sangat jelas dan tegas. Aleeta pun ikut tertarik mendengarnya.

Pembawa berita : "Berita internasional seorang model ternama Leonard Almero dari agensi X asal Singapura dikatakan menghilang setelah di adakannya acara penghargaan XXX pada malam senin kemarin yang diadakan di gedung A. Tuan Austin selaku Presiden CEO agensi X mengatakan bahwa Leonard menghilang setelah dia keluar dari gedung A dengan asistennya. Sang asisten kembali tanpa Leonard. Dia mengatakan akan segera mencari artisnya dengan bantuan pihak kepolisian. Tapi sampai sekarang pihak kepolisian belum menemukan jejaknya."

Aleeta mengangguk paham. Yang barusan dia lihat adalah kasus penculikan publik figur. Itu lumayan tergolong kasus berat. Pasti para fansnya sangat terpukul. Namun Aleeta tak terlalu memperdulikannya. Itukan artisnya negara tetangga. Dia pun baru mendengar kalau ada model asal Singapura bernama Leonardo Almero.

Aleeta menyapu lantai karena lantai dirasa sangat kotor. Lalu bel pintu toko berbunyi tanda ada pelanggan masuk. Dia langsung bergegas menyapu dan bersiap ke kasir.

Ujung matanya menangkap sosok yang tak asing. Lalu dia menoleh. Orang itu adalah dosennya, Zean. Aleeta seketika gugup. Zean mengambil makanan ringan dan menghampiri kasir.

Tanpa Aleeta sadari Zean memperhatikannya.

"Kamu yang waktu itu telat di pelajaran saya kan?" tanya Zean dengan suaranya yang sedikit tegas.

"Ah bapak inget saya ya?" Aleeta ketar-ketir. Malunya tiada tara ketika dia diingat dosennya karena keterlambatannya.

"Saya mengajar di kelas kamu kan sudah 3 kali pertemuan, cuma kamu saja yang telat, jadi saya ingat wajah kamu." ucapan Zean selanjutnya menambah rasa malu di wajah Aleeta.

Aleeta cuma bisa cengengesan. Ternyata setelah hari itu dosennya sudah menandai wajahnya. Tak lama Aeeta selesai menghitung.

"Ada lagi pak yang mau dibeli?" tanya Aleeta pada Zean.

"Aduh hampir saya lupa, saya mau susu bayi," ucap Zean dengan santai. Tapi hati Aleeta berubah tidak santai. Dia menerka-nerka sekarang. Buat apa susu bayi?

"Jangan panggil aku pak jika di luar, panggil aku Zean."

"Baik pak, eh baik Zean," Aleeta tersenyum kikuk.

Aleeta merasa tidak sopan memanggil dia dengan nama saja. Tapi di sisi lain dia merasa sangat senang. Kalau dosennya itu hanya ingin dipanggil nama saat di luar itu artinya dia juga ingin akrab dengannya.

Zean keluar dari toko. Dia sempat tersenyum pada Aleeta. Tapi Aleeta terus kepikiran susu bayi. Apakah Zean sudah menikah dan punya anak. Dan dia membeli susu bayi itu untuk anaknya.

Aleeta mengambil ponsel di sakunya. Dia mengirim chat pada Andita. Dia menanyakan status dosen gantengnya itu pada kawannya.

Aleeta: Apakah pak Zean sudah menikah?

Andita: Darimana kamu bisa berspekulasi begitu?

Aleeta: Tadi pak Zean ke toko, dia membeli susu bayi, apa menurut kamu dia sudah punya anak?

Andita: OMG benarkah?

Aleeta: Kenapa kamu balik bertanya?

Andita: Aku juga gak tau, tapi menurutku dia sudah menikah!

Aleeta: Apa menurutmu pria berumur 26 tahun sudah pantas memiliki anak?

Andita: Hey pernikahan itu kan karena cinta tak mungkin tak memiliki anak.

Aleeta: Kamu membuatku patah semangat Dit 🤧

Andita: Kamu harus terima kenyataan jikalau besok ada kabar bahwa pak Zean beneran sudah menikah.

Aleeta: emot menangis 😭

Aleeta menghela nafas kasar. Wajahnya berubah muram. Ternyata di saat begitu, pak bos memperhatikannya.

"Kamu sakit Alee?" tanya pak bos pada Aleeta yang melamun di meja kasir.

"Gak pak bos," elaknya dengan wajah sedih.

"Kalau kamu sakit kamu boleh pulang nanti biar aku saja yang jaga."

"Aku memang sakit bos, tapi disini." Aleeta menunjuk ke dadanya.

"Apa? Kamu sakit paru-paru? Apa jantung?" pak bos panik dan langsung memegang pundak Aleeta.

"Tidak pak bos, yang sakit adalah hati, hatiku pak bos," rengek Aleeta.

Pak bos menahan emosi. Matanya membelalak kesal.

"Kamu ini buat aku panik saja, kalau aku yang jantungan bagaimana hah!"

"Ampun pak bos." Aleeta lari menjauh dari bosnya. Takut bosnya marah-marah lagi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Yugo melakukan tindakan keji terhadap adik angkatnya, Maheswari, saat kehilangan kendali. Begitu tahu Maheswari hamil, Yugo yang angkuh justru kabur dari tanggung jawab. Demi menutupi kesalahannya, ia dengan kejam menjebak Junior sebagai kambing hitam. Di tengah situasi penuh ancaman dan kekerasan, Maheswari kini didera dilema besar mengenai kelanjutan masa depannya bersama Junior yang ikut terseret.
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Seorang pembunuh bayaran terlahir kembali sebagai Athea Dominic, putri bangsawan klan Api yang dibenci. Usai tewas tragis akibat mencintai Pangeran Alexander di masa lalu, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Athea lalu bersekutu dengan Azrael, sosok misterius yang merupakan Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang merebut takhta dari pangeran kejam itu demi menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Ketika Dokter Menentang Perwira
7.8
Dokter ortopedi gila kerja, Nayra Adeline, tewas kelelahan setelah operasi 48 jam. Ia mendadak terbangun di Bandung tahun 1975 dalam tubuh Ratri Larasati, perempuan malas bertubuh tambun yang dibenci di asrama militer. Nayra pun harus menghadapi sikap dingin suaminya, Kapten Ardan Wicaksana, yang enggan menyentuhnya akibat reputasi buruk Ratri. Di tengah segala keterbatasan masa lalu, ia berjuang keras demi memperbaiki kehidupan barunya.
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, pemimpin mafia Legion Of Death berjuluk Gadis Pecinta Asap, bertekad membalas kematian ayahnya dengan memburu sisa keturunan Klan Jangkar Perak. Berbekal petunjuk tato jangkar, misinya berubah drastis setelah sebuah peluru mengungkap adanya chip manipulasi di tubuhnya sejak bayi. Begitu chip itu dilepas, tato jangkar justru muncul di kulitnya. Zha kini menghadapi kenyataan pahit tentang siapa pewaris sejati yang dicarinya.