APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not Friend's With Benefit

Not Friend's With Benefit

Dua tahun lamanya Fernanda menjalani hubungan fisik tanpa status cinta dengan Daniel. Meski Daniel tulus mengasihinya, trauma akibat kegagalan tunangan masa lalu membuat Fernanda menutup rapat hatinya. Di bawah tekanan sosial dan ambisi menyenangkan orang tua, ia terus mengabaikan ketulusan Daniel. Namun, sebuah konflik pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti penting pria itu. Ini kisah perjuangan menyembuhkan luka batin demi menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jam makan siang berlalu, tapi Fernanda masih berkutat dengan dokumen di atas meja. la hanya mengguyur lambungnya dengan kopi dan camilan. Itupun sudah dilakukannya tiga jam yang lalu, dan hingga lewat tengah hari hanya air putih dalam gelas di mejanya yang setia menemaninya. Ia sama sekali belum berniat mengisi perutnya dengan makanan lain.

Pekerjaan yang menggunung dengan jadwal rapat yang padat, seperti membuatnya terjepit waktu. Ia harus bergerak cepat dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Baginya saat ini setiap menit dan detiknya sangat diperhitungkan guna efisiensi kinerjanya.

Pintu diketuk dari luar, tanpa mendongak ia berteriak untuk memberikan izin masuk. Tak lama sosok sekretarisnya muncul. Seorang laki-laki kurus pertengahan dua puluhan datang dengan setumpuk dokumen di Iengan.

"Miss, mau makan siang? Saya bisa pesankan di restoran yang Anda mau.”

Fernanda menggeleng, tak mengangkat wajah dari atas dokumen. ”Nggak bisa Wen, aku masih sibuk." Jawaban singkat ia berikan ke sekretarisnya.

Sang sekretaris mengernyit. “Tapi, Miss. Makan siang itu penting loh. Bagaimana Anda akan punya tenaga untuk mengerjakan semuanya kalau Anda nggak makan?”

Fernanda mendongak dan menatap sekretarisnya dengan heran. ”Astaga Arwen, kamu bawel banget, sih?"

Laki-laki muda yang dipanggil Arwen tersenyum kecil. “Jadi, mau makan apa?"

“Nggak Iapar, udah sana keluar! Panggil aku kalau rapat mau mulai!”

"Miss, masih dua jam lagi itu.”

“Keluar Arwen, kamu mengganggu!”

Mendengar pengusiran boss-nya, Arwen mengangkat bahu dan melangkah keluar. Meski begitu, ia menatap sekilas ke arah Fernanda yang menunduk di atas dokurnen. Saat kakinya mencapai pintu, terlintas ide di kepala Arwen dan membuatnya tersenyum. Dia memang tidak bisa memaksa atasannya untuk makan siang, namun dia tahu seseorang yang bisa melakukannya.

Setelah memeriksa bertumpuk-tumpuk dokumen, menerima panggilan yang nyaris tak berhenti di ponselnya, Fernanda merasa punggungnya kaku. Ia bangkit dari kursi, sedikit menggerakkan bahu dan menarik napas panjang. la berniat menghabiskan sekotak kue yang diberikan Arwen untuknya tadi pagi, saat ketukan di pintu kembali terdengar.

”Masuuk!"

Sosok yang muncul dari balik pintu membuatnya tertegun. Mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah tidak yakin akan kehadiran seseorang yang mulai melangkah memasuki ruangannya.

”Hai, kamu belum makan, Sayang? Aku bawakan salad kesukaanmu.”

Seorang laki-Iaki berkacamata datang dengan kantong makanan di tangan. Dengan cekatan laki-Iaki itu mengeluarkan kotak-kotak makanan itu dan menaruhnya di atas meja sofa.

“Daniel, ada apa? Tumben siang-siang begini datang.”

Daniel terseyum dari atas sofa, mengacungkan kotak di tangannya. ”Mau traktir kamu makan siang. Ayo, sini. Aku beli salad untukmu.”

Dengan enggan, Fernanda meninggalkan mejanya dan duduk di sofa besar di hadapan Daniel. Ia menatap dalam diam saat tangan laki-laki itu bergerak cekatan membuka kotak, mencampur mayonaise dalam sayuran dan menyerahkan padanya.

”Aku tahu kamu pasti belum makan siang. Ayo!”

Amandan menerima kotak, meraih garpu plastik dan mencicipi rasanya. Seketika rasa gurih menyerbu lidah dan membuat nafsu makannya terangkat. Tak menghiraukan Daniel yang duduk memandangnya, ia menyantap salad dengan lahap. Mengisi perutnya yang kosong dan ia butuh tenaga untuk rapat yang sebentar lagi akan berlangsung.

“Enak? Mau tambah buah?”

Fernanda menggeleng. ”Ini saja cukup.”

“Yogurt?”

”Terima kasih.”

Setelah satu kotak salad tandas dalam hitungan menit dan sebotol yogurt habis tak terisa, Fernanda merasa tenaganya pulih.

"Kamu kok tahu aku belum makan?" tanyanya pada laki-Iaki yang asyik makan buah di depannya.

“lyalah, sudah bisa menduga. Kamu kan selalu gitu, lupa makan saat sibuk.”

Fernanda mengernyit. ”Benarkah? Lalu, kamu sendiri nggak sibuk siang ini.”

Daniel mengangkat bahu. "Ada, nanti sore ingin bertemu klien. Yang kebetulan tak jauh dari sini tempat tinggalnya.”

”Tempat tinggal? Tumben? Klien perorangan?"

"lya, pribadi. Seorang mantan artis yang kini sudah menikah dengan salah satu anggota dewan. Ia punya banyak usaha restoran dan ingin berkonsultasi soal pajak penghasilan.”

“Wow, hebat.” Fernanda mengangguk sambil tersenyum. Menatap sosok Daniel yang duduk tenang dengan kacamata membingkai wajah tampan laki-Iaki itu. Daniel mernpunyai mata tajam, bulu mata lentik untuk ukuran seorang laki-laki dan rahang yang kuat. Ia mendesah, dibandingkan Evan yang cenderung macho, Daniel memang terkesan lebih Iembut.

"Sedang melamun apa kamu?”

Pertanyaan Daniel membuat Fernanda tersadar. ”Nggak ada, curna perhatiin aja kalau kamu tampan.”

Suara dengkusan terdengar dari mulut Daniel. “Kamu baru sadar? Astaga Fernanda,” desahnya dramatis.

Fernanda tertawa Iirih, menyibakkan rambut panjangnya ke belakang. “Sudah tahu dari dulu, hanya saja sekarang mengamati lebih dalam.”

Daniel mengelap tangan dengan tisu dan mencondongkan tubuhnya ke arah Fernanda.

”Kenapa, apa kamu makin cinta sama aku?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Another Choice Mr. Wijaya
8.5
Jauh sebelum mengenal Tania, Wijaya muda harus menjalani pernikahan tanpa rasa cinta akibat perjodohan. Hubungan tersebut ia jalani murni atas dasar komitmen sebagai sahabat hidup. Namun, berbagai peristiwa tak terduga datang menguji persatuan mereka, membawa perubahan besar pada masa depan yang tak pernah diantisipasi. Ini adalah kisah perjalanan panjang Wijaya dalam memahami arti sebuah hubungan hingga akhirnya ia berhasil menemukan belahan jiwa sejatinya.
Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Cinta Pertama Sumber Penderitaanku
8.9
Setelah tewas mengenaskan akibat persalinan macet di kehidupan lalu, aku menyadari pengkhianatan kejam Fred. Anak yang kukandung rupanya hasil hubungan Fred dengan mahasiswi simpanannya yang dikandung berkat obat ciptaanku. Kini, setelah terlahir kembali, aku menolak menikahi Fred dan memilih kakak tirinya, Zico. Aku membiarkan Fred bersanding dengan kekasihnya tanpa bantuanku demi melihat kehancuran mereka. Namun, Fred justru menjadi gila saat melihat cincin Zico melingkar di jariku.
Sampul Novel Dibunuh Demi Cinta Pertamanya
8.3
Mendapat kesempatan hidup kedua setelah dibunuh oleh suaminya sendiri, Arthur, protagonis bertekad menjauh sejauh mungkin. Di masa lalu, pernikahan yang ia paksakan memicu bunuh diri Aiko, cinta pertama Arthur. Sebagai balas dendam, Arthur memotong tali pengaman terjun lenting istri dan anaknya hingga tewas. Kini, setelah terbangun tepat di malam ia menjebak Arthur dengan kehamilan, ia segera mengundurkan diri dari kantor, pindah rumah, hingga meminta mutasi ke luar negeri untuk lolos dari maut.
Sampul Novel Jangan Rubah Takdirku
9.4
Pernikahan muda Azalea dan Erik hancur saat Erik bertugas ke perbatasan. Delapan tahun menghilang, Azalea berjuang bangkit dari keterpurukan sebagai yatim piatu. Berkat sang paman, ia sukses menjadi dokter. Takdir lalu mempertemukannya lagi dengan Erik yang kini bersikap dingin, meski tatapannya tetap penuh cinta. Di tengah luka lama dan rintangan keluarga, mereka berjuang menyatukan kembali asmara yang sempat padam demi kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Pernikahan Andini yang terasa dingin dan tanpa gairah seketika terguncang sejak kedatangan Andreas. Tetangga baru yang rupawan dan berusia lebih muda itu berhasil memantik kembali hasrat membara yang telah lama mati di dalam diri Andini. Walau sadar dirinya telah terikat komitmen pernikahan, bayang-bayang keintiman dengan Andreas terus mengusik benaknya. Kini, ia berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga kesetiaan atau menyerah pada godaan memikat sang brondong.