APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel NODA DALAM RUMAH TANGGA

NODA DALAM RUMAH TANGGA

Alka menyerahkan sebuah kartu bersaldo melimpah kepada Mira, istrinya. Setelah memberitahukan sandi akses 222222, ia membebaskan Mira memakai uang tersebut. Sempat tertahan di ambang pintu, Alka hanya mengucapkan selamat malam dengan begitu kaku lalu pergi begitu saja. Di malam pertama pernikahan mereka, Mira pun harus menelan pil pahit. Ia terpaksa melewati malam dalam keheningan dan kesendirian setelah ditinggal pergi oleh sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sementara di kamarnya Mira menangis sendirian, di sisi lain, masih di dalam rumah besar yang sama, tepat di samping kamar tamu, tempat kamar utama kedua setelah kamar tuan dan nyonya Maheer, Amina juga tengah meremas dada sesaknya.

Angin malam berhembus menusuk hati, menikam perasaan, membelenggu segala pemikiran baik, dan menonjolkan pikiran negatif dalam diri.

Ketika pernikahan itu benar-benar terjadi, ketika untuk pertama kalinya dalam empat tahun ini, ia akan menghabiskan malam tanpa suaminya, dan ketika suasana malam begitu romantis menyambut hari pernikahan, ia hanya bisa tergugu sendiri, memeluk erat bantal yang biasanya di pakai oleh suaminya, dan menenggelamkan wajahnya di sana, menghirup aroma yang di tinggalkan.

Malam ini, Amina tetap pada posisinya itu hingga pukul dua dini hari!

Ia menegakkan tubuhnya, Kerongkongannya terasa kering. Ia pun turun dari ranjang, bagaimana pun, ia tak boleh menangis semalaman penuh, karena kalau ia melakukannya, boleh jadi besok Alka akan menyadarinya dan sesuatu yang tak di inginkan akan terjadi.

Maka ia langkahkan kakinya menuju meja di sudur ruangan, meraih teko air, namun karena teko itu sempurna kosong, ia pun melangkah keluar, hendak mengambil air di dapur.

Mendengar suara pintu di buka, kedua mata berat Nyonya Salma langsung terbuka, dan ia mendapati menantu pertamanya tertegun melihat kehadirannya.

"Ibu? Kenapa Ibu ada di sini?"Amina menanyakan pertanyaan itu, padahal dalam hatinya ia tentu tahu alasan Nyonya Salma tertidur di balik pintu kamarnya.

" Kau butuh apa-apa nak? Ada yang bisa Ibu bantu?"

Amina menggeleng, merasa sangat terharu dengan mertuanya itu, "tidak, Bu. Amina hanya ingin mengambil air di dapur."

"Kalau begitu biar Ibu ambilkan, kau tunggu saja di sini, ya?" Ia segera melangkahkan kedua kakinya, namun belum genap langkah kedua, Amina telah mencekal lengannya.

"Amina bisa sendiri, Bu."Amina lalu mencoba menuntun mertuanya ke arah kamar utama, " Ibu istirahat saja, tak perlu khawatirkan Amina."

"Tapi, Nak. Di jam segini dan cuaca yang dingin seperti ini, tidak baik bagimu mengenakan pakaian tipis ini. Kau harus lebih mementingkan kesehatanmu dengan menambah pakaian yang kau miliki."

"Iya, Bu. Nanti Amina pakai baju tiga lapis." Ia tersenyum, menyuruh mertuanya memasuki kamar lewat isyarat tangan dengan sopan.

Amina ingat, dua bulan setelah pernikahannya dengan Alka dulu, ia sempat mengalami demam tinggi akibat cuaca yang terlampau dingin.

Saat itu, Nyonya Salma dengan telaten membuatkannya minuman jahe dan memberinya pakaian yang lebih banyak.

Waktu itu, Amina kira Nyonya Salma hanya menyuruh pelayan yang membuatkan minuman jahe itu, kemudian beliau yang memberikannya padanya. Namun siapa sangka, jika ternyata Nyonya Salma benar-benar membuat minuman jahe itu dengan kedua tangannya sendiri? Dan Amina baru mengetahui kenyataan itu setelah seorang pelayan yang mengatakannya padanya.

Di kota kami, siapa yang tak kenal keluarga Tuan Maheer Wiraatmadja yang arif dan terhormat itu? Keluarga pemilik tanah seluas tujuh puluh hektare yang mereka tempati, pemilik ladang-ladang yang mereka garap untuk mengais rezeki. Kalian sebutkan saja salah satu nama mereka di pasar, di sawah, di peternakan, bahkan di gang sempit tempat para pemuda nakal menegak minuman terlarang mereka, maka dengan segan mereka akan mendengarkan.

Dan untuk kesekian kalinya, Amina harus merasa bersyukur, telah menjadi salah satu bagian dari keluarga baik ini.

Tiba-tiba kedua mata Nyonya Salma mengembun, lalu sedetik kemudian ia memeluk erat tubuh menantu pertamanya itu, "maafkan Ibu, nak. Maaf..."

"Tak ada yang perlu di maafkan, Bu. Amina... Baik-baik saja."

Amina berkata ia baik-baik saja, namun suaranya jelas terasa bergetar di telinga Nyonya Salma, "dalam hal ini, kau patut menyalahkan Ibu, Nak! Ibu lah yang terlalu egois menginginkan seorang keturunan!"

Amina membalas pelukan Nyonya Salma tak kalah erat, namun ia sama sekali tak menitihkan air matanya. Karena jika ia menangis, boleh jadi mertuanya itu akan semakin khawatir.

"Tidak, Bu! Ibu sama sekali tak bersalah. Amina juga ingin menimang seorang anak. Dan boleh jadi, ini adalah cara sang Maha Kuasa untuk memenuhi keinginan Amina itu."

Kedua mata Nyonya Salma yang memang telah mengembun, tak lagi mampu membendung air di dalamnya, "tapi kau harus mengorbankan perasaanmu sendiri, Ibu sungguh minta maaf, Nak. "

Tanpa mereka sadari, di belakang mereka, tepatnya di sela-sela pintu kamar tamu yang tak di tutup rapat, terdapat sepasang mata berembun yang mengamati mereka dengan perasaan haru. Dan lagi-lagi, pemilik mata itu harus membenak: kenapa semua wanita harus selalu mengorbankan perasaan mereka dan menyalahkan diri sendiri?

Ia tetap mengawasi dua wanita yang sangat ia cintai itu dari jauh. Lalu sebelah tangannya menekan jari manis yang kini memakai dua cincin pernikahan.

****

Pagi harinya, sudah menjadi tradisi keluarga besar Tuan Maheer untuk selalu melakukan sarapan bersama. Dan sudah dua kali seorang pelayan bolak balik ke kamar Mira untuk mengingatkan hal itu, namun Mira sama sekali tak mengindahkannya, dan ia justru hanya duduk termenung di atas kasurnya saja.

Ketika pelayan itu kembali ke ruang makan, dan melaporkan hasil yang ia dapat dari kamar Mira, semuanya sama sekali belum menggerakkan tangan untuk makan.

Demi mendengar hal itu, Nyonya Salma langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah kamar Mira.

Tok tok tok!

Dari dalam, Mira mendengar pintu kamarnya di ketuk, namun karena menduga bahwa mungkin yang mengetuk itu hanyalah pelayan yang telah dua kali masuk pagi ini, ia tak menghiraukannya.

Tok tok tok!

Terserahlah! Entah seratus kalipun pelayan itu mengetuk pintu, Mira juga tak mau membukakannya, karena ia tahu, pelayan itu hanya akan menyuruhnya makan! padahal rasa mual di hatinya telah merambat hingga ke seluruh bagian tubuh, dan ia tak mampu membayangkan jika ada makanan barang secuilpun masuk ke dalam mulutnya.

Ia sungguh tak merasa lapar, meski terkahir kali ia makan di pagi hari sebelum hari pernikahan. Itu artinya, dua hari sudah perut Mira tak kemasukan apapun!

Ceklek!

Mendengar pintunya yang di buka dari luar, Mira mendecih kecil. Lihatlah! Pelayan itu bahkan sangat memaksanya untuk hanya sekedar makan! bagi seseorang yang terbiasa hidup sederhana, hal itu terasa sangat mengganggu baginya.

"Mira!"

Suara itu? Mira sangat mengenalinya, dan ia segera membenarkan posisi duduknya ketika sang pemilik suara mulai maju mendekatinya (itu adalah gerakan reflek yang sering di lakukan orang-orang di desanya ketika tahu, salah satu dari keluarga terhormat Tuan Maheer datang).

"Nyonya Salma!"

Nyonya Salma tersenyum, mendaratkan dirinya tepat di samping Mira dan mengelus pelan rambut halusnya, "mari sarapan!"

Mira ingat, ini bukanlah pertama kalinya nyonya Salma memegang kepalanya, dulu, saat ia bersedia meneruskan sekolah dengan di biayai oleh keluarga nya, Nyonya Salma juga melakukan hal yang sama.

Bahkan, Nyonya Salma mendo'akannya dengan begitu tulus, agar dapat meraih kebahagiaan di masa depan.

"Tapi, Nyonya, Mira tidak lapar."

"Jangan panggil aku Nyonya sayang!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
8.3
Demi Rangga, aku rela menyerahkan karya desain terbaikku demi kemenangannya. Namun di malam perayaan, pengkhianatan pahit terungkap saat ia menyebutku alat bisnis dan bertunangan dengan Zahira. Bahkan setelah malam intim kami, ia memaksaku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi jauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali, terobsesi mengejarku setelah membuangku.
Sampul Novel Cinta Virtual
7.9
Hubungan virtual tanpa status justru menjadi hal yang sangat kunikmati. Lewat ponsel, kami rutin berkirim foto hingga sleep call tiap malam tanpa ikatan resmi. Meski sekadar teman dekat, perhatian manisnya terasa begitu nyata. Namun, mampukah kedekatan digital ini melangkah jauh hingga ke pelaminan? Ikuti kisah cinta tanpa status yang membuat iri ini.
Sampul Novel Dihapus oleh Kebohongan dan Cintanya
9.8
Sepuluh tahun Aria berkorban demi kesuksesan Baskara, namun ia justru dicampakkan setelah sang suami berhasil. Demi memikat investor barunya, Aurora, Baskara tega melenyapkan identitas Aria dan menyekapnya di gudang gelap yang memicu fobianya. Puncaknya, ia membiarkan Aria disiksa penculik demi melindungi Aurora. Di tengah keputusasaan, Aria menghubungi Tante Evelyn, pengacara hebat yang siap menjemputnya dengan jet pribadi untuk menuntut balas atas semua pengkhianatan ini.
Sampul Novel Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO
9.4
Kesulitan finansial untuk pengobatan langka sang ibu mendesak Kanaya mengambil langkah ekstrem. Ia sepakat menjadi ibu pengganti bagi keluarga kaya dengan imbalan besar. Meski berhasil menyelamatkan ibunya, Kanaya justru terjerat dalam asmara rahasia bersama Bastian, pria yang menyewa rahimnya. Menghadapi dilema batin atas anak yang dikandungnya, Kanaya harus mengambil keputusan besar yang mengubah takdirnya. Akankah hubungan rumit ini berakhir bahagia atau justru berujung perpisahan?
Sampul Novel Wasiat Bertahta Cinta
9.6
Impian pernikahan Abbas dan Linda kandas setelah orang tua Linda memaksanya menikahi David demi balas budi. Nasib buruk Linda berlanjut saat ia diculik Hengky dan dipaksa menikah di pengasingan. Usai kematian Hengky dan dipenjaranya David, Linda pulang untuk merebut kembali hati Abbas. Namun, Abbas kini telah memperistri Jihan, putri Pak Budi yang lama hilang. Abbas pun terjebak dalam dilema antara kesetiaan pada istri barunya atau cinta masa SMA Linda yang kembali membara.