APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Neraka Di Rumah Mertua

Neraka Di Rumah Mertua

Nia, seorang gadis sederhana, sangat mendambakan kehangatan keluarga setelah dinikahi Riko. Sayangnya, ia malah dijadikan pembantu oleh mertuanya sendiri. Penderitaan Nia semakin memuncak ketika Riko, yang terjerat utang besar akibat gaya hidup glamor, tega menjualnya kepada pria hidung belang demi melunasi tagihannya. Terjebak dalam dunia kelam akibat ulah sang suami, mampukah Nia menyelamatkan diri dan lolos dari lingkaran hitam tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Nia yang tidak merasa pernah melakukan pengajuan kredit apapun langsung menolak untuk membayar tagihan tersebut. Keributan kecil itu ternyata didengar oleh Sukma dan Sari yang saat itu sedang menonton televisi di dalam rumah. Saat keduanya keluar terlihat Nia sedang berdebat dengan dua dekoleptor tersebut.  

"Ada apa ini?!" bentak Sukma yang baru saja keluar dari rumah. 

"Ini Bu. Dua laki-laki ini datang kemari untuk meminta uang angsuran motor yang belum terbayarkan selama 4 bulan lebih," jawab Nia sambil menunjukkan surat kepada Sukma. 

"Kredit motor." Sukma terlihat membaca surat itu dengan seksama. 

"Benar. Di surat itu tertulis jika Ibu Nia telah melakukan pembelian motor kepada kami, dan ini sudah hampir 5 bulan dia menunggak pembayaran." jawab salah satu dekoleptor. 

Setelah mendengar penjelasan sang depkolektor wajah Sukma langsung terlihat kesal. Terlihat jelas jika dia sedang menahan amarah yang besar kepada sang menantu. Sambil menyerahkan kertas itu kepada Nia, Sukma langsung mengajak ketiga cucunya untuk masuk ke dalam rumah. 

"Dasar Menantu tidak berguna, bisanya hanya membuat malu saja. Sekarang cepat kamu selesaikan masalah ini!" perintah Sukma sambil menyerahkan kertas tersebut.

"Tapi, Bu. Aku benar-benar tidak pernah membeli motor secara kredit," jawab Nia yang terlihat berusaha menjelaskan kepada Sukma. 

"Anak-anak ayo ikut Nenek masuk ke dalam, kita makan dulu. Kebetulan hari ini Nenek masak makanan yang enak!" ajak Sukma sambil menggendong putra bungsu Nia yang saat itu baru berusia 2 tahun.  

"Bagaimana, Bu Nia? Kapan Ibu mau membayar tagihan ini, jika tidak kami akan membawa motor tersebut dengan paksa," ucap salah satu dari mereka. 

"Tapi, Mas. Saya benar-benar tidak pernah melakukan kredit ataupun hutang dengan siapapun, bahkan bentuk motornya saja saya tidak tahu." 

"Kami tidak mau tahu ya, Bu. Satu minggu lagi kami kemari dan Ibu sudah harus menyiapkan uang sesuai dengan tunggakan yang telah dibebankan," ucap sang depkolektor yang langsung pergi meninggalkan rumah itu. 

Hari itu adalah hari yang sangat sial buat Nia. Pasalnya tidak hanya sekali orang datang menagih hutang atas namanya. Namun, hampir 5 kali dia didatangi orang dengan alasan menagih hutang yang menjadi atas namanya. 

***

Malam harinya Nia yang masih penasaran dengan kejadian tadi pagi langsung mencoba bertanya kepada Riko. Terlihat Riko yang saat itu sedang memainkan ponselnya sambil berbaring di tempat tidur. Nia yang sudah penasaran langsung mendekati sang suami dan tidur di samping Riko. 

“Mas, pagi ini ada dua orang dekoleptor yang datang menagih angsuran untuk dua motor serta kartu kredit, bahkan beberapa orang menagih hutang koperasi. Dan herannya semua hutang-hutang itu atas namaku, padahal seingatku aku tidak melakukan hutang ataupun pengambilan motor kepada siapapun," ucap Nia sambil menatap wajah Riko yang masih memainkan ponselnya. 

Sambil terus menatap layar ponselnya. "Ya sudah kamu bayar saja, gitu saja kok repot." 

"Membayarnya? Kamu memintaku untuk membayar hutang yang bukan aku perbuat, apa kamu tidak salah, Mas." 

"Ya terus aku harus bagaimana?" tanya Riko sambil menoleh ke arah Nia. 

"Apa jangan-jangan kamu yang sengaja berhutang dengan namaku?" tebak Nia sambil mengerutkan dahinya. 

Sambil bangun dari tempat duduknya. "Iya aku yang memang melakukan itu." 

"Ya Allah, ternyata kamu yang berhutang sebanyak itu. Buat apa kamu berhutang sebanyak itu, Mas? Dan dimana dua motor yang kamu beli secara kredit itu sekarang?" tanya Nia sambil terlihat terkejut. 

"Aku melakukan itu untuk membuka usaha, jika usaha ku sukses kamu juga yang bahagia. Dan motor itu sudah aku jual kepada penada," jawab Riko dengan santai. 

"Di jual ke penadah, maksudmu kamu jual motor-motor itu secara bodong? Ya Allah, Mas. Apa kamu tahu tindakanmu itu bisa masuk ke dalam penggelapan, dan itu bisa membuatku di penjara!" teriak Nia yang mulai hilang kesabaran. 

"Ya aku harus bagaimana, aku capek harus menjadi pengangguran terus. Lagipula kamu sudah lihat sendiri 'kan uang itu benar-benar aku gunakan untuk membuka usaha dan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari." 

"Kebutuhan sehari-hari kamu bilang, kamu lupa kalau selama aku tinggal disini keluargamu hanya memberikan nasi sisa kepadaku. Dan sekarang kamu bilang kebutuhan kita." 

"Yang pentingkan masih bisa makan, kalau kamu tidak terima kamu bisa kerja." 

"Kerja, bagaimana aku bisa kerja sementara Sandi saja tidak ada yang menjaga!" bentak Nia. 

"Terus mau kamu apa sekarang?" tanya Riko sambil melebarkan matanya.

"Aku minta agar kamu cepat melunasi hutang-hutang itu." 

"Aku tidak bisa, karena aku tidak punya uang," jawab Riko yang langsung keluar kamar. 

"Ya Allah. Apalagi yang harus aku lakukan agar Mas Riko berubah," ucap Nia yang terlihat meneteskan air matanya.

*** 

"Ya Allah, kenapa warung ini sepi sekali? Jika seperti ini terus bagaimana aku bisa membayar hutang-hutang itu," ucap Nia yang terlihat bingung. 

"Hei Nia! Cepat kamu cuci piring-piring kotor dan pakaian yang sudah menumpuk itu!" bentak Sukma sambil bertolak pinggang. 

"Maaf, Bu. Bagaimana kalau nanti sore aku mengerjakannya setelah Mas Riko pulang? Karena aku masih harus menjaga warung ini," ucap Nia sambil menoleh ke arah Sukma. 

“Kamu itu benar-benar perempuan pemalas! Ingat ya, jika kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah jangan harap kamu dapat makan hari ini. Termasuk mengambil makanan dari warung ini!" ancam Sukma yang terlihat marah. 

Sukma yang kesal dengan penolakan Nia langsung masuk ke dalam rumah. Rumi yang melihat sang mertua masuk dalam keadaan marah terlihat penasaran. Rumi yang penasaran langsung mencoba bertanya kepada Sukma saat dia sudah duduk di sampingnya. 

"Ibu kenapa sih? Datang-datang ngomel seperti itu," tanya Rumi sambil menoleh ke arah Sukma. 

"Bagaimana Ibu tidak ngomel, itu si Nia bisa-bisanya dia menolak perintah Ibu! Mana anaknya sudah Ibu jaga seharian ini," jawab Sukma dengan wajah kesal.  

"Ya ampun, Bu. Ibu seperti tidak tahu Nia saja, dari dulu 'kan dia pemalas. Kalau tidak ya nggak mungkin hidup Mas Riko berantakan seperti sekarang, hutang-hutang itu juga pasti karena perintah Nia yang tidak mau hidup miskin," jawab Rumi sambil berbisik.  

"Kamu benar, sukses dan hancurnya laki-laki itu tergantung dari istrinya," jawab Sukma yang masih terlihat kesal. 

"Bisa jadi Nia itu wanita pembawa sial, karena Ibu lihat saja keluarganya saja broken home. Belum lagi dia punya anak haram," bisik Rumi di telinga Sukma.

"Jadi apa yang harus Ibu lakukan sekarang?" tanya Sukma sambil melihat ke arah Rumi.

***

Malam hari, Riko yang baru saja pulang langsung minta Nia untuk mengganti pakaian dengan baju yang baru saja dibeli. Sebuah baju yang terbuka hingga membuat beberapa anggota sensitive Nia sedikit terlihat. Nia yang saat itu melihat penampilannya terlihat risih.  

"Memangnya kita mau kemana, Mas? Sampai aku harus memakai baju seperti ini," tanya Nia sambil berusaha menutupi area dada dan pahanya.  

"Kita akan bertemu dengan Bos besar ku, jadi aku ingin malam ini kamu terlihat cantik. Agar proyek besar yang sedang  aku tangani berhasil aku dapatkan," jawab Riko seolah meyakinkan Nia. 

"Bos besar! Jadi kamu sudah bekerja, Mas?" tanya Nia yang terlihat bahagia. 

"Iya, dan kali ini jabatan ku lebih tinggi daripada dulu. Sudah lebih baik kita berangkat sekarang, karena aku yakin dia pasti sudah menunggu kita," ajak Riko sambil memeluk sang istri.  

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang dinantikan
9.2
Dunia Anggun Nirmala runtuh ketika ayahnya sendiri tega menjadikannya jaminan pelunas utang. Saat nyaris kehilangan harapan, sesosok pria asing hadir menolongnya dari kemalangan. Bertekad membalas budi, Anggun berjanji akan mengabulkan apa saja bagi penolong misterius tersebut. Namun, kesetiaan Anggun seketika diuji saat lelaki itu melontarkan satu permohonan mengejutkan yang membuatnya membeku. Sanggupkah ia menepati janjinya?
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Godaan Desah Majikan
8.1
Mengusung romansa modern yang provokatif, kisah dewasa ini sangat cocok bagi mereka yang pernah dikhianati dalam cinta. Alur emosionalnya menyoroti hubungan gelap antara majikan dan bawahan, di mana godaan terlarang menjadi konflik utama. Cerita ini mengeksplorasi konsekuensi perselingkuhan serta dinamika hasrat yang sulit diredam di tengah komitmen yang seharusnya dijaga erat.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Demi mempertahankan posisi kepemimpinan di Jayashree Company, CEO muda Prima Jayashree dituntut untuk cepat membina rumah tangga. Saat berlibur ke Tokyo untuk melepas penat, ia menemukan layanan unik penyewaan keluarga dan memutuskan menyewa istri serta anak. Begitu kontrak selesai, ia justru nekat membawa mereka pulang ke Indonesia. Mampukah sandiwara keluarga bayaran ini Prima ubah menjadi nyata tanpa diketahui ayahnya?
Sampul Novel Ketika Pernikahan Palsu Menjadi Nyata
8.1
Akibat kesalahpahaman warga saat menolong Aveline Laurent di hutan, Kapten Leon Hartmann terpaksa menikahinya. Padahal, Aveline sudah bertunangan dan Leon tengah menjalin kasih dengan seorang dokter. Di luar dugaan, pernikahan formalitas ini justru menyingkap rahasia gelap serta pengkhianatan dari pasangan masing-masing. Di tengah balutan misteri, benih cinta perlahan tumbuh di antara Leon dan Aveline, meski bayang-bayang masa lalu masih terus membelenggu hati mereka.
Sampul Novel LEBIH BAIK MUNDUR
8.3
Kehidupan Melani hancur setelah mendapati Robin, sang kekasih, ternyata telah menikahi wanita lain secara rahasia. Kendati telah berkhianat, Robin menolak melepasnya. Saat berusaha menjauh dari mantan pacarnya yang obsesif itu, Melani justru bertemu Yudha, dosen tampan yang bersikap sangat dingin. Kini ia berada di persimpangan jalan. Haruskah ia kembali ke pelukan Robin, atau berjuang mendekati Yudha yang kaku demi menyembuhkan lukanya?