APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Naughty Neighbor

Naughty Neighbor

Demi menyambung hidup dan menghindari gosip tetangga, Rania Swaraswati bekerja dari rumah sebagai peretas profesional berpenghasilan tinggi. Namun, ia tidak menyadari bahwa Zean, tetangga baru berpenampilan sempurna yang tinggal di depan rumahnya, diam-diam selalu mengawasinya. Saat hubungan keduanya semakin dekat, Rania mulai lengah. Kelalaian dalam menjaga rahasia pekerjaan ini pun berujung fatal, mengundang bahaya besar yang kini mengancam keselamatan nyawanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Perempuan itu mengendarai motornya masuk ke halaman rumahnya dan mendapati mobil di belakangnya berhenti di jalan depan rumahnya. Ada seseorang yang keluar dari mobil itu dan kemudian berjalan masuk ke rumah di depan.

“Bu Dhe itu ada mobil hijau, bagus.” Keponakan Rania terlihat berhenti di teras rumah ketika Rania sudah memasukkan motor ke garasinya.

“Kakak mau masuk?” Rania tersenyum memanggil keponakannya itu. Seperti biasa Rania memang mengantar dan menjemput keponakan berusia empat tahun itu. Keponakan laki-lakinya itu mengangguk perlahan dan tersenyum.

“Tapi itu mobil siapa Bu Dhe?” Keponakannya bertanya ketika dia sudah berada di kamar Rania.

“Mobil?” Bapak Rania yang hendak mendekati cucunya itu bertanya karena celoteh cucu laki-lakinya itu.

“Iya Kakung, ada mobil warna hijau di depan.” Sekali lagi keponakan Rania kembali membicarakan tentang apa yang baru saja dia lihat.

“Itu sepertinya yang mau menempati rumah depan.” Rania dengan santai menjelaskan kepada Bapaknya. Laki-laki itu kemudian berjalan ke depan menuju ke ruang tamu rumahnya, dia mengawasi dari sana apa yang baru saja cucunya katakan.

“Bu Dhe, kakak mau jajan di depan.” Rania tersenyum menggeleng pelan.

“Memang mau jajan apa?” Perempuan itu sedang menggoda keponakannya supaya anak kecil itu sedikit kesal karena diberikn pertanyaan.

“Jajan di depan ayo Bu Dhe ke depan.” Rania kemudian mengambil uang dari dompetnya dan mengajak keponakannya itu berjalan menuju ke warung di depan rumahnya. Perempuan itu melihat mobil hijau tadi kini sudah masuk di halaman rumah di depan rumahnya. Sepertinya orang yang hendak menempati rumah itu sedang mengeluarkan beberapa barang dari mobilnya. Perempuan itu kini mengamati keponakannya yang sedikit bingung karena harus memilih jajan. Perempuan itu kemudian berjalan pelan lagi menuju ke rumahnya setelah keponakannya membeli jajan di warung tadi. Pandangannya sedikit tertuju pada seseorang yang sedang membawa sesuatu dari mobil di halaman depan rumah di depannya itu ketika Rania menutup pintu pagar.

Laki-laki dengan kulit yang sedikit coklat dan tubuh yang terlihat bugar. Tipe kesukaan Rania yang tidak besar dan terlalu berotot, tapi dia juga bukan laki-laki yang kurus. Baju yang dia kenakan juga sangat sederhana, celana pendek chino dan kaos hitam. Rania tersenyum mengagumi tetangga barunya yang menarik.

“Bu Dhe lama banget liat apa sih?” Keponakan Rania membuat perempuan itu tersenyum dengan sedikit rasa malu.

“Nutup pintu kakak, yuk masuk sekarang.” Perempun itu mengajak keponakannya masuk ke dalam rumah dan kemudian masuk ke kamar Rania. Dia membantu keponakannya makan jajan yang baru saja dibeli. Setelahnya dia kemudian tersenyum sebentar dan meraih ponsel pintarnya. Agak lama dia kemudian membuka sebuah aplikasi. Lama dia mengamati beberapa orang yang ada di layar ponselnya itu.

“Bahkan ketika pindah begitu banyak yang sedang mengamati.” Rania bergumam sedikit dan pelan.

“Apa Bu Dhe? Kenapa?” Keponakan Rania yang mendengar perempuan itu bergumam bertanya.

“Gak apa-apa.” Rania menjawab dengan santai dan tersenyum. Perempuan itu melihat layar ponselnya sebentar lagi.

Tidak banyak orang yang tahu jika Rania mengawasi orang-orang di lingkungan itu dengan cara seperti ini, entah cctv atau drone yang cukup kecil. Perempuan itu memang memasang cctv di depan rumahnya meski dia juga sangat hati-hati supaya tidak kentara.

[Hai Naughty, menurutku target kedua lebih baik. Aku menemukan sumber rekening yang tidak mungkin akan dia laporkan.] Seseorang mengirimkan pesan pribadi kepada Rania. Perempuan itu membaca pesan dan memperhatikan pengirim Ranger 99. Salah satu teman di dunia maya yang sukup pendiam. Rania sering bertukar pikiran dengan temannya di dunia maya sekaligus juga pathner dalam pekerjaan.

[Kamu bisa kirimkan informasinya, pekerjaan akan dilakukan jika kita semua sudah mempelajari apa yang akan kita lakukan bersama.] Rania membalas pesan itu sambil tersenyum.

[Tentu saja, aku hanya ingin memberi informasi dan juga memastikan jika kita akan segera mengambil keju.] Ranger 99 kembali mengirimkan pesan untuk Rania.

[Sabarlah, bukankah baru sekitar satu bulan kita mengambil keju. Jangan terlalu boros.] Rania mengingatkan Ranger 99 seolah mereka sudah kenal cukup lama.

[Tentu, hanya saja aku sedang ingin pergi berlibur ke sebuah tempat. Jadi aku tentu ingin mengumpulkan dana dan kemudian tidak memikirkan hal itu untuk beberapa lama. Target kita juga sepertinya sudah lama menumpuk keju.] Ranger 99 kembali membalas pesan dari Rania.

[Jangan menumpuk keju di tempat yang sama.] Rania mengingatkan temannya di dunia maya itu.

[By The Way, bukankah kamu Naughty Neighbor? Apakah kamu tidak menyukai tetanggamu?] Ranger 99 bertanya kepada Rania. Perempuan itu akhirnya merebahkan diri di samping keponakannya yang sudah tertidur setelah makan jajan.

[Kamu sendiri Ranger 99 apa itu berarti seorang penyelamat?] Rania terlihat menebak apa yang sebenarnya dilakukan oleh temannya untuk menutupi pekerjaan mereka.

Ponsel pintar Rania berdering, sepertinya seseorang yang baru saja mengirimkan chat melakukan panggilan telepon dengan Rania. Perempuan itu sedikit canggung dan bahkan melewatkan panggilan pertamanya. Dia menerima panggilan telepon setelah nada dering ponselnya terdengar lagi.

“99?” Rania langsung menjawab panggilan itu dengan mengucapkan angka. Terdengar sangat aneh jika orang lain mendengar percakapan mereka.

“Bukankah kita juga bisa saling berteman bukan hanya tentang pekerjaan?” Rania terdiam tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh rekan kerjanya itu.

“Naughty?” Ranger 99 kembali bertanya kepada Rania yang masih diam. Perempuan itu menoleh sebentar melihat keponakannya sudah tertidur. Dia meraih laptop dan kemudian berpindah ke kamar di sebelah dan mengunci pintu. DIa menyalakan laptopnya dan kemudian menekan beberapa aplikasi. Setelahnya dia memasang headset di telinga dan meletakkan ponsel pintarnya.

“Meski tidak tertulis, bukankah kita seharusnya saling membatasi diri?” Rania kembali mengingatkan rekannya itu sambil memeriksa beberapa hal dengan laptopnya. Tentu saja ini bukan satu-satunya laptop milik Rania. Uang yang dia hasilkan selain untuk kepentingan sehari-hari juga digunakan untuk menambah perlengkapan kerja baginya. Dia masih mengamati cctv lagi, Rania penasaran karena laki-laki yang tinggal di depan rumahnya itu juga sepertinya sangat menyukai teknologi. Dia melihat barang yang diturunkan dari mobilnya tidak biasa.

“Setidaknya aku hanya ingin kita lebih kompak dan bisa satu pemikiran. Jika kita tidak saling bicara bukankah itu sulit?” Rekan Rania kembali menyatakan pendapatnya.

“Kita hanya harus selaras dalam masalah pekerjaan, dan kita membuktikan itu. Dari enam bulan terakhir saja semua rencana kita berjalan dengan baik. Yang kita butuhkan hanya rencana yang bisa dilakukan bersama.” Rania dengan santai menjelaskan. Baginya pekerjaan ini bukanlah untuk selamanya karena dia sadar jika terlalu beresiko. Dia kemudian memutuskan sambungan telepon dengan ranger 99

Perempuan itu masih mengamati layar laptopnya, entah mengapa dia begitu penasaran dengan seseorang yang sedang berada di teras rumah di depan rumahnya itu. Rania melihatnya mengeluarkan beberapa cpu dari mobilnya. Selain penampilannya yang menarik, apa yang laki-laki itu lakukan membuat perempuan berusia 25 tahun ini sangat penasaran. Rania hanya ingin mencari tahu lebih jauh. Selama ini dia juga melakukan itu kepada semua tetangga di lingkungan rumahnya. Dia tahu berapa beban atau tanggungan yang harus dibayarkan dalam masing-masing rumah di lingkungannya itu. Rania juga bisa mengetahui semua pemasukan rumah tangga di lingkungan itu jika mereka menggunakan rekening. Penghuni baru itu jadi target baru bagi Rania.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berharap Dicintai
9.5
Diana terpaksa menikahi Dariel demi menjamin masa depan sang calon bayi. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal penderitaan saat ia mengetahui bahwa istri pertama Dariel adalah Merly, sahabat lamanya sendiri. Merly merasa sangat dikhianati dan menaruh dendam kesumat. Walau Diana sudah bersujud meminta maaf demi anaknya, amarah Merly tetap tak mereda. Kini, Diana harus bertahan di tengah tekanan batin dan ancaman di dalam rumah tangganya.
Sampul Novel He's Danger
9.6
Bagi Julia, asmara pertamanya dengan Jacob lewat Instagram malah berujung nestapa. Hubungan toxic yang diwarnai kekerasan, manipulasi, serta pengkhianatan ini terus menyiksa batinnya. Kendati kerap terluka, Julia sangat sulit lepas dari jerat pesona Jacob. Tragisnya, sosok pemuda itu justru mulai membongkar rahasia kelam yang mengusik ketenteraman hidup Julia. Kini ia terjebak di antara cinta dan dendam, memaksa Julia menguak misteri berbahaya tersebut hingga tuntas.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
7.9
Setelah menuntaskan aksi balas dendam terhadap mantan kekasih dan sahabat yang mengkhianatinya, Diva Gantari justru terjebak dalam situasi rumit. Akibat salah masuk toilet pria, ia bertemu dengan Elvan Sabil, seorang CEO berkuasa dari perusahaan multinasional raksasa. Meski Elvan menyelamatkan Diva dari kekacauan tersebut, bantuan itu tidaklah gratis. Sang konglomerat menuntut Diva membayar jasanya dengan cara yang tidak terduga, yaitu bersedia menjadi tunangannya.
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.
Sampul Novel Prajurit Raja Perkasa
9.6
Mantan anggota pasukan khusus, Peter Wang, memulai peran baru sebagai pengawal pribadi Bella Song di perusahaan elite Golden City. Walau sempat menganggap remeh pekerjaan ini, Peter justru terseret ke dalam pertikaian sengit melawan geng kejam dan musuh-musuh tangguh. Di tengah pertempuran yang mendebarkan, pesonanya memikat banyak wanita, mulai dari Amelia, Elaine, Shelly, hingga Lisa. Sanggupkah sang prajurit tangguh mengatasi semua bahaya di kota ini?