APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel NAJIS JADI MADUMU, MAS!

NAJIS JADI MADUMU, MAS!

Pernikahan baru yang diimpikan indah justru terasa hambar bagi seorang istri. Sang suami kerap absen, mengabaikan nafkah batin, serta hanya memberi uang belanja yang sangat sedikit. Didorong kecurigaan yang kian mendalam, ia pun mulai menyelidiki sendiri sikap dingin pasangannya tersebut. Di luar dugaan, sebuah rahasia besar yang amat menyakitkan berhasil ia bongkar. Rupanya, selama ini sang suami telah menyembunyikan sisi lain yang sama sekali tidak pernah ia duga sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tanpa menunggu lama, karena pesan yang ia kirimkan tidak mendapatkan jawaban, maka Erina langsung komen status pacarnya tersebut. Daripada dirinya selalu diliputi rasa curiga dan prasangka yang tidak benar kepada calon suaminya itu, lebih baik dia meluapkan saja rasa penasarannya daripada menduga-duga yang justru akan berakibat terjadinya berprasangka buruk dan menuduh yang tidak tidak mengenai kekasihnya itu.

[Kenapa kamu, Mas? Kenapa bikin status kayak gitu? Acara apa yang kamu maksud?]

Gadis itu benar-benar sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya, seperti sebuah teka-teki sulit yang harus dia pecahkan, bahkan hatinya pun masih saja merasa perih dan juga kecewa, akibat pernikahannya yang batal dilangsungkan hari ini. Apalagi orang-orang sudah berkata yang sangat tidak enak, membuat semuanya terasa begitu berat dan juga pahit untuk dirinya lewati.

Lelaki itu belum kunjung membalas. Semakin membuat Erina resah pastinya. Ia kemudian menelepon Zaid, hingga pada akhirnya panggilan itu diangkat setelah 2 panggilan tidak terjawab.

Karena lelaki itu sangat sulit dihubungi dan setelah bisa dihubungi benar-benar membuat dirinya merasa begitu lega. Walaupun hanya sebuah panggilan, tetap saja membuat dirinya merasa begitu tenang. Kabar dari lelaki itu memang selalu dirinya tunggu.

Dan, jembatan itu pun entah kapan akan direnovasi lagi dirinya belum mengetahui dan pastinya akan memakan waktu yang cukup lama.

"Untuk apa kamu membuat status seperti itu? Bukannya hari ini acara pernikahan kita batal karena jembatan putus? Lalu ucapan Alhamdulillah semuanya lancar itu untuk apa?" tanya Erina saat panggilannya berhasil tersambung.

Erina saja sampai tidak mau membuka sosial media, karena sangat malu pasti akan banyak teman-temannya yang menanyakan kenapa acara pernikahannya batal dilangsungkan hari ini dan dirinya yakin diantara yang bertanya tersebut hanya mereka hanya ingin tahu saja, bukan ingin memahami dirinya.

"Oh, aku bikin status buat aqiqahan anak temen aku, Erina. Mending aku hibur diri dengan pergi ke acara teman ketimbang meratapi pernikahan kita yang gagal hari ini," balasnya to the point.

Zaid si lelaki kaya pemilik kebun teh dari desa manggis itu mengakui kegelisahannya dan berusaha untuk mengalihkan perhatian dalam mencari kegiatan lain. Erina mendengarkan dengan seksama. Erina berpikir positif, kalau ini adalah alasan tervalid kenapa Zaid susah dihubungi sejak tadi.

"Aku boleh tahu nggak, Mas? Kalau begitu video call saja," pinta Erina.

"Jangan dulu, ya, karena aku lagi mau ngobrol dengan mereka, karena udah lama tidak bertemu, lain kali saja, ya," tolak Zaid.

Erina sudah melakukan sambungan video call, berakhir dengan penolakan dari lelaki itu.

Lalu Zaid mematikan telepon secara sepihak tanpa menunggu respon Erina lagi.

Erina semakin kesal dan perasaannya campur aduk saat ini. Dirinya bersandar kepada sofa, kenapa sih suaminya itu tidak merasa menyesal karena pernikahan mereka batal bahkan lelaki itu tidak berusaha untuk menghiburnya. Justru kenapa Zaid bertingkah aneh seperti ini? Semuanya benar-benar sangat di luar dugaan.

Setelah sambungan telepon dari calon suaminya itu putus, Erina kembali mengambil ponselnya lagi yang baru saja ditaruh di meja. Dirinya langsung saja menelepon Ibu Jamilah alias calon mertuanya. Karena dirinya sudah melihat jika nomor ponsel dari calon mertuanya itu sudah aktif, maka ia langsung tergesa-gesa untuk menghubunginya dan bertanya mengenai Zaid. Pasti wanita itu mengetahui dimana keberadaan dari calon suaminya tersebut.

"Halo, Bu. Sekarang Mas Zaid ada di mana ya, kok dari tadi sulit dihubungi?" tanya Erina setelah panggilan telepon tersebut tersambung. Dirinya benar-benar begitu penasaran karena semuanya sangat buram dan tidak ada kejelasan sama sekali.

"Zaid ada di rumah dan ibu juga di rumah, kenapa, Erina?"

Mendengar jawaban dari calon mertuanya itu justru membuat Erina semakin aneh saja, kenapa jawaban di antara keduanya tidak sama. Erina merasa begitu bodoh dan tertipu. Entah siapa sebenarnya yang berbohong di antara mereka berdua. Lantas, dirinya harus mempercayai siapa sekarang?

Zaid mengatakan jika dia sedang berada di tempat temannya, lalu ibunya mengatakan jika Zaid ada di rumah.

"Bu, kenapa sepertinya di rumah ramai sekali ya?" tanya Erina.

Wanita itu hanya mengatakan jika saudara mereka yang tadi hendak datang ke acara pernikahan, belum pulang dan masih menetap di rumahnya. Maka dari itu sangat ramai.

Erina yakin jika Zaid seperti menyembunyikan sesuatu di tengah musibah yang menimpa mereka berdua.

Calon mertuanya itu langsung saja menutup sambungan teleponnya karena mengatakan tidak enak dengan para saudaranya yang masih menetap.

Ibu Erina kemudian datang dan duduk di samping putri semata wayangnya itu. Wanita bernama Abidah tersebut mengusap punggung tangan Erina.

"Kamu harus sabar ya, Nduk, kamu tidak perlu mendengarkan omongan-omongan orang. Yakinlah pada dirimu sendiri, ini cuma musibah dan setelah jembatan diperbaiki semuanya akan baik-baik saja. Kamu dan Zaid bakalan menikah secepatnya," ujar Bu Abidah.

Erina memaksa tersenyum. Memang benar saat-saat seperti ini hanya ibunya lah yang mampu menjadi tumpuan bagi dirinya dan dijadikan tempat untuk mengadu serta berkeluh kesah.

"Iya Bu, Ibu juga yang sabar. Pasti Ibu terpukul banget karena kejadian ini."

Wanita itu mengangguk lalu terus saja memberikan semangat untuk putrinya agar tetap bisa melanjutkan hidup. Ini semua hanyalah sebuah musibah yang harus mereka lewati, anggap saja sebagai ujian pernikahan untuk dirinya dan Zaid.

"Ibu mau beresin sisa-sisa makanan di sini. Mau ngasih ke warga yang lain juga daripada basi nantinya."

Erina mengangguk, lalu dirinya juga membantu sang ibu untuk membereskan sisa-sisa pesta yang tidak jadi dilaksanakan tersebut. Memang sebagian masakan sudah dibawa pulang oleh para tetangga yang membantunya, lalu kue-kue yang mudah basi pun sudah dibagikan kepada semuanya. Namun, masih juga ada sisa yang wajib disortir kepada masyarakat yang belum dapat di desa tersebut ketimbang mubazir.

Entahlah jembatan itu pun pasti pembangunannya tidak akan sebentar dan memakan waktu, daripada busuk dan berjamur lebih baik dibagikan saja.

***

Jam sebelas malam dirinya belum bisa tertidur. Kejadian tadi, benar-benar mengguncang jiwanya, bahkan ia juga tidak bisa berpikir dengan tenang. Erina iseng menghubungi Zaid karena entah kenapa seharian ini lelaki itu tidak ada menghubungi yang lebih dulu.

Padahal biasanya pacarnya itu selalu rutin menghubunginya, jika ia tidak membalas pesannya pasti langsung menelpon. Namun, berbeda dengan hari ini. Lelaki itu seperti berubah dan tidak memiliki waktu lagi untuk dirinya. Erina ingin menanyakan apakah Zaid juga tidak bisa tidur karena peristiwa hari ini atau justru dia anteng-anteng saja seperti tidak terjadi sesuatu. Erina juga ingin bercerita tentang banyak sekali orang-orang yang sudah mencemoohnya.

Tak butuh waktu lama, Zaid pun langsung mengangkat telepon.

Suasana hening sekali, berbeda saat siang tadi. Karena tadi juga Erina tidak mampu mendengar dengan jelas suara pria yang masih berstatus sebagai tunangannya tersebut, sebab begitu bising.

"Kamu di mana, Mas?" tanya Erina.

"Aku sudah pulang dan sekarang aku lagi istirahat, Erina."

"Emmm, aku mau ceri-"

Belum sempat Erina menyelesaikan ucapan, tiba-tiba saja terdengar suara lembut nan asing dari seberang sana. Ya, lebih tepatnya di lokasi Zaid berada saat ini.

"Kamu teleponan sama siapa, Mas?" Begitulah yang Erina dengar.

Jantung Erina serasa melompat. Sedetik kemudian telepon itu sontak mati. Suara perempuan mana itu?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.8
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Sampul Novel CINTA YANG TERTUKAR
8.4
Mahya, wanita kelahiran 1991, selalu gagal dalam percintaan akibat ulah sahabatnya sendiri. Di balik sikap manisnya, sang sahabat diam-diam kerap menghancurkan asmara Mahya secara manipulatif. Meski berulang kali dikhianati, kepolosan membuat Mahya terus memercayainya. Hingga suatu hari, sebuah peristiwa tak terduga memicu kemarahan besar Mahya. Apakah kedok busuk sahabatnya itu akan segera terbongkar?
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
8.2
Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Lae bertahan hidup sebagai pekerja di butik Miralis. Di sana, benih cinta tumbuh antara dirinya dan Reza, anak sang pemilik butik. Sayang, tembok restu keluarga menghancurkan hubungan mereka. Di tengah badai perpisahan, Lae mendapati dirinya tengah mengandung. Alih-alih melindungi, Reza justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Kini, Lae dihadapkan pada pilihan sulit: menuruti sang mantan atau memperjuangkan bayinya.
Sampul Novel Si Cantik Dengan Berbagai Topeng
7.9
Demi membalas budi setelah diselamatkan dari kecelakaan maut, seorang pria berkuasa memutuskan untuk menikahi sang penyelamat. Pernikahan ini memicu kehebohan publik yang menilai wanita tersebut berwajah buruk dan tidak sepadan. Padahal, di balik penyamarannya, ia adalah sosok jelita yang sedang mengemban misi rahasia demi menguak misteri kematian ibunya. Saat satu demi satu topengnya terbuka, dunia terenyak menyadari bahwa ia jauh lebih hebat dari suaminya.
Sampul Novel To My Dear Mr. Huo
8.8
Yun Shang diam-diam puas melihat anjing liar mengacaukan istana, menyerang Permaisuri dan melukai Hua Jing. Di balik topeng cemasnya, ia sengaja menambah penderitaan sang kakak demi membalas dendam. Setelah menyingkirkan pendeta palsu, ia merancang taktik baru bersama Qin Yi, pelayan setianya. Mengingat pengkhianatan kejam pada upacara kedewasaannya dahulu, Yun Shang kini bertekad membalikkan situasi untuk menghancurkan semua musuh yang pernah menjatuhkannya.