APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy

My Possessive Sugar Daddy

Demi keluar dari kemiskinan dan tekanan sosial, Fahira terpaksa mengorbankan prinsipnya untuk menjadi sugar baby dari Fatih. Meski awalnya menolak, tawaran sang CEO tampan adalah solusi instan bagi hidupnya. Kini, ia bergelimang kemewahan yang justru memicu masalah baru. Fahira harus menghadapi berbagai sabotase dan rencana licik dari sepupunya sendiri yang bertekad untuk menjatuhkannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Si-siapa, kau?” tanyanya, dengan raut wajah penuh ketakutan, menatap pria yang tengah berdiri berkacak pinggang di sebelahnya itu. Namun, Fatih tak menjawab, pria itu hanya menyorotkan tatapan dingin pada sang gadis.

Ketika Fahira ingin menggeser tubuhnya menjauh dari Fatih, ia baru menyadari, kalau pakaian yang melekat di tubuhnya, bukanlah pakaian miliknya. Hingga membuat mata bulat gadis itu semakin membola. Dengan cepat, Fahira menoleh pada Fatih, yang masih melayangkan tatapan dingin padanya. Kemudian ia bertanya, “Kau mengganti pakaianku?”

Fatih tak langsung menjawab. Butuh waktu beberapa saat sebelum ia menjawab pertanyaan gadis itu. Ia lalu bergumam dalam hati, “Hmm, bagaimana kalau aku mengerjainya? Pasti akan sangat seru.”

“Ya, kenapa?” jawabnya, datar. Tanpa ekspresi.

“Itu artinya, kau melihat semuanya?” pekik Fahira, saking terkejutnya.

“Ya, tentu saja. Aku melihat semuanya. Apa itu masalah?” tanya Fatih, dengan entengnya. Sebetulnya ia ingin tertawa melihat ekspresi Fahira yang begitu menggemaskan menurutnya itu. Namun, ia menahan tawa yang sebetulnya ingin pecah itu.

Fahira langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya. “Tentu saja itu masalah, Tuan. Kau melihat tubuhku tanpa seizin dariku!” emosi Fahira, seraya menatap Fatih dengan sorot tajam. Tapi, itu tidak membuat Fatih takut, justru membuat pria tampan itu semakin gemas pada Fahira.

Fatih lalu duduk di tepi ranjang, di sebelah Fahira, yang membuat Fahira langsung menggeser tubuhnya, menjauh dari Fatih. “Mau apa, kau?”

“Tidak ada, aku hanya ingin duduk saja. Apa itu masalah buatmu? Ini kan kamarku, suka-suka aku mau duduk di mana,” celetuknya.

Tiba-tiba, Fahira teringat sesuatu. “Uangku, di mana uangku? Apa kau mencuri uangku, Tuan?”

“Uang apa? Aku tidak mencuri uangmu.” Fatih sedikit mengerutkan keningnya.

“Tuan, tolong kembalikan uangku, aku sangat membutuhkan uang itu untuk berobat ibuku,” pinta Fahira.

“Hey, aku tidak mencuri uangmu, dan aku tidak tahu uang yang mana yang kau maksud,” balas Fatih, yang masih tak mengerti.

“Aku baru saja meminjam uang itu dari pamanku, tolong kembalikan uang itu padaku, Tuan. Ku mohon.” Fahira kembali memohon.

“Berapa uang yang kau pinjam itu?” tanya Fatih

Fahira pun, menjawab, “Dua juta, Tuan.”

“Baiklah, aku akan menggantinya. Dan akan aku ganti lebih dari itu, ji—”

“Ya, tentu saja kau harus menggantinya lebih dari itu, Tuan. Karena kau sudah lancang melihat tubuhku tanpa seizin dariku!” geram Fahira, yang langsung memotong ucapan Fatih.

Gadis itu lalu terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Dan membuat Fatih mengerutkan keningnya, bertanya-tanya akan apa yang kini tengah dipikirkan gadis manis di hadapannya itu. Tiba-tiba, sebuah keterkejutan tergambar di wajahnya. Matanya membola, memelotot tajam pada Fatih. Dan sebuah pertanyaan pun, terlontar dari mulutnya, “Tunggu sebentar … apa kau juga sudah melakukan sesuatu padaku di saat aku tidak sadar tadi, Tuan?”

“Hey, aku tidak melakukan apapun padamu,” sangkalnya. Namun kemudian, pria itu mengimbuhkan, “Tepatnya … belum.” Fatih tersenyum nakal pada Fahira, yang langsung membuat gadis itu sedikit ketakutan.

“Ma-maksudmu, kau akan me-melakukan sesuatu padaku, Tuan?” tanyanya, sedikit gagap. Karena rasa takutnya akan ucapan Fatih. ‘Belum’ berarti pria itu akan melakukan sesuatu padanya.

Fatih tak menjawab, pria itu hanya memberikan senyuman mautnya sambil perlahan mencondongkan tubuhnya lebih mendekat pada Fahira. Dan membuat gadis itu menggeser tubuhnya menghindari si pria tampan.

“Tu-Tuan, kau mau apa?” Fahira terus mundur menjauh dari Fatih.

Namun sayang, gerakan Fatih lebih cepat. Dan membuat Fahira tak bisa bergerak lagi di bawah kungkungan pria tampan itu.

“Tuan, ku mohon jangan lakukan itu. Jangan sentuh aku, Tuan.” Fahira menggeleng, memohon belas kasihan Fatih.

Fatih tak memeperdulikan permohonan Fahira yang meminta belas kasihnya. Pria itu menurunkan wajahnya, lebih dekat ke wajah Fahira. Dan otomatis membuat mata Fahira langsung terpejam rapat, begitu juga dengan bibirnya yang ia katupkan rapat-rapat, karena takut Fatih akan menciumnya dengan paksa.

Bibir Fatih tampak berkedut menahan tawa melihat ekspresi ketakutan Fahira. Hingga pria itu pun, tak mampu untuk menahannya lagi. Dan tawa itu pun pecah. Seketika, membuat mata Fahira langsung terbuka lebar, sambil menatap Fatih yang sedang tergelak, dengan ekspresi keheranan.

“Kenapa dia tertawa begitu? Apa dia sudah tidak waras?” batin Fahira.

“Kau lucu sekali, hahahaha ….”

“Dia benar-benar sudah tidak waras. Bisa-bisanya aku berada di sini bersama pria tidak waras ini. Tuhan, tolong selamatkan aku dari pria tidak waras ini,” batin Fahira.

“Apa kau takut padaku?” tanya Fatih, sambil menyilangkan tangan di dadanya.

“Tentu saja aku takut. Pertanyaan bodoh macam apa itu? sekarang, tolong menyingkir dari sana, Tuan!” geram Fahira, seraya menatap Fatih dengan sorot tajam.

Namun, Fatih bukannya menyingkir, dia malah kembali mengurung Fahira di bawah kungkungannya, sambil berkata, “Tidak semudah itu, Nona.” Fatih tersenyum dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.

Fahira mendorong dada bidang Fatih dengan kedua tangannya, sambil memohon, “Tuan, ku mohon jangan lakukan ini padaku ….”

“Aku tidak akan melakukan apa-apa, selama kau tidak mengizinkannya,” katanya. Ia lalu melanjutkan, “Aku hanya ingin memberikan penawaran padamu.”

“Penawaran apa?” tanya Fahira, sambil terus menahan dada bidang Fatih, supaya pria itu tidak semakin mendekat.

“Kau cantik, dan aku tertarik. Jika kau ingin uang lebih banyak, jadilah wanitaku.”

Mata Fahira kembali terbelalak, mendengar tawaran Fatih. Tentu Fahira mengerti apa yang dimaksud oleh Fatih. “Apa kau bilang? Menjadi wanitamu? Kau pikir, aku ini wanita macam apa?” geramnya.

Fatih lalu menegakkan tubuhnya dan turun dari ranjang, kemudian membawa langkahnya dan duduk di sofa, dengan menyilangkan kakinya. Ia lalu berkata, “Ya, itu jika kau mau. Kalau kau tidak mau, ya sudah. Aku tidak memaksa.” Ekspresinya terlihat begitu santai, seolah pembicaraan itu adalah hal biasa. Ya, memang itu hal biasa baginya, tapi tidak dengan Fahira. Bagi Fahira, penawaran Fatih merupakan pelecehan dan juga penghinaan baginya. Dan itu membuat Fahira sangat marah

Fahira lalu beringsut turun dari ranjang, dan berjalan cepat menghampiri Fatih. Gadis itu lalu berkata sambil menunjuk wajah Fatih, “Dengarkan aku baik-baik, aku tidak mengharapkan uang lebih darimu. Dan aku tidak akan pernah menjadi wanitamu! Meskipun aku miskin, aku tidak akan menyerahkan harga diri dan kehormatanku hanya demi uang!”

Ekspresi kemarahan Fahira, justru membuat Fatih semakin merasa gemas pada gadis itu. dan semakin ingin menggodanya.

“Baiklah, baiklah. Aku kan tidak memaksamu, Baby. Kau tidak perlu marah seperti itu, kalau kau tidak mau.” Lagi-lagi, Fatih terlihat santai. Seolah ia tak sedang menyakiti hati seseorang.

Melihat sikap Fatih, membuat Fahira mengepalkan kedua tangannya, menahan kemarahan yang sudah di ubun-ubun yang siap meledak kapan saja. “Ingin rasanya aku mencekik pria kurang ajar ini, sampai dia kehabisan napasnya!” geram Fahira dalam hati.

“Hentikan omong kosong itu, Tuan. Sekarang aku minta uangku kembali. Aku harus segera membawa ibuku ke rumah sakit. Dan antarkan aku pulang sekarang juga, Ibu pasti sangat mengkhawatirkan aku di rumah,” pintanya, sambil menahan emosinya.

Fatih terdiam sejenak, ia lalu bangkit dari tempat duduknya sambil berkata, “Baiklah. Ayo, aku antar kau pulang. Setelah itu kita bawa ibumu ke rumah sakit.”

“Tidak perlu, kau cukup mengantarku pulang dan kembalikan uangku,” tolak Fahira.

“Suka-suka aku, apa hakmu melarangku?”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang sang ibu, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO bernama Kieran Bimantara. Kieran yang lama memendam rasa sangat memanjakan Ayyara bak ratu, namun sang istri sulit membuka hati karena diam-diam masih berhubungan dengan mantan kekasihnya. Meski terus dikhianati, Kieran tak menyerah untuk memperjuangkan cinta tulusnya. Akankah pernikahan mereka bertahan, atau justru hancur akibat bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Demi Lisna, Andika rela melepas statusnya sebagai putra konglomerat walau ditentang keluarga. Namun, pengorbanan itu berujung pilu saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi perih: Lisna kini telah bersama pria lain. Meski terluka, Andika menolak menyerah dan terus berjuang merebut kembali hatinya. Akankah cinta mereka berakhir bahagia, ataukah perpisahan ini selamanya?
Sampul Novel Gairah Nakal Sang Billionaire
8.5
Raisa Aquila Nazara, gadis berusia 25 tahun, dijebak oleh Helena, ibu dari kekasihnya sendiri. Rencana jahat itu membawanya masuk ke kamar Raka Mirza Bramantyo, seorang CEO tampan berumur 27 tahun yang terkenal playboy. Kejadian tak terduga di malam itu memaksa Raisa menghadapi konsekuensi pahit dari perbuatan mereka. Apakah peristiwa memalukan ini akan menghancurkan hidup Raisa, atau justru menjadi babak baru dalam hubungannya dengan Raka?
Sampul Novel Mami, Papi Memintamu Kembali
8.1
Binar Mentari memilih menyudahi tiga tahun pernikahan penuh penderitaan bersama sang penguasa sombong, Barra Atmadja, yang kerap merendahkannya. Usai lenyap tanpa kabar, ia kini hadir kembali sebagai dokter sukses yang membesarkan anak kembar genius. Saat banyak lelaki hebat mengagumi sosoknya, Barra justru datang lagi dengan penyesalan besar demi meminta maaf. Sanggupkah Binar memaafkan masa lalu sang mantan suami dan kembali bersatu demi anak-anak mereka?
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Sebagai pewaris tunggal bisnis keluarganya, Lily terjebak perjodohan bisnis demi menguasai pasar global. Pernikahan tanpa cinta itu murni demi kekuasaan. Namun, segalanya rumit ketika Lily jatuh hati pada asisten pribadinya sendiri. Pemuda cerdas itu hidup dalam kemiskinan, memicu dilema besar dalam diri Lily. Kini, ia harus memilih antara menunaikan tanggung jawab warisan keluarga atau mengejar cinta tulusnya.