APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Perfect Hero

My Perfect Hero

Demi menjaga nama baik keluarganya, Raline terpaksa menikah dengan Liam Bernardus Nelson untuk menggantikan sang kakak yang melarikan diri di hari pernikahan. Liam, seorang miliarder yang terkenal dingin dan kejam, perlahan menunjukkan sisi pelindung saat Raline menghadapi masa-masa sulit. Namun, pernikahan mereka yang mulai harmonis kini terancam hancur ketika Bora kembali dan mencoba merebut Liam. Raline pun harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai istri sah.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Kakakmu kabur dari pernikahan ini, jadi kamu yang harus menggantikan dia.”

Raline, yang telah mengenakan kebaya, bagai tersambar petir saat mendengar perintah mutlak sang ayah, Pandu.

Sudah hampir tiga puluh menit ketiganya menunggu dalam situasi tegang. Mereka telah rapi dengan kebaya dan jas sejak dua jam lalu. Pandu Pramuditya Gabriel, memang berniat menikahkan Bora Adine Gabriel, dengan seorang pria kenalan temannya. Namun, sudah hampir satu jam, putri pertamanya tidak kunjung datang dan seseorang justru memberi kabar bahwa dia tidak ditemukan di kamarnya.

“Kamu juga sudah pakai kebaya rapi, kita langsung saja keluar menemui penghulu!” titah Pandu, kemudian menarik tangan Raline.

Gadis itu berhenti dan menggeleng. “Pah, Raline di sini cuma sebagai pendamping dan saksi, bukan pengantin!” tolaknya.

Wajah Pandu berubah galak mendengar jawaban putri keduanya. “Lalu, kamu mau nama baik keluarga kita tercoreng? Para tamu dan keluarga sudah berdatangan!” kecam pria itu.

Raline terhenyak. Wajahnya memucat. Seluruh energinya seakan menguap habis. Benar-benar tidak terpikirkan olehnya akan menjadi sosok yang menikah hari ini. Terlebih, dia memiliki seorang pacar. Tidak mungkin Raline mengkhianatinya begitu saja.

“Raline tidak mau, Pah!” jawabnya, kemudian menatap sang ibu dengan pandangan memohon. “Mah, tolong bilang ke Papah. Raline tidak siap. Raline punya Adikara, Mah,” katanya dengan sorot berkaca-kaca.

Sabrina, yang sejak tadi terlihat resah, berubah menjadi tajam saat menatap putri keduanya.

“Ikuti perintah Papamu,” titahnya, “Lagi pula, kamu yang bikin Bora melarikan diri, ‘kan?”

Raline menggeleng putus asa dengan pipi berlinang air mata. Tidak menyangka jika sang ibu justru ikut mendukung ide gila sang ayah.

Sejak awal, Raline memang ditugaskan untuk menemani Bora. Dari sejak penataan busana sampai merias, Raline harus selalu berada di sisi sang kakak sekaligus menjadi penjaga. Sebab, dari awal, perjodohan ini memang tidak disetujui oleh Bora.

Hingga kemudian, Bora meminta waktu sendiri untuk merenung. Raline membiarkannya, tetapi dia sama sekali tidak menduga jika kakaknya berencana untuk kabur.

“Kita bisa membatalkan pernikahan ini, Pah. Masih belum terlambat!” Raline bersikeras.

“Kamu gila!” Pandu mengecam dengan dahi yang tegang. “Keluarga Nelson bukan keluarga sembarangan! Kita akan mendapat malapetaka seumur hidup jika menghancurkan kehormatannya!”

Raline menggeleng, terlihat semakin putus asa.

“Menurut saja, Raline!” Sang ibu menambahkan. “Masa depan kamu akan cerah jika menikah dengannya daripada dengan Adikara yang tidak jelas itu,” ejeknya.

Raline tidak akan menolak jika sejak awal dijodohkan dengan pria seperti itu. Keluarga Nelson memang meminta satu putri dari keluarga Haqq, tetapi ayahnya langsung menunjuk Bora. Raline tidak pernah mendapat kesempatan. Dia selalu tersisihkan dari kakaknya.

Kini, mengapa kedua orang tuanya justru mendesak dia?

“Kenapa Mama sama Papa tega mengorbankan Raline?” isak gadis itu. Air mata meleleh di wajah cantiknya.

Namun, baik Pandu maupun Sabrina, seakan tidak tergerak oleh kesedihan putri mekea.

“Kamu tidak mau menikahi dia? Oke, mulai sekarang, kamu bukan bagian dari keluarga Haqq!” kecam sang ayah.

Bagai tersambar petir. Raline berhenti terisak dan menggeleng berulang kali. Terperangah oleh pengumuman mutlak sang ayah.

Secepat kilat, gadis itu menjatuhkan diri dan berlutut di kaki sang ayah. “Jangan, Pah! Raline mohon! Raline masih menyayangi Mama sama Papa,” jawabnya tersenguk-senguk.

Meski nama ‘Haqq’ tidak pernah terselip di belakang nama Raline, kasih sayang gadis itu kepada orang tuanya tidak terbendung. Namun, Pandu dan Sabrina tetap sering bersikap semena-mena terhadapnya. Seperti sekarang.

“Kalau begitu, nikahi putra keluarga Nelson,” perintah sang ayah dengan dingin.

Raline mengangguk dengan isakan tertahan. Gurat-gurat keseriusan timbul di wajahnya, membuat gadis itu terlihat lebih dewasa. “Tapi, aku punya satu syarat,” katanya, “Jika pria itu tidak menginginkanku, aku tidak akan menikah dengannya.”

Wajah Pandu kembali memerah padam. Tidak menyangka jika Raline berani bertindak lancang. Punya pilihan apa gadis itu, hingga berani mengajukan syarat?

Tetapi kemudian Pandu mengangguk satu kali. “Panggilkan Liam,” titahnya pada Sabrina.

Liam Bernardus Nelson. Itu adalah nama calon suami kakaknya yang sekarang menjadi nama calon suaminya.

Raline tidak pernah bertemu pria itu secara langsung, hanya pernah melihatnya melalui foto yang ditunjukkan ayahnya saat menawarkan lamaran itu kepada Bora.

Liam memang tidak pernah datang setiap kali pertemuan keluarga diadakan. Selalu saja ada alasannya, mulai dari sibuk hingga terkendala. Namun, ayah Liam terus meyakinkan jika sang putra pasti muncul pada hari pernikahan. Dan itu benar.

Ceklek.

Pintu terbuka, kemudian Sabrina berjalan masuk, diikuti seorang pria bertubuh tegap. Dan Raline seakan membeku di tempat begitu melihat sosoknya.

Liam Bernardus Nelson adalah seorang pria berbadan tegap. Usianya baru menginjak dua delapan. Wajahnya terlihat tegas dan bersih meski rambut-rambut tipis membingkai rahangnya. Tatapannya terlihat cerdas dan memancarkan aura hitam gelap yang memahitkan tenggorokan.

Raline sontak menjatuhkan pandangan saat tatapan mereka bertemu. Takluk oleh karisma kental pria itu.

“Mohon maafkan kami.” Pandu memulai. “Bora telah bertindak memalukan dengan melarikan diri dari pernikahan, tapi kami masih memiliki Raline! Dia bisa menggantikan Bora menjadi pengantinmu hari ini.”

Bahkan, pesona kental Liam berhasil membuat sang ayah berkata-kata dengan segan.

“Tapi, ada satu syarat.” Raline memberanikan diri bersuara meski kaki-kakinya terasa lemas. Sang ayah memberikan tatapan tajam terhadap tindakan lancang anak perempuannya. Seakan ingin memperingati Raline bahwa yang tengah ia hadapi bukan pria sembarangan.

Namun, Liam tetap menunjukkan raut tak beremosi ke arahnya.

“Katakan.”

Raline menelan saliva untuk membasahi tenggorokan yang tiba-tiba terasa kering. Ia merasa amat gugup, seakan ia dipaksa bicara, padahal ada senjata api yang menodong dahinya.

“Aku hanya akan menikah dengan Tuan jika Tuan menginginkannya,” ujar Raline, memaksakan diri untuk menatap iris cerdas menaklukan itu. “Apakah… Tuan mau menikah denganku yang bukan Bora?”

Liam tidak langsung menjawab. Bibir tegasnya terkatup rapat, menunjukkan bahwa ia sedang berpikir.

“Tidak mau. Kumohon, tidak mau,” batin Raline. Mereka tidak saling mengenal. Selama ini, Liam hanya mengenali Bora lewat satu-dua pertemuan. Tidak mungkin Liam ingin menikahi Raline begitu saja.

Jantung Raline seakan hampir meledak saat Liam kembali menatap ke arahnya dengan dingin. Rahang pria itu terlihat tajam dan mengintimidasi. Menunjukkan sosoknya yang tidak mudah dibaca pikirannya.

“Baik,” ujar Liam dengan suara baritone yang mampu menaklukan siapa pun. “Aku akan menikahimu.”

Bahu Raline menurun dengan putus asa. Dan, dunia wanita itu seakan runtuh seketika.

***

Haiii, selamat datang di karya terbaru dan perdana author di platform ini ^^ Semoga kalian suka dan terus dukung author dengan meninggalkan komentar atau tap tombol love yaa.. Jangan lupa masukkan buku ini ke rak kalian, supaya kalian dapat notif saat aku update nanti ^^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Demi menyelamatkan ekonomi keluarganya, Piona, mahasiswi sastra 21 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan mendadak yang menyimpan rahasia besar. Keadaan menjadi rumit karena calon suaminya adalah musuh bebuyutan masa SMA yang sangat ia benci. Pria tampan yang dulu selalu memicu pertengkaran dengannya kini harus menjadi pendamping hidupnya. Takdir pun memaksa dua orang yang saling bermusuhan ini bersatu dalam ikatan pernikahan penuh ketegangan.
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia, pewaris kaya raya, mengalami guncangan mental hebat setelah dikhianati oleh keluarga palsunya dalam sebuah kebohongan besar. Sementara itu, Bima juga terpuruk akibat pengkhianatan sang istri. Di tengah krisis identitas yang dialami Amelia dalam mencari jati diri dan ketulusan, mampukah takdir mempertemukan kedua jiwa yang terluka ini? Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, dan membangun ikatan cinta sejati.
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley menyerah pada pernikahan dinginnya dengan Harold, yang ternyata mendambakan perempuan lain. Di saat publik mengira Miley akan hancur begitu cinta sejati suaminya kembali, ia justru memilih pergi dan menyodorkan surat cerai. Harold murka dan menuntut jawaban, tetapi Miley dengan tenang mengungkap rencana pernikahan barunya. Terungkap bahwa selama ini Harold bukanlah pria yang dicintai Miley; ada sosok lain yang diam-diam bertahta di hatinya.
Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN
8.9
Demi kesembuhan sang ibu, Rinai rela bekerja keras walau terus ditindas Natasya, kakak tirinya. Ketulusan Rinai menarik perhatian Wira, anak konglomerat yang menyamar dan memborong dagangannya. Konflik memuncak saat Natasya berniat menggusur rumah Rinai melalui pacarnya, tanpa tahu bahwa Wira adalah pemilik perusahaan tersebut. Begitu identitas asli Wira terbongkar, Rinai yang merasa rendah diri kabur ke kota. Namun, takdir membawanya bekerja sebagai ART di kediaman Wira.
Sampul Novel Satu Malam Dengan CEO Tampan
8.9
Dua tahun setelah menjanda, Hana harus berjuang mencari dana demi mengobati putranya yang menderita leukemia. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Devan, seorang CEO sombong yang bersedia mendanai pengobatan tersebut dengan syarat Hana mau tidur bersamanya. Terpaksa demi sang anak, Hana menerima tawaran kejam itu dengan rasa benci. Namun, saat Devan mulai jatuh cinta dan menyesali syaratnya, mampukah ia dimaafkan? Bisakah luka transaksi kelam ini berubah menjadi cinta?
Sampul Novel Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan
8.8
Dikhianati kekasih hingga menjadi ibu tunggal membuat Emily menghadapi gunjingan. Demi menutupi aib, orang tuanya menjodohkan Emily dengan Keenan Derrel Ferano. Pengusaha sukses itu butuh istri demi menepis rumor miring tentang dirinya. Emily sempat menolak, tetapi kedekatan putranya dengan Keenan membuatnya luluh pada pernikahan kontrak ini. Namun, saat pernikahan dimulai, sosok masa lalu yang dinantinya justru kembali hadir.