APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Funiest Husband

My Funiest Husband

Penulis muda humoris bernama Galih harus menghadapi takdir unik saat dirinya dikutuk menikahi seorang dokter. Takdir tersebut mempertemukannya dengan Galuh, dokter cantik yang berusia enam tahun lebih tua darinya. Di kala Galuh sedang patah hati karena baru putus cinta, kehadiran Galih yang penuh kekocakan mulai mewarnai hari-harinya. Akankah perbedaan usia dan latar belakang menyatukan mereka dalam kebahagiaan? Simak perjalanan asmara mereka yang penuh tawa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mengatakan I love you bukan agar kamu membalasnya, tapi agar kamu mengetahui isi hatiku. Itu saja.

***

Wajahku memerah. Mungkin seperti cangkang Mr.Crabs di film spongebob. Duh, otakku sepertinya harus disapu!

"Udah dong Mi, Pi, jangan ngetawain Galih terus," pintaku memelas membuat mami semakin tertawa.

"Huh, ya sudah deh. Aku ke kamar dulu," tukasku lalu berdiri dari duduk.

"Eh, tunggu. Coba bawakan pisang coklat keju ini ke mantu mami. Barangkali dia malu keluar kamar," Kata mami.

"Hm, biar Galih ajak keluar kamar Mi,"

"Coba bawain dulu deh. Satu atau dua pisangnya. Suruh nyobain. Baru ajak dia kesini,"

Aku menurut lalu mengambil piring kecil dan mengisinya dengan tiga potong pisang goreng kemudian membawanya ke kamar.

Saat aku hendak masuk, tiba-tiba selintas ide muncul di kepala.

Kusembunyikan piring dibalik punggungku dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanan membuka pintu.

"Yuhu Mbak sayang,"

Mbak Galuh tampak cantik dengan stelan blouse lengan pendek warna ungu muda beresleting depan dan celana warna hitam. Dia sedang menyisir rambut panjangnya di depan lemari baju yang memang ada kacanya setinggi badan.

Kututup pintu dengan segera dan mendekat padanya. Kulihat dari cermin gadis itu melirikku.

"Mbak,"

"Hm,"

"Mbak Sayang?"

"Hm, hm,"

"Astaga, pasangan macam apa kami ini. Ngobrolnya aneh," batinku.

"Mbak, cobain pisangku dong," godaku sambil terus mendekat ke arahnya.

"Aarghhh," mendadak istriku menutup mata.

"Tuh kan, dia pasti juga sama omesnya denganku. Hanya saja dia gengsi," batinku menahan tawa.

"Cie, dokter cinta. Ngapain tutup mata segala?"

"Habisnya kamu bilang kan cobain pisang. Dan aku belum siap," sahutnya masih melingkupi mata dengan jemarinya. Seolah jika melihatku bisa membuatnya sawan. Walaupun aku yakin dia mengintip sedikit.

"Hahaha, kamu mikir apa sih Mbak, lihat nih aku bawa pisang goreng coklat keju beneran. Kamu kira pisang apa," aku tak bisa menahan tawa lagi sambil mengulurkan piring ke depannya.

Perlahan dia menjauhkan tangannya dan membuka mata.

"Duh, kamu yaaa," dia mencubit lenganku keras.

"Aawww,"

"Astaga aku lupa, itu lengan yang baru saja kujahit kemarin," dia menutup mulutnya.

Aku meringis sangat kesakitan berlagak seolah lenganku baru saja terkena bom.

"Aduh, sakit banget Mbak. Periksa jahitanku dong,"

"Ya sudah sini aku lihat dulu, awas ya kalau lebay,"

Galuh menarik tanganku ke tempat tidur. Kami duduk berhadapan kemudian dia menggulung lengan kausku keatas.

Saat dia sedang serius membuka plester dan perban yang menutup luka jahitanku, aku mengelus pipinya yang seperti pualam lalu menciumnya secepat kilat.

Wajah Galuh memerah. Dan dia mencubit pipiku keras-keras.

"Kamu ya enak aja nyuri pipi orang,"

"Lah kan sudah sah,"

Dia terdiam.

"Mbak, jangan panggil aku kamu terus dong,"

"Yakali harus manggil elu gue?" dia mendelik.

Semakin cantik.

"Panggil aku 'Ngab'?"

"Ngab?" mbak tersayangku mengulangnya sambil tertawa.

"Kenapa nggak 'Bang' saja?" tanyanya kepo.

"Karena kalau 'bang' udah terlalu sering. Wes umum. Aku maunya yang antimaenstreem," sahutku menaikturunkan alis.

"Hm, boleh juga. Terus kamu manggil aku apa?" tanyanya.

"Hm, apa ya," aku berpikir sejenak.

"Mungkin...Gal?"

"Emangnya aku begal?" Dia merengut.

"Yawda luph aja deh, kepanjangan dari I luph you," putusku.

"Hahaha," dia tergelak memperlihatkan lesung pipinya.

Manis.

"Luph," kataku sambil menyelipkan anak rambut ke telinganya setelah sesi tertawanya selesai.

"Hm," Dia memandangku intens membuatku jantungku mendadak dangdut.

"Kenapa mau nikah sama aku?" aku menggenggam tangannya.

Dia menunduk.

"Apa aku hanya pelarianmu saja?"

Dia mendongak. Ekspresinya terkejut. Sepertinya tebakanku benar. Ada yang tertoreh di hati. Sakit. Seperti bisul yang tumbuh di pant*t.

"Karena...,"

"Nggak usah dijawab Luph, kalau emang sulit," tukasku kecewa.

"Ngab," dia memanggil.

Elah, kenapa gak jadi sedih denger dia manggil aku dengan sebutan yang sebenarnya bikin geli itu.

"Nanti kamu juga tahu semua tentang aku dan kenapa aku setuju dengan pernikahan ini. Yaaa, disamping karena didesak warga juga sih," sahutnya.

Aku menghela nafas.

"Ngab nggak ngampus?" tanyanya.

"Iya, habis ini. Ikut yuk, kukenalin sama teman-temanku. Kamu ambil cuti kerja kan?"

Dia mengangguk.

"Kamu jangan terlalu ngoyo kalau kerja ya. Walaupun masih kuliah, aku punya kerjaan lumayan,"

Dia membelalakkan mata.

"Kerja apa Ngab?"

"Aku nulis di platform-platform online. Ada juga yang sudah dibukukan di Gram*dia," sahutku.

"Wah, keren. Apa aja judul bukunya?" mendadak dia antusias.

"Banyak Luph. Pokoknya buku yang nama penulisnya Aksara Galih. Karena aku pakai nama pena,"

Mata Galuh membulat. "Jadi kamu penulis buku komedi misteri Beranak dalam Lumpur?"

Aku mengangguk.

"Wahhhh, aku nggak nyangka kamu yang nulis Ngab. Aku suka banget buku itu. Tapi kok nggak ada satupun buku di kamarmu?"

"Ada di perpustakaan keluarga. Baru setahun aku nulis Luph. Inginnya sih habis ini bikin percetakan indie,"

"Wah, aku seneng banget punya suami penulis kesayangan," dia memelukku.

"Hm, empuk," Eh.

Kali ini aku juga membalas pelukannya tanpa ragu.

"Luph, boleh minta sesuatu nggak?"

Dia mengangguk. "Bilang aja,"

"Tium dong," aku menunjuk bib*rku.

Dia memejamkan mata. Asik akhirnya dapat jatah juga. Rejeki suami sholih Gan!

Aku mendekatinya perlahan dan memegang kedua pundaknya. Galuh memejamkan mata kian erat dan aku kian bersemangat.

Saat jarak wajah kami tinggal beberapa inchi lagi, tiba-tiba,

"Duutttt,"

Astaga!

"Luph, kamu kentut?" tanyaku tertawa.

Wajah Galuh memerah dan dia mengangguk.

"Maaf, aku ga bisa nahan Ngab,"

"Elah, untung aja masih pengantin baru. Kentutnya bau duren," gumamku.

Melihat Galuh tertunduk malu, aku segera memegang dagunya, dan tersenyum ke arahnya. Kulantunkan sebuah pantun untuk menghiburnya.

"Burung perkutut burung kutilang, istriku kentut nggak bilang-bilang,"

Galuh tersenyum lebar. Tanpa kuduga dia menyahut, "Muka cemberut rambut dikuncir, jangan bingung ini cuma kentut bukannya petir,"

Aku melongo, "Yasalam, istriku ternyata gokil juga,"

Saking gemasnya kuraih kepala istriku dan kukecup langsung bagian bawah hidungnya tanpa slow motion biar nggak ada adegan angin kejepit yang menyela lagi!

Cuppp!

Tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu, "Galih..!"

Haduh!

Next?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gigolo2
8.1
Demi bertahan hidup, Frans terpaksa kembali ke lembah hitam sebagai gigolo. Selama ini, ia berhasil menyembunyikan pekerjaan tabu tersebut dari Anjani, istrinya. Namun, situasi kian pelik saat anak-anak mereka mulai curiga dan mempertanyakan profesinya. Badai besar akhirnya runtuh menghantam rumah tangga mereka ketika Lea, pelanggan setia Frans, nekat mengirimkan bukti video mesum mereka kepada Anjani. Kini, Frans harus menghadapi kenyataan pahit atas hancurnya keluarga yang ia cintai.
Sampul Novel Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik
8.2
Setelah delapan tahun bersama, Kaivan justru ingin menyingkirkan Adeline, cinta pertamanya. Lelah bertahan selama tiga tahun penuh penderitaan, Adeline akhirnya memilih pergi dan melangkah maju. Kaivan yang angkuh mengira Adeline hanya berpura-pura dan akan memohon untuk kembali. Namun, ia justru mendapati kabar pernikahan Adeline dengan pria lain. Saat melihat Adeline bersiap melangkah ke altar, penyesalan mendalam menghantam Kaivan hingga ia memohon di hari pernikahan sang mantan.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.
Sampul Novel Kumpulan Kisah Hot Membara
8.0
Kumpulan Kisah Hot Membara menyajikan rangkaian cerita romantis dewasa yang sarat akan gairah. Setiap babak mengupas dinamika hubungan modern yang intens, mempertemukan gejolak emosi dan hasrat terdalam para tokoh dalam momen-momen intim mereka. Pembaca akan diajak menyelami beragam skenario percintaan yang berani dan menggoda, mengungkap dimensi lain dari jalinan asmara yang penuh dengan percikan cinta membara.
Sampul Novel Lyana
8.4
Demi menghidupi keluarganya di desa, Lyana rela bekerja keras sebagai wanita sederhana. Malangnya, takdir mempertemukannya dengan Justin, seorang miliarder sombong yang kemudian menghancurkan masa depannya. Di bawah pengaruh alkohol hingga kehilangan kesadaran, Justin tega melakukan perbuatan keji yang meninggalkan penderitaan mendalam bagi Lyana. Di tengah keputusasaan ini, akankah pria kaya tersebut bersedia mempertanggungjawabkan tindakannya, atau justru memilih kabur?
Sampul Novel Mantan Istri CEO Tampan
8.9
Alana terpaksa pergi menjauh selamanya demi membiayai operasi Andra. Ia rela meninggalkan suaminya itu meski dalam kondisi mengandung. Merasa dikhianati, Andra pun menyimpan dendam mendalam dan bertekad membalas sakit hatinya jika kelak bersua kembali. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Kini Alana telah memiliki seorang anak, sedangkan kebencian di hati Andra masih membara. Akankah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?