APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Fated Girl

My Fated Girl

Demi menolak perjodohan, Ranaya Arabella Raharja nekat kabur dari rumah. Namun, keputusan itu berujung pahit saat sang ayah memblokir seluruh fasilitas mewahnya. Di tengah situasi sulit tanpa uang dan tempat tinggal, bosnya yang menyebalkan, Aiden Saka Bumi, justru menawarkan tumpangan. Kini, Rana dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan gengsinya atau menerima bantuan sang atasan yang menegaskan bahwa segala hal di dunia ini membutuhkan timbal balik.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ternyata Aiden tidak main-main dengan ucapannya. Lelaki itu benar-benar membawa Rana pulang ke apartment nya. Sejak penawaran yang tiba-tiba Aiden lontarkan, hingga sekarang pun Rana masih saja diam, tidak berkomentar dan masih mengekori dirinya dengan sesekali menguap.

Aiden mulai memasukkan password apartmentnya, dan pintu pun terbuka. Aiden masuk, diikuti oleh Rana yang berjalan di belakangnya, mengedarkan padangannya. Sempat terkesima sebentar dengan apartement Aiden yang begitu rapi untuk ukuran lelaki. Tidak terlalu luas memang, namun terasa cukup nyaman, terbukti saat ia baru saja menapakkan kakinya setelah pintu terbuka. Langkah mereka membawa keduanya menuju ruang utama, living room. Aiden memerintah Rana untuk duduk di sofa panjang, sedangkan lelaki itu memilih duduk di sofa single.

"Pak, beneran saya boleh menginap malam ini disini?"

Sebenarnya itu merupakan pertanyaan retoris yang Rana ajukan memecah keheningan, yang tanpa diduga dijawab oleh Aiden dengan sebuah anggukan.

"Kamar mu berada disebelah kanan dekat pintu masuk, dan kamar saya berada tepat di belakangmu. Jika memerlukan sesuatu, kamu bisa mengetuk pintu saya" papar Aiden datar yang dibalas anggukan kaku Rana.

Aiden malam hari ini terlihat begitu manusiawi, tidak seperti saat dikantor.

"Terimakasih pak, sudah mengizinkan saya untuk bermalam disini. Bapak tenang saja, besok pagi-pagi saya akan segera mencari tempat tinggal sementara" ucap Rana yang tetap mendapat tatapan datar dari lelaki itu.

"Pikirkan itu besok. Saya ingin istirahat, kita sambung pembicaraan besok" Aiden beranjak dari duduknya setelah mengatakan itu, dan melangkah masuk kedalam kamarnya meninggalkan Rana yang masih duduk di sofa.

🍀🍀🍀

Rana merebahkan tubuhnya di atas ranjang, walau tidak terlalu besar seperti yang biasa ia tempati. Namun kasurnya terasa nyaman. Hm.. atau dirinya saja yang terasa lelah?

Tidak ingin terlarut dalam pikiran tidak penting, Rana beranjak dari posisi nyamannya. Membuka koper, mengeluarkan baju dan celana santainya beserta peralatan mandinya untuk membersihkan diri. Tubuhnya terasa lengket karena berkeringat.

Lain tempat, Aiden melepas jas nya dan meletakkannya di keranjang kotor, masuk ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya, membersihkan diri. Setelah selesai dengan ritualnya, Aiden melaksanakan shalat isya, kewajibannya menjadi terlambat dari waktu biasanya karena lembur dan juga insiden bawahannya tadi.

____

Di kamar yang di tempatinya, Rana kembali membaringkan tubuhnya, mencoba mencari posisi ternyaman. Sejak setengah jam yang lalu, hingga kini ia belum menemukan posisi ternyamannya, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, begitu cepat berlalu. Apa karena ini pertama kalinya Rana menginap di tempat asing selain rumah Anna semasa sekolah dulu? Dulu, awal mula dirinya menginap di rumah Anna, ia juga mengalami hal seperti ini, susah tidur.

Kriuuk~

Bunyi perut keroncongan, mungkin lebih masuk akal untuk menjadi alasannya mengapa ia susah tidur. Rana mendudukkan dirinya diatas ranjang, haruskah dirinya keluar meminta makan kepada bosnya juga setelah lelaki itu sudah berbaik hati memberinya tempat menginap?

Ah, kepalang tanggung, saat sudah melakukan hal memalukan, sekalian saja.

Rana dengan segenap rasa tidak tahu, dirinya keluar dari kamar tamu, berniat mengetuk kamar bosnya. Seperti mendapat durian runtuh, sesaat ia menutup pintu kamarnya, Rana dapat mencium aroma dari arah dapur yang mampu membuat perutnya tambah bergejolak.

Dapur apartment Aiden yang berada lurus dengan pintu kamar yang ia tempati, memudahkan Rana menemukan tersangka utama pembuat wewangian yang menggoda perutnya malam ini.

Punggung kokoh itu tampak bergerak diikuti tangan lelaki itu yang fokus pada spatula di genggamannya. Bolehkah untuk kali ini ia memuji Aiden tampak boyfriend able jika dilihat dari belakang. Garis bawahi, jika dari belakang. Lain halnya jika lelaki itu berbalik, dapat Rana pastikan ekspresi lelaki itu masih sama, datar.

Aiden yang merasa seperti sedang diperhatikan itu berbalik, dan menemukan Rana berdiri di lorong depan kamar dengan kikuk.

"Kenapa? Kamu lapar?"

Rana terdiam, berpikir. Ia sudah memantapkan diri untuk tidak menjaga image di depan bos nya sekarang. Rana juga pastikan hanya malam ini, setelahnya ia hanya akan bertemu di kantor, kembali menjadi atasan dan bawahan.

Rana melangkah mendekat, kemudian menggangguk. "Iya" cicit Rana pelan, setidaknya Rana sedang berusaha untuk tidak menggebu-gebu mengatakan bahwa dirinya lapar.

Mata Rana mengerjap beberapa saat, karena tidak sengaja melihat Aiden yang menarik sudut bibirnya sebelah ke atas. Tipis, sangat tipis. Hingga Rana sendiri tidak yakin dirinya melihat bahwa Aiden benar-benar tersenyum atau tidak.

"Duduklah disana" perintah Aiden yang mengkode Rana untuk duduk di meja makan.

Rana menurut, kapan lagi dirinya dilayani oleh bos nya.

Tak lama Aiden datang dengan dua piring nasi goreng, yang mengeluarkan aroma begitu menggoda. Mata Rana berbinar melihat nasi goreng dihadapannya. Ia menerima sodoran dari Aiden, dan masih mengamati makanan buatan Aiden itu.

Aiden yang melihat itu tidak peduli, ia menyendokkan makanan buatannya ke dalam mulut. Diikuti dengan Rana yang melakukan hal yang sama.

Mereka makan dalam hening. Rana sudah tandas setengah porsi, kini perutnya terasa penuh dan kantuknya kembali datang.

"Pak, ini kalau nasinya tidak habis bagaimana?" tanya Rana hati-hati, bukan karena tidak enak, seperti halnya penampilannya. Nasi gorengnya enak, sangat enak malah, tetapi perutnya tidak kuat lagi menampung nasi goreng porsi kuli buatan Aiden.

"Dibuang" jawab Aiden santai, kemudian menyuapkan nasi terakhirnya ke dalam mulut.

Mendengar jawaban Aiden, tentu saja Rana terbelalak. Sayang sekali jika makanan seenak ini harus berakhir di tempat sampah. Sedangkan masih banyak anak yang kurang beruntung diluar sana.

Perut kenyang, hati senang. Seketika ide brilliant muncul dalam otaknya, ia tersenyum sumringah. "Em.. bagaimana jika di simpan saja pak? Nanti saya hangatkan kembali untuk sarapan saya besok"

"Ukhuk.."

Seketika Aiden terbatuk, ucapan Rana dengan entengnya membuatnya tersedak. Ia menatap tajam Rana yang panik dan menyodorkannya minum.

"Makanan ini sudah tidak layak dimakan besok pagi. Dan.. untuk sarapan besok pagi, kamu bisa membuat makanan yang baru"

"Tapi mubazir pak, ini masih enak kok. Dan saya yakin, besok makanan ini masih layak dimakan" sahut Rana tidak mau kalah.

"Saya sudah selesai" ucap Aiden mengabaikan ucapan Rana yang masih mengeyel dan beranjak dengan mengangkat piring bekas makannya yang ditahan oleh Rana.

"Biar saya saja pak yang membereskannya"

Aiden kembali meletakkan piringnya, tidak ada salahnya jika Rana menawarkan diri untuk mencuci piring. Toh, dirinya juga sudah membuatkan makan malam.

"Saya tidak ingin mendengar bantahan atau berdebat, lebih baik kamu buang makanan itu" ucap Aiden meninggalkan Rani yang masih duduk di meja makan.

Memang dasar keras kepala, Rana diam-diam menyimpan makanannya dalam lemari, untuk diambilnya esok pagi. Bukan sekali atau dua kali ia memakan makanan kemarin, selama makanan itu masih layak. Walaupun berasal dari keluarga kaya, dari dulu ibunya selalu mengajarkan untuk tidak membuang-buang makanan. Alhasil, jika makan malam bersama sang ayah makanannya masih sisa, keesokannya ia akan menyuruh bibi nya untuk menghangatkannya kembali. Keluarganya itu begitu hemat mengenai makanan, karena ia tahu bahwa masih banyak orang yang kekurangan makanan di luar sana.

Setelah selesai mencuci dan membereskan bekas peralatan Aiden memasak. Rana kembali menuju kamar tamu, untuk tidur. Sepeninggal Rana, tanpa sepengetahuan perempuan itu. Aiden sudah mengintip Rana sejak perempuan itu menyembunyikan piring berisi nasi goreng nya ke dalam lemari, Aiden mengambil piring tersebut yang Rana coba sembunyikan. Ia memasukkan nasi tersebut ke dalam kantong kresek dan setelah itu mencuci piring bekasnya.

"Dasar, gadis keras kepala"

🍀🍀🍀

TBC

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Akibat fitnah dari sebuah pesan singkat, Marilyn dituduh merusak hubungan kakaknya sendiri. Christian, miliarder yang marah karena reputasinya rusak, mengira Marilyn adalah wanita licik yang gila harta. Demi membalas dendam, Christian memaksa gadis itu menikahinya dan bersumpah akan menyiksa hidupnya. Di tengah tuduhan kejam tanpa bukti tersebut, Marilyn hanya bisa pasrah menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Akibat kalah taruhan saat mabuk, Prakas melewati malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi melunasi utang sang ibu. Usai mengusirnya, Prakas syok saat tahu Miona adalah anak Pak Imam, OB yang sangat ia hormati bagai ayah kandung. Demi menebus rasa bersalah, Prakas melunasi utang mereka dan meminta Miona keluar dari dunia kelam. Namun, Miona yang telanjur sakit hati menolak mentah-mentah bantuan itu dan bertekad mengembalikan semua uangnya.
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
8.5
Saat mengalami pendarahan hebat akibat keguguran, sang istri justru mendapati suaminya, Fandi, memamerkan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi menolak datang ke rumah sakit dan meminta istrinya tidak bersaing dengan bayi yang baru lahir. Di tengah kepedihan mendalam, ia memutuskan untuk bangkit. Ia segera menghubungi Lukas, musuh bebuyutan suaminya, menawarkan pernikahan bermahar seluruh Grup Largi demi satu misi: menghancurkan Fandi sepenuhnya.
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Viona sengaja menyamar jadi perempuan berwajah buruk dan tidur dengan Daniel, paman tunangannya, demi membatalkan pernikahan dengan pria yang berselingkuh. Namun, setelah malam itu, Daniel yang sangat disegani justru enggan melepaskan Viona. Meski diterpa berbagai gosip miring tentang hubungan mereka, Daniel tetap menunjukkan kesetiaannya. Pria terpandang itu bahkan tak ragu berlutut untuk memakaikan sepatu Viona demi memperoleh kecupan manis dari sang istri.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun ketulusan Chelsea hancur seketika setelah dicampakkan di hari pernikahan demi perempuan lain. Namun, identitas aslinya sebagai gadis desa hanyalah penyamaran. Chelsea bangkit menunjukkan jati dirinya sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya pemilik harta triliunan. Saat musuh yang dengki mulai menyerangnya, Nicholas datang membantu. Pria dingin dan kejam itu kini menjadi sekutu tak terduga yang siap mendukung aksi balas dendamnya.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Demi melunasi utang budi dan mendapatkan imbalan dua miliar rupiah untuk keluarganya, Angel terpaksa menyetujui pernikahan tidak lazim dengan jasad CEO muda yang tampan. Namun, situasi mengerikan itu berubah menjadi kejutan besar saat ia mendapati bahwa pria di dalam peti mati tersebut ternyata masih hidup. Bagaimana kelanjutan takdir Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Simak lika-liku kisah romansa penuh misteri dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.