APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Beautiful Bride

My Beautiful Bride

Trauma masa lalu mengubah CEO Ethan Daniel menjadi sosok yang dingin dan kasar. Ketika sang kakek menuntutnya memenuhi janji pertunangan masa kecil, Ethan sempat acuh. Namun, semua berubah saat ia bertemu Anna. Gadis sederhana ini justru memikat perhatiannya karena berani menolak pesona serta harta melimpah sang konglomerat. Penolakan tersebut memicu rasa penasaran Ethan yang tak biasa diabaikan. Di tengah perjuangannya mendekati Anna, luka lama Ethan kembali membayangi. Akankah ketulusan Anna mampu menyembuhkan hatinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ethan mendengar sebagian pembicaraan Opanya dengan wanita matrealistis itu, mengapa opa-nya sampai memohon seperti itu, seakan-akan dia bujangan lapuk? Aku ini Ethan Daniel, wanita mengantri untuk kencan bersamaku?

Dan yang lebih menyebalkannya, perempuan itu sok jual mahal sekali, sampai menikah dengannya perlu berpikir? Sekarang dia sudah mendengar masalah warisan pasti wanita itu akan menempel seperti lintah.

Ethan masuk segera agar kakeknya itu menghentikan bujukannya.

"Opa sudah masuk jadwal dioperasi, jangan lupa nanti harus puasa. Kamarnya nyaman kan? Aku harus pulang, nanti jam 10 ada meeting dengan New York," jelasnya mendekati kakeknya sambil melihat jam, sekarang sudah hampir jam 9 malam.

"Ethan…," panggil opa Jacob dengan suara serak.

"Kita ngobrol dulu sebentar," ujarnya menatap cucu laki satu-satunya itu, dia hanya memikirkan pekerjaan. Umurnya sudah 29 tahun ini, sudah layak dia untuk menikah, pikir opa dengan penuh harap.

Tapi pandangan Ethan malah tertuju pada wanita itu. Dia memiliki rambut yang panjang tergerai indah di sebelah kiri di atas pundaknya sehingga memperlihatkan lehernya yang putih jenjang.

Ethan menghela nafas agar kembali konsentrasi, menghindari pandangan Anna yang mencela.

"Aku harus melihat berkasnya dulu opa, nanti nggak keburu lihat berkas, meeting jadi percuma," jawab Ethan mencari alasan karena sesungguhnya dia tidak mau membicarakan perjodohan ini, setelah melihatnya langsung, dia langsung tahu, wanita di hadapannya ini hanya wanita penggoda matrealistis.

"Meeting itu bisa ditunda, ayolah kita dah lama ga ngo,-" dia terbatuk lagi sebelum menyelesaikan kata-katanya. Wajah opa terlihat lelah namun dia masih memaksakan dirinya untuk berbicara.

"Udah, opa istirahat ya?" Ethan menatap opanya sungguh-sungguh, tapi opa tidak menggubrisnya. Ethan menatapnya dengan prihatin.

"Opa sungguh berharap kalian akan bahagia, sebahagia yang direncanakan oleh kakek-kakekmu," ucap opa Jacob sambil menatap mereka berdua, kata-katanya terasa janggal mengambang di udara.

"Opa ngomong apa sih, kaya mau ada apa aja," protes Anna yang merasakan hal yang sama seperti yang Ethan rasakan.

"Ethan, kamu antar Anna pulang ya? sudah malam nggak mungkin dia pulang sendirian," pinta opa Jacob langsung kepada cucunya, Ethan menghela napas panjang ingin protes. Tapi entah kenapa pandangan mata kakek tua itu malam ini sungguh membuatnya menjadi iba.

"Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri kok, aku pulang ya Opa!" seru Anna tiba-tiba meraih opa Jacob dalam pelukannya.

Opa Jacob terkejut atas pelukannya, Ethan apalagi, keluarga mereka adalah keluarga yang kaku, bahkan bersalaman saja jarang.

"Baik, hati-hati sayang," ucap Opa Jacob setelah pulih dari keterkejutannya. Anna segera melambaikan tangannya dan berjalan keluar begitu saja dari kamar rawat opa, dia tidak mau diantar Ethan.

Tapi Ethan kini merasa tersinggung karena Anna malah melarikan diri, dia segera mengejarnya.

"Hai!" teria Ethan memanggilnya di lorong rumah sakit. Suara sepatungnya bergaung tiap kali dia melangkah menjauh, tapi Anna tidak mau berhenti, dia malah mempercepat langkahnya, dia tak sudi dipanggil 'hei'.

"Hei, hei! Aku tau kamu mendengarku!" teriak Ethan kesal.

Anna yang menahan amarah berhenti berjalan, gaun kuningnya mengayun ketika dia berputar dan malah menghampiri Ethan sambil memandang tajam seakan mau memakan Ethan. Tanpa Ethan sadari dia berhenti mendekati Anna.

"Kenapa... kenapa kamu yang malah melihatku seperti itu?" tanya Ethan tiba-tiba kehilangan keberaniannya, bingung entah kenapa dia menjadi terintimidasi oleh Anna.

"Eh eh... hei hei, jangan seenaknya anda memanggil saya ya!" bentaknya. Ethan tertegun menatap wajahnya yang mungil marah itu.

"Ah..." Hanya itu yang dia bisa ucapkan.

"Dari tadi saya sudah cukup sabar dengan kelakuan anda ya, saya punya nama, anda tau kan nama saya, tadi kita sudah dikenalkan kan?" ucap Anna marah, dia sudah cukup sabar menghadapi kelakuan Ethan seharian.

Cih, Ethan Samuel sedang dimarahi, ada apa ini, kenapa dunia seakan-akan terbalik? Tapi herannya lidah Ethan kelu, dia tidak bisa menjawab pertanyaannya. Ethan hanya terbius dengan manik matanya yang berkilat-kilat.

"Nama saya Anna, Anna Federica," ucapnya lagi mengingatkan Ethan seakan Ethan seorang idiot. Dia segera menguasai dirinya.

"Anna, mari kita pulang," ujar Ethan menarik tangannya. Anna menurut beberapa langkah tapi segera sadar dia melepaskan genggaman tangannya.

"Eh ... mengapa anda seenaknya menyentuh saya?" teriak Anna keras sengaja sehingga lagi, suster-suster yang ada di booth ikut memperhatikan mereka. siapa tahu pria kasar ini bisa diusir duluan, pikirnya dalam hati.

"Kamu mau pulang kan, aku antar," Ethan masih mencoba meraihnya, tapi Anna kembali menyingkir menjauhi Ethan yang semakin penasaran, baru kali ini dia merasakan ditolak.

"Nggak perlu, saya bisa pulang sendiri," balasnya. Anna langsung berjalan cepat menuju lift melewati booth suster yang sedang menggosipkan mereka.

"Hei!" panggil Ethan mengulang kesalahannya lagi. Anna segera masuk ke dalam lift.

"Anna, tunggu!" teriak Ethan segera ikut masuk ke dalam lift.

"Tuh nggak susah kan panggil nama orang pakai namanya!" serunya ketus. Ethan menggertakkan giginya separuh menyesal ikut masuk ke dalam lift.

"Aku tak butuh diantar, aku bisa pulang sendiri!" seru Anna tanpa melihat Ethan yang merasa gemas sekali dengan wanita keras kepala ini. Baru kali ini Ethan bertemu dengan seseorang yang sama keras kepalanya dengan dirinya.

Anna memandang ke layar yang menunjukkan lantai yang sedang dilewati dengan tidak sabar. Mengapa pria ini terus mengikutinya? Tadi dia kesannya tak sudi bicara dengannya mengapa kini dia malah memaksa untuk mengantarnya, pikir Anna kesal.

"Opa menyuruhku untuk mengantarmu pulang," ucap Ethan keras kepala mencari alasan, karena sejak kapan dia mendengarkan kakeknya?

"Nggak butuh!" jawabnya dengan sengit, Ethan semakin tertantang, karena semakin dilarang semakin ingin dia melakukannya.

"Hari ini sudah malam, kamu nggak mungkin pulang sendiri," Ethan tidak mau kalah, emosinya kembali tersulut ketika berbicara dengan wanita itu. Pintu lift terbuka dan Anna melesat secepat sepatu hak barunya membawanya.

"Anna!" panggil Ethan tapi dia malah berjalan semakin cepat. Pegawai valet yang melihat kedatangan Ethan langsung menyiapkan mobilnya.Ethan berlari mengejarnya dan saat dia terpeleset, Ethan segera mendengus senang. Dia segera meraih tangannya, dan menariknya paksa untuk masuk ke dalam mobil.

Bola mata coklat mudanya terbelalak kaget. Ada bunyi krek tiba-tiba, tanpa Ethan sadari, dia telah merobek gaun kuning Anna. Ternyata dressnya robek, dari bagian ketiak sampai pinggang, dengan malu dia segera memegang gaunnya. Andai tidak robek dia bisa segera turun dari mobil saat Ethan memutar menuju kursi pengemudi.

Ethan mendegus sambil memakai sabuk pengaman, melihat Anna tidak turun dari mobilnya, mungkin dia kaget setelah melihat mobil mewahnya, semua perempuan sama, jika melihat mobil mewah pasti langsung mau ikut, pikirnya dalam hati sambil langsung menyetir keluar dari rumah sakit.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina adalah gadis pintar nan ambisius yang hidupnya berubah drastis setelah berurusan dengan Alvaro. Pria awal 40-an tersebut merupakan bos mafia yang memimpin jaringan bisnis ilegal raksasa di kota. Terobsesi untuk memiliki Arina sepenuhnya, Alvaro tanpa ragu mengerahkan segala kekayaan dan pengaruh kekuasaannya. Kini, Arina terjebak dalam dunia gelap, diperlakukan layaknya permata berharga oleh sang penguasa yang dominan tersebut.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.