APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mrs Bodyguard

Mrs Bodyguard

Nyawa Kendra, pewaris manja dinasti otomotif Tanaka, terancam akibat ulahnya sendiri. Sang ayah lalu menugaskan Drupadi, mantan anak asuh mafia yang berkarakter dingin, untuk menjadi pengawal pribadi. Menyamar sebagai laki-laki, Dru berkomitmen menjaga Kendra. Meski awalnya kesal, Kendra perlahan mulai bergantung pada Dru. Di tengah ikatan profesional dan beda usia empat tahun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara sang pengawal tangguh dan majikan manisnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seorang gadis cantik berdiri di depan cermin, rambut panjangnya terurai dengan sedikit gelombang. Dandanan yang sempurna untuk wajahnya. Menggunakan pakaian  mewah dan berkelas,tidak lupa high hells melengkapi kesempurnaan penampilannya.

"Dru, panggil seorang pria yang mengenakan jas formal sambil tersenyum ke arahnya. Siapa yang menduga jika itu adalah Drupadi, bodyguard yang selama ini terlihat manly, menutupi sifat feminim yang dimilikinya. Wig yang digunakan mempertegas penampilan cantiknya.

"Aku sudah siap," ucap Drupadi yang malam ini harus berdandan feminim, untuk menyelidiki sesorang yang diklaim berkhianat pada organisasi.

"Jangan tersenyum mengejek begitu padaku Theo Jelek...!" Umpat Drupadi sambil meninju pelan lengan theo, rekan sesama bodyguard.

Theo hanya tertawa pelan lalu mengangkat dua jempol.

"Cantik banget nona Drupadi, tapi jalannya juga harus anggun ya." Setelah memuji, Theo kembali menggoda Drupadi yang kali ini melotot  kesal.

Drupadi berjalan anggun dengan high heelsnya. Tidak sia-sia belajar menggunakan sepatu menyebalkan ini selama satu bulan bersama Nadine. Tentu saja alasan yang dikemukakan pada Nadine adalah ingin tampil feminim. Nadine dengan senang hati mengajarinya. Nadine juga  menyewa model prefesional kenalannya untuk membantu Drupadi.

Masuk dalam suasana pesta dengan menggunakan Priority pass Card  yang diberikan Devan. Dru tentu saja tidak datang sendiri, karena beberapa bodyguard dan sniper mengawasinya dari kejauhan.

Ia menyapa tamu yang juga menyapanya. Mengambil segelas wine, lalu berjalan santai untuk berkeliling.

Senyum manis dan juga gaya anggunnya sangat sedap di pandang. 

Sebenarnya ia risih ditatap demikian oleh beberapa pria yang disapanya.

Saat suasana lengah, Dru dengan cepat naik ke lantai atas. Mengendap-endap menuju ruangan yang menjadi targetnya. Pintu tidak sepenuhnya terkunci, dengan cepat Dru masuk ke dalam setelah melepaskan High heelsnya.

Tampak tiga orang pria di dalam ruangan, terkejut melihat kehadiran Dru. Masing-masing mengeluarkan pistol yang diarahkan padanya. Dru mengangkat tangan.

"Hmmm ... Sialan, ternyata benar, ada pengkhianat di dalam organisasi!" Umpat Dru saat melihat dari ketiga orang itu, salah satu adalah rekannya. Sedangkan dua orang lagi adalah musuh mereka, yang selalu ingin menguasai wilayah yang berada di bawah pengawasan Red Eagle.

"Hahaha ... siapa kamu gadis cantik ?kamu salah masuk kamar, tapi karena sudah datang, mari kita bermain," ucap salah seorang yang tidak dikenal oleh Dru dengan senyum mesum.Karena yang datang adalah gadis cantik, mereka segera meletakan pistol kembali.

"Hmm ... Dru tersenyum samar, lalu menatap kepada pria plontos yang merupakan pengkhianat dalam organisasi mereka.Si pria memperhatikan Dru dengan tatapan menyelidik.Saat menyadari siapa yang ada di hadapannya, ia kembali mengarahkan pistolnya mengancam Dru yang terlihat tanpa senjata.

"Hmm ... Sudah sadar ?" Tanya Dru dengan smirk. Begitu selesai Dru berucap, dua orang lagi juga ikut mengangkat senjatanya kembali.

"Kamu akan mati hari ini, jadi apa yang mau dilaporkan," ucap Pria plontos, si pengkhianat yang dimaksud oleh Dru.

"Kamu terlalu bodoh untuk bisa menembak kepalaku," balas Dru , lalu dengan gerak cepat melempar Shuriken miliknya, hingga ketiga orang tersebut terkapar dan menjerit kesakitan, dengan tangan terluka sebelum sempat menembak.

Dru menggunakan sarung tangan,lalu mengambil pistol milik si plontos pengkhianat. Memberikan pistol itu kembali pada si plontos.

"Kamu yang akhiri atau aku yang mengakhiri," ucap Dru dengan dingin pada pengkhianat di depannya.

Gara-gara pengkhianatan si plontos ini juga, nyawa beberapa rekannya hampir saja hilang sia-sia. Dia membocorkan pergerakan Red Eagle pada salah satu musuh Ryuu, yang menginginkan wilayah untuk pengiriman senjata ilegal.

Si plontos terlihat sangat ketakutan, ia sangat paham sekali maksud gadis di depannya. Gadis dengan aura dingin yang membuat siapapun enggan berada di dekatnya.

"Aku akan membayarmu berapapapun, asal tolong lepaskan aku," mohon si plontos dengan penuh ketakutan. Walau sangat tidak mungkin menggoyahkan hati gadis di depannya. Hukuman pengkhianat adalah mati. Saat ini si plontos hanya bisa mengutuk dirinya yang mudah terpengaruh uang yang lebih banyak, padahal Ryuu sudah menjamin hidup mereka dengan begitu baik.

Dru menatap tajam ke arah si plontos, karena tidak kunjung meledakan pistol ke kepalanya sendiri, Dru yang tidak sabar, segera mengarahkan tangan si plontos yang memegang pistol.

Dorrr!

Suara pistol menyalak, disusul si plontos yang ambruk bersimbah darah.

"Ada apa ini ?" Teriak seorang pria yang baru masuk ke dalam ruangan.

"Bunuh dia !" Ucap salah seorang pria yang terluka pada anak buahnya yang baru datang.

Perkelahian tak bisa terelakan, Dru sedikit merobek gaun yang digunakan agar mudah bergerak.lalu menjadikan potongan gaun sebagai masker, menutupi mulut hingga hidungnya, Saat beberapa orang lagi datang, ia dengan cepat melancarkan pukulan pada si pria, dan menikam kaki si penyerang menggunakan kunai, lalu cepat kabur.

Berlari dengan cepat untuk menghindari lawan mengenalinya. Saat berada di atas balkon, ia segera naik ke atas pembatas untuk melompat ke bawah.

"Hei ... berhenti !" Teriak seseorang lalu cepat menarik badan Dru sebelum melompat.

"Sial !" Umpat Dru kesal pada Pria yang pasti mengira dirinya akan bunuh diri. Sudah tidak ada waktu, karena para pengejar terlihat berlari ke balkon. Dru dengan cepat menarik si pemuda, lalu memeluknya dengan erat, serta menenggelamkan wajahnya pada cerukan leher si pemuda.

"Tolong aku,bersandiwaralah sebagai kekasihku," bisik Dru pada si pemuda yang segera melepas jasnya, lalu memakaikan pada Dru, dan juga membalas memeluk Dru erat.

Para pengejar hanya melihat sepasang kekasih yang sepertinya sedang dimabuk cinta.

Mereka segera pergi, karena merasa yang dikejar telah pergi.

Dru segera melepaskan pelukannya begitu merasa suasana aman. Jantungnya sedikit berdebar, baru sekali ini dirinya dipeluk demikian erat oleh seorang pemuda.

"Terimakasih, ucap Dru pada si pemuda. Tapi kedua netra Dru segera membola mengetahui siapa yang sudah menolongnya. Pemuda itu adalah Kendra, pemuda yang pernah ditolongnya. Mereka impas sekarang. Tapi Kendra tentu saja tidak bisa mengenalinya yang masih memakai masker dari potongan gaunnya.

"Terimakasih," ucap Dru lalu dengan cepat melompat ke atas pembatas untuk segera melompat dan kabur.

Tapi lagi-lagi Kendra dengan cepat menangkap tangannya, hingga Dru bergelantungan sambil memegang tangan Kendra.

"Jangan bunuh diri, ceritakan masalahmu,aku akan membantu," ucap Kendra terlihat khawatir pada gadis yang berusaha ditolongnya. Dru ingin sekali tertawa, tapi di tahannya.

Di tatapnya manik mata Kendra.

"Lepaskan aku, tidak akan terjadi apapun, aku tidak akan mati. Aku hanya sedang kabur. Percayalah padaku," ucap Dru meyakinkan Kendra yang menggeleng.

Akhirnya Dru mengambil Kunai, sedikit melukai tangan Kendra yang refleks melepaskan pegangannya. Membuat tubuh Dru melesat ke bawah.

"Maafkan aku," gumam Dru saat sudah mendarat di bawah sambil melihat ke atas.

Kendra yang berdiri di atas balkon, memegang tangannya yang berdarah sambil melihat ke bawah, memastikan wanita yang ditolongnya baik-baik saja. Saat melihat wanita dengan gaun robek itu terlihat baik-baik saja dan berlari menembus malam, Kendra tersenyum senang.

"Wanita misterius," gumam Kendra lalu melangkah pergi.

Dirinya kebetulan datang menemani Tuan Tanaka, Papanya. Tapi malas dengan basa-basi yang tidak penting membuatnya berjalan ke atas balkon dan akhirnya bertemu wanita misterius tadi. Wangi parfum lembut si wanita masih dapat diingatnya dengan jelas.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel En-PD168
8.1
Pengkhianatan Lucas dan Sarah di pesta bujang menjadi akhir segalanya. Bukannya menyesal, Lucas malah meremehkan luka tunangannya, sementara Sarah menghina status yatim piatunya. Enggan bertahan, wanita itu melempar cincinnya lalu pergi. Mereka mengira dia akan mengemis untuk kembali. Namun dugaan itu keliru. Tiga hari berlalu, ia justru datang kembali bersama sang ayah, seorang pemimpin pasukan serigala yang memimpin lima puluh ribu prajurit siap tempur.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Setelah tewas secara tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo melepas takhta Kerajaan Krendobumi demi misi kemanusiaan. Menguasai Rajah Cakra Geni, sang Pendekar Kembara Semesta ini menjelajahi jagat raya dan menghadapi berbagai ujian berat. Suro terjerat dalam perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kedahsyatan Tombak Siung Sardula. Konflik harta Goa Barong juga menyeretnya ke dalam bahaya. Kini, ia harus bertarung melawan Putri Siluman Alas Waru demi menegakkan keadilan.