APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dituduh Sebagai Simpanan Setelah Membeli Guci Abu Seharga 16 Miliar

Dituduh Sebagai Simpanan Setelah Membeli Guci Abu Seharga 16 Miliar

Saat pemakaman, sekelompok orang asing mengacau. Wanita yang memimpin mengaku sebagai kekasih suamiku dan menuduhku sebagai simpanan. Kerabat hanya menonton saat dia menyuruh orang merobek pakaianku. Demi menghormati suasana, aku memintanya menunggu, namun dia justru menghancurkan guci abu seharga miliaran yang dibeli pacarnya. Dia mengira itu abu ibuku, tanpa tahu bahwa guci itu berisi abu ibu mertuaku—yang merupakan ibu kandung dari kekasihnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 4

Guci itu jatuh ke lantai, pecah hingga menjadi banyak retakan. Sementara batu permata yang terpasang di kotak berguling ke mana-mana. Debu tebal pun memenuhi ruangan, membuat semua orang tanpa sadar menutup hidung dan mulut mereka.

Para kerabat yang sebelumnya saling baku hantam langsung berhenti. Mungkin mereka sadar bahwa jika mereka tinggal lebih lama, masalah besar akan menimpa mereka. Dalam sekejap, mereka semua kabur tanpa jejak.

Hanya Chika yang masih terus berteriak penuh amarah.

"Dasar jalang, aku kutuk kamu! Kamu akan mati sama seperti ibumu! Bahkan setelah mati, nggak akan ada peti mati yang layak untukmu!"

"Siapa yang akan mati dengan buruk?"

Di tengah kemarahan Chika, Viktor tiba-tiba muncul.

Viktor melangkah masuk dengan wajah cemberut. Gerak-geriknya menunjukkan tanda-tanda jengkel karena situasi yang dipaksakan padanya.

"Nita, apa kamu sengaja mencari alasan untuk bertemu denganku? Bukankah ibu mertuaku sudah lama meninggal?"

Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, suara manja Chika terdengar.

Sambil membersihkan debu di tangannya, dia bergegas menghampiri Viktor, memeluk lengannya, lalu menyandarkan kepalanya di dada Viktor yang mengenakan setelan jas.

"Pak Viktor, kenapa baru sekarang kamu datang? Aku hampir mati ditindas oleh perempuan desa ini!"

Mendengar kata perempuan desa, kerutan di dahi Viktor tampak makin dalam. Dia secara naluriah melirik ke arahku.

Melihat Viktor yang mengabaikanku, Chika makin mendekat ke arah Viktor, lalu mulai merengek, "Sayang, aku sudah nggak peduli dengan hubungan kalian. Suruh dia kembalikan uang 16 miliar itu, lalu kita bisa pakai untuk membeli apartemen kecil di dekat kantor. Bagaimana?"

Sementara Chika masih sibuk berkhayal dengan indahnya, aku sudah selesai berganti pakaian, siap untuk pergi.

Begitu mendengar angka 16 miliar, Viktor tampaknya baru mengingat masalahnya. Dia segera menahan lenganku, lalu bertanya, "Sebenarnya ada apa ini? Siapa yang meninggal? Untuk apa uang 16 miliar itu?"

Aku menatap foto almarhum yang sudah dijatuhkan oleh Chika, lalu tersenyum simpul.

Pria ini bahkan tidak sadar bahwa ini adalah pemakaman ibunya sendiri.

Karena rumah ini sepenuhnya aku yang membelinya. Ibunya hanya tinggal menumpang di sini.

Jadi, Viktor secara naluriah mengira ini adalah pemakaman kerabatku.

Viktor bahkan mulai menuduhku dengan nada seolah-olah aku telah mengambil alih rumah ibunya.

"Selain itu, apa kamu sudah meminta izin ibuku untuk mengadakan pemakaman di sini? Kenapa harus melakukan hal yang membawa sial seperti ini ...."

"Sebelum meninggal, dia yang memilihnya sendiri. Dia bersikeras ingin dimakamkan dengan guci khusus. Gucinya saja sudah berharga 16 miliar."

Aku langsung memotong ucapan Viktor, sengaja mengabaikan pertanyaannya tadi, tapi malah menjawab pertanyaannya yang lain.

Tanpa berpikir panjang, Viktor langsung menuduhku, "Apa kamu nggak punya uang sendiri? Apa harus pakai uangku?"

"Kalau kamu nggak memakai kartuku, semua ini nggak akan terjadi."

Aku tahu maksud Viktor. Jika aku tidak menggunakan kartunya, Chika tidak akan melihatnya, juga tidak akan datang membuat keributan di sini.

Aku sudah dipukuli, dituduh sebagai perempuan simpanan, serta dihina, tapi tetap saja semua ini salahku?

Aku menatap Chika, lalu beralih ke arah Viktor. Aku perlahan membuka mulutku.

"Jadi kamu belum bilang padanya kalau kamu sudah menikah?"

"Kamu juga belum memberitahunya kalau aku adalah istrimu yang sah, sementara dia yang sebenarnya adalah perempuan simpanan?"

Ekspresi Chika tampak bingung. Matanya bolak-balik melihat ke arahku dan Viktor dengan ekspresi tidak percaya. Dia bergumam, "Nggak mungkin."

"Perempuan desa sepertimu mana mungkin bisa menikah dengan Pak Viktor? Apa kamu sudah gila?"

Viktor hanya terdiam, tidak menjawab.

Chika mendorongnya sambil bertanya, "Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Sayang, cepat katakan sesuatu!"

Akhirnya, Viktor tidak bisa menahannya lagi. Dia menghempaskan tangan Chika dengan kasar, tetapi kemarahannya malah ditujukan padaku.

"Kamu belum selesai juga? Apa harus dibahas sekarang?"

"Masalah perempuan simpanan ini terlalu memalukan. Nanti kalau orang lain tahu, bagaimana dengan reputasi Chika?"

Viktor melirik sekeliling ruangan. Sepertinya dia baru sadar bahwa tumpukan abu di lantai itu berasal dari sebuah guci abu.

Dia tertegun sejenak, lalu menatap Chika dengan sorot mata menyelidik. Chika pun akhirnya menceritakan seluruh kejadian tadi dengan terbata-bata.

Viktor menenangkan Chika dengan pelukannya, bahkan mencubit hidung Chika sambil bercanda. Viktor berujar, "Kali ini Chika memang sudah agak keterlaluan. Aku akan memberikanmu uang lagi sebagai ganti rugi. Tapi kalau kamu berani menyebarkan rumor buruk tentang Chika di internet, jangan salahkan aku kalau aku bersikap kasar."

Setelah mengatakan itu, Viktor pun bersiap pergi bersama Chika.

Aku menghentikan langkah mereka dengan berkata, "Apa kamu nggak mau tahu siapa yang meninggal?"

Viktor berbalik dengan wajah kesal, seolah-olah sedang berusaha menahan rasa frustrasinya karena aku terus mendesaknya.

"Meski kita adalah suami istri, kita sudah lama nggak punya perasaan pada satu sama lain lagi. Apa kamu perlu aku menjelaskan lebih lanjut? Siapa pun yang meninggal di keluargamu, aku nggak punya kewajiban untuk membayar ataupun datang secara pribadi."

"Aku sudah cukup memberimu banyak kelonggaran. Jangan mendesakku terlalu jauh, Nita."

Aku tertawa dingin. Aku menahan rasa sakit di seluruh tubuhku, lalu berjalan mendekat untuk mengambil foto almarhum yang terbalik, lalu melemparkannya ke hadapan Viktor.

"Kamu lihat baik-baik, pemakaman siapa ini."

"Kamu harus tahu guci abu siapa yang dihancurkan pacar kecilmu itu."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B71405" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B71405
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel CINTA DARI MASA LALU
9.5
Pasca-skandal korupsi sang ayah, hidup Luwina hancur di negeri asing. Beruntung, Reyhan hadir menyelamatkannya sebagai kakak tiri. Namun, kepulangan Luwina ke Indonesia justru membuka luka lama. Ia harus berhadapan lagi dengan Hardin Putra Surawijaya, pria masa lalu yang sempat menghancurkan hidupnya hingga hamil. Situasi kian pelik karena Hardin kini berstatus sebagai sahabat karib Reyhan, sekaligus suami dari Katrina, mantan kekasih kakak tirinya tersebut.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menaruh hati padanya adalah kesalahan fatal yang semestinya kuhindari. Namun, rasa ini telanjur mengakar kuat walau rintangan besar menghadang hubungan kami. Tiap kali rasa sayang ini membuncah, kepedihan mendalam justru kian menyiksa batin. Kini, aku terombang-ambing di antara hasrat untuk bersama dan realitas kejam yang tak memihak. Menyayanginya hanya menuntunku pada kepedihan tanpa akhir dan ketidakpastian yang terus menyelimuti takdir kami.
Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.8
Mengusung genre cerita misteri yang mencekam, novel horor Ibu Angkat Psikopat mengisahkan kekejaman seorang wanita yang terobsesi mengonsumsi plasenta demi kesehatan. Demi memenuhi hasrat gilanya, ia mengadopsi sepasang anak kembar untuk dijadikan korban nafsu putranya, Donny. Sang adik awalnya mengira kehidupan mereka akan normal, hingga ia menyaksikan sendiri penderitaan kakaknya di malam hari. Setelah dipaksa melahirkan tiga kali untuk diambil plasentanya, sebuah petaka terjadi pada persalinan keempat yang membuat sang ibu angkat kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel PACAR SEWAAN UNTUK SEPEKAN
8.2
Anggia bertekad membuang image culun masa lalunya di acara reuni SMA. Ia mengubah total penampilannya dan menggunakan jasa biro jodoh untuk menyewa kekasih bayaran. Tak disangka, Axel yang bertugas menjadi pacar sewaannya justru jatuh hati pada kepolosan Anggia yang begitu unik. Terpikat oleh pesona sang klien, Axel memutuskan keluar dari pekerjaannya demi bisa memperjuangkan cinta Anggia secara nyata dan menjadi kekasih aslinya.
Sampul Novel Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
8.5
Ketenangan hidup seorang figur publik yang bersih dari gosip seketika runtuh setelah bertemu Thalita, anak kecil yang berniat membelinya. Kejadian itu membuat ayah sang bocah, Aksa Malvino Alexander, seorang duda kaya raya, mulai mengejarnya. Reputasi sang artis pun hancur akibat rumor viral karena status sosial Aksa yang luar biasa. Walau Aksa sangat narsis dan memaksa saat melamar, ia tetap kokoh menolak meski dicap bodoh karena menolak miliarder itu.